
Setelah Zhang Xiao Long mendapatkan sebuah informasi mengenai istri ketiganya berkhianat terhadap dirinya dengan bekerjasama dengan musuh dalam Istana Kekaisaran Li yang masih ada hubungan persaudaraan dengannya. Zhang Xiao Long pun merasakan amarahnya telah memuncak begitu besar yang membuatnya tak segan untuk membunuh setiap orang yang telah menyakiti hatinya itu.
"Li Hong, kau jangan main-main dengan ku. Aku akan menguliti mu nanti ketika aku bertemu dengan mu lagi.. " Kata Zhang Xiao Long dengan rahangnya yang mengeras.
Tuan Fan menaruh Liu Tong di sebelah rumah kosong di pintu masuk ke wilayah Song Selatan untuk menunggu kedatangan Zhang Xiao Long yang telah berpesan kepadanya untuk menjaga Liu Tong.
" Liu Tong, apakah kamu masih bisa mendengar suara ku? " Tanya Tuan Fan yang menepuk -nepuk pundak Liu Tong dengan cemas.
"Ngghhh, ya aku masih bisa mendengar suara mu, Tuan Fan. Ahh, mereka menyiksaku untuk membuat aku tak pernah bisa kabur dari mereka yang curang itu. " Jawab Liu Tong dengan suara serak karena tenggorokannya kering.
" Ini kau minumlah air teh ini. " Kata Tuan Fan yang memberi minum air teh kepada Liu Tong melalui kantong air yang terbuat dari kulit sapi pilihan yang sudah di bersihkan dan di jahit untuk digunakan sebagai kantong penyimpanan air minum bagi para perantau di seluruh dunia persilatan.
Gluk, gluk!
" Pelan -pelan saja kau minumnya agar kamu tak tersedak. " Kata Tuan Fan mengusap dada Liu Tong basah oleh tumpahan air teh karena Liu Tong minumnya terlalu bersemangat.
" Ah, ya terimakasih atas pertolongan mu dan air teh mu yang sangat segar untuk menghilangkan rasa haus ku. " Kata Liu Tong yang kini sudah bisa duduk bersila untuk menghimpun hawa sinkang dari dasar perutnya untuk mengobati lukanya.
" Ilmu sinkang yang kamu miliki adalah ilmu sinkang kaum persilatan bersih.Siapakah orang yang mengajarkan mu ilmu sinkang sekuat ini? " Tanya Tuan Fan memandangi Liu Tong dengan bersahabat.
" Mendiang Guruku yaitu Ketua Bi Fang Chu dari Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih. " Jawab Liu Tong tersenyum ramah kepada Tuan Fan.
"Wah, pantas saja kamu semuda ini sudah punya ilmu sinkang yang cukup hebat di usia mu yang sekarang ini yang tentunya belum mencapai usia dua puluh lima tahun. "Kata Tuan Fan yang kagum dengan kehebatan ilmu sinkang yang di miliki oleh Liu Tong.
" Ah, terimakasih atas pujaanmu, Tuan Fan. Ilmu sinkang ku biasa saja karena tak sehebat Tuan Muda Zhang kita yang usianya baru mencapai tujuh belas tahun pada bulan depan awal musim semi. " Kata Liu Tong dengan nada merendah kepada Tuan Fan.
"Kak Tong, kau terlalu merendahkan dirimu sendiri yang sebenarnya jauh lebih hebat dari aku Zhang Xiao Long yang lemah ini. " Kata Zhang Xiao Long yang telah sampai di rumah kosong itu dan memandang terimakasih kepada Liu Tong.
"Adik Zhang, aku merasa bersalah karena aku tak bisa melindungi ketiga istrimu yang seharusnya menjadi tanggungjawab ku yang telah kamu percaya untuk melindungi mereka di saat kamu pergi menyelidiki ruangan dalam bangunan sekte bunga hitam. " Kata Liu Tong yang menghaturkan rasa bersalahnya kepada Zhang Xiao Long yang cepat memintanya untuk berdiri di depan Zhang Xiao Long.
" Tidak, kau sama sekali tidak bersalah karena aku lah yang tidak waspada terhadap musuh licik yang menipu aku dengan kelembutannya yang pura-pura menjadi gadis baik-baik dari keluarga baik-baik padahal hatinya dan kelakuan nya itu bejat. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada geram mengingat Tang Yuan Jing istri ketiganya yang berkhianat terhadapnya itu.
"Ya, Adik Zhang. Aku sudah mendengar tentang Tang Yuan Jing wanita hina itu dari orang-orang nya Li Hong sendiri yang mengirim aku ke sekte Gunung Ci untuk di jadikan tontonan di alun-alun kota lembah sungai gunung Ci. Tsk,aku sungguh ingin sekali merobek wanita itu yang telah menyebabkan aku kehilangan Li Hong Xiu ku dan kau kehilangan Liu Lu Sian dan Yu Lian Shing juga Hu Yang San yang tak tahu apa-apa itu. " Kata Liu Tong mengepalkan tinjunya dengan geram.
"Tidak, Kak Tong. Kita masih bisa mendapatkan kembali orang-orang yang kita sayangi untuk bersama dengan kita lagi yaitu aku akan pergi ke kota Song Selatan untuk menyelamatkan Yu Lian Shing sekaligus membunuh Kaisar Song Bun si bajingan tua perampok rakyat Song. Dan, kamu bisa pergi ke kota luar Kekaisaran Li untuk kamu bisa menyelamatkan Li Hong Xiu mu dengan bantuan dari Tuan Fan. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum percaya akan kemampuan mereka.
" Hmm, ya Adik Zhang. Sekarang juga aku dan Tuan Fan akan pergi ke kota luar Kekaisaran Li untuk menyelamatkan Li Hong Xiu. Terima kasih atas semangat yang kau berikan kepada ku. " Kata Liu Tong menjura hormat kepada Zhang Xiao Long lalu meninggalkan rumah kosong di depan pintu wilayah song Selatan bersama dengan Tuan Fan.
Brrrr!
Zhang Xiao Long telah melesat cepat ke wilayah song Selatan dengan kecepatan kilat sehingga ia telah berhasil masuk ke wilayah song Selatan tanpa ada seorangpun di pintu masuk ke wilayah song Selatan yang mengetahui kedatangannya itu.
Zhang Xiao Long tak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi. Ia segera melompat ke istana Kerajaan Song Selatan begitu Ia telah menemukan istana tersebut berada. Ia diam -diam menyelusuri setiap ruangan-ruangan di seluruh istana Raja Song Bun. Dan, ketika ia ingin masuk ke salah satu dari ruangan-ruangan di istana Raja Song Bun. Ia mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa menuju ke ruangan yang ingin di masukinnya itu.
" Ayah, aku minta maaf kepada mu karena aku menolak untuk memenuhi perintah mu untuk aku harus menikah dengan Pangeran Muda Li Hong dari Kekaisaran Li untuk menjalin hubungan persaudaraan dengan Kaisar Li. "Kata seorang gadis remaja yang amat cantik jelita yang telah membuka pintu ruangan itu dengan wajah marah.
" Lan Shiang, kau tak bisa semaumu menolak perintah dari ayah untukmu karena kamu adalah Puteri Ayah yang wajib mematuhi perintah dari ayah. " Kata Raja Song Bun yang memarahi putri bungsunya yang manja.
" Ahh, ayahhh..! Aku tak mau menikah dengan pria bau itu..! Kenapa ayah tak menikahkan saja Kakak Chen? Dia juga anak ayah. " Kata Puteri Song Lan Shiang dengan suara kerasnya kepada Raja Song Bun.
"Diam kamu, pokonya kamu harus mematuhi perintah dari ayah.Jadi, kau jangan pernah lagi untuk membantah semua perintah dari ayah mu untuk kebaikan Kerajaan Song kita..! " Suara Raja Song Bun lebih keras daripada suara putrinya sendiri.
" Ihh, ini pasti karena ayah sudah di suap dengan hadiahnya yang merupakan seorang gadis cantik mulus yang di kirimkan olehnya kepada Ayah beberapa hari lalu. Ah, dasar ayah tak punya hati. " Kata Putri Song Lan Shiang yang berani sekali memarahi Ayahnya hingga Raja Song Bun mengangkat tangannya lalu memukul pipi putrinya dengan tamparan keras.
Plak!
" Aww..! Ayah.. ".
" Lancang kamu berani memarahi ayahmu dan memaki ayah dengan kata-kata seperti itu...! " Bentak Raja Song Bun yang sudah ingin sekali menendang putrinya dengan kasar di kejutkan oleh desiran angin kencang dari arah belakang nya.
Dan, saat Raja Song Bun menengok ke belakang tiba-tiba lehernya di tekuk oleh seseorang yang tidak di kenalnya itu hingga lehernya patah dan Ia pun tak bernyawa lagi.
Kretek!
" Siapa kamu yang telah membunuh ayah ku?" Tanya Puteri Song Lan Shiang yang menatap ngeri kepada seorang pemuda sangat tampan sekali namun sangat menakutkan baginya.
" Ahhh, kau jangan membunuh aku..! Aku cuma putri angkat Raja Song Bun...! " Pinta Puteri Song Lan Shiang dengan suara ketakutan kepada Zhang Xiao Long yang menyeretnya.
" Aku takkan membunuhmu kalau kamu beritahu aku , dimana ayahmu mengurung Istriku? " Kata Zhang Xiao Long dingin sekali kepada Puteri Song Lan Shiang.
" Di.. Di ruang pribadi Ayahku... " Jawab Puteri Song Lan Shiang ketakutan dengan wajah dingin Zhang Xiao Long.
"Tunjukkan dimana ruangan pribadi dari Ayahmu yang berengsek itu mengurung istriku? " Tanya Zhang Xiao Long bengis kepada Puteri Song Lan Shiang.
"Di sana. " Jawab Puteri Song Lan Shiang.
Zhang Xiao Long menyeretnya ke arah timur laut dari Istana Raja Song Bun untuk menunjukkan ruangan pribadi Raja Song Bun, lalu di sana Song Lan Shiang melihat adanya Kakak tirinya yang menjaga pintu masuk ke ruangan pribadi ayah angkatnya.
"Itu ada Kakak tiri ku yang menjaga pintu masuk ke ruangan pribadi Ayahku. " Kata Puteri Song Lan Shiang yang berhenti di Koridor menuju ke ruangan pribadi Raja Song Bun kepada Zhang Xiao Long yang berada di sampingnya.
Zhang Xiao Long berjalan dengan sikap tenang sekali menuju ke depan seorang pemuda tampan yang kebingungan melihat adiknya itu datang ke ruangan pribadi ayah mereka dengan mengajak seorang pemuda asing yang sangat sangar sekali wajahnya itu.
" Lan Shiang, apa maksud kamu mengajak orang lain ke ruangan pribadi ayah kita? " Tanya Pangeran muda Song Ji dengan nada marah kepada adiknya seraya menunjuk ke arah Zhang Xiao Long dengan ujung pedang tajamnya.
" Di.. Dia memaksa ku untuk menunjukkan ruangan pribadi ayah kepadanya. " Jawab Puteri Song Lan Shiang dengan suaranya yang telah keras lagi karena gadis itu pikir ia akan dapat perlindungan dari Kakaknya dan orang-orang kepercayaan ayahnya.
" Begitu rupanya?! " Dengus Pangeran muda Song Ji yang memerintahkan semua pasukan keamanan dan keselamatan Raja Song Bun di sekitarnya untuk menyerang pemuda asing yang telah berani memasuki istana Raja Song Bun..
"Serang dia dan habisi dia...! " Perintah Pangeran Muda Song Ji.
Pasukan keamanan dan keselamatan Raja Song Bun menerajang maju dengan pedang mereka yang terhunus ke arah Zhang Xiao Long yang dengan tenang sekali memampar ujung pedang semua pasukan keamanan dan keselamatan Raja Song Bun hingga patah dan membuat patahah pedang pasukan keamanan dan keselamatan Raja Song Bun terbang ke arah semua pasukan keamanan dan keselamatan Raja Song Bun hingga mereka semua tewas dengan dahi tertusuk patahan pedang mereka sendiri.
Plak, plak, plak..!
Wer, cep!
Bruak!
Pangeran muda Song Ji terbelalak tak percaya melihat pasukan keamanan dan keselamatan Raja Song Bun semuanya telah terbunuh dalam waktu singkat oleh pemuda asing itu.
" Kauu...! " Lengking Pangeran muda Song Ji yang menyerang dengan perangnya ke arah Zhang Xiao Long dengan gerakan yang tangkas.
Wutttzz!
Zhang Xiao Long hanya memiringkan sedikit tubuhnya lalu tangannya membentuk sentilan dengan tepat mengenai hidung Pangeran muda Song Ji hingga hidung pemuda itu remuk lalu Zhang Xiao Long menyentil pedang pemuda itu dengan cepat sehingga pedang Pangeran Muda Song Ji menusuk perut Puteri Song Lan Shiang di belakangnya.
Brakkk!
Jlebb!
" Aughh! " Pekik Puteri Song Lan Shiang yang telah tewas tertusuk pedang kakaknya sendiri ketika ia ingin membunuh Zhang Xiao Long dari belakang pemuda asing yang menakutkan itu.
Zhang Xiao Long telah melesat cepat masuk ke ruangan pribadi Raja Song Bun lalu Zhang Xiao Long dapat menemukan Yu Lian Shing di bius di tempat tidur milik Raja Song Bun. Maka, Zhang Xiao Long dengan cepat menggunakan ilmu sinkang bunga Xia menyadarkan istrinya yang segera terbangun dan memeluknya.
"Kak Long.. " Panggil Yu Lian Shing menangis lega karena Zhang Xiao Long telah datang untuk menyelamatkannya.
"Lian Shing.. Oh syukurlah kamu sudah aman sekarang bersama ku. " Kata Zhang Xiao Long membalas pelukan Yu Lian Shing dengan hangat sekali.
" Kak Long, apakah kamu tahu kalau Tang Yuan Jing itu wanita hina yang telah menyerang kami di luar bangunan sekte bunga hitam sesudah kamu masuk ke dalam ruangan bangunan itu?Dan, dia juga yang telah mengirim aku ke istana Raja Song Bun untuk di jadikan persembahan terbaiknya terhadap koleganya. " Kata Yu Lian Shing menangis begitu sedih kepada Zhang Xiao Long.
"Ya, Lian Shing. Aku sudah tahu semua hal yang telah di perbuat oleh wanita hina itu. Kamu tak perlu khawatir karena aku pasti akan membunuh wanita hina itu untuk mu, Lu Sian, Liu Tong, Li Hong Xiu dan Hu Yang San. " Kata Zhang Xiao Long halus menenangkan hati istrinya.
" Kak Long, hatimu pasti lebih sakit daripada hati kami karena wanita hina itu sudah menipumu yang telah tulus menerimanya sebagai istri ketiga mu dengan menikahinya secara resmi di depan keluarga besar Kerajaan Tang. Tapi, dia malah menghianatimu dengan Li Hong musuh mu sendiri. " Kata Yu Lian Shing yang menangis karena merasa kasihan kepada Zhang Xiao Long sesudah mereka meninggalkan istana Raja Song Bun dan kini mereka di dalam perjalanan menuju ke daerah gurun pasir.
"Aku tak apa-apa , Lian Shing. Jadi, kamu tak perlu mencemaskan aku karena sebagai laki-laki aku takkan pernah lemah pada orang-orang yang telah merendahkan aku selama ini. Aku pasti akan membalasnya dengan jauh lebih kejam daripada perbuatannya kepadaku. " Kata Zhang Xiao Long yang dengan nada tenang sekali dan sikapnya sangat tegas membuat Yu Lian Shing semakin besar rasa cinta wanita itu kepada Zhang Xiao Long.
Bersambung!