
Zhang Xiao Long memasang wajahnya sepolos mungkin seakan-akan ia menjadi seorang yang bodoh dengan adanya pengaruh obat bius yang di gunakan oleh Tang Hui Lan atas perintah dari Ketua Sekte Pulau Yun.
" Pangeran muda Tang,silakan Anda mencicipi hidangan makan malam bersama dengan kami keluarga baru mu." Kata Ketua sekte Pulau Yun dengan ramah kepada Zhang Xiao Long yang menganggukan kepalanya dengan patuh.
" Iya, Ayah mertua. " Jawab Zhang Xiao Long sopan kepada Ketua sekte Pulau Yun dengan senyuman sopan.
" Hui Lan, setelah kamu dan suamimu makan malam bersama dengan kami di sini, sebaiknya kamu antar suamimu untuk beristirahat kembali di paviliun yang telah ayah siapkan untuk kalian berdua." Kata Ketua sekte Pulau Yun dengan sinar matanya begitu puas dengan hasil kerja dari putrinya itu.
" Iya, Ayah. " Jawab Tang Yuan Jing yang harus memasang wajahnya semanis mungkin untuk Ketua sekte Pulau Yun yakin bahwa ia adalah Tang Hui Lan putri kandung dari Ketua sekte Pulau Yun.
Lalu, Zhang Xiao Long dan Tang Yuan Jing di antarkan ke tempat tinggal milik Tang Hui Lan di salah satu dari kawasan Pulau Yun yang cukup besar dan luas sekali oleh salah seorang dari pelayan anggota sekte Pulau Yun.
" Graha Bunga Rembulan. " Baca Zhang Xiao Long tersenyum kecil menatap papan nama di atas tembok pintu gerbang utama ke istana kecil milik Putri Tang Hui Lan.
" Iya, marilah kita masuk dan istirahat di istana kita yang baru, Pangeran muda. " Jawab Tang Yuan Jing yang merangkul lengannya sambil melirik ke arah belakang mereka.
"Iya, istriku marilah kita melangkahkan kedua kaki kita yang bersepatu ini ke istana kecil kita untuk kita bisa segera beristirahat dengan bahagia di dalam sana. " Kata Zhang Xiao Long yang mengajak istrinya melangkah perlahan -lahan menaiki tangga yang panjang menuju ke istana kecil itu dengan saling berpandangan satu sama lainnya.
" Wah, Hui Lan berhasil menaklukkan hatinya dan semoga kita bisa memanfaatkannya untuk raih kemenangan di dalam hidup kita, istriku. " Kata Ketua sekte Pulau Yun dengan senyuman yang puas hati kepada istrinya. Mereka mengamati setiap gerak -gerik dari Zhang Xiao Long untuk memastikan bahwa putrinya bisa menaklukkan Zhang Xiao Long.
" Awasi setiap gerak- geriknya dengan cermat dan awasi semua teman-teman nya di paviliun timur laut Pulau Yun. " Kata Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun dengan senyuman tegasnya kepada para anggota sekte Pulau Yun di sekitar mereka.
" Siap, Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun. " Jawab para anggota sekte Pulau Yun dengan patuh kepada Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun yang berbalik arah kembali ke rumahnya bersama dengan suaminya yang gagah perkasa itu.
Setelah mereka berdua pergi dari pintu gerbang utama graha bunga rembulan milik putri mereka. Terlihatlah Zhang Xiao Long yang menggandeng tangan Tang Yuan Jing di belakang mereka secara diam-diam mengikuti langkah mereka.
" Ilmu apa yang telah kau gunakan untuk menipu mereka? " Tanya Tang Yuan Jing terheran-heran melihat Ketua sekte Pulau Yun dan istrinya itu malah meninggalkan graha bunga rembulan dengan wajah mereka seakan-akan tidak tahu bahwa mereka telah di tipu oleh Zhang Xiao Long.
" Ilmu tipu menipu untuk orang-orang licin dan licik seperti mereka. " Jawab Zhang Xiao Long yang telapak tangannya itu telah menggunakan ilmu sinkang bunga harum sakti yang langsung menghantam punggung Ketua sekte Pulau Yun dan istrinya.
Dess!
" Huwekkk...! " Pekik Ketua sekte Pulau Yun dan istrinya yang tersungkur di tanah dengan tak bernyawa lagi di tangan Zhang Xiao Long.
" Apa yang ingin kamu lakukan pada mereka? " Tanya Tang Yuan Jing yang melihat Zhang Xiao Long meleburkan kedua jasad orang itu dengan serbuk bunga seruni kuning ciptaan Puteri Ming Ming.
Brushh!
" Aku mau menggunakan mereka untuk meraih hati semua para Pendekar yang akan hadir di acara pertemuan para Pendekar pada esok hari supaya kekuasaan ku semakin tinggi di daerah barat laut. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah mengajak Tang Yuan Jing melesat masuk ke istana milik Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun untuk di selidiki olehnya.
Brrrrr!
Zhang Xiao Long menggerakkan telapak tangan menghancurkan sejumlah besar pasukan anggota sekte Pulau Yun yang menjaga istana kecil itu.
Bruakk!
" Arghhhh! " Pekik kematian sejumlah besar anggota sekte Pulau Yun yang berdiri di pintu gerbang masuk ke istana Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun di tangan Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menggerakkan tangannya ke arah setiap pintu di ruangan dalam istana kecil itu yang menjadi jebol oleh ilmu sinkang arak sakti melalui satu lambaian tangan kanan Zhang Xiao Long yang bebas.
Bruakk!
" Apakah kamu ingin mencari dan menemukan obat bius keluarga Yun untuk membunuh Ayah kandung Ketua sekte Pulau Yun yang saat ini sedang bersemedi di ruang rahasianya? " Tanya Tang Yuan Jing yang melihat Zhang Xiao Long membongkar semua laci di setiap ruangan di istana kecil milik Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun.
" Iya, aku harus membunuh orang tua itu dengan tanganku sendiri dan aku juga ingin hancurkan obat bius keluarga Yun untuk dunia damai. " Jawab Zhang Xiao Long yang melambaikan dua buah jari tangan kirinya ke arah barat ruangan pribadi Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun.
Whuush!
Bruk!
Sebuah laci di dinding yang tertutup lukisan yang menggambarkan keindahan alam Pulau Yun telah terbuka untuk Zhang Xiao Long dan Tang Yuan Jing melihat isi laci itu.
" Guci keramik hijau kecil itu sepertinya obat bius keluarga Yun yang kamu cari, Kak Long. "Kata Tang Yuan Jing menoleh ke arah Zhang Xiao Long yang memberinya ciuman singkat untuk memuji dugaannya itu adalah benar.
" Ya,guci keramik hijau kecil ini tentunya obat bius keluarga Yun yang aku cari karena aku telah mengetahui jenis obatnya dari Tang Hui Lan yang bodoh itu telah aku lihat ingin membius ku di malam hari saat ia mempersembahkan tarian tradisional Kerajaan Tang untukku melalui benda halus di tanganku ini. " Kata Zhang Xiao Long yang memperlihatkan selendang milik Tang Hui Lan di tangannya di depan sepasang mata Tang Yuan Jing istri ketiganya.
" Ouh, licik sekali dia itu. " Kata Tang Yuan Jing menutup mulut kecilnya dengan kaget sekali.
" Iya, dia licik sekali tetapi aku jauh lebih cerdas darinya. " Kata Zhang Xiao Long yang meraih tangan Tang Yuan Jing yang menutup mulut kecil gadis itu lalu melangkah maju mendekati Tang Yuan Jing dan mencium bibir manis Tang Yuan Jing yang memiliki aroma bunga Champa kuning yang segar.
" Kak Long.. " Panggil Tang Yuan Jing halus.
Zhang Xiao Long menggunakan ibu jarinya untuk menghapus sisa ciumannya di bibir istri ketiga nya itu.
" Yuan Jing, aku menyukai caramu membalas ciuman ku seakan-akan kamu merespon setiap sentuhan yang aku berikan untukmu. " Kata Zhang Xiao Long yang memindahkan ciuman hangatnya di leher jenjang Tang Yuan Jing dan menggigitnya lembut.
" Yuan Jing, aku menginginkan kamu sekarang juga. " Kata Zhang Xiao Long yang mengangkat tubuh kecil Tang Yuan Jing dengan kedua tangan nya lalu membawa istrinya itu ke kamar tidur milik Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun yang berada di sebelah ruangan pribadi dari Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun.
Zhang Xiao Long menurunkan tirai di sekitar tempat tidur sebelum menjelajahi setiap kulit putih dan halus serta indah istri ketiganya itu yang memekik halus ketika ia memasuki tubuh istri ketiganya itu.
" Akh, Kak Long...! " Pekik halus Tang Yuan Jing yang tubuhnya telah di miliki oleh Zhang Xiao Long sebagai suaminya.
Menjelang pagi harinya, Zhang Xiao Long telah membuka tirai di sekitar tempat tidur lalu turun dari tubuh istri ketiganya dengan tangannya itu membersihkan bibirnya yang telah menjelajahi setiap rongga mulut dan tubuh istri ketiganya itu sampai puas.
" Kak Long, apa hari sudah menjelang pagi? " Tanya Tang Yuan Jing yang merintih halus saat ingin bangun dari tidurnya. Ia menyentuh bagian bawah tubuhnya yang perih akibat sentuhan Zhang Xiao Long yang telah merenggut kesucian dan kemurniannya itu.
"Iya, kita harus bersiap untuk membuka acara pertemuan para Pendekar di aula utama sekte Pulau Yun sebagai sepasang suami-istri muda dari keluarga Yun. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah merapikan pakaian dengan cepat dan tersenyum menawan hati untuk Tang Yuan Jing yang merona dengan senyuman tampannya itu.
"Ya, Kak Long. Aku harus pergi mandi untuk aku bisa merapikan kembali diriku sesuai dengan keinginan mu dan status ku sebagai istri ketiga mu. " Kata Tang Yuan Jing melangkah turun dari tempat tidur secara halus lalu merangkul Zhang Xiao Long untuk memberikan ciuman hangat di bibir Zhang Xiao Long yang menjadi makanan terlezat bagi Tang Yuan Jing.
" Ya, sana kau pergilah mandi dan rapikan dirimu sesuai dengan keinginan ku dan status mu. Aku akan menunggumu di luar kamar tidur ini. " Kata Zhang Xiao Long yang melepaskan diri dari Tang Yuan Jing yang terlihat menginginkan sentuhan hangatnya lagi.
Tang Yuan Jing menganggukkan kepala untuk mematuhi suaminya yang sangat tampan dan menggairahkan, ia pun melangkah mundur dari Zhang Xiao Long sebelum berjalan menuju ke arah kamar mandi.
Dan, Zhang Xiao Long yang melihat istrinya telah masuk ke kamar mandi segera membuka pintu kamar tidur milik Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun untuk mengawasi setiap gerak-gerik setiap orang di istana Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun.
" Selamat pagi Yun.. " Sapa seorang gadis muda yang mendatangi kamar tidur milik Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun kepada Zhang Xiao Long yang mengangkat alisnya untuk membalas sapaan manis dari gadis itu.
" Ya, selamat pagi juga untukmu. " Jawab Zhang Xiao Long yang menggunakan suara Ketua sekte Pulau Yun Ki kepada gadis muda di depannya.
"Ketua Yun, aku datang untuk menemanimu dan Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun pergi ke tempat acara pertemuan para Pendekar di aula utama bersama-sama dengan kalian berdua. " Kata gadis muda yang melangkah maju ke depan Zhang Xiao Long lalu merangkul lengan kiri Zhang Xiao Long seraya tersenyum ramah kepada Tang Yuan Jing yang menyamar sebagai Nyonya besar Ketua sekte Pulau Yun dan berada di sisi kanan Zhang Xiao Long.
" Selamat pagi untuk mu, Kak Bing." Sapa gadis muda itu dengan hormat kepada Tang Yuan Jing yang berjalan di samping kanan Zhang Xiao Long.
" Iya, selamat pagi juga untuk mu Adik Shuang." Sapa Tang Yuan Jing yang memperkenalkan nama selir Ketua sekte Pulau Yun kepada Zhang Xiao Long yang tersenyum di bibirnya yang telah di berikan kumis kecil untuk penyamarannya sebagai Ketua sekte Pulau Yun.
Lalu, mereka bersama-sama pergi ke aula utama di markas besar Sekte Pulau Yun. Dimana telah hadir seluruh tamu undangan untuk menghadiri acara pertemuan para Pendekar yang telah di tetapkan oleh pihak Sekte Pulau Yun.
Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Ketua Senior Sekte Pulau Yun dan istrinya yang telah menghampiri mereka di Koridor menuju ke arah aula utama. Maka, Zhang Xiao Long pun segera menyapa ayah kandung Ketua sekte Pulau Yun yang telah mendatanginya itu.
" Selamat pagi untuk mu, Ayah dan Ibu.Aku Yun Ki mengucapkan terimakasih atas waktu yang Ayah dan ibu berikan untuk kalian berdua dapat menghadiri acara pertemuan para Pendekar yang aku adakan di pulau Yun kita, maka aku harap Ayah dan Ibu tidak merasa terganggu dengan acara ini. " Kata Zhang Xiao Long nada sopan kepada Raja Pulau Yun Dan Ki dan istrinya yang memberikan senyuman singkat kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, Yun Ki tak apalah aku juga ingin melihat apakah mereka para Pendekar yang telah kau undang ke pulau Yun kita ini adalah sekelompok orang yang berguna untuk misi kita yang belum berhasil dengan sempurna ataukah mereka hanyalah sekelompok orang yang layak untuk di buang dari dunia ini agar langkah kita menuju keberhasilan kita takkan pernah ada batu kerikil yang mengganggu. " Kata Raja Pulau Yun Dan Ki dengan senyumannya yang begitu mengiris hati yang melihat senyuman yang seperti hantu yang baru saja keluar dari makamnya.
"Iya, Ayah. Mari kita lihat saja acaranya dengan kedua mata kepala kita sendiri di aula utama markas besar sekte Pulau Yun kita. " Kata Zhang Xiao Long mempersilahkan Raja Pulau Yun dan istrinya yang berjalan di depannya menuju ke tempat acara tersebut.
Di sisi lain atau lebih tepatnya di paviliun timur laut Pulau Yun terlihatlah Mu Yanmi berdiri di depan pintu gerbang paviliun itu dengan raut wajahnya yang cantik jelita seperti sekuntum bunga sakura di musim semi terlihat memikirkan sesuatu yang meresahkan gadis muda yang manis itu.
" Yanmi, apakah kamu sudah mempersiapkan cadar mu atau tudung mu?" Suara Liu Lu Sian terdengar oleh Yanmi yang baru ingat dengan riasan lain yang sangat penting bagi statusnya sebagai seorang wanita yang sudah menikah dan berstatus istri kedua Zhang Xiao Long.
" Ah, ya..Kak Sian. Aku nyaris melupakan cadar ku. " Jawab Yanmi segera berlari masuk kembali ke dalam kamarnya.
Tetapi, Yanmi di kejutkan dengan munculnya dua orang asing di kamarnya dan gadis itu segera bersikap gagah berani untuk menghadapi dua orang yang mendatangi dirinya itu.
" Kalian berdua siapakah yang telah berani untuk masuk ke kamarku di paviliun timur laut Pulau Yun? " Tanya Yanni menuding telunjuknya ke arah dua orang pria berjanggut panjang dan kepala mereka semuanya gundul.
" Putri Agung bisakah kau bekerjasama dengan kami untuk tidak melawan kami berdua? " Tanya kedua orang pria wajah beringas itu kepada Yanmi.
" Hei, kau bicara apa? Aku bukanlah Putri Agung yang kau katakan itu? " Ucap Yanmi galak kepada sepasang pria garang di hadapannya itu.
" Kakak, sebaiknya kita bius saja dahulu dia agar dia tak membuat kita repot dengan kehadiran teman-teman nya. " Kata salah seorang dari sepasang pria wajah garang yang melihat sikap Yanmi yang begitu galak dan liar.
" Kau benar sekali, Adik. " Jawab pria wajahnya ada tanda lahir besar kepada temannya seraya membuka telapak tangan kanannya yang telah mengeluarkan kabut tebal ke arah Yanmi.
Yanmi otomatis mengangkat tangan untuk gadis itu bisa menghalangi dirinya dari serangan kabut tebal yang berasal dari obat bius serbuk bunga tulip hitam dari salah satu sepasang pria wajah garang itu.
" Akhh...! " Pekik Yanmi yang merasa dadanya sakit dan kepalanya pening lalu gadis itu jatuh pingsan di lantai.
" Bagus. " Kata salah seorang dari sepasang pria wajah garang itu kepada temannya yang telah mendekati Yanmi dan menyambar gadis itu lalu meninggalkan pulau Yun dengan gerakan yang sangat cepat sekali.
Brrrrr!
Liu Ting Ting mencari -cari Yanmi ke kamar tidur istri kedua dari Zhang Xiao Long itu tetapi gadis kekasih Xi Ke ini tidak bisa menemukan Yanmi di kamar tidur gadis itu.
"Celaka, dimana Nyonya muda Yanmi? " Tanya Liu Ting Ting terkejut dengan wajahnya pucat dan gelisah kepada dirinya sendiri.
Bersambung!