
Fan Wei Hong tersenyum untuk berterimakasih atas pujian dari Yu Lian Shing kepadanya yang sangat cerdas dalam menangani Fu Haifeng yang mengganggu ketenangan konsentrasi pada diri Zhang Xiao Long yang fokus untuk mencari dan menemukan ruang rahasia di pegunungan Zhen.
Zhang Xiao Long mengeluarkan segel burung garuda api dari saku pakaiannya lalu meneliti ulang segel itu sampai ia menemukan teka teki di balik segel burung garuda api di tangannya itu.
"Di sana. " Kata Zhang Xiao Long yang melesat cepat ke arah timur hutan di pegunungan Zhen dengan sangat cepat sekali sampai yang lain harus segera menyusulnya agar mereka tak tertinggal olehnya.
Brrrrrr!
Di timur hutan di pegunungan Zhen adalah ruang rahasia yang dicari oleh Zhang Xiao Long yang lalu menempelkan segel burung garuda api di lubang kunci pada pintunya yang bergambar burung garuda yang memancarkan cahaya api.
Dan..
Krekkkk!
Sebuah jalan yang sangat panjang sekali telah terlihat dari balik pintu ruang rahasia itu oleh Zhang Xiao Long dan yang lainnya.
"Wilayah Kekaisaran Zhen.. "Kata Du Fei.
" Iya. "Jawab Zhang Xiao Long yang mendahului yang lain melangkah maju dan melewati pintu ruang rahasia di pegunungan Zhen.
" Wahhh.. Panjang sekali jalan untuk menuju ke arah Kekaisaran Zhen. " Kata Fan Wei Hong yang melongo melihat betapa panjangnya jalan yang harus mereka lalui bersama untuk sampai di Kekaisaran Zhen.
"Jalan ini memang perbatasan antara gunung Yun dengan gunung Zhen yang diberikan pintu ruang rahasia untuk pembatas dua wilayah yang berbeda. " Kata Tan Tan Ling Ming dengan tepat sekali.
"Ya, sepanjang apapun jalan yang harus kulalui untuk mencapai tujuan ku takkan pernah bisa membuat ku patah semangat untuk terus maju dan berjuang untuk menuju keberhasilan di dalam hidupku untuk masa depan Kekaisaran Naga Merah."Kata Zhang Xiao Long tegas dan berani mengambil keputusan untuk maju terus pantang menyerah atas impiannya.
"Kau luar biasa Kak Long. " Kata Yu Lian Shing memuji ketegasan Zhang Xiao Long.
"Iya, Kau sungguh mengagumkan.. " Kata Tan Tan Ling Ming tersenyum bangga kepada Zhang Xiao Long.
"Seorang pemuda yang sangat hebat adalah diri mu. " Kata Tang Yin bersinar-bersinar matanya memandangi Zhang Xiao Long.
"Semakin cinta aku kepada mu, Tuan Zhang." Kata Kim Hwee Li mengedipkan mata kanannya kepada Zhang Xiao Long.
"Pahlawan hebat haruslah semangat untuk membuat hari esok lebih baik dari hari kemarin. Aku mengagumimu, Tuan Zhang. " Kata Du Fei di depan Zhang Xiao Long.
"Eiiii..Kenapa aku di tinggal di hutan sebelah? " Tanya Fu Haifeng yang sudah sadar dari pingsan nya lalu menyusul mereka yang sudah berjalan ke arah barat sebagai petunjuk menuju ke arah Kekaisaran Zhen.
"Sebaiknya kita segera mencari tempat untuk istirahat sejenak untuk malam hari ini sebelum melanjutkan perjalanan lagi." Kata Tan Tan Ling Ming yang sudah merasa lelah dan mengantuk serta lapar dan haus.
"Iya, Aku sungguh ingin tidur dahulu." Kata Yu Lian Shing menutupi mulutnya untuk menguap dengan saputangan untuk kesopanan sebagai seorang wanita kelas atas dengan gelar Selir Yu.
"Baiklah kita cari tempat istirahat dulu yang aman dan nyaman untuk tidur." Kata Zhang Xiao Long yang melompat ke atas pohon tertinggi untuk mencari tempat untuk mereka tidur di malam hari itu di jalanan menuju ke Kekaisaran Zhen yang masih jauh sekali.
"Di sekitar kita tak ada rumah ataupun gua untuk kita menginap di tempat ini. " Kata Fan Wei Hong yang ikut mencari tempat untuk tempat istirahat mereka dengan melompati setiap pohon yang berada di sekitar mereka.
"Ada rumah kosong di ujung jalan dari lima ratus meter tempat kita saat ini." Kata Zhang Xiao Long yang cepat mengajak yang lain melesat ke arah rumah kosong yang berhasil ditemukannya untuk tempat istirahat mereka.
Di rumah kosong itu mereka membuat jerami untuk alas tidur dan selimut lalu membuat api unggun untuk memasak makanan dan air minum teh juga untuk mengusir nyamuk dan hawa dingin di pegunungan Zhen bagian barat daya.
"Kalian makanlah bubur teratai ini untuk mengisi tenaga kalian yang terkuras karena lelah di dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Zhen." Kata Zhang Xiao Long memberikan mangkuk isi bubur teratai kepada yang lain.
"Terimakasih Kak Long."Jawab para gadis yang duduk bersama di atas tumpukan jerami yang tebal dan hangat.
" Yang Mulia, hamba akan menjaga di luar pintu rumah kosong ini untuk Anda." Kata Tuan Fan Hong.
"Hamba juga. " Kata Fu Haifeng yang sudah tahu diri itu segera mengikuti Tuan Fan Hong keluar dari rumah kosong untuk berjaga.
Fan Wei Hong memberikan sehelai daun perak kepada Zhang Xiao Long yang duduk di dekat api unggun bersama dengannya dan Du Fei yang ikut mendengarkan percakapan mereka berdua.
"Daun perak? " Tanya Zhang Xiao Long melihat daun perak di tangannya dengan heran.
"Iya, itu daun perak yang ku temukan di wisma hitam di kaki gunung Zhen saat aku ingin sekali mencari penjara terlarang." Jawab Fan Wei Hong memberitahu informasi baru kepada Zhang Xiao Long.
"Penjara terlarang? Untuk apa kamu ingin sekali mencari penjara terlarang? " Tanya Zhang Xiao Long ingin tahu kepada Fan Wei Hong sambil menghirup bubur teratai di mangkuk yang di genggamannya itu.
"Untuk mencari seseorang yang tidak lain adalah Kaisar Zhen senior yang memegang kendali atas ketidaknyamanan kita semua." Jawab Fan Wei Hong yang menambahkan kayu bakar di api unggun.
"Kaisar Zhen senior ada hubungannya dengan daun perak di tanganku ini? " Tanya Zhang Xiao Long polos kepada Fan Wei Hong sembari meneliti daun perak yang di bolak-balik olehnya.
"Ada, jika tak ada untuk apa aku memberitahumu tentang daun perak." Jawab Fan Wei Hong yang mendekatkan diri ke sisi Zhang Xiao Long untuk membisikkan sesuatu kepada Zhang Xiao Long.
"Kitab ilmu silat Zhen Yun atau badai salju abadi yang dahulu sempat terkenal di dunia persilatan daratan besar. " Bisik Fan Wei Hong.
"Hmm, begitukah? " Tanya Zhang Xiao Long tak percaya bahwa ia menemukan kitab ilmu silat badai salju abadi di daun perak dari Fan Wei Hong.
"Iya, cobalah kau cari tulisan yang belum muncul di daun perak itu." Jawab Fan Wei Hong dengan nada menyakinkan kepada Zhang Xiao Long yang meragukannya.
"Caranya? " Tanya Zhang Xiao Long yang telah meniupkan api unggun kepada Fan Wei Hong yang menjerit-jerit kesakitan lalu tewas terbakar api unggun oleh Zhang Xiao Long yang telah mengetahui kepalsuan hati dan identitas pria itu yang ingin mengelabui dirinya.
Puh!
Brushh!
"Arghhh! " Jeritan Fan Wei Hong sebelum tewas.
Bersambung!