
Rombongan Zhang Xiao Long mendatangi kedai teh yang telah mereka lihat dari pintu masuk ke pedesaan yang bernama pedesaan pesisir pantai Utara Kerajaan Tang. Pedesaan ini amat asri dengan keindahan alamnya yang menarik perhatian setiap pengunjung yang datang ke pedesaan ini.
" Wahh, suasana alam di sekitar kedai teh sangat menambah suasana hati kita menjadi damai." Kata Liu Lu Sian yang menaruh bungkusannya di meja.
"Iya, suasana sore hari membuat temaram senja di desa ini menjadi lebih kuat untuk menarik hati siapa pun yang mengunjungi desa ini. " Kata Mu Yanmi yang duduk di samping Liu Lu Sian sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan kipas lipatnya.
" Tuan Muda, anda ingin minum teh rasa apa? " Tanya Yu Song Bu sopan kepada Zhang Xiao Long yang telah menerima roti bakpao rasa kacang tanah dari Puteri Tang Hui Lan yang juga telah duduk di kursi di depan meja makan yang sama.
" Mmm, di sini adanya teh rasa apa saja?" Tanya Puteri Ching Ching yang ternyata telah bertanya kepada pemilik kedai teh yang telah mendatangi mereka.
" Ouh, di kedai teh saya ini ada lima macam rasa untuk teh yang menjadi salah satu teh terbaik di desa ini, yaitu teh rasa bunga yasmin, teh rasa bunga mawar segar, teh rasa buah persik, teh rasa buah anggur hijau dan teh rasa daun dingin yang mendatangkan rasa segar di tenggorokan anda. " Jawab pemilik kedai teh dengan antusias memperkenalkan aneka jenis rasa teh terbaiknya kepada Puteri Ching Ching.
" Hmm, aku mau minum teh rasa buah anggur hijau. " Kata Puteri Ching Ching yang memesan minuman teh yang inginkan kepada pemilik kedai teh.
" Baik, Nona. Saya akan menyediakan minuman teh yang Anda inginkan. " Jawab pemilik kedai teh dengan senyuman ramah kepada Puteri Ching Ching sebelum pergi ke meja lainnya.
" Tuan, di sini selain minuman teh yang di minati oleh para penduduk di desa ini, apakah ada minuman lainnya? " Tanya Li Hong Xiu yang telah memanggil pemilik kedai teh untuk mendatangi tempat duduknya.
" Ada, Nona. Di sini ada minuman arak rasa buah apel yang sangat lezat. " Jawab pemilik kedai teh yang langsung mempromosikan minuman lain yang di jualnya itu kepada Li Hong Xiu.
" Baiklah, kalau begitu aku pesan minuman arak rasa buah apel. " Kata Li Hong Xiu yang telah membayangkan bagaimana rasa minuman arak rasa buah apel yang di pesannya itu.
"Hei , lihat rombongan berkuda yang melewati kedai teh ini. "Kata Han Lin Lin dengan nada pelan kepada Liu Ting Ting yang duduk di kursi depannya. Liu Ting Ting sedang mengambil teko untuk menuang air putih di cawan yang berada di genggaman tangan gadis cantik berpakaian serba kuning muda ini.
"Jangan menengok terlalu jelas. " Bisik Xi Ke yang duduk di kursi samping Liu Ting Ting untuk pemuda ini bisa melakukan pendekatan kepada Liu Ting Ting yang menjatuhkan cintanya pada pandangan pertama di istana Kerajaan Tang.
"Kenapa? Apakah kamu mengenali orang-orang itu? " Tanya Liu Tong yang duduk di samping Li Hong Xiu kepada Xi Ke.
" Ya, aku mengenal mereka. Mereka adalah para pasukan sekte lembah gunung Tang yang di pimpin oleh Adipati Chi saudara dari Ketua Suku Liu dalam. " Jawab Xi Ke memberitahu Liu Tong.
" Adipati Chi masih ada hubungannya dengan Ketua Suku Liu Dalam? Bukankah Ketua Suku Liu dalam telah lama meninggal dunia? " Tanya Liu Tong nada penasaran kepada Xi Ke.
" Ketua Suku Liu dalam memang telah meninggal dunia tetapi putranya yang menggantikan posisi nya yang mengatur bagi-bagi jatah pangkat di wilayah Tang hingga ke wilayah Liu. "Jawab Xi Ke sambil menikmati minum teh rasa bunga mawar dan makan roti kering kepada Liu Tong.
" Siapakah putra dari Ketua Suku Liu dalam yang telah terlibat dalam politik pembagian jatah yang mengesankan ini? " Tanya Liu Tong dengan nada menyelidik kepada Xi Ke sambil mengelus-elus rambut panjang dan indah Li Hong Xiu.
" Liu Ching San. " Jawab Xi Ke melirik ke arah belakang Liu Tong.
Liu Tong mengikuti arah pandang Xi Ke ke arah belakangnya dan menemukan sosok pemuda yang mengubah ekspresi wajah Liu Tong yang penuh amarah dan kebencian terhadap pemuda yang di lihat oleh Liu Tong sedang memacu kuda ke arah penginapan yang berjarak sekitar dua puluh meter dari kedai teh.
" Liu Ching San bajingan hina kau.. " Geram Liu Tong yang di dengar oleh Li Hong Xiu di samping nya.
" Dia pernah melakukan apa kepada mu sampai kamu begitu marah dan benci kepadanya? " Tanya Li Hong Xiu lembut kepada kekasihnya.
" Dia pengkhianat Sekte Pengemis bunga teratai putih yang menyebabkan kematian guru ku dan kehancuran sekte Pengemis bunga teratai putih. " Jawab Liu Tong yang rahangnya mengeras.
" Iya, dia juga pembunuh keluarga ku. " Kata Xi Ke yang juga bersinar-bersinar matanya yang di tujukan kepada penunggang kuda warna hitam yang baru saja melewati kedai teh.
" Kamu ini dari daerah apa, Xi Ke? " Tanya Zhang Xiao Long yang ingin tahu tentang masalah yang mengganggu teman barunya itu
" Aku berasal dari daerah Xi an selatan, Tuan Muda. " Jawab Xi Ke nada jujur kepada Zhang Xiao Long.
" Xi Ke ini putra mahkota Kerajaan Xi yang telah di gulingkan oleh para pengkhianat dalam istana Kerajaan Xi yang di pimpin oleh Liu Ching San. " Kata Beng Loan Ki menceritakan riwayat hidup Xi Ke secara singkat dan jelas kepada Zhang Xiao Long.
" Hmm, begitu rupanya..?!" Kata Zhang Xiao Long yang menganggukkan kepalanya sambil menikmati minum teh rasa buah persik dan makan bakpao rasa daging.
" Iya, Keponakanku. Kaisar Xi lebih memihak para orang itu daripada Xi Ke yang jelas-jelas putra terbaiknya. " Kata Beng Loan Ki menatap sayang terhadap Xi Ke yang telah di lihat dengan jelas oleh sepasang mata Zhang Xiao Long.
" Hmmm, kenapa aku melihat Paman Beng Loan Ki menatap Xi Ke seperti tatapan mata seorang ayah yang menyayangi putranya sendiri padahal aku tahu kalau Paman Beng Loan Ki sama sekali tidak pernah memiliki seorang putra? " Pikir Zhang Xiao Long.
"Rahasia apa yang kalian bicarakan di belakang ku? " Tanya Zhang Xiao Long menatap ketiga orang istrinya secara bergantian dengan selidik.
" Tidak ada, Kami tidak pernah ada rahasia apa pun darimu, Kak Long. " Jawab Liu Lu Sian nada lembut dan tegas kepada Zhang Xiao Long.
" Kami membicarakan tentang penginapan yang di datangi oleh Liu Ching San dan teman-teman nya. Aku punya ide untuk membantu Xi Ke dan Kak Tong. "Jawab Yanmi dengan sinar matanya yang cerdas kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, Kak Long. Kami mempunyai rencana untuk membantai mereka di penginapan sana pada malam hari ini, ya sekalian kami membantumu untuk mendapatkan armada kapal laut untuk mengarungi lautan untuk pergi ke pulau Yun." Jawab Tang Hui Lan memberikan alasan yang tepat kepada Zhang Xiao Long.
" Wah, ide kalian bertiga sangat mengesankan ku tapi akan lebih baik lagi, jika kita mencari tempat menginap yang lebih dahulu sebelum rencana kalian bisa kita jalankan pada tengah malam ini. "Kata Zhang Xiao Long menyukai ide ketiga orang istrinya yang sesuai dengan rencananya.
"Baiklah, sekarang kita cari penginapan terlebih dahulu sebelum kita berwisata malam di daerah ini. " Kata Li Hong Xiu yang juga ingin membantu kekasihnya menghadapi musuh dari kekasihnya itu.
"Tak perlu, kita mencari penginapan dengan tergesa-gesa, Hong Xiu. Lihatlah di dekat pohon pinus di seberang pertokoan yang sepi itu ada rumah sewa yang bisa kita gunakan sebagai tempat menginap kita selama kita berada di sini, di pedesaan Pesisir Pantai Utara Kerajaan Tang ini. " Kata Yanmi yang menunjukkan adanya rumah sewa yang cocok untuk mereka tempati setelah mereka meninggalkan kedai teh.
" Harganya sewa rumah itu berapa? " Tanya Liu Tong yang menghitung uang mereka untuk biaya menyewa rumah kepada Yanmi sambil berjalan bersama-sama dengan yang lain.
" Astaga, Kak Tong. Kita bukan orang miskin yang tidak sanggup untuk menyewa rumah sewa di depan sana. " Jawab Yanmi melirik sinis Liu Tong.
"Kita juga bukan orang kaya yang bisa menyewa kapal laut untuk wisata kita ke pulau Yun. " Kata Li Hong Xiu membela kekasihnya.
" Apakah kalian sudah pikun kalau aku sudah menjadi seorang Pangeran muda Tang San Long yang berarti aku mempunyai uang yang cukup besar untuk membeli rumah sewa dan kapal laut sekalipun? " Tanya Zhang Xiao Long menghela napas mendengar teman-teman nya membahas tentang uang yang dimiliki oleh mereka.
"Oh, maaf Tuan muda.Soalnya anda jarang sekali memakai pakaian seorang Pangeran muda atau tuan muda yang memiliki uang banyak. " Kata Li Hong Xiu cepat -cepat minta maaf kepada Zhang Xiao Long yang memberikan uang emas kepada Liu Tong untuk di gunakan sebagai biaya menyewa rumah dan kapal laut untuk perjalanan mereka ke pulau Yun.
"Hmm, janganlah kamu menilai seseorang dari penampilannya saja untuk menunjukkan bahwa orang itu tidak pernah memiliki uang. Asal kamu tahu saja orang yang berpenampilan sederhana justru yang memiliki uang yang melimpah ruah daripada orang yang berpenampilan mewah tapi sesungguhnya mereka adalah orang yang hanya mengandalkan kekayaan yang bukan dari hasil kerja mereka sendiri. " Kata Yanmi yang telah menunjukkan bahwa Zhang Xiao Long diam -diam memiliki simpanan uang yang di dapatkan oleh pemuda ini dari gurunya sebelum merantau di seluruh dunia persilatan kepada teman- teman mereka.
" Iya, aku bahkan pernah melihat bandul giok di dalam pakaian Kak Long yang nilainya sangat besar dan mahal. " Kata Liu Lu Sian tersenyum lebar kepada Zhang Xiao Long yang selalu tenang dan sabar menghadapi teman-teman nya yang kadang suka berpikir bahwa ia tidak punya uang sebagai seorang Pangeran muda dan juga Ketua empat sekte.
" Selama perjalanan kita bersama-sama, tuan muda selalu mencari pekerjaan untuk biaya hidup kita melalui memburu uang dan harta para pejabat korupsi atau hartawan kikir tanpa kalian ketahui selama ini. " Kata Liu Ting Ting yang telah memberitahukan rahasia Zhang Xiao Long selama ini kepada teman-teman mereka.
" Wah, maafkan kami, Tuan muda. Kami tidak bermaksud untuk bersikap kurang bersyukur atas kebaikan yang telah anda berikan kepada kami selama ini. Kami hanya memikirkan masa depan kami yang selalu mengikuti anda selama ini. " Kata Li Hong Xiu dengan tulus meminta maaf kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, Hong Xiu, aku tahu. Sudahlah kamu jangan pernah masukan ke dalam hatimu mengenai kesalahpahaman di antara kita. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum ramah dan tulus kepada Li Hong Xiu.
" Adik Hong Xiu, lihatlah adik Zhang bukanlah orang yang selama ini kamu pikir dia seperti ku yang benar-benar seorang pengemis biasa saja. Dia itu seorang Pangeran muda tampan yang memiliki tiga orang istri dan harta yang banyak di balik penampilan sederhana yang selalu di tampilkan olehnya kepada Kita semua. "Kata Liu Tong meraih pinggang Li Hong Xiu untuk bejalan bersamanya di depan yang lain.
" Kak Tong, kau bukan seorang pengemis biasa melainkan seorang pedagang terkenal di Ibukota Kekaisaran Li dengan nama toko mu adalah 'Saudagar Liu '. " Kata Zhang Xiao Long yang tersenyum untuk watak baik dan sikap rendah hati Liu Tong yang mengagumkan semua teman mereka.
"Wahhh, hebat sekali kamu, Kak Tong." Kata Liu Lu Sian memandang kagum kepada sifat rendah hati Liu Tong.
" Iya, Kak Tong. Wah, kau bisa mencapai cita-cita hidupmu yang belum kamu ungkapkan kepada kekasihmu yang cantik ini. " Kata Han Lin Lin melirik Li Hong Xiu yang merah padam wajah nya karena gadis Suku Li ini tersipu -sipu.
" Hmm, Nona Han. Aku sudah memikirkannya secara matang , hanya saja Aku menunggu waktu yang tepat untuk memetiknya. "Kata Liu Tong yang memakai istilah buah untuk proses hubungan asmaranya dengan Li Hong Xiu.
" Nona Han, kamu sendiri apakah kamu sudah mempunyai kekasih yang cocok untuk mu?" Tanya Yanmi merangkul teman cantiknya itu.
" Belum. " Jawab Han Lin Lin malu-malu.
" Hmm, yang sabar ya? Yakinlah bahwa suatu hari nanti kamu pasti akan menemukan jodoh mu sendiri. " Kata Yanmi memberikan dukungan moral kepada Han Lin Lin.
" Iya, Nyonya Muda Kedua terimakasih banyak atas dukungan anda untuk saya. "Kata Han Lin Lin yang diam-diam melirik Zhang Xiao Long yang berjalan di samping Liu Lu Sian dan Tang Hui Lan di depan Beng Loan Ki dan Xi Ke.
" Kau tidak bisa untuk menjadi istri keempatnya, Han Lin Lin. Karena aku akan mencegahnya sebelum kamu atau gadis lain berpikir untuk mendapatkannya untuk meraih kemenangan hidup sebagai seorang wanita nomor satu di dunia ini. " Batin Yanmi dengan tegas sambil tetap tersenyum cerah kepada Han Lin Lin.
Bersambung!