Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pintu Desa Shen..


Li Yun Shiang melirik sebal kepada Kake Ji yang menasehatinya untuk dirinya tak lagi mengejar Dewi Baju Merah yang menjatuhkan hatinya itu karena gadis manis itu tidak tertarik kepadanya.


" Aku tak butuh nasehat mu, Kakek Ji..!" Kata Li Yun Shiang yang melompat dan melesat pergi dari hutan bunga Shen kuning tanpa pamit pada Kakek Ji.


" Anak muda keras kepala sekali dia itu..!" Kata Kakek Ji sebelum pergi ke arah lain dari hutan bunga Shen kuning usai dirinya seorang diri di hutan tersebut.


Brrr..!


Zhang Xiao Long yang sedang duduk santai di dahan pohon bunga Shen kuning yang paling rimbun sambil memerhatikan sahabat lama nya yang pernah bersumpah untuk menjadi saudara angkatnya itu dengan perasaan haru.


Tetapi, suara ramai dari perdebatan dan juga pertarungan antara Li Hong Xiu dan Rong Rong membuat kesal hati Zhang Xiao Long yang merasa terganggu kesenangan hatinya yang sedang merasa haru melihat kakak angkatnya ada di dekatnya dari tempat persembunyiannya.


Maka, Zhang Xiao Long turun dari pohon bunga Shen kuning dengan ilmu menyedot sukma yang di dapatkannya secara alami sehingga baik Rong Rong maupun Li Hong Xiu mengira mereka telah menabrak batu besar dan bertemu hantu yang menjadi penghuni hutan bunga Shen kuning.


Yang menyebabkan kedua gadis remaja itu lari kalang kabut dari hutan bunga Shen kuning ke berbagai arah yang berlainan satu sama lainnya dan hal ini sangatlah menghibur lara di hati Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long melanjutkan perjalanannya ke untuk menuju ke desa Shen di puncak gunung Shen untuk bertemu secara langsung dengan Bidadari Ungu gunung Xian gurunya Rong Rong.


Ia memilih jalur yang sesuai dengan nalurinya sambil menikmati keindahan alam daerah -daerah di sekitar pegunungan Shen sampai Ia larut di dalam keindahan alam yang sangatlah hebat sekali hasil karya Tuhan Yang Maha Esa untuk manusia dan makhluk hidup lainnya di bumi.


"Hei...! " Tiba -tiba terdengar suara seruan yang memanggil nya dengan kata ' Hei ' di belakang punggungnya. Ia pura -pura tak mendengar karena Ia tahu siapa orang yang memanggilnya itu.


"....! Kau tuli ya ? " Kata suara halus yang kini berjalan di sampingnya seraya memandanginya terus -menerus.


" Payah..! Kau ini masih muda belia dan tampan rupawan tapi tuli..! " Kata Dewi Baju Merah yang ternyata memilih jalur yang sama untuk pergi ke desa Shen di puncak gunung Shen untuk misi yang berbeda dengan misi nya Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long mengacuhkan gadis remaja yang terkenal dengan kecantikan tiada tara dan kesaktian ilmu silat nya serta menjadi pujaan hati setiap pria di seluruh dunia persilatan. Hal, ini membuat Dewi Baju Merah merasa heran sendiri karena baru pertama kali ini ada seorang pemuda tak terpengaruh dengan kecantikannya yang menjagoi seluruh kaum wanita di seluruh negeri Li.


"Hmm..Dia pasti seorang pemuda yang otaknya tak normal dan hatinya memiliki tipe pelangi..!" Kata Dewi Baju Merah sambil memainkan kuncir rambutnya yang tergantung manis di kedua sisi pelipis dan telinga nya.


" Apa maksudnya mengatakan hatiku termasuk tipe pelangi?" Gerutu Zhang Xiao Long di dalam hati.


Mereka berjalan bersama -sama tanpa seorang pun membuka mulut untuk berbicara di tengah perjalanan mereka ke desa Shen yang berada di puncak gunung Shen. Baik, Zhang Xiao Long maupun Dewi Baju Merah melangkah bersama dengan sikap tenang dan tak perduli satu sama lainnya sampai mereka tak sengaja melihat ada lima mayat yang berserakan di jalan menuju ke pintu desa Shen.


Zhang Xiao Long menatap lima mayat itu tanpa berkedip lalu pemuda ini menarik lengan Dewi Bunga Merah untuk menghindari serangan yang di lakukan oleh lima mayat yang merupakan tipuan belaka dari musuh yang licik.


Betzz..!


Lima mayat itu hidup kembali dengan seringai di wajah mereka menatap bengis kepada Zhang Xiao Long dan Dewi Baju Merah yang awalnya merasa heran terhadap sikap Zhang Xiao Long yang menarik lengannya ke sisi lain pemuda yang di kira tuli.


"Apakah kalian berdua ingin masuk ke desa Shen ini ?" Tanya salah satu lima mayat hidup yang menatap bengis Zhang Xiao Long dan Dewi Baju Merah.


" Kalau ya kenapa ? Kalau tidak kenapa? Lalu ada urusan apakah dengan kalian mengenai apa urusan kami ingin masuk ke desa Shen? " Tanya balik Dewi Baju Merah dengan sikap angkuh dan berani sekali kepada lima mayat hidup di depan mereka.


"Ya, tentu saja menjadi urusan kami karena kami yakin kalian berdua tentu akan mengganggu urusan Tuan Muda kami dengan Pendekar Hu Jintao Pendekar Pisau Emas Terbang yang jadi musuh dari Tuan Muda kami..! " Jawab salah satu dari lima mayat hidup itu kepada Dewi Baju Merah dengan sikap garang sekali.


"Mmmmm sungguh tak masuk akal sekali otak dungu Tuan Muda kalian yang mengira kami ini akan mengganggu urusan nya dengan Pendekar Pisau Emas Terbang atau Pendekar Pisau Dapur sekalipun..! Dengar, ya Kami maksudku aku tak ada urusan apa -apa dengan Tuan Muda Kalian dan Aku mau masuk ke desa Shen cuma ingin berwisata alam saja..!" Kata Dewi Baju Merah dengan sikap tak kalah garangnya dengan lima mayat hidup itu.


" Anak muda temanmu itu ada urusan apakah di desa Shen..?" Tanya salah satu dari lima mayat hidup mendelik tajam kepada Zhang Xiao Long.


" Aku ingin makan dan minum karena perutku sudah meminta di isi..!" Jawab Zhang Xiao Long dengan wajah lugunya kepada lima mayat hidup yang meludah ke tanah usai mendengar jawaban dari Zhang Xiao Long.


" Bocah kau jangan pura -pura bodoh ya untuk mengelabui kami lima anggota Sekte Makam Kuno dari Desa Yu di pegunungan Yu selatan..! " Hardik salah satu dari lima mayat hidup dengan nada lebih garang lagi kepada Zhang Xiao Long.


"Ei, rupanya kau bisa mendengar? " Tanya Dewi Baju Merah yang mulutnya cemberut karena merasa sebal di sepanjang jalan di acuhkan oleh pemuda remaja pakaian serba biru muda yang sangat menarik hatinya itu.


"Aku malas bicara dengan orang ceriwis seperti mu..!" Jawab Zhang Xiao Long dengan nada dingin sekali kepada Dewi Baju Merah.


"Ih..Sombong sekali bocah ini terhadapku yang di kenal sebagai seorang gadis yang paling cantik di seluruh dunia persilatan...!" Kata Dewi Baju Merah dengan nada sebal kepada Zhang Xiao Long.


"Itu menurut mu dan mereka saja kalau menurut ku sih kau ini sangat jelek sekali..!" Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman mengejek kepada Dewi Baju Merah yang melotot tajam kepadanya.


Bersambung..!!