Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hancurnya Sekte Bunga Ci Merah Di Tengah Perjalanan Ke Wilayah Timur Laut...


"Cih.. Siapa mereka yang sungguh tak melihat tingginya langit dan dalamnya lautan sudah berani untuk mencoba menghalangi jalan kami di pintu keluar dari kota kecil elang ekor lima?! " hardik Liu Tong yang sudah mengeluarkan jurus pedang sekte pengemis bunga teratai putih ke arah pasukan yang menghadang mereka.


Wutttzzz!


Pasukan ini menerjang mereka dengan pedang -pedang yang amat tajam yang membuat Liu Tong dan teman-temannya segera menangkis serangan-serangan tersebut dengan ilmu pedang yang mereka miliki.


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Zhang Xiao Long melambaikan ujung lengan bajunya dengan gerakan ringan dan halus sekali ke arah pria yang menunggangi kuda dan juga memerintah pasukan untuk menghadang dan menyerang dirinya dan teman-temannya.


Wheezzz!


Pemuda yang merupakan pimpinan suku liar di luar pintu kota kecil elang ekor lima telah melihat serangan-serangan dari Zhang Xiao Long maka ia menanggapinya dengan ilmu sinkang yang tak kalah hebatnya dengan ilmu sinkang arak Sakti milik Zhang Xiao Long.


Desss!


"Kurang ajar...! " Hardik Zhang Xiao Long yang melihat serangannya di tangkis oleh pemuda itu.


Pemuda itu sendiri terjengkang jatuh dari kuda nya hingga ia harus melayang kembali ke atas punggung kudanya dengan tombaknya kini telah mengarah langsung ke arah Zhang Xiao Long.


Wutttzzz!


Zhang Xiao Long bergerak lincah menghindari tiap serangan-serangan tombak pemuda itu yang ingin menusukkan tombak ke tubuhnya dan Ia harus menggunakan ilmu sinkang racun panas yang menghantam hancur tombak dan kuda pemuda itu.


Desss!


Blaaar!


Pemuda itu dengan mengeluarkan suara marah yang melengking-lengking hingga Nalan Yan Ran dan teman-temannya mengeluh kesakitan dan jatuh pingsan di tanah depan pintu keluar dari kota kecil elang ekor lima.


"Bocah laknat kau menghancurkan tombak dan kuda ku?!! Sekarang kamu harus menerima ajal mu di tanganku.. Raja suku Ci dalam! " hardik pria ini yang melontarkan serangan-serangan maut ke arah Zhang Xiao Long melalui pukulan telak dan ilmu silatnya yang lincah namun kasar bukan main.


Wutttzzz!


Wutttzzz!


Wutttzzz!


Zhang Xiao Long membalas serangan-serangan pemuda itu dengan ilmu sinkang lidah naga merah yang dashyat melalui pukulan telak yang di lontarkan jarak jauh olehnya hingga pemuda itu terjengkang jatuh ke tanah dengan kepala pecah dan organnya berhamburan.


Desssss!!!


"Yan Ran.. Kak Tong.., Hong Xiu, pendekar Zhao dan nona Shiu Chiu..! " teriak Zhang Xiao Long cepat menggunakan ilmu sinkang bunga xia di telapak tangan kanannya untuk menyadarkan Nalan Yan Ran dan teman-temannya yang jatuh pingsan karena serangan ilmu suara keras dari Raja suku Ci dalam yang akhirnya tewas di tangan Zhang Xiao Long.


Blasshhh!


Cahaya keperakan meluncur dari telapak tangan Zhang Xiao Long yang menyadarkan Nalan Yan Ran dan teman-temannya yang segera bangun dan memandang ke arah pasukan Raja suku Ci dalam yang telah berserakan dengan tubuh tak beraturan lagi karena serangan maut dari Zhang Xiao Long.


"Kak Afung.. " panggil Nalan Yan Ran memeluk Zhang Xiao Long dengan napas lega melihat para penyerang mereka telah tewas di tangan Zhang Xiao Long.


"Pendekar Afung terimakasih banyak karena kau sudah menyelamatkan kami para sekte ular emas. " kata Pendekar Zhao menghaturkan rasa terimakasih kepada Zhang Xiao Long.


"Ya, sama-sama Pendekar Zhao. " jawab Zhang Xiao Long nada sopan.


"Tuan Afung..Aku dan Hong Xiu juga sungguh amat berterimakasih atas pertolonganmu tadi kepada kami berdua. " kata Liu Tong dan Li Hong Xiu yang menjura hormat kepada Kaisar Naga Merah.


"Iya, Kak Tong dan Hong Xiu sama-sama.. Mari kita segera keluar dari kota kecil elang ekor lima ini secepatnya.." kata Zhang Xiao Long yang telah mengajak istri dan teman-temannya keluar dari kota kecil elang ekor lima.


Setelah mereka berada di luar dari kota kecil elang ekor lima. Mereka melihat daerah yang amat merah dengan hamparan bunga-bunga dan rumput ilalang serta ada danau yang airnya juga berwarna merah seperti darah segar namun tidak merupakan darah segar melainkan ada banyak bunga Merah berjatuhan di airnya yang jernih.


"Inikah danau merah yang sangat unik untuk kita lihat betapa besarnya anugrah Tuhan terhadap manusia ? " tanya Liu Tong mengagumi danau di depan matanya.


"Benar sekali..Lihat ada kawanan burung bangau yang terbang rendah di sekitar air danau merah.. Wah sungguh pemandangan alam yang indah luar biasa.. " puji Nona Shiu Chiu yang berjalan ke arah tepi danau ini untuk meraih air danau itu dengan jemarinya.


Tetapi Zhang Xiao Long mencegahnya dengan ujung seruling giok di tangannya dan menunjuk ke arah ikan-ikan di danau ini yang mengapung tak bernyawa lagi kepada Nona Shiu Chiu.


"Ahhh? " Nona Shiu Chiu kaget mengetahui ada banyaknya ikan yang mati di air danau merah.


"Racun bunga Ci merah berbahaya bagi hewan air danau ini maupun manusia jika tersentuh oleh airnya.. " kata Zhang Xiao Long nada serius.


"Eii, siapakah yang telah meracuni air danau ini? " tanya Liu Tong nada marah seraya mencari- cari orang yang melakukan perbuatan tak terpuji itu di sekitar pesisir danau merah.


"Di sana ada sebuah desa kecil yang mungkin bisa kita cari penyebab kematian ikan-ikan di danau ini. " jawab Zhang Xiao Long yang segera mengajak Nalan Yan Ran dan teman-teman nya ke arah selatan danau merah.


Desa yang mereka datangi adalah desa suku Ci luar yang pemimpinnya bernama kepala suku Ci Bing yang segera menyambut kedatangan tamu yang tak diundang di pintu masuk desa tersebut.


"Tuan -tuan dan Nona -Nona selamat datang di desa suku Ci luar dan ada maksud apakah kalian mengunjungi desa kami? " tanya kepala suku Ci luar nada ramah kepada Zhang Xiao Long dan teman-temannya.


"Kepala suku Ci luar, kami datang ke desa suku Ci luar untuk menanyakan soal penyebab utama kematian ikan-ikan di danau merah di depan jalan ke desa mu ini yang mungkin akan sangat berakibat fatal bagi kesehatan penduduk di desa ini. " jawab Pendekar Zhao dengan sikap ramah dan sopan kepada Kepala suku Ci luar.


Di rumah kepala suku Ci luar, mereka di sambut baik oleh keluarga dan penduduk desa tersebut dengan suguhan makanan dan minuman khas desa itu sebelum kepala suku Ci luar bicara soal kasus ikan-ikan di danau merah kepada mereka.


"Begini, awalnya danau merah kami aman-aman saja dan bisa digunakan untuk kelangsungan hidup desa kami namun beberapa hari lalu danau merah berubah drastis sehingga tak bisa kami gunakan lagi. " kata kepala suku Ci luar dengan wajah muram kepada mereka.


"Mmm.. Jangan khawatir Kepala suku Ci luar, kami akan membantu untuk air danau merah kembali seperti semula.. " kata Zhang Xiao Long nada tenang.


"Terimakasih untuk kebaikan Tuan besar.. " kata kepala suku Ci luar menjura hormat kepada Zhang Xiao Long yang terlihat menawan hati dari sikap dan penampilannya seperti seorang pria bangsawan dari ibukota saja.


"Sebelum aku memulai penyelidikan terhadap air danau merah, bisakah kau izinkan istri dan juga teman-teman ku ini menetap beberapa hari di desa kalian ini? " tanya Zhang Xiao Long nada berwibawa sekali kepada kepala suku Ci luar.


" Tentu saja, Tuan besar.. Silakan kami akan amat senang hati menerima istri anda dan juga teman-teman anda di desa kami. "jawab kepala suku Ci luar yang segera mencarikan rumah untuk tempat tinggal Zhang Xiao Long dan juga teman-temannya untuk sementara waktu di desa suku Ci luar.


Lalu, Zhang Xiao Long meninggalkan Nalan Yan Ran dan Li Hong Xiu bersama beberapa orang anggota sekte ular emas di rumah salah seorang penduduk desa suku Ci luar. Sedangkan Zhang Xiao Long bersama Liu Tong dan Pendekar Zhao pergi ke danau merah untuk menyelidiki kasus ikan-ikan mati di danau merah.


Mereka bersembunyi dibalik semak belukar di ujung kanan pesisir danau merah untuk mencari tahu orang yang telah melakukan tindakan keji terhadap orang-orang di desa suku Ci luar dengan meracuni air danau merah yang menjadi sumber kehidupan warga desa tersebut.


Lalu muncullah seorang gadis muda berpakaian mewah mendatangi danau merah dan tangannya mengeluarkan bungkusan kecil warna kuning dari saku pakaiannya dan ingin menaburkan bubuk warna kuning ke air danau merah.


" Heii.. " Tegur Zhang Xiao Long menangkapnya dan melintir tangannya hingga gadis muda itu memekik kesakitan.


"Aduduhhh! Sakit.. Auwww..!


Liu Tong dan Pendekar Zhao keluar dari tempat persembunyian mereka untuk bergabung di dekat Zhang Xiao Long yang menatap tajam si gadis muda yang bungkusan kecil warna kuning di rampas Zhang Xiao Long dan gadis itu sendiri di lemparkan ke tanah lalu di totok kaku oleh Liu Tong dengan sigap.


" Serbuk bunga mawar kuning adalah racun yang menetralisir racun bunga Ci merah pada air danau ini.. " kata Zhang Xiao Long mengetahui bahwa serbuk warna kuning itu adalah penawar racun bunga Ci merah.


"Nona kau siapakah dan darimana asalmu? " tanya Liu Tong meraih dagu gadis itu dengan cengkraman kasar.


"Tolong jangan membunuhku karena aku hanya ingin memberikan penawar racun bunga Ci merah untuk menetralisir racun bunga Ci merah untuk kesehatan rakyat suku Ci luar. Namaku Aching dan aku berasal dari suku chi dalam. " jawab gadis itu dengan gemetaran pada mulut kecilnya itu karena tubuhnya kaku di totok Liu Tong.


"Hmm, apakah kamu bicara sejujurnya ataukah kamu hanya ingin menipu kami? " tanya Liu Tong nada tajam kepada gadis itu.


"Aku berkata jujur kepada kalian. Sungguh... " jawab gadis itu dengan tatapan matanya begitu ketakutan akan dibunuh oleh ketiga pemuda di hadapannya itu.


"Emm, kalau begitu kau harus memberitahu kami tentang siapa atau kelompok apakah yang telah meracuni air danau merah? " tanya Liu Tong nada tajam sambil menatap garang kepada gadis itu.


"Istri dari Raja suku Ci dalam yang bekerjasama dengan Raja barbar Murong Gu yang ingin sekali untuk melenyapkan seluruh warga suku Ci luar karena dia menginginkan benda pusaka yang di simpan Kepala suku Ci luar. " jawab gadis itu yang telah di ketahui kejujurannya oleh Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu kemauannya yang alami melalui sinar kedua matanya yang luar biasa tajam sekali.


"Kak Tong, mari kita kunjungi desa suku Ci dalam bersama gadis itu tapi sebelum itu kita harus tanyakan tentang pusaka yang di simpan oleh Kepala suku Ci luar kepada kepala suku Ci luar sendiri secara langsung. " kata Zhang Xiao Long yang memerintahkan Liu Tong untuk bawa gadis itu ke desa suku Ci luar.


Sekembalinya mereka di desa suku Ci luar yang belum lama mereka tinggalkan telah berubah menjadi desa mati karena seluruh penduduknya telah tewas di bunuh oleh seseorang yang juga telah memotong leher kepala suku Ci luar dan keluarga di rumah kepala suku Ci luar sendiri.


Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao telah melesat untuk pergi ke rumah yang di sewa oleh Zhang Xiao Long untuk tempat tinggal mereka di desa ini untuk melihat Nalan Yan Ran, Li Hong Xiu dan Nona Shiu Chiu di sana.


Namun mereka tidak menemukan ketiga orang gadis itu di rumah itu dan hanya surat penuh darah di atas pintu rumah itu yang mengatakan bahwa mereka harus mencari pusaka yang di simpan kepala suku Ci luar bila mereka ingin ketiga orang gadis selamat.


"Hmmm, bajingan mereka...! " geram Zhang Xiao Long yang melesat cepat menuju ke desa suku Ci dalam bersama dengan Liu Tong dan Pendekar Zhao yang menyeret gadis suku Ci dalam hingga tewas.


Setibanya mereka di desa suku Ci dalam telah di hadang sejumlah pasukan yang semuanya ialah wanita-wanita cantik dengan tubuh aduhai luar biasa dengan tangan para wanita itu menegang gergaji yang siap untuk memotong Nalan Yan Ran, Li Hong Xiu dan Nona Shiu Chiu bila Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao tidak mematuhi perintah mereka.


"Wanita-wanita laknat yang layak mati di tangan ku..!! " hardik Liu Tong dan Pendekar Zhao yang meluncur ke arah wanita-wanita itu dengan cepat sekali dengan pedang mereka terhunus ke depan menghadapi serangan-serangan gergaji di tangan wanita-wanita itu.


Wutttzzz!


Crangg!!


Cranggg!


Bunga api berpijar di antara benturan gergaji di tangan wanita-wanita itu dengan pedang di tangan Liu Tong dan Pendekar Zhao sehingga para wanita itu memekik kaget karena tangan mereka kebas.


Zhang Xiao Long menghantamkan pukulan telak ke arah pemimpin sekte bunga Ci merah yang telah membunuh rakyat suku Ci luar dan dalam serta menyandera Nalan Yan Ran, Li Hong Xiu dan Nona Shiu Chiu ketika Zhang Xiao Long dan kedua kawannya meninggalkan desa suku Ci luar untuk menyelidiki kasus ikan-ikan mati di danau merah.


Ketua sekte bunga Ci merah terkejut dengan cara Zhang Xiao Long menghadapinya sehingga ia tidak pernah menduga bahwa Zhang Xiao Long sungguh tak mempedulikan ancamannya terhadap ketiga orang gadis di tangannya dan bahkan Zhang Xiao Long menghantamkan pukulan telak ke arahnya.


"Laki-laki sinting...! " hardik Ketua sekte bunga Ci merah yang menyambut serangan-serangan pukulan telak dari Zhang Xiao Long dengan ilmu sinkang tapak bunga Ci merah melalui telapak tangan kanannya yang mengarah kepada Zhang Xiao Long.


Desss!


"Aughhh!! "


Namun wanita itulah yang mengalami kerugian telak karena Zhang Xiao Long menggunakan ilmu sinkang tapak racun dingin yang langsung membekukan organnya sehingga ia tewas beku oleh pukulan telak tangan Zhang Xiao Long dari jarak cukup jauh.


Desss!


"Yan Ran.. Apakah kamu baik-baik saja? " tanya Zhang Xiao Long cepat memeriksa kondisi istri nya begitu ia sudah membunuh penyandera istri nya itu.


"Iya, Kak Long. Aku baik-baik saja namun kak Hong Xiu.. Di.. Dia.. " jawab Nalan Yan Ran yang mengangkat tubuh Li Hong Xiu yang lemah dan ditunjukkan kepada Zhang Xiao Long yang kaget melihat buih keluar dari mulut Li Hong Xiu.


Liu Tong cepat memeluk istrinya setelah habisi seluruh anggota sekte bunga Ci merah dengan ilmu pedang sekte bunga teratai putih dengan bantuan dari Pendekar Zhao yang kini memeluk Nona Shiu Chiu yang baru saja siuman dari pingsannya.


Bersambung!!