Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kediaman Walikota Kota Kecil Tu An Selatan.


Zhang Xiao Long memasuki rumah paling besar dan mewah di kota kecil Tu An Selatan dengan langkah yang santai sekali seakan-akan dirinya memasuki rumahnya sendiri. Ia melihat di dalam rumah itu ada sebuah taman nasional pribadi yang di sekelilingnya di apit sekitar lima atau enam bangunan yang melingkari halaman rumah itu.


"Wah, bangunan yang mana yang akan kita lihat isinya. " Kata Zhang Xiao Long berdiri tegak di taman nasional pribadi milik walikota kota kecil Tu An Selatan dengan raut wajahnya tertarik pada tugu di tengah-tengah halaman rumah itu.


"Kak Long, biar kami yang menyelidiki setiap bangunan di sini untukmu. " Kata Liu Lu Sian dan ketiga orang gadisnya yang tersenyum manis di sampingnya.


"Baik, terimakasih untuk kalian yang mau bantu aku. " Kata Zhang Xiao Long membalas senyum keempat orang gadisnya yang segera melesat cepat memasuki lima atau enam bangunan di dalam rumah walikota kota kecil Tu An Selatan.


"Tuan Muda, saya akan mencoba untuk masuk ke dalam air kolam ikan koi di halaman samping rumah ini. " Kata Lou Han yang menawarkan diri untuk membantu Zhang Xiao Long.


"Kau tak bisa masuk ke dalam air kolam ikan koi di halaman samping rumah ini, Lou Han. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyum kecil kepada Luo Han.


"Kenapa? " Tanya Lou Han heran kepada Zhang Xiao Long.


"Lihatlah dengan sepasang matamu dengan baik-baik dan ada apa di dalam air kolam ikan koi itu dengan jelas. " Jawab Zhang Xiao Long yang menunjukkan bahwa di dalam air kolam ikan koi itu ada seekor buaya putih raksasa yang berbaring tenang dan menunggu mangsanya jika ada yang berani untuk mencoba masuk ke dalam air kolam ikan koi itu kepada Lou Han.


"Ahh, untung saja Tuan Muda memberitahuku dengan cepat jika tidak aku akan masuk ke dalam perutnya." Kata Lou Han bergidik ngeri membayangkan dirinya di caplok buaya putih itu.


"Lou Han sebaiknya kamu bantu aku masuk ke ruangan di sisi barat rumah ini. " Kata Zhang Xiao Long memberikan tugas yang aman untuk Lou Han.


"Siap, Tuan Muda, saya akan melaksanakan tugas yang telah anda berikan dengan baik." Jawab Lou Han patuh kepada Zhang Xiao Long lalu melesat cepat untuk menuju ke sisi barat rumah walikota kota kecil Tu An Selatan.


Brrrr!


Zhang Xiao Long yang melihat buaya putih itu bangun dan menerjang dirinya yang sedang berdiri di tepi kolam ikan koi itu sehingga Zhang Xiao Long dengan sigap menangkap rahang buaya putih itu dengan kedua tangannya.


Swooshh!


Tetapi ekor buaya putih itu mengamuk kencang sehingga Zhang Xiao Long terjungkal masuk ke dalam air kolam ikan koi dengan buaya putih itu berenang dengan cepat ke arah Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long dengan cepat melompat keluar dari air kolam ikan koi dengan ilmu ginkang awan mendung tetapi sebuah tenaga dalam dari arah belakang punggungnya menyerangnya.


Wuttzz!


Zhang Xiao Long dengan cepat mengibaskan ujung lengan bajunya yang membuat orang yang menyerangnya itu terjungkal masuk ke dalam air kolam ikan koi dan di caplok buaya putih dengan lahap.


Betzz!


Byuurr!


Happ!


Zhang Xiao Long menelan air liurnya melihat buaya putih menikmati hidangan lezat di dalam air kolam ikan koi itu yang merupakan putra walikota kota kecil tu an Selatan sendiri.


Zhang Xiao Long menggunakan kesempatan ini untuk kembali masuk ke dalam air kolam ikan koi itu untuk mengambil sebuah kotak warna putih di dasar kolam ikan koi itu yang airnya kini penuh darah yang di sebabkan oleh makanan lezat dari buaya putih itu.


Zhang Xiao Long meliuk-liuk di dalam air kolam ikan koi menghindari serangan buaya putih itu yang semakin ganas dan buas setelah makan siang dan kini buaya putih itu mengharapkan makan camilan enak dari pemuda sehebat dan setampan Zhang Xiao Long.


Swoosh.


Zhang Xiao Long melompat dengan cepat lalu menduduki punggung buaya putih itu yang kaget dengan serangan dari Zhang Xiao Long yang tak pernah di duga oleh buaya putih itu. Zhang Xiao Long menarik rahang buaya putih itu hingga rongga mulut buaya putih itu copot oleh telapak tangan kuat Zhang Xiao Long yang menariknya hingga lepas.


Crakk!


Buaya putih itu mengamuk dengan mengibaskan ekornya untuk menyerang Zhang Xiao Long yang malah menekuk ekornya hingga putus sampai tubuhnya terbentur dinding kolam ikan koi itu hingga remuk dan tewaslah buaya putih yang menjadi peliharaan walikota kota kecil tu an Selatan.


Betttzz!


Bruakk!


Zhang Xiao Long telah melesat keluar dari kolam ikan koi dengan meluncur masuk ke ruangan di depan mata pemuda itu yang langsung bertemu dengan seorang wanita yang memekik kaget di cekik oleh cengkeraman kuat Zhang Xiao Long.


Crakkk!


"Kak Long, kau lihatlah ke bawah tempat tidur wanita istri muda walikota kota kecil tu an Selatan. " Kata Tilana yang memunculkan dirinya dari sebuah ruang rahasia di bawah tempat tidur istri kedua dari walikota kota kecil tu an Selatan dan melambaikan tangannya kepada Zhang Xiao Long.


"Iya, Adik Lana. " Jawab Zhang Xiao Long yang melesat cepat masuk ke ruang rahasia di bawah tempat tidur istri kedua dari walikota kota kecil tu an Selatan lalu menemukan sejumlah buku yang sudah lapuk dan berwarna kekuningan di rak buku di ruangan itu m


"Dari sekian banyak buku tua di ruang rahasia ini cuma buku ini yang paling menarik bagiku. " Kata Tilana menunjukkan buku sampul biru muda kepada Zhang Xiao Long yang mengambil buku itu lalu melihat isi buku dengan cermat.


"Tak ada tulisannya sama sekali. " Kata Zhang Xiao Long usai memeriksa seluruh isi buku yang di temukan oleh Tilana untuknya tetapi Zhang Xiao Long tetap menyimpan buku itu dalam saku pakaiannya.


"Kak Long, kenapa baju mu penuh darah dan basah kuyup seperti ini? " Tanya Tilana yang jari halus gadis itu menyentuh baju yang dikenakan oleh Zhang Xiao Long yang memperlihatkan dada bidang dan indah Zhang Xiao Long.


"Karena aku usai bertarung melawan seekor buaya putih di dalam air kolam ikan koi di halaman samping rumah ini yang menyebabkan darah buaya putih itu menodai pakaianku. " Jawab Zhang Xiao Long dengan senyumannya yang memikat hati Tilana.


" Astaga, apakah buaya putih itu melukai mu? " Tanya Tilana dengan nada cemas kepada Zhang Xiao Long yang meraih jemari gadis cantik jelita di depannya itu seraya mengajak gadis itu naik ke atas tempat tidur istri kedua dari walikota kota kecil tu an Selatan yang langsung menutupi kembali ruangan rahasia yang berada di bawah tempat tidur itu karena Zhang Xiao Long telah menggunakan lengan pakaiannya menutupi pintu ruangan itu melalui ilmu sinkang bunga harum.


Bruakk!


"Tidak, buaya putih itu tidak akan pernah bisa melukai ku yang tentunya akan membuatmu menangis karena mencemaskan diriku. " Jawab Zhang Xiao Long yang membelai lembut Tilana di ciumnya dengan penuh kasih sayang.


"Kak Long... "


Suara Yu Lian Shing memanggilnya dari arah lain di rumah itu yang membuatnya segera menarik tangan Tilana untuk mengikutinya ke arah timur rumah walikota kota kecil tu an Selatan setelah mendengar suara Yu Lian Shing memanggilnya.


Brrrr!


Bersambung!