Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hukuman Mati Untuk Sheng Kun Dan Ratu Yue..


Dengan langkah unta yang berjalan di atas pasir secara perlahan-lahan akhirnya membawanya ke hadapan musuh besarnya sehingga gejolak hati yang terluka dan penuh amarah telah membara.


Deru angin kencang, hawa panas gurun pasir tak menyurutkan keinginan hati seorang Zhang Xiao Long yang telah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi musuh di hadapannya.


"Sheng Kun ajalmu sudah datang dan sekarang aku ingin kamu berlutut di bawa empat kaki unta ku untuk pengampunan dosa mu sebelum aku mengirim kamu ke neraka.. " kata Zhang Xiao Long dengan nada dingin kepada Sheng Kun di hadapannya dan hanya dibatasi sejumlah para pasukan gabungan dari sekte tengkorak emas sakti dan sekte pegunungan Yue.


"Bocah haram kaulah yang harus bersujud pada ku atas sikap kurang ajar mu itu.. " kata Sheng Kun yang menuding Zhang Xiao Long dengan ujung tombaknya yang terdapat lonceng-lonceng di gagangnya.


"Cih, kau seorang bajingan tua seperti mu begitu lancang mengatakan Kaisar Naga Merah Sang penguasa seluruh daratan besar dengan kata bocah haram! Lihat serangan-serangan ku yang akan memotong lidah mu yang busuk itu..! " hardik Putri Ming Ming yang telah meloncat dari atas punggung unta ke arah Sheng Kun dengan menghunuskan pedang pusaka Kekaisaran Ming yang di tujukan secara langsung kepada Ketua sekte tengkorak emas sakti itu.


Wutttttzzz!


Wushhh!


"Bocah perempuan jangan pernah harap kamu bisa menghadapi suamiku! Aku Ratu Yue yang akan lebih dahulu menghabisi mu..! " hardik Ratu Yue yang melontarkan pukulannya ke arah Putri Ming Ming seraya melayang di atas kepala para pasukannya sendiri.


Wushh!


Plak!


Singg!


Betzz!


"Ming Ming.. Kau harus berhati-hati menghadapi bajingan perempuan gila itu.. " kata Zhang Xiao Long dengan nada halus memberikan amanat kepada istrinya yang sedang bertarung melawan Ketua sekte pegunungan Yue.


"Iya, Kak Long.. " jawab Putri Ming Ming dengan nada lembut seraya memutar pedang dan tubuh mungilnya untuk menghindari serangan pukulan yang dilontarkan oleh Ratu Yue kepadanya.


Plakk!


Plak!


Betzzz!


"Kalian semua hadapi bocah haram itu dan bawa kepalanya kepada ku.. " perintah dari Sheng Kun kepada para pasukannya untuk menyerang dan membunuh Zhang Xiao Long yang masih duduk di atas punggung unta dengan sikap tenang luar biasa.


"Siap, Paduka.. " sahut para pasukannya yang segera menyerang dengan ilmu pedang gurun pasir emas kepada Zhang Xiao Long yang telah melayang turun dari atas punggung unta dengan kedua telapak tangannya mengerahkan ilmu sinkang hujan dan petir merah ke arah para pasukan-pasukan Sheng Kun yang menerjang ke arahnya.


Wushhh!


Wuttzzz!


Singg!


Desss!!


"Arghh! " pekik kematian sejumlah pasukan sekte pegunungan Yue yang tewas terkena serangan telak Zhang Xiao Long.


Sedangkan para pasukan sekte tengkorak emas sakti melompat ke belakang dan menyebar di sekitar Zhang Xiao Long yang telah kembali ke atas punggung unta dengan sikap tenang.


"Hayo.. Serangan aku... " tantang Zhang Xiao Long yang kembali melontarkan pukulannya ke arah para pasukan sekte tengkorak emas sakti yang beberapa orang melayang ke arahnya dan menyerangnya dengan pecut yang meluncur ke arah wajahnya yang sangat tampan itu.


Wetttzzz!


Zhang Xiao Long memutar kepalanya dengan tenang di atas punggung unta seraya telapak tangannya melontarkan pukulannya ke arah para pasukan sekte tengkorak emas sakti yang terus menerus menyerangnya.


Dessss!


"Arghhh! " pekik kematian para pasukan sekte tengkorak emas sakti yang menggunakan pecut untuk menyerangnya.


Sebagian lainnya telah terhempas jatuh ke atas gurun pasir dengan punggung mereka telah remuk seketika itu juga dan pecut mereka telah di lontarkan kembali ke arah mereka oleh Zhang Xiao Long.


"Bocah haram hentikan perlawanan terhadap ku atau kamu akan kehilangan tiga orang pengikut mu yang salah satunya adalah selir mu sendiri.. " kata Sheng Kun yang telah memerintahkan para pasukan sekte tengkorak emas sakti lainnya di dekatnya menodong gergaji ke leher Selir Fu Shui Lian, Kasim Zhao Yu Thing dan Huang Li Hung di hadapan Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long melihat ancaman Sheng Kun bukanlah omong kosong belaka karena ia tahu betapa kejamnya hati Sheng Kun yang dapat membunuh setiap orang tanpa mempunyai rasa empati sedikitpun.


"Yang Mulia, hamba tidak pernah takut untuk mati.. " kata Selir Fu Shui Lian nada berani.


"Paduka, hamba seorang Kasim yang selalu siap untuk menyerahkan nyawa hamba kepada Anda yang menjadi majikan hamba.. " kata Kasim Zhao Yu Thing dengan sinar matanya yang amat gagah perkasa.


"Yang mulia, hamba Huang Li Hung seorang pria yang sudah menyatakan diri hamba sebagai budak Anda, jadi nyawa hamba adalah milik anda.. " kata Huang Li Hung yang wajahnya telah bengkak dan sepasang matanya telah di congkel keluar dari sepasang kelopak matanya secara keji.


Zhang Xiao Long juga melihat Ratu Yue yang menyerang dengan ilmu sinkang telapak racun penghancur organ tubuh ke arah Putri Ming Ming yang berkali-kali harus mengandalkan ilmu silat meringankan tubuhnya untuk menghindari tiap serangan yang mematikan itu.


"Kak Long, aku juga tidak merasa gentar dan takut untuk mati demi Kekaisaran Naga Merah dan dirimu.. " kata Putri Ming Ming yang rupanya telah mengalami luka pada bahu kirinya oleh ilmu sinkang tapak racun Yue oleh Ratu Yue yang terus menerus menyerang istrinya itu.


Plakk!


Plakkk!


"Hahaha bocah haram sekarang aku ingin kamu mati di hadapanku jika kamu ingin Istri-istri mu dan kedua orang pengikutmu selamat dari hukumanku.. " kata Sheng Kun dengan tatapan matanya yang amat bengis kepada Zhang Xiao Long.


"Sheng Kun... Kau mencari perkara dengan ku..! " terdengar suara seorang pria yang menerjang ke arah Sheng Kun dari belakang hingga Sheng Kun harus jungkir balik ke arah samping untuk dirinya bisa terhindar dari kematian dari pria itu.


Selagi Sheng Kun kalang kabut seorang diri di sekitar tempat pria itu berdiri. Zhang Xiao Long melontarkan pukulan lidah naga merah ke arah seluruh pasukan sekte tengkorak emas yang menawan dan mengancam keselamatan Selir Fu Shui Lian, Kasim Zhao Yu Thing dan Huang Li Hung.


Dessss!


Kemudian, Putri Ming Ming yang melihat Zhang Xiao Long menggunakan ilmu kebatinan untuk menghalusinasi Sheng Kun dengan cerdik telah menyerang Ratu Yue dengan ilmu pedang naga Ming yang membuat serangan-serangan ilmu sinkang tapak racun Yue yang dilakukan oleh Ratu Yue untuk membunuhnya telah terhalang dengan baik oleh ilmu pedangnya.


Wuttzz!


Bresss!


"Arghh! " pekik Ratu Yue yang memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat organ dalam tubuhnya telah remuk oleh serangga-serangga balik Putri Ming Ming terhadapnya.


"Sekarang kau harus temui Raja Neraka yang sudah menunggumu, Ratu Yue...! " hardik Putri Ming Ming mengayunkan pedangnya ke arah Ratu Yue dan siap untuk menebas tubuh Ratu Yue.


Tetapi Sheng Kun yang sudah tak waras itu telah menerjang Putri Ming Ming dari arah samping kanan gadis manis itu sampai membuat Putri Ming Ming berguling-guling di atas gurun pasir dan Zhang Xiao Long yang melihat ancaman berbahaya bagi istrinya itu segera melompat ke arah Sheng Kun dengan pedang naga merah langsung menghadapi tombak di tangan Sheng Kun.


"Sheng Kun jangan pernah berharap kamu bisa menyentuhnya..! Hyaattt...! " hardik Zhang Xiao Long yang kini bertarung dengan Sheng Kun di dekat Putri Ming Ming yang telah melemparkan pedangnya ke arah Ratu Yue yang ingin sekali membunuhnya dengan melemparkan sabuk sutra warna hitam yang nyaris menjerat lehernya yang mendongak ke arah Zhang Xiao Long yang datang untuk menyelamatkannya dari serangan maut tombak Sheng Kun kepadanya.


Crang!


Betzz!


Crash!


Sabuk sutra hitam milik Ratu Yue telah berhasil terputus oleh Zhang Xiao Long yang telah cepat melontarkan pukulan telak ke arah Ratu Yue yang langsung terjengkang dan tewas dengan kepala wanita itu pecah.


"Aughh.. " rintih Putri Ming Ming yang berguling dan tak sadarkan diri di atas pasir.


"Ming Ming.. Oh... Tidak....! " teriak Zhang Xiao Long yang begitu mencemaskan istrinya yang telah mengalami luka parah oleh serangan Ratu Yue.


Namun Zhang Xiao Long harus fokus terhadap musuhnya yang sedang bertarung dengannya sehingga ia tidak bisa meraih istrinya dengan mudah dan tepat waktu sebelum istrinya jatuh pingsan.


Fu Shui Lian yang telah terbebas dari ikatannya ini meraih Putri Ming Ming dengan merayap secara perlahan-lahan namun seseorang entah dari mana datangnya telah mengayunkan kaki ke arah Putri Ming Ming yang terlempar ke lubang pasir hidup.


Duk!


"Tidakkkk...! " teriak Fu Shui Lian yang melompat dengan sekuat tenaganya dan menggunakan telapak tangannya telah menyambar tangan kiri Putri Ming Ming yang tubuhnya tersedot pasir hidup.


Huang Li Hung meskipun ia telah buta namun indra pendengaran dan perasa nya masih tajam luar biasa sehingga ia melompat ke arah Putri Ming Ming dengan masuk ke pasir hidup lalu di dorongnya kedua telapak kaki Putri Ming Ming ke arah atas sehingga Putri Ming Ming telah terlempar kembali ke atas pasir lainnya dan di tangkap Selir Fu Shui Lian yang cepat memeluk madunya.


"Ming Ming.. Bangunlah.. " kata Selir Fu Shui Lian menangis melihat Huang Li Hung telah tewas demi menyelamatkan Putri Ming Ming dengan tersedot pasir hidup.


Kasim Zhao Yu Thing merampas pedang naga Ming di pasir putih dekat mayat Ratu Yue untuk menyerang orang yang telah menendang Putri Ming Ming ke pasir hidup.


"Hyaat... Ku bunuh kauuu...! " hardik Kasim Zhao Yu Thing mengayunkan pedang naga Ming ke arah Beng Loan Ki yang muncul di depan desa perbatasan untuk balas dendam kepada Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming yang telah kirim Liu Tong, Pendekar Iblis Harum Sakti Chen Wai Kin, Liu Kang, Teng Xu Xu, Song Wi Na dan Thian Lan serta seorang pria wajah kemayu namun mesumnya minta ampun telah menggagalkan niatnya untuk menghabisi para istri dari Zhang Xiao Long di istana Kekaisaran Naga Merah dengan bantuan dari Pangeran muda Hu Er Kang murid dari Sheng Kun dan juga sepupu dari Zhang Xiao Long sendiri.


Beng Loan Ki melarikan diri dari kejaran Liu Tong yang mengejarnya dari Istana Kekaisaran Naga Merah hingga ke desa perbatasan. Kini pria ini melampiaskan amarahnya lebih dahulu kepada Putri Ming Ming sebelum di lampiaskan kepada Zhang Xiao Long.


Namun, Kasim Zhao Yu Thing telah menyerang dirinya dengan mengayunkan pedang naga Ming sehingga ia terpaksa harus menghadapi Kasim Zhao Yu Thing dan Liu Tong dari dua sisinya.


Plakk!


Desss!


Zhao Yu Thing melihat Liu Tong melontarkan pukulan telak ke arah Beng Loan Ki hingga pria paruh baya itu terjengkang dan muntah darah dari hidung dan mulutnya.Kini,giliran Kasim Zhao Yu Thing yang menebas tubuh Beng Loan Ki dengan pedang naga Ming.


Crakk!


"Liu Tong, apa yang telah terjadi di istana ku sehingga kamu mengejar Beng Loan Ki ke desa perbatasan? " tanya Zhang Xiao Long kepada Liu Tong sambil menyerang Sheng Kun dengan ilmu pedang naga merah yang membuat ilmu tombak Phoenix emas sakti Sheng Kun di hancurkan olehnya.


Crangg!


Lalu pedang naga merah melayang ke kepala Sheng Kun dengan gerakan horizontal sehingga dari kepala hingga kaki Sheng Kun terbelah dua dengan posisi miring tak beraturan.


Crakk!


"Yang Mulia, Beng Loan Ki ini pengkhianat besar yang telah membunuh sejumlah istri Anda dan melakukan pelecehan seksual terhadap Ratu Wen Baoning untuk merebut kekuasaan Anda dengan menghabisi para istri Anda dengan cara licik sekali dan ia juga mendapatkan bantuan dari Pangeran muda Hu Er Kang murid dari Sheng Kun dan juga sepupu Anda. " jawab Liu Tong sambil memapah Kasim Zhao Yu Thing di sampingnya.


"Hmm, dia sungguh Bajingan tua... " kata Zhang Xiao Long menatap bengis mayat Beng Loan Ki usai mengangkat tubuh Ming Ming dari pasir.


"Yang Mulia, sebaiknya Anda melihat kondisi dari rumah Anda dahulu yang sudah berantakan dan semua ini disebabkan oleh Beng Loan Ki yang kejahatannya telah di bongkar oleh Putri Ming Ming yang mengirimkan pesan kepada Guru Chen Wai Kin untuk membantu kami dengan dalih Beliau di kirim oleh Anda sendiri agar Tuan Chen Wai Kin bisa masuk ke Istana Kekaisaran Naga Merah dan menghabisi para pasukannya yaitu sekte Elang Beng yang merupakan sekte gelap Beng Loan Ki. " kata Liu Tong dengan nada serius kepada Zhang Xiao Long yang menunduk kepada istrinya yang terbaring pucat di pelukan hangatnya.


"Ming Ming, kau sungguh baik sekali selalu ada untuk ku meskipun kau selalu bersikap acuh tak acuh terhadap ku. " kata Zhang Xiao Long nada lembut memandangi wajah pucat Putri Ming Ming.


"Auww." keluh Fu Shui Lian yang berdiri di dekat Zhang Xiao Long sambil memegangi perutnya.


"Shui Lian.. Kau? " Zhang Xiao Long tercengang melihat darah mengucur keluar dari lubang di perut Fu Shui Lian lalu melihat selirnya telah meninggal dunia di bawah sepasang sepatunya di atas pasir.


"Yang Mulia, Selir Fu Shui Lian telah meninggal dunia akibat racun penghancur rahim oleh pil bunga mawar hitam milik Ratu Yue. " lapor Liu Tong memeriksa jasad Fu Shui Lian dengan cepat dan tangkas.


"Hmm.. Inikah harga yang harus ku bayar untuk mendapatkan kekuasaan ku yang sesungguhnya dan apakah takdir yang harus ku jalani sebagai seorang Kaisar Naga Merah? " tanya Zhang Xiao Long pada dirinya sendiri sambil membawa Putri Ming Ming berjalan di atas hamparan pasir yang beterbangan karena hempasan angin di sekitar gurun pasir gobi bagian barat.


Liu Tong dan Kasim Zhao Yu Thing mengikutinya dari belakang sampai mereka melewati pintu gerbang bagian barat untuk masuk ke wilayah daratan besar lainnya melalui pintu yang amat dekat dengan ujung tembok besar.


Bersambung!