
Liu Tong yang sudah mendapatkan perintah dari Zhang Xiao Long untuk mencari tahu kebenaran dari isu mengenai Amira Ming yang diisukan tak pantas untuk menjadi Permaisuri Agung atau pasangan penguasa Kekaisaran Naga Merah di seluruh wilayah daratan besar telah mengirim informasi yang akurat kepada Zhang Xiao Long di pegunungan Changsan.
"Yang Mulia, isu mengenai Ratu Amira Ming di mulai dari penyebaran ajaran sesat di pedesaan yang terletak di atas puncak gunung Naga hitam yang dilakukan oleh kelompok radikal yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah dengan satu tujuan utama mereka adalah balas dendam terhadap mantan Kaisar Li Wu Long atau Ayah kandung Anda." lapor Liu Tong pada suratnya.
Zhang Xiao Long membuka surat tersebut pada saat ia berhasil menyelamatkan mantan Kaisar Yongle atau Tuan Ying di gua puncak gunung Changsan, dan sekarang Ia dan Amira Ming juga beberapa orang temannya segera pergi ke arah timur untuk bergabung dengan Liu Tong.
"Kak Long, lihat di depan jalan yang berliku-liku di ujung kanan hutan perbatasan antara gunung Changsan dengan desa kecil Le telah ditutup dengan tembok besar yang menjulang tinggi dan menutupi seluruh wilayah di depan sana." kata Amira Ming yang telah melihat adanya tembok besar di wilayah yang akan mereka datangi
"Kita harus mencari jalan lain untuk tiba di desa kecil kaki gunung Naga hitam untuk kita dapat bergabung dengan Liu Tong di sana." kata Zhang Xiao Long berdiri di atas bukit seberang sungai di depan mereka.
"Yang Mulia, bagaimana kalau kita coba pakai cara menyelusuri tepi sungai ini untuk kita dapat mengetahui di mana jalan yang paling tepat agar kita dapat sampai di tempat tujuan kita? " tanya Guan Xiao Tong dengan sikap sopan dan hormat kepada Zhang Xiao Long sambil memicingkan sepasang matanya dengan melihat ke arah barat sungai di depan mereka.
"Baiklah, mari kita coba." kata Zhang Xiao Long di samping Amira Ming.
Mereka menyelusuri tepi sungai tersebut selama empat belas hari dan menemukan sebuah desa yang dikelilingi oleh tebing-tebing yang menutupi desa tersebut.
"Desa apakah ini? " tanya Amira Ming menatap ke arah desa yang tak ada namanya.
"Ratu, desa ini adalah desa kecil sungai Le timur dan pintu masuknya berada di sana." jawab Guan Xiao Tong mendekati Amira Ming dengan tangannya menunjukan jalan masuk ke desa itu berada di dekat pipi kanan Amira Ming.
"Tali." kata Zhang Xiao Long menarik lengan istri nya dengan lembut untuk menjauhkan istrinya dari Guan Xiao Tong.
"Kak Long, kita bisa menggunakan tali untuk kita dapat sampai ke seberang sungai ini yaitu desa kecil sungai Le timur sebagai salah satu tempat pertama kita lewati untuk sampai ke wilayah pegunungan Naga hitam."kata Amira Ming nada lembut kepada Zhang Xiao Long.
"Benar.Mari kita gunakan tali itu sekarang juga." kata Zhang Xiao Long mengajak istrinya lebih dulu menyeberangi sungai dengan memakai tali yang mengayun kencang dan membawa mereka ke seberang sungai dengan tepat.
Wusshhh!
Tepp!
"Ayah, mari kita lakukan juga." kata Nona Ying Ying yang telah menggenggam tangan ayahnya di sebelah kirinya.
Nona Ying Ying dan mantan Kaisar Yongle telah sampai di seberang sungai dan berkumpul di dekat Zhang Xiao Long dan Amira Ming di hutan lainnya.
Guan Xiao Tong dan Luo Guo Xiang pun segera menyusul langkah mereka sehingga mereka pun dapat berkumpul bersama dengan Zhang Xiao Long.
"Celaka ada suara kawanan hewan liar dan buas yang akan mendatangi kita di tepi sungai Le timur."kata Nona Ying Ying nada panik.
"Jangan khawatir kita akan dapat mengatasinya usai kita akan mengetahui hewan liar dan buas apakah yang akan menghadang jalan kita di hutan ini." kata Guan Xiao Tong nada tenang di depan Nona Ying Ying dan mantan Kaisar Yongle.
Zhang Xiao Long mengajak Amira Ming menaiki puncak pepohonan yang berada di sekitar hutan tepi sungai Le timur dan melewati jalan menuju ke arah dalam hutan dengan melompati setiap pohon. Langkah mereka di ikuti oleh Guan Xiao Tong dan yang lainnya sehingga mereka sampai di pemukiman penduduk desa kecil hutan sungai Le timur
"Turun kalian semua!!" perintah dari seorang pria yang menggerakkan jubah luar ke arah mereka di pepohonan dekat pemukiman penduduk di desa tersebut.
Werrr!
Zhang Xiao Long melambaikan telapak tangan ke depan namun jubah luar milik pria berkumis di bawah pohon telah melayang kembali kepada pemiliknya sendiri.
Wettzz!
Tepp!
"Aku Zhang Xiao Long dan mereka adalah para sahabatku." jawab Zhang Xiao Long nada dingin kepada pria berkumis yang telah diketahui nama sebenarnya adalah Gu Liang Chun salah seorang dari tokoh sesat yang bersembunyi di desa kecil sungai Le timur.
"Oh, rupanya Kau putra dari si laknat Bai Long?" tanya Gu Liang Chun dengan tatapan matanya yang bengis kepada Zhang Xiao Long.
"Kaum sesat tak tahu diri berani mempengaruhi rakyat kecil di pedesaan ini dengan ajaran sesat untuk mengacaukan pemerintahanku..!" hardik Zhang Xiao Long yang segera melontarkan ilmu sinkang arak sakti kepada Gu Liang Chun di bawah pohon.
Wutzzz!
Gu Liang Chun menyambut baik serangan maut dari Zhang Xiao Long dengan mengerahkan ilmu sinkang tapak darah serigala hitam ke arah atas atau lebih tepatnya ke arah Zhang Xiao Long.
Plakk!
"Semua habisi mereka..! " seru Gu Liang Chun.
Werrr!
Syutt!
Syuttt!
Sejumlah anak panah meluncur ke arah Zhang Xiao Long, Amira Ming, Nona Ying Ying, Mantan Kaisar Yongle, Guan Xiao Tong dan Luo Guo Xiang dengan kecepatan tinggi.
Amira Ming menggerakkan pedangnya dengan luar biasa cepat sehingga sejumlah anak panah runtuh di bawah pohon lalu Zhang Xiao Long tak tinggal diam begitu saja telah melambaikan dua jarinya secara ringan ke arah anak panah yang segera berputar arah dan menyerang balik ke arah para pemiliknya yang langsung berjatuhan di tanah dalam keadaan tak bernyawa lagi.
Werrr!.
Cep!
Cep!
Bruak!
Guan Xiao Tong melayang dengan pedangnya itu sudah menyerang jubah luar milik Gu Liang Chun yang langsung bergerak seperti tongkat yang keras sehingga terjadilah benturan yang dashyat di antara pedang milik Guan Xiao Tong dengan jubah luar milik Gu Liang Chun.
Trakkk!
Trakk!
Trakk!
Trakk!
Nona Ying Ying dan mantan Kaisar Yongle telah menghadapi beberapa orang anak buah Gu Liang Chun di sisi kanan Zhang Xiao Long yang telah bertarung melawan Gu Liang Ching saudari kembar Gu Liang Chun yang telah meluncur ke arah dirinya.
Plakk!
Plakk!
Bersambung!!