Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kuil Dewa Erlang Di Luar Wilayah Sekte Kaisar Gurun Pasir Kuning.


Di suasana malam hari yang sunyi di daerah tak pernah di kunjungi dengan di temani suara deru alunan Pasir Kuning yang di terpa angin kencang di luar kuil Dewa Erlang di luar wilayah sekte Kaisar Gurun Pasir Kuning terdengar begitu dekat di telinga para penghuni yang menginap di kuil kosong itu.


"Kak Sian, kau pakailah selimut ku untuk kamu bisa nyaman dari hawa dingin dari angin malam hari di daerah ini. "Kata Tilana ramah dan baik hati memberikan sehelai selimutnya kepada Liu Lu Sian yang duduk di atas jerami dengan sinar tatapan matanya terarah kepada Zhang Xiao Long yang duduk bersila di samping mereka di depan api unggun di tengah-tengah aula utama dari kuil Dewa Erlang ini.


" Adik namamu sungguh menarik dan berbeda dengan nama kami, bolehkah aku tahu dari mana asalmu? "Tanya Liu Lu Sian ramah sekali kepada Tilana yang mengajak Yu Lian Shing untuk duduk bersama-sama di atas jerami yang sama dengan jerami yang digunakan oleh Liu Lu Sian agar mereka bertiga dapat berbagi selimut.


" Kakak yang baik, aku berasal dari suku manchu karena ayahku adalah Pangeran Pertama dari Kepala Suku Manchu yang di kenal sebagai Kaisar Gurun Pasir putih oleh seluruh orang di daerah ini dan ibuku berasal dari Kerajaan Nepal di daerah bawah pegunungan Himalaya, lalu mereka berdua memberikan aku nama Tilana yang berarti kemakmuran. "Jawab Tilana yang suaranya begitu merdu sekali kepada Liu Lu Sian.


" Begitukah? Hmm, pantas saja kau memiliki kecantikan yang berbeda dengan kecantikan yang dimiliki oleh kami dari daerah timur yaitu seperti aku dan Lian Shing ini. "Kata Liu Lu Sian mengagumi senyuman manis gadis remaja yang berada di sampingnya itu.


" Iya, Kak Sian benar sekali kecantikan yang kita miliki berbeda-beda yaitu memiliki ciri khasnya tersendiri seperti kecantikan Kak Yanmi istri kedua dari Kak Long yang berjuluk Dewi Baju Merah. Dia sangat cantik jelita sekali sehingga Kak Long selalu merindukannya. "Kata Yu Lian Shing melirik ke arah Zhang Xiao Long yang kini membuka sepasang matanya menatap ketiga orang gadis cantik jelita di depan matanya.


"Kau benar sekali, Adik Shing. Aku memang rindu kepada Yanmi sama halnya seperti Aku rindu kamu dan Adik Sian juga Adik Lan yang manis ini. " Jawab Zhang Xiao Long tersenyum menawan kepada ketiga orang gadis cantik jelita itu seraya berdiri dan mendekati ketiganya lalu mencium bibir ketiganya silih berganti dengan lembut dan adil.


"Aih, Kak Long sejak kapan kamu bisa memiliki sifat serakah seperti ini? " Tanya Liu Lu Sian, Yu Lian Shing dan Tilana dengan suara mereka yang renyah di telinga Zhang Xiao Long.


"Sejak aku tahu kalian adalah orang-orang yang aku miliki di dunia ini sebagai semangat aku untuk berjuang mencapai tujuan hidupku di dunia ini yaitu menguasai seluruh dunia dan aku ingin menjadi penguasanya. "Jawab Zhang Xiao Long yang memeluk ketiga orang gadis cantik jelita yang duduk di atas jerami bersamanya di aula utama kuil Dewa Erlang.


"Kak Long, wajahmu semakin tampan semakin menarik namun berbeda dengan Kak Long yang aku kenal selama ini. "Kata Yu Lian Shing yang merasa Zhang Xiao Long berubah menjadi lebih tampan tetapi memiliki sinar matanya sangat menakutkan.


" Kenapa kamu bisa berkata aku berubah,Adik Shing? "Tanya Zhang Xiao Long menoleh ke arah Yu Lian Shing yang duduk di sampingnya dengan menyandarkan kepalanya di bahu Zhang Xiao Long dengan nyaman.


" Entahlah, Kak Long. Aku tidak tahu apa yang berubah darimu namun aku menyukai sifatmu yang sekarang ini daripada sifatmu yang dahulu. "Jawab Yu Lian Shing tersenyum manis menatap wajah sangat tampan dari Zhang Xiao Long melalui sinar api unggun di depan matanya.


" Begitukah menurut mu?Lalu kalau kamu Adik Sian menurutmu aku bagaimana? "Tanya Zhang Xiao Long yang menoleh ke arah Liu Lu Sian yang bersandar di bahu kirinya.


" Menurutku,kamu lebih bebas dan terbuka untuk mencintai siapapun yang kamu inginkan tanpa kamu merasa sungkan terhadap orang-orang di sekitar mu ataupun orang-orang yang tak ingin melihatmu bahagia. "Jawab Liu Lu Sian yang memberinya ciuman lembut di bibir sebanyak dua kali ciuman.


" Adik Lana? Aku belum lama mengenalmu tapi aku yakin bahwa dirimu akan pantas untuk hidup bersama ku sebagai salah seorang dari wanita ku. Aku pernah membaca sebuah buku tentang dunia Kekaisaran yang memiliki banyak sekali orang-orang pilihan yang hadir di sekitarnya, termasuk para wanita yang jumlahnya mencapai seratus atau lima puluhan wanita tiap tahunnya untuk mendapatkan kejayaan di sekitarnya agar kehidupan para wanita yang menjadi harem nya dapat terjamin dengan hadirnya putra dan putri pilihan yang bisa memperluas jaringan yang di miliki nya selain tahta dan harta yang melimpah ruah. Hmm, namun aku hanya memerlukan tujuh orang wanita yang akan aku pilih untuk hidup bersama dengan ku di istana ku di masa depan ku dengan gelar yang sesuai dengan keinginan ku. Karena cita-cita ku ingin memiliki empat belas putra dan putri yang akan membuat hidup ku bahagia. "Kata Zhang Xiao Long yang telah mengutarakan isi hatinya kepada ketiga orang gadis cantik jelita di sekitarnya saat ini.


" Wah, kau sudah merencanakan jumlah gadis di sekitar mu di masa depan mu? Hmm, aku tak pernah percaya bahwa aku akan menjadi salah seorang dari tujuh orang gadis pilihan mu itu, Kak Long. " Ucap Tilana menengadahkan kepala dan wajahnya untuk menatap Zhang Xiao Long yang rambutnya terurai ke samping membuat daya tarik Zhang Xiao Long semakin besar saja.


"Iya, karena aku ingin memiliki tujuh orang gadis yang memiliki kemiripan dengan ibuku untuk aku bisa mengabadikan kenangan indah ku yang kurang ku miliki dari Ibuku. Semua ini karena orang yang bernama Sheng Kun, Kaisar Li, dan Adipati Agung Wang yang harus membayar sakit hati ku yang kehilangan masa kecil bahagia ku bersama dengan ibuku. " Jawab Zhang Xiao Long terdengar getir dan hampa dari suaranya.


"Kak Long, ibumu pasti sangat cantik jelita sekali sehingga kamu begitu menyayanginya. " Kata Yu Lian Shing merasa iba kepada Zhang Xiao Long.


"Ya, ibuku tidak hanya seorang wanita yang cantik jelita, dia juga lembut, keibuan namun ia memiliki sisi tegas dan keras dalam mendidik ku untuk menjadikan aku sebagai seorang anak laki-laki yang tangguh dan bertanggungjawab atas segala tindakan ku di masa depan ku." Kata Zhang Xiao Long yang menggunakan jarinya menghapus air matanya yang merindukan kasih sayang ibunya bernama Luo Song Yi.


"Kak Long, apakah kamu mempunyai lukisan ibumu untuk kami bisa mengetahui seperti apa ibu mertua kami yang begitu agung? " Tanya Liu Lu Sian halus memberikan pelukan hangatnya kepada Zhang Xiao Long.


"Punya di benakku dan otakku seumur hidupku. "Jawab Zhang Xiao Long yang menaruh kepala dan wajahnya di puncak rambut wangi dan indah Liu Lu Sian.


" Lukisan fisiknya seperti apa? "Tanya Tilana yang ikut larut dengan kesedihan Zhang Xiao Long.


" Aku tidak memiliki lukisan fisik Ibuku tapi aku bisa mendeskripsikan ibuku untuk suatu saat nanti aku membuatkan lukisannya atau patung nya di istana ku di masa depan. "Jawab Zhang Xiao Long mengangkat jemarinya menyentuh hidung mancung dan halus Tilana.


" Hmmm, kau pasti bisa memiliki semua yang kamu inginkan, Kak Long. Karena kamu orang yang sangat gigih sekali untuk berjuang untuk meraih kemenangan di dalam hidupmu."Kata Yu Lian Shing membelai lembut pipi Zhang Xiao Long dengan telapak tangan halusnya.


"Terimakasih untuk cinta dan semangat yang kalian berikan untuk aku. " Kata Zhang Xiao Long membalas mereka dengan ciuman hangat di bibir ketiganya.


Menjelang pagi hari mereka berempat bersama- sama meninggalkan kuil Dewa Erlang di luar wilayah sekte Kaisar Gurun Pasir Kuning untuk melakukan perjalanan menuju ke utara yaitu wilayah perkampungan suku Liao untuk misi mengantarkan Puteri Ching Ching kepada Kaisar Li di Istana Kekaisaran Li.


"Kak Long, lihatlah ada seekor lebah ekor emas yang terbang ke arah mu dari arah lembah hutan pohon kaktus bunga ungu. " Kata Yu Lian Shing menggunakan dagunya menunjukkan bahwa ada seekor lebah ekor emas datang ke arah Zhang Xiao Long.


Mereka berempat telah berada di wilayah dekat lembah sungai kecil suku Xiao pada suatu hari setelah mereka meninggalkan wilayah sekte Kaisar Gurun Pasir Kuning. Dan, Zhang Xiao Long mengangkat tangan menangkap seekor lebah ekor emas yang terbang ke arahnya.Lalu, Zhang Xiao Long menemukan sehelai surat di balik tubuh lebah ekor emas itu dan mengambil surat itu lalu membacanya dengan wajahnya berseri-seri.


"Ada kabar gembira apakah dari surat yang kau terima dari lebah ekor emas mu itu? " Tanya Liu Lu Sian tersenyum manis menatap surat di tangan Zhang Xiao Long.


"Liu Ting Ting memberitahu aku tentang Yanmi yang telah berhasil di temukan oleh Xi Ke dan Liu Ting Ting di desa kecil bunga lili merah muda dan sekarang mereka sedang menunggu aku di perkampungan suku Liao. " Jawab Zhang Xiao Long meremas surat di tangannya itu hingga hancur. Lalu, Zhang Xiao Long mengajak ketiga orang gadis cantik jelita di sampingnya untuk mengunjungi pemukiman penduduk suku Xiao yang di batasi sungai kecil yang airnya jernih sekali.


"Wahh, aku sungguh senang melihat air sungai kecil sejernih ini membuat aku ingin mencicipi kesegaranya. " Kata Yu Lian Shing tersenyum bahagia melihat air sungai kecil di depan kedua matanya. Gadis cantik jelita itu segera membuka sepasang sepatunya dan kaos kakinya untuk merendam sepasang kakinya yang halus dan putih di dalam air sungai kecil itu.


"Iya, aku juga ingin mencoba kesegaran airnya. " Kata Tilana yang menggunakan kedua tangan mengambil air sungai kecil itu dan meminumnya dengan wajah berseri-seri.


"Aku ingin memancing ikan untuk membuatkan makan malam kita di tepi sungai kecil pintu masuk ke wilayah suku Xiao. " Kata Liu Lu Sian yang menggunakan ranting pohon yang telah di temukan olehnya itu untuk memancing ikan di tepi sungai kecil itu di dekat batu-batu kecil.


Zhang Xiao Long mengedarkan pandangan mata melihat ke segala penjuru wilayah tersebut untuk memastikan bahwa daerah yang mereka datangi adalah daerah yang aman. Tetapi, ekor matanya melihat ada bayangan seseorang dari sebuah bukit yang bayangannya terlihat dari air sungai kecil di depannya. Ia merasa penasaran dengan bayangan seseorang yang berada di bukit itu. Ia pun melesat cepat ke arah bukit yang sangat tinggi itu dan menemukan sebuah bunga warna ungu yang memiliki ruas -ruas pada kelopaknya.


"Bunga keabadian. " Kata seorang gadis remaja yang duduk di atas batu tebing di bukit yang telah di datangi nya itu. Zhang Xiao Long pun menoleh ke arah gadis itu lalu tersenyum sopan sekali.


"Kenapa bunga itu dinamakan sebagai bunga keabadian? " Tanya Zhang Xiao Long ingin tahu kepada gadis cantik jelita yang memandangnya dengan kagum.


"Karena bukit yang telah kamu datangi ini adalah bukit harapan bagi kaum wanita di desa suku Xiao dan aku berada di bukit ini karena aku di asingkan oleh warga desa suku Xiao. " Jawab gadis cantik jelita itu yang malah menangis.


"Kenapa kamu di asingkan oleh warga desa suku Xiao mu sendiri? " Tanya Zhang Xiao Long yang semakin penasaran dengan budaya suku Xiao yang membingungkan nya.


"Karena aku di anggap gadis pembawa sial oleh warga desa suku Xiao. " Jawab gadis suku Xiao yang di temukan oleh Zhang Xiao Long di atas bukit harapan di dekat sungai kecil pintu masuk ke wilayah suku Xiao.


"Kenapa kamu di anggap sebagai seorang gadis pembawa sial oleh warga desa suku Xiao? Aku tak melihat ada yang aneh darimu. " Kata Zhang Xiao Long yang memilih untuk duduk di atas rumput dekat bunga keabadian.


"Karena aku memiliki sesuatu yang tidak pernah bisa di miliki semua orang di desa suku Xiao. "Kata gadis cantik jelita suku Xiao yang tiba-tiba mendorong Zhang Xiao Long ke arah bunga keabadian hingga keduanya masuk ke dalam lubang yang sangat dalam.


Brushh!


Zhang Xiao Long dengan tenang membalikkan posisinya di atas gadis cantik jelita itu yang kaget dengan caranya membalikkan posisinya itu sehingga gadis cantik jelita itu sendiri yang kepalanya terkena tanah keras di bawah lubang atau lembah bukit harapan.


" Auw... "Keluh gadis cantik jelita itu mengusap- usap belakang kepalanya yang benjol karena Zhang Xiao Long tak mau mengalah kepadanya untuk menahan tubuhnya dengan tubuh pemuda tampan ini.


" Kau sebagai laki-laki kenapa kamu tak mau membiarkan diri mu yang jatuh lebih dahulu ke tanah lembah bukit harapan sebelum aku Xiao Feng. " Kata Nona Xiao Feng dengan wajahnya yang kesal kepada Zhang Xiao Long yang malah mengabaikannya dengan mengelilingi lembah bukit harapan.


Bersambung!