Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pegunungan Sepasang Mata Elang Langit.


Zhang Xiao Long, Nalan Yan Ran, Liu Tong dan Li Hong Xiu memacu kuda mereka melewati batas wilayah di depan mereka dengan memasuki ke sebuah kawasan pegunungan yang bentuknya seperti sepasang mata burung elang di langit.


"Pegunungan Hang kah di depan kita? " tanya Li Hong Xiu yang menghentikan derap langkah kuda di depan jalan.


"Menurut ku pegunungan ini adalah pegunungan sepasang mata elang langit karena bentuknya mirip seperti sepasang mata elang langit di dalam lukisan di ruang kerjaku di istana perdana menteri Kekaisaran Naga Merah. " jawab Liu Tong pemuda tampan yang berkuda di samping kanannya.


"Sudahlah jangan dipikirkan apakah pegunungan ini adalah pegunungan Hang atau pegunungan sepasang mata elang langit yang terutama kita harus cepat mencari penginapan untuk malam ini sebelum matahari tertidur lelap. " kata Zhang Xiao Long yang memacu kuda melewati jalanan menanjak ke pegunungan di depan mereka.


"Kak Long.. Tunggu kami...! " seru Nalan Yan Ran yang mempercepat derap langkah kuda hitam mengejar larinya kuda putih yang di tunggangi Zhang Xiao Long.


"Mari kita mengejar mereka juga...! " seru Liu Tong mengajak istrinya untuk berlomba-lomba memacu kuda mereka berdua untuk menyusul larinya kuda Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran.


Mereka memasuki sebuah pedesaan yang amat sunyi dan mencekam bagaikan pedesaan yang tidak pernah ada penghuninya sama sekali dan hal ini memicu keinginan tahu Zhang Xiao Long.


"Kita selidiki pedesaan ini untuk kita mengetahui apa yang telah terjadi pada pedesaan yang kita datangi ini.. " kata Zhang Xiao Long memacu kuda menerjang ke dalam pedesaan yang amat mencengangkan mereka karena di seluruh jalan raya maupun rumah- rumah penduduk di desa ini semuanya berubah menjadi kosong melompong.


"Aneh sekali kenapa aku tidak melihat satu orang pun di desa ini? " kata Li Hong Xiu mengedarkan pandangan matanya ke seluruh pedesaan itu.


"Ada aroma hangus di salah satu rumah di desa ini.. Mari kita lihat.. " kata Zhang Xiao Long yang telah mempercepat langkah kudanya sehingga ia segera tiba di rumah seorang penduduk di desa itu yang pintunya terbuka lebar.


Zhang Xiao Long melesat cepat masuk ke dalam rumah itu dan menemukan sepasang mayat bayi yang sudah gosong di lantai ruang tamu rumah itu. Ia melesat kembali ke seluruh ruangan di rumah itu lalu menemukan seorang gadis muda yang di gantung pada lehernya pada tali putih di atas tiang-tiang ruangan yang seperti kamar.


"Setan perempuan apakah kamu yang telah melakukan pembunuhan keji terhadap kedua bayi di ruangan itu dan melakukan pembakaran massal terhadap penduduk di desa ini? " tanya Zhang Xiao Long menuding telunjuknya ke arah gadis yang menyeringai kejam kepadanya.


"Benar sekali, akulah setan burung elang langit yang menjadi penguasa desa ini. " jawab gadis itu yang melontarkan tali putih ke arah Zhang Xiao Long dengan kecepatan kilat.


Wutttzzs!


Zhang Xiao Long dengan tenang menangkap tali putih itu lalu menarik kencang tali putih hingga si gadis melayang ke arahnya lalu telapak tangan kanannya menghantam hancur gadis itu.


Desss!


Blaarrr!


Zhang Xiao Long menggunakan tali putih milik gadis yang telah dibunuhnya itu sebagai senjata yang menerjang seseorang yang bersembunyi di balik dinding ruangan itu.


Wuttzzzz!


Tarrrr!


Orang itu terpaksa harus keluar dari tempatnya bersembunyi dengan melompat cepat sebelum ujung tali putih di tangan pemuda tampan yang datang ke pedesaan itu dapat menjeratnya dan membunuhnya.


"Siapa kau yang telah membunuh murid dari sekte elang giok langit dengan satu kali pukulan saja? " tanya pria berkumis yang telah berdiri tegak di depan Zhang Xiao Long, Nalan Yan Ran, Liu Tong dan Li Hong Xiu.


"Aku Pendekar Naga Merah. Siapa kamu yang berani berbuat tetapi tidak berani jujur atas perbuatan hina mu? " Zhang Xiao Long menatap tajam pria kumis itu.


"Chu Bin anggota sekte merak api yang kamu tanyakan ini.. " jawab pria berkumis itu yang telah menggunakan golok untuk menghadapi Zhang Xiao Long yang tetap menggunakan tali putih di tangannya untuk menghadapi serangan golok pria berkumis itu.


Wuttttz!!


Serrrrttt!


Golok di tangan pria berkumis itu terlilit tali putih di tangan Zhang Xiao Long hingga pria berkumis itu mendengus marah lalu melontarkan pukulan telak di tangan kiri ke arah Zhang Xiao Long yang menyambutnya dengan pukulan telak pula di tangan kiri pula, namun akibatnya terjadi pada diri pria berkumis itu yang dadanya remuk oleh ilmu sinkang arak sakti milik Zhang Xiao Long.


Desss!


Weerrrrr!


Lalu sejumlah senjata rahasia beterbangan ke arah mereka berempat yang mengharuskan baik Nalan Yan Ran, Liu Tong dan Li Hong Xiu harus menggunakan pedang mereka masing-masing untuk menangkis serangan-serangan senjata rahasia yang di lontarkan pihak musuh kepada mereka.


Trangg!


Trangg!


Trangg!!


Li Hong Xiu berputar cepat di udara dengan ilmu pedang bunga Li yang menangkis serangan senjata rahasia dari arah samping kanan mereka berempat di rumah hangus itu.


Liu Tong menggunakan ilmu pedang keluarga Liu yang membuat sejumlah senjata rahasia telah di runtuhkan olehnya dengan rangkas luar biasa di samping kiri mereka berempat.


Nalan Yan Ran menggerakkan pedangnya yang membalikkan senjata rahasia kepada pihak musuh yang menyebabkan kematian yang tak terelakkan bagi pihak musuh mereka dari arah belakang mereka berempat.


Zhang Xiao Long menggunakan tali putih yang di sertai ilmu sinkang arak sakti yang menghantam hancur berkeping-keping sejumlah besar senjata rahasia yang meluncur ke arah depan mereka berempat dan membunuh sejumlah besar orang musuh yang bermunculan di luar rumah hangus itu.


"Mundur... " kata Zhang Xiao Long saat melihat serangan kabut asap tebal dari arah lain kepada mereka berempat sehingga mereka berempat dapat terhindar dari serangan gelap pihak lain yang juga ingin membunuh mereka berempat di desa kecil itu.


Wusshhh!


Zhang Xiao Long menggunakan telapak tangan ke arah timur rumah hangus itu yang langsung membuyarkan kabut asap tebal itu sehingga ia dapat menemukan musuh -musuh mereka yang telah berdiri di luar rumah hangus itu dengan seringai kejam dan pedang di tangan para musuh itu.


"Hmm, kalian berempat sungguh-sungguh sudah bosan hidup dengan mencoba untuk ikut campur urusan kami di pedesaan ini..?! Maka kalian harus mati..! " hardik lima belas orang yang telah menerjang ke arah mereka berempat dengan pedang di tangan lima belas orang itu.


Wushhhhh!


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Zhang Xiao Long melontarkan tali putih yang telah disalurkan ilmu sinkang awan lembut yang membuat tali putih berubah menjadi kaku dan menghancurkan lima belas pedang di tangan lima belas orang yang menyerang mereka dan Liu Tong tanpa memberikan ampunan bagi lima belas orang itu yang langsung di tebas olehnya dengan pedang ditangannya.


Crakkkk!


Crakkk!


Crakkk!


Kemudian Nalan Yan Ran menggerakkan pedang di tangannya untuk mencongkel lantai yang di injak oleh sepasang kaki bersepatu mungilnya dan terlihatlah seorang wanita yang merintih kesakitan pada bagian bawah tubuhnya.


"Tolong, selamatkan anakku yang di tawan oleh ketua sekte merak api untuk dijadikan tumbal ilmu sinkang sesatnya dan rawatlah bayiku itu seperti anak kalian.. Ahhh! " wanita muda yang di pangku oleh Nalan Yan Ran itu meninggal dunia usai meninggalkan pesan terakhirnya kepada mereka.


"Hmm, mari kita selamatkan anak wanita itu dan menghancurkan sekte merak api hingga ke akar -akarnya.. " Kata Zhang Xiao Long yang segera melesat kembali ke punggung kudanya dengan di ikuti oleh ketiga orang yang mengikutinya di petualangannya di dunia persilatan.


Drap!


Drapp!


Toplak!


Toplakk!


Sesuai dengan pengamatannya yang tajam itu. Zhang Xiao Long dapat menemukan markas besar sekte merak api dengan cepat sehingga ia tidak membuang-buang waktunya untuk segera menghabisi seluruh penghuni di sekte merak api dengan ilmu sinkang lidah api Naga Merah yang dilontarkannya secara langsung ke markas besar sekte merak api.


Breesss!


Ketua sekte merak api yang terkejut dengan cara Zhang Xiao Long menghancurkan markasnya itu langsung menyerang balik Zhang Xiao Long di hadapannya dengan ilmu sinkang merak api di tangan kanan dan ilmu pedang merak api di tangan kiri dengan tubuhnya meluncur ke arah Zhang Xiao Long.


Wushhhh!


Wuttttzzz!


Zhang Xiao Long dengan tenang telah gunakan ilmu sinkang arak sakti yang langsung meluncur ke arah Ketua sekte merak api dan menghantam hancur berkeping-keping Ketua sekte merak api yang meluncur ke arahnya.


Dessss!


Blaaar!


"Kak Long, aku akan mencari anak itu di dalam markas besar sekte merak api sekarang juga.. " kata Nalan Yan Ran melesat cepat masuk ke arah dalam markas besar sekte merak api untuk mencari dan menyelamatkan bayi penduduk desa itu.


"Nalan Yan Ran, kau jangan ceroboh dengan kau langsung masuk begitu saja ke dalam markas besar sekte merak api...! " teriak Zhang Xiao Long yang cepat menyusul istrinya dan berhasil menyelamatkan istrinya dari serangan-serangan maut seseorang yang meluncur dari dalam markas besar sekte merak api dengan tombak yang sangat ganas.


Wuttttzzz!


Zhang Xiao Long menggunakan kibasan lengan pakaiannya membuat serangan-serangan maut seseorang yang telah meluncur dari arah dalam markas besar sekte merak api hingga tombak di tangan orang itu berbalik arah dan menusuk ke tenggorokan orang itu sendiri.


Jlebbb!


"Kak Long, maafkan aku yang tak sabar untuk menyelamatkan anak kecil di dalam sana untuk memenuhi amanat terakhir wanita malang itu." kata Nalan Yan Ran nada menyesali sikapnya yang ceroboh itu.


"Hmm, dasar kau ini selalu saja membuat aku merasa khawatir terhadapmu... "Kata Zhang Xiao Long menggeleng kepalanya menghadapi sikap ceroboh istrinya itu, sebelum berjalan ke dalam markas besar sekte merak api dengan langkah tenang di depan istri dan kedua orang sahabatnya dan menemukan seorang bayi laki-laki di dalam keranjang anyaman dan siap di mutilasi oleh ketua sekte merak api yang telah di bunuh oleh Zhang Xiao Long di halaman depan markas besar sekte merak api.


" Anak kecil yang malang.. "kata Nalan Yan Ran maju untuk mengangkat bayi itu dari keranjang anyaman dan memeluknya dengan erat.


" Wah, lucu sekali bayi ini.. " kata Li Hong Xiu di samping Nalan Yan Ran menowel pipi halus dan lembut bayi laki-laki di pelukan Nalan Yan Ran.


"Karena bayi laki-laki ini adalah anak yang telah kita selamatkan bersama di desa merak api, bagaimana kalau kita memberinya nama Song Wei Long? " usul Liu Tong bersemangat untuk memberikan nama pada bayi laki-laki itu.


"Jangan memberinya nama Long karena dia bukan darah daging ku.. " Kata Zhang Xiao Long menolak untuk memberikan nama Long untuk bayi laki-laki yang bukan darah dagingnya sendiri dengan wanita-wanita nya.


"Hmm, Fan Yi Xing saja.. " Kata Nalan Yan Ran.


"Wah, ya cocok sekali untuknya. Ya, sudah aku tetapkan namanya adalah Fan Yi Xing. " kata Zhang Xiao Long menyetujui usul nama bayi itu dari istrinya berikan.


"Ahhh, sesuka hatimu sajalah. Kau kan Kaisar Naga Merah kami... " kata Liu Tong mengalah kepada Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran.


"Baiklah, mari kita cari tempat untuk istirahat dan makan malam dahulu karena perutku sudah lapar sekali.. " kata Li Hong Xiu dengan nada memelas kepada Liu Tong.


"Hahahaha, baik , baiklah istriku sayangnya.." kata Liu Tong menggandeng tangan Li Hong Xiu meninggalkan markas besar sekte merak api dan mereka berkuda bersama dengan satu kuda sedangkan kuda lainnya di tuntun oleh mereka.


Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran berkuda di belakang mereka dengan langkah kuda mereka begitu tenang sekali sampai bayi laki-laki itu dapat terlelap di pelukan Nalan Yan Ran.


"Kakak Tong, lihat di ujung jalan sana sepertinya ada gubuk kecil yang tak terpakai dan lumayan untuk tempat istirahat kita untuk malam ini dan di sebelah barat jalan itu adalah toko kelontong yang menjual makanan dan pakaian untuk kita gunakan di perjalanan kita selanjutnya.. "kata Li Hong Xiu menunjuk ke arah depan ujung jalan untuk Liu Tong dapat mempercepat lari kuda mereka.


Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran mengikuti langkah kuda mereka sambil bernyanyi riang gembira untuk mengusir rasa sunyi di malam hari itu di daerah yang sungguh sunyi namun untungnya di desa berikutnya adalah desa hidup dengan cahaya terang benderang sehingga hati mereka menjadi lebih tenang.


" Tuan Besar Zhang. Lihat di sana ada rumah penginapan kecil yang sepertinya cocok untuk kita gunakan untuk malam ini.. "kata Liu Tong yang tersenyum sopan melihat suasana alam di desa besar merak gunung sepasang mata elang langit yang gelap gulita namun ia dapat melihat cahaya dari kunang-kunang yang beterbangan di sekitar mereka.


" Ya, Kak Tong.. Mari kita pergi ke desa sana.. " kata Zhang Xiao Long nada sopan kepada Liu Tong.


Lalu mereka berempat tiba di desa tersebut dan Liu Tong dan Li Hong Xiu pergi ke toko kelontong di bagian barat rumah penginapan untuk mereka bisa membeli makanan dana pakaian baru untuk mereka gunakan. Sedangkan Zhang Xiao Long dan Nalan Yan Ran menuju ke penginapan dan menyewa dua kamar tidur bersebelahan di lantai atas penginapan itu.


"Yan Ran, sebaiknya kamu pergilah mandi dahulu sebelum aku yang menjaga Fan Yi Xing untukmu di kamar ini. " kata Zhang Xiao Long halus pada Nalan Yan Ran begitu mereka telah menemukan kamar tidur untuk mereka berdua gunakan untuk malam hari itu di desa besar merak api.


"Iya, Kak Long.. Terimakasih banyak.. " Kata Nalan Yan Ran yang menyerahkan bayi laki-laki itu kepada Zhang Xiao Long yang memeluk anak itu seperti Zhang Xiao Long memeluk anaknya sendiri.


Bersambung!!