
Dengan amarah dan kebencian yang mendalam terhadap pemuda yang menghina Kaisar Naga Merah yang menjadi majikannya yang terkasih itu membuat Kasim Zhao menerjang dengan ilmu pedang sinar elang mematikan yang telah di salurkan ke ujung pedangnya ke arah pemuda yang di kenalnya sebagai Pangeran Mahkota dari Kerajaan Ni.
Wuttzzzz!
Ni Jing pun mengeluarkan ilmu pedang keluarga Ni yang digunakannya untuk menghadapi ilmu pedang yang di mainkan oleh Kasim Zhao yang tak bisa di remehkan olehnya itu.
Singgg!
Trangg!
Trangg!
Trangg!
Pedang di tangan Ni Jing beradu kekuatannya dengan menghadapi pedang di tangan Kasim Zhao yang membuat pergelangan tangannya itu kebas secara mendadak.
Wutzzz!
Gerakan pedang di tangan Kasim Zhao sungguh luar biasa cepatnya sehingga setiap serangan pedang di tangan Ni Jing ingin menyelinap ke arah lain tetap terhalang oleh kegesitan dirinya menggunakan pedangnya sehingga ia dapat melihat celah dalam mengalahkan lawannya itu.
Bettzzz!
Ni Jing meliuk-liuk di udara dengan pedangnya itu berusaha untuk melindunginya namun ujung pedang di tangan Kasim Zhao telah meluncur begitu cepat ke arah tenggorokannya hingga Ni Jing pun mendelik dan tewas di ujung pedang di tangan Kasim Zhao.
Jlebbb!
Para pasukan Ni Jing menyerang Liu Tong dan yang lainnya dengan ilmu pedang yang sangat mendebarkan jantung karena ilmu pedang yang dimainkan oleh para pasukan Ni Jing sangatlah teratur dengan baik sekali sebagai para prajurit Kerajaan Ni.
Wutttzzzz!
Liu Tong dan yang lainnya dengan tangkas luar biasa telah menangkis bahkan melawan para pasukan Ni Jing dengan ilmu pedang yang mereka miliki sehingga mereka dapat mendesak para pasukan Ni Jing dengan ilmu pedang yang mereka miliki masing-masing dan di gabungkan menjadi satu sampai para pasukan Ni Jing pun mengakui kehebatan mereka.
Trangg!
Trangg!
Kasim Zhao meloncat dengan pedangnya yang di gerakan membentuk sinar matahari yang tahu -tahu menebas setiap para pasukan Ni Jing yang menyerang kawan-kawan nya dengan hebat luar biasa.
Wushh!
Crakkk!
Liu Tong dan yang lainnya juga telah membabat habis seluruh pasukan Ni Jing dengan ilmu pedang yang mereka miliki masing-masing .
Crakk!!
"Kasim Zhao, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan setelah kita melihat Ni Jing telah berani untuk menghadang kita? Apakah di istana telah terjadi sesuatu yang besar? " Tanya Liu Tong dengan nada khawatir memikirkan istana Kekaisaran Naga Merah kepada Kasim Zhao.
"Iya, aku juga memikirkan hal yang sama seperti yang kamu pikirkan saat ini, Liu Tong. Tapi, kita harus tetap mengikuti perintah dari Kaisar Naga Merah yang meminta kita untuk menunggunya di dalam desa Ti. " jawab Kasim Zhao yang melihat ke arah Selir Fu Shui Lian yang merupakan satu -satunya pemimpin mereka di dalam perjalanan yang sangat penting bagi mereka.
"Kita harus membagi tugas untuk membantu diri Kaisar Naga Merah kita dengan sebagian dari kita harus masuk ke desa Ti dan sebagian lain mempercepat kepulangan kalian ke Istana untuk memastikan bahwa orang-orang yang berada di dalam Istana baik-baik saja semuanya. " kata Fu Shui Lian mewakili Zhang Xiao Long suaminya untuk memberikan perintah kepada Kasim Zhao dan Liu Tong serta yang lainnya di pintu masuk ke dalam desa Ti.
"Baik, Paduka Selir Fu, hamba akan mematuhi perintah dari Anda.. " kata Liu Tong yang cepat membawa istrinya Song Wi Na, Thian Lan dan Teng Xu Xu istri dari Huang Li Hung memilih jalan lain untuk mempercepat misi kepulangan mereka ke istana Kekaisaran Naga Merah.
Sedangkan Kasim Zhao dan Huang Li Hung ikut masuk ke dalam desa Ti bersama Fu Shui Lian yang telah melesat cepat dan melewati pintu masuk ke desa tersebut.
Sementara itu di sebuah rumah penduduk desa Ti terdapat Zhang Xiao Long yang terbaring di atas tempat tidur yang terbuat dari tumpukan jerami dan di suapin minum obat herbal yang di berikan oleh seorang gadis yang duduk di tepi tempat tidur itu ke dalam mulutnya.
"Tuan Putri, kenapa anda tidak membawanya pulang ke markas kita untuk di tangani oleh Raja kita? " tanya seorang pria muda yang memegang mangkuk obat herbal itu kepada seorang gadis muda yang di panggil Tuan Putri.
"Aku ingin memastikan dia lumpuh total dahulu sebelum Aku mengirimkannya kepada Ayah ku untuk di tangani sesuai kesalahannya menjadi pengacau di negeri ini.. " Jawab Putri Chang Ni Chen dengan nada agung kepada pengawalnya.
"Oh, begitukah? Lalu obat ramuan apakah yang telah anda masukan ke dalam mulutnya? " tanya pengawalnya lagi.
"Racun pemusnah ilmu sinkang usai aku telah memutuskan urat nadi pergelangan tangannya dan kakinya terlebih dahulu.. " jawab Putri Chang Ni Chen yang mengangkat pedangnya yang di arahkan ke pergelangan tangan dan kaki Zhang Xiao Long.
Di saat yang berbahaya bagi keselamatan Zhang Xiao Long sebuah sabuk sutra putih yang entah darimana datangnya telah melilit leher Putri Chang Ni Chen sekaligus sebuah pedang yang melayang ke leher pengawal Putri Chang Ni Chen sampai kedua orang yang menculik dan ingin mencelakakan Kaisar Naga Merah telah putus leher mereka dengan kepala mereka telah jatuh ke tanah.
Crakk!
"Kak Long.. " panggil Putri Ming Ming yang telah menyelamatkan Zhang Xiao Long dari kedua orang anggota sekte Musang Chang yang telah di perintahkan oleh Pangeran Muda Hu Er Kai untuk membuat Zhang Xiao Long cacat seumur hidupnya.
Putri Ming Ming yang telah mengirim pasukan khusus untuk melindungi Zhang Xiao Long telah mendapatkan laporan dari pasukannya tentang Zhang Xiao Long yang telah terjatuh ke tangan Sekte Musang Chang di desa Ti.Maka, gadis ini segera datang ke desa Ti untuk menyelamatkan Zhang Xiao Long tepat waktunya.Kini, Putri Ming Ming memapah Zhang Xiao Long meninggalkan rumah itu sekaligus meninggalkan desa Ti.
Brrrr!!
Di pagi harinya, Fu Shui Lian bersama Kasim Zhao dan Huang Li Hung sudah berhasil masuk ke dalam desa Ti dengan menyamar sebagai penduduk desa setempat sehingga mereka bisa masuk ke dalam desa Ti dengan aman.
"Kenapa sampai sekarang Kak Long belum juga datang ke desa Ti? " tanya Fu Shui Lian yang kini mulai resah gelisah hati memikirkan Zhang Xiao Long.
"Yang Mulia anda harus sabar dan yakin bahwa Paduka Kaisar Naga Merah pasti akan datang ke desa Ti dalam keadaan sehat dan selamat. " kata Kasim Zhao menenangkan hati Selir Fu Shui Lian yang terlihat mencemaskan Kaisar Naga Merah.
"Nyonya muda sebaiknya kita menunggu Tuan Besar di kedai teh di dekat patung ayam jantan itu saja untuk kita tidak di curigai oleh penduduk desa ini yang telah hamba perhatikan adalah samaran dari orang-orang sekte kaum hitam di dunia persilatan. " kata Huang Li Hung dengan sikap hormat kepada Fu Shui Lian.
"Iya, Tuan Huang. Mari kita pergi ke kedai teh di sana itu. " Kata Fu Shui Lian berjalan menuju ke arah kedai teh tersebut bersama dengan Kasim Zhao dan Huang Li Hung yang mengawalnya.
Di kedai teh di desa itu, mereka dikejutkan oleh seorang pria yang berjalan keluar dari kedai teh itu dengan di iringi oleh sejumlah orang yang membawa golok di tangan para pengikut pria itu yang kini telah berdiri di depan mereka bertiga.
"Sungguh rezeki nomplok di hari ini untukku yang telah berjumpa dengan calon istriku di depan kedai teh ini sampai aku ingin sekali membawa pulang calon istriku ke rumahku di kediaman kepala desa Ti.. " kata pria wajah sangar kepada mereka bertiga terutama kepada Fu Shui Lian yang meskipun berpakaian sederhana dan tanpa riasan apapun tetap saja terlihat cantik jelita dan memikat para kaum adam yang melihat gadis itu berdiri di depannya.
"Laknat! " hardik Kasim Zhao dengan sepasang matanya yang tajam dan telah mengayunkan pedang ke leher Kepala Desa Ti hingga pria itu terkejut dan kepalanya telah jatuh ke tanah usai di tebas pedang Kasim Zhao.
Crakk!!
"Kau berani membunuh Kepala Desa Ti..?! Kami akan membuatmu menangis darah... " kata para pasukan Kepala Desa Ti yang menyerang ke arah Kasim Zhao dengan golok mereka secara cepat dan ganas sekali.
Wutzzz!
Kasim Zhao memutar pedangnya dengan lihai dan sejumlah golok terbang ke udara dan jatuh ke leher seluruh para pasukan Kepala Desa Ti dengan kecepatan kilat.
Crakkkk!!
Lalu sekelompok orang dari dalam kedai teh itu telah berkelebat cepat keluar dari kedai teh dan menyerang Kasim Zhao dan Huang Li Hung juga Fu Shui Lian dengan sangat ganas sekali.
Wuttzzzz!
Trang!
Trangg!
Fu Shui Lian dengan lincah telah menangkis sejumlah pedang para penyerangnya di depan pintu masuk kedai teh desa Ti sehingga ia bisa melindungi dirinya sendiri.
Betzz!
Dukk!
Huang Li Hung melakukan gerakan salto dengan pedangnya membabat habis sejumlah pedang musuh dan ujung kakinya telah menendang tiap kepala musuh hingga para musuh yang telah mengeroyok dirinya itu remuk.
Wuuuuttzz!
Pedang di tangan Kasim Zhao berputar dengan lincah bukan main dan telapak tangan Kasim Zhao mengeluarkan ilmu sinkang tapak sakti keluarga Zhao yang membuat para pasukan itu roboh oleh serangannya itu.
Desss!
Fu Shui Lian meliuk-liuk dengan pedangnya yang membabat habis sejumlah pengeroyok di dekat Huang Li Hung sehingga para pengeroyok telah di habisi oleh Selir barunya Zhang Xiao Long.
Crakk!!
"Kita harus pergi dari sini dan menunggu Tuan Besar di tempat lain saja.." Kata Huang Li Hung yang melihat situasi di desa ini tak lagi aman untuk mereka bertiga.
"Iya.. " jawab Fu Shui Lian yang cepat mengikuti saran Huang Li Hung.
Mereka bertiga melesat cepat keluar dari desa Ti menuju ke hutan yang semuanya berdaun warna oranye dan di depan mata mereka terdapat dua gunung kembar yang di tutupi kabut.
"Gunung Buah dan Bunga... " Kata Huang Li Hung melihat sejumlah bunga warna oranye di sekitar gunung di sebelah kiri dan sejumlah buah seperti jeruk di gunung di sebelah kanan.
"Gunung Hua Kuo kah di depan sana? " tanya Fu Shui Lian yang terheran-heran dengan kedua gunung yang di lihat oleh sepasang matanya itu.
"Bukan di sana adalah sepasang gunung kembar sesat.. " jawab Kasim Zhao yang melihat adanya tanda tengkorak kepala manusia di gantung di kaki gunung kembar itu.
"Gunung ini di kuasai oleh sepasang setan tua tengkorak pencabut sukma yang sangat terkenal dengan kekejaman mereka di seluruh dunia persilatan.. " kata Huang Li Hung dengan tepat sekali.
Karena sesudah Huang Li Hung berkata tentang nama gunung dan penguasanya telah hadir dua orang kakek kembar siam yang telanjang bulat di depan mereka sampai Fu Shui Lian menjerit-jerit karena kaget sekali.
"Ahhhh! Ahhhhh!! "
"Paduka Selir Fu Shui Lian, anda tenanglah ada hamba berdua yang akan melindungi Anda dari sepasang iblis memalukan ini.. " kata Huang Li Hung dan Kasim Zhao secara bersamaan pada Fu Shui Lian.
"Hehehehe, ketiga orang dungu yang datang ke daerah kekuasaan kita, Adik Ou.. " kata salah seorang dari sepasang kakek kembar siam di depan mereka bertiga.
"Iya.. Kakak Pang.. Kita harus memberi mereka bertiga pelajaran untuk mereka dapat mengenal kita dengan baik.. " kata salah seorang dari sepasang kakek kembar siam itu yang mulai menggelinding ke arah mereka bertiga dengan kecepatan yang membuat Fu Shui Lian harus melompat dengan tepat waktu sebelum kaki dan tangan sepasang kakek kembar siam itu telah menebasnya.
Glundung!
Betttzz!
Huang Li Hung dengan sigap menggunakan ilmu tendangan membelah ombak yang digunakan untuk menghalangi sepasang kakek kembar siam itu menebas mereka bertiga dengan ilmu sepasang tangan dan kaki cakar tengkorak dan membuat sepasang kakek kembar siam itu pun menggelinding ke arah lain.
Dukkk!
Kasim Zhao menggunakan ilmu pedangnya yang langsung saja menebas sepasang kakek kembar siam yang melotot sadis kepada mereka bertiga dan siap untuk melakukan perlawanan kembali kepada mereka bertiga.
"Hyaaatt...! "
Crakkk!!!
Crakkk!
"Ayo kita harus secepatnya mencari tempat yang lebih baik daripada di daerah gunung kembar ini sebelum matahari menghilang.. " kata Huang Li Hung dengan nada serius kepada Fu Shui Lian dan Kasim Zhao.
"I.. Iya... Ayo.. " kata Fu Shui Lian dan Kasim Zhao yang cepat mengikuti langkah Huang Li Hung menuju ke arah selatan tanpa melihat ke arah belakang mereka lagi.
Cahaya matahari yang mulai meredup dan suara burung-burung bangau yang meninggalkan air danau yang tertutup oleh dedaunan kering dan gemericik air terjun menimpa danau di depan membuat seorang gadis muda yang cantik jelita dan manis luar biasa ini membaringkan pemuda yang tetap saja menutup sepasang mata dan tak bergerak sama sekali menangis di dada bidang pemuda ini.
"Kak Long.. Kau jangan pernah meninggalkanku seperti ini.. Ayo, kau harus bangun dan sehat kembali... " kata Putri Ming Ming mengguncang tubuh Zhang Xiao Long yang terbaring di atas rumput di depan gua sebuah pegunungan yang sangat indah luar biasa.
Bersambung!!