
"Iya, tentu saja aku akan melindungi kalian dari kawanan lebah dan kupu -kupu hitam yang telah berkumpul di seluruh hutan itu.. " kata Zhang Xiao Long yang melepaskan jubah luarnya dan mengatur barisan para pengikutnya untuk tetap berada di belakangnya.
Kemudian Zhang Xiao Long melesat dengan luar biasa sekali ke dalam hutan hujan lebat abadi dengan jubah luarnya di salurkan ilmu sinkang arak Sakti yang disertai ilmu sinkang lidah naga merah yang membuat angin badai api yang telah menerjang kawanan lebah dan kupu-kupu hitam yang mengandung racun ganas luar biasa.
Wusshhhhh!
Dessss!
Bresss!!!
Kawanan lebah dan kupu-kupu hitam berjatuhan di seluruh tanah dan rumput di sekitar hutan hujan lebat abadi dengan tak bernyawa lagi tapi Zhang Xiao Long terus saja menerjang dengan kecepatan yang seperti kilatan cahaya api yang membakar habis kawanan lebah dan kupu-kupu hitam itu.
"Jangan sampai menginjak bangkai mereka.. " kata Zhang Xiao Long memberikan arahan yang sangat membantu para pengikutnya aman di sepanjang jalan melewati hutan hujan lebat abadi.
Wushhh!
Tetapi, di tengah jalan menuju bagian dalam dari hutan hujan lebat abadi datanglah sekawanan serigala ekor belang belang yang menerjang maju ke arah mereka.
Wuuusss!
"Lancang..! " hardik Zhang Xiao Long yang telah mengibaskan kipas lipatnya ke arah kawanan serigala ekor belang belang yang tertebas habis oleh kipasnya.
Crakkk!
Crakk!
"Arghh.. Tolonggg...! " jeritan seseorang yang tak lain adalah Chen Nien Lin yang tak sengaja telah menginjak bangkai kawanan lebah dan kupu-kupu hitam sehingga gadis keracunan yang sangat parah dan menggeliat-geliat di tanah di injak nya.
"Nien Linnn..! " teriak Thian Lan yang berada di depan Chen Nien Lin terkejut sekali dan ingin menyelamatkan saudarinya.
Tetapi Zhang Xiao Long cepat mencegah gadis itu dengan sebelah tangannya melemparkan Thian Lan ke atas tebing di depan mereka dan ikuti oleh yang lainnya.
"Pergilah kalian lebih dahulu ke daerah desa Ti timur melalui jalur pinggiran tebing sana itu. Aku akan segera menyusul kalian setelah Aku dapat menyelamatkan Chen Nien Lin.. " perintah dari Zhang Xiao Long kepada para pengikutnya yang telah di terbangkan ke arah tebing di depannya oleh ilmu sinkang angin musim semi ciptaannya sendiri.
Bettzzzz!
Brrrr!
"Ya, Yang Mulia.. " jawab para pengikutnya nada patuh.
Lalu Zhang Xiao Long berbalik arah untuk meraih Chen Nien Lin dengan kipasnya tanpa kedua kakinya menginjak bangkai kawanan lebah dan kupu-kupu hitam juga Serigala ekor belang belang.
Wetttzz!
Tetapi, sebuah sabuk sutra warna hitam telah menghalanginya dengan gerakan menangkis kipasnya yang ingin mengangkat tubuh Chen Nien Lin dari tanah dan rumput hutan hujan lebat abadi.
Wuttzz!
Zhang Xiao Long melakukan gerakan berputar di udara dengan lengannya menampar telapak tangan seseorang yang ingin membunuhnya dari arah atas tubuhnya.
Seorang wanita cantik berdiri di atas tubuh Chen Nien Lin dengan seringai kejam di bibirnya dan sorotan matanya begitu kejam kepada Zhang Xiao Long yang melihat Chen Nien Lin sudah nyaris menghitam di sekujur tubuh gadis itu dan hanya wajahnya saja yang masih terlihat putih.
"Pendekar Naga Merah..Aku Dewi hujan lebat abadi sangat senang bisa berjumpa dengan mu di wilayah ku namun kamu begitu lancang telah membunuh hewan peliharaanku, jadi kamu jangan pernah menyalahkan Aku Dewi hujan lebat abadi yang ingin membalas perbuatanmu dengan membunuh salah seorang dari kekasih hatimu ini.. " kata Dewi hujan lebat abadi dengan nada bengis kepada Zhang Xiao Long.
"Cih, wanita setan apakah kamu pikir aku takut kepada mu?! Lihatlah serangan-serangan dari ku terhadap muu..." kata Zhang Xiao Long dengan nada dingin sekali kepada Dewi hujan lebat abadi.
Zhang Xiao Long menerjang dengan kipasnya yang menggunakan ilmu silat bunga harum Sakti yang di sambut baik dengan ilmu silat sabuk sutra hitam milik Dewi hujan lebat abadi yang kini menerjang pula ke arah Zhang Xiao Long.
Wuttzz!
Zhang Xiao Long menggerakkan kipasnya yang memukul setiap kali sabuk sutra hitam ingin menyentuh tiap tubuhnya hingga serangan maut dari Dewi hujan lebat abadi dapat di halau oleh nya.
Plak!
Plakk!
Dewi hujan lebat abadi melontarkan pukulannya yang mengandung racun mematikan ke arah dahi Zhang Xiao Long yang cepat menangkis serangan-serangan tersebut dengan ilmu tapak halilintar yang menyebabkan otak Dewi hujan lebat abadi berhamburan terkena ilmu barunya itu.
Dess!
Brak!
Zhang Xiao Long cepat meraih Chen Nien Lin di tanah dan rumput hutan hujan lebat abadi tanpa menghiraukan keselamatannya sendiri yaitu Ia menggunakan tangan kanannya sendiri yang mengangkat gadis itu dan melayang ke tebing di depannya.
Zhang Xiao Long menjatuhkan tubuh Chen Nien Lin di tanah begitu ia tiba di atas tebing namun ia juga roboh di tempat yang sama di atas tebing itu.
"Hmm, dasar bodoh.. " kata seorang gadis muda yang datang ke tebing itu dan meraih Zhang Xiao Long tanpa menghiraukan Chen Nien Lin yang di tebas lehernya oleh seorang pria yang mengikuti gadis itu meninggalkan hutan hujan lebat abadi dengan pergi ke arah barat.
Brrrr!!
Sementara itu, Liu Tong dan yang lainnya yang di perintahkan oleh Zhang Xiao Long pergi ke arah timur menuju ke desa Ti timur laut mendapatkan serangan-serangan yang datang dari sejumlah pasukan berwajah biru di tengah jalan menuju ke desa Ti timur laut.
"Bunuh para pengikut Pendekar Naga Merah di tempat ini sekarang juga....! " perintah dari pria berambut panjang dan wajahnya sangar kepada Liu Tong dan yang lainnya.
"Siapakah kamu yang menginginkan kematian kami di sini? " tanya Liu Tong dan yang lainnya dengan nada berani sekali.
"Pengawal Pangeran Muda Hu Er Kai.. " jawab pria itu dengan senyuman sadisnya kepada Liu Tong dan yang lainnya.
"Rupanya dia adalah pengikutnya bajingan tua Pangeran senior Hu yang menjadi salah seorang dari musuh mendiang Kaisar Li Wuo Long ayah kandung dari Kaisar Naga Merah kita.. " kata Kasim Zhao yang mengenali musuh yang telah menghadang mereka di tengah jalan menuju ke desa Ti timur laut.
"Hahaha, kurang ajar sekali kamu Kasim bau busuk! Aku Ni Jing adalah putra mahkota dari Kerajaan Ni yang mengabdi kepada sepupu dari Kaisar Naga Merah kalian hanya saja aku tak pernah sudi menjadi hamba dari seorang anak haram seperti majikan kalian.. " kata Ni Jing pria sangar itu kepada Liu Tong dan yang lainnya.
"Cih, kau dan majikan mu lah yang busuk..! " hardik Kasim Zhao yang menerjang maju untuk membunuh Ni Jing yang berdiri di atas batu di tengah jalan menuju ke desa Ti timur laut.
Bersambung!!