
" Wahhhh... Ruangan kita besar sekali.. " Seru Li Hong Xiu yang melebarkan sepasang matanya ketika melihat ruangan khusus untuk mereka amat luas sekali.
" Iya, lihat ada lima buah kamar tidur, satu ruang bersama, balkon yang menghadapi lautan bebas dan tenang. " Kata Yanmi yang mengajak Liu Lu Sian melihat-lihat seluruh ruangan mereka.
" Hui Lan, ayo kau ikut kami.. " Kata Liu Lu Sian ramah kepada Puteri Tang Hui Lan madunya yang kedua.
" Kalian berdua saja, Aku ingin istirahat dahulu di sini. " Kata Tang Hui Lan yang menempel kepada Zhang Xiao Long yang duduk di bangku depan jendela. Zhang Xiao Long membuka pintu daun jendela sehingga angin laut menerpa mereka.
"Wah segarnya angin laut di pagi hari dan sinar cahaya matahari sungguh hangat. " Kata Zhang Xiao Long menghirup aroma asin air laut.
" Kau sungguh senang sekali berwisata dengan kapal laut? " Tanya Tang Hui Lan menatapnya terkesima.
" Iya. Aku paling suka wisata laut. " Jawab Zhang Xiao Long yang tersenyum bahagia menatap ke arah Tang Hui Lan yang menciumnya dengan lembut pada bibirnya.
" Kak Long, Aku senang melihat mu bahagia seperti sekarang ini aku lihat senyumanmu yang bebas. " Kata Tang Hui Lan yang merengkuhnya dengan kedua telapak tangan gadis itu di kedua pipinya lalu berkali-kali memberikan ciuman hangat.
" Eh, ya.. Terimakasih. " Kata Zhang Xiao Long membiarkan bibirnya di sentuh oleh bibir Tang Hui Lan yang bahagia sekali bisa bersamanya. Ia tertawa geli melihat gadis itu kembali terbius oleh ilmu kemauan alaminya. Ia sendiri telah berdiri di depan teras ruangannya dengan Liu Tong yang bicara tentang tamu-tamu undangan Ketua Sekte Pulau Yun dengan Beng Loan Ki.
" Siapa saja yang di undang oleh orang aneh itu?" Tanya Beng Loan Ki yang memilih untuk duduk di tiang kapal.
" Ketua sekte Pengemis bunga teratai hijau, Ketua Sekte Bangau Perak dan Ketua Sekte Ular Cobra untuk tiga sekte utama tamunya. " Jawab Liu Tong yang telah mengenal tamu-tamu yang telah naik ke kapal laut dan menempati ruangan yang berbeda-beda sesuai nomor urutannya.
" Ruangan khusus untuk nomor satu itu siapa yang menempati? " Tanya Xi Ke yang bergabung dengan mereka sambil menggigit buah apel hijau.
" Ketua Sekte Empat Alis Emas yang namanya amat rahasia sekali." Jawab Liu Tong yang ikut menikmati buah apel hijau yang di berikan oleh Zhang Xiao Long kepada mereka.
" Di ruangan nomor empat di sebelah kita adalah Sekte Gunung Ming yang di pimpin oleh Puteri Ming Ming adik kembar Kaisar Ming Huan yang di temani oleh Ketua sekte lembah naga salju yang bernama Yu Lian Xing. " Kata Beng Loan Ki yang memberitahu Zhang Xiao Long mengenai Kaisar Ming yang telah meninggal dunia dan kini Kekaisaran Ming di pimpin oleh Kaisar Ming Hua putra pertama Kaisar Ming Huan dengan wakil nya adalah Permaisuri Agung Alina istri dari Kaisar Ming Huan yang bergelar Ibu Suri Agung Kekaisaran Ming.
" Ah, Kaisar Ming Huan masih muda sekali untuk meninggal dunia pada usia tiga puluh enam tahun. " Kata Zhang Xiao Long turut sedih ketika ia tahu bahwa Kaisar Ming Huan yang baik hati itu telah meninggal dunia.
" Ya, Ku dengar ia menderita penyakit langka dan tak pernah ada seorang pun bisa mengobatinya yang membuat organ tubuhnya melemah dan akhirnya dia meninggal dunia di hari setelah ia kembali ke Istana Kekaisaran Ming nya. " Kata Beng Loan Ki yang memejamkan sepasang mata nya untuk mendoakan arwah Kaisar Ming yang bisa tenang di Nirvana.
" Putranya masih sangat kecil sekali untuk jadi seorang pemimpin Kekaisaran Ming yang besar. Ahh, untung saja Istrinya itu sungguh cerdas dan bijak sekali untuk membantu Kekaisaran Ming tetap bertahan sampai sekarang. " Kata Liu Tong menghela napas.
"Iya, setidaknya Kekaisaran Ming masih ada di dunia ini karena Alina istri dari Kaisar Ming Huan adalah seorang wanita hebat dibalik kehebatan Kaisar Ming Huan sendiri. Ia dahulu adalah Ketua Sekte Tujuh Bintang Emas yang terkenal di dunia dengan kecerdasan dan kelihaian nya dalam memimpin dunia persilatan kaum bersih yang melakukan misi melindungi rakyat Ming. " Kata Zhang Xiao Long yang telah mendengar kisah Alina istri dari Kaisar Ming Huan dari Mu Yanmi istri keduanya yang sebenarnya adalah seorang Putri Agung Kekaisaran Mu yang selalu di incar oleh seluruh orang di dunia persilatan yang ingin menguasai wilayah daratan besar.
"Tahukah kamu kalau kamu bisa menikahi Putri Agung Kekaisaran Mu, maka seluruh dunia ini bisa menjadi milikmu selamanya? " Tiba-tiba Xi Ke memberitahu mereka mengenai puteri Agung Kekaisaran Mu.
" Ohya? darimana kau tahu mengenai tentang Putri Agung Kekaisaran Mu? " Tanya Beng Loan Ki penasaran dengan informasi hebat dari Xi Ke.
" Dari Ayahku, Kaisar Kekaisaran Xi. Dia beritahu aku untuk mencari dan menemukan Puteri Agung Kekaisaran Mu dan membawanya kepada Ayahku untuk di nikahi oleh Ayahku yang ingin menguasai dunia ini. " Jawab Xi Ke geram sekali dengan perintah dari ayahnya.
" Tidak bisa. " Kata Zhang Xiao Long tegas sekali kepada Xi Ke.
" Eh, kenapa kamu marah kepada ku? " Tanya Xi Ke kaget di bentak Zhang Xiao Long.
" Karena aku akan mencegah siapa pun yang ingin memiliki Puteri Agung Kekaisaran Mu untuk kepentingan politik yang kotor dan keji yang hanya memanfaatkan seorang gadis kecil yang tidak tahu apa-apa itu." Jawab Zhang Xiao Long nada suaranya lebih tegas lagi sampai Xi Ke dan Liu Tong terbelalak kaget dengan suara keras Zhang Xiao Long.
"Hmm, Tuan muda Zhang Xiao Long kenapa kau segalak ini? " Tanya Liu Tong memegangi dada bidangnya karena kaget.
"Wah , Tuan muda Zhang apakah kamu juga ingin ikut mencari dan menemukan Puteri Agung Kekaisaran Mu untuk masa depan mu?? " Tanya Beng Loan Ki yang sudah membayangkan Zhang Xiao Long dapat menguasai seluruh dunia.
" Aku yang pertama kali yang akan mematahkan hidungmu, jika kamu berani untuk mendapatkan Puteri Agung Kekaisaran Mu. " Jawab Zhang Xiao Long dengan tatapan matanya yang tajam sekali kepada Yu Song Bu yang menundukkan wajahnya karena takut kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menoleh ke arah barat kapal laut dan melihat seorang pria berpenampilan anggun yang sedang berbicara dengan seorang wanita cantik jelita yang di kenalnya adalah Puteri Ming Ming.
" Bibi, apakah kamu bisa mengambil saputangan ku dari si berengsek Lou Huang Ming? " Tanya pria anggun itu kepada Puteri Ming Ming.
" Lou Huang Ming mencari masalah dengan kita melalui kamu yang di goda nya. Aku pasti akan membunuhnya karena kekurang ajaran sikapnya terhadap kamu. " Jawab Putri Ming Ming yang mengepalkan buku jarinya di tiang kapal bagian atas yang terlihat oleh Zhang Xiao Long di lantai bawah.
" Lou Huang Ming itu siapa? " Tanya Zhang Xiao Long pelan kepada teman-teman nya yang telah masuk ke dalam ruangan untuk makan siang yang telah di sediakan oleh pihak kapal laut Yun.
"Jangan di makan dahulu sebelum Kita tes untuk keamanan dan kenyamanan makan siang kita. " Kata Yanmi yang mencegah yang lain untuk makan siang.
" Hmm, baiklah. " Kata Puteri Ching Ching yang sudah pasrah dengan kehilangan anting-anting nya.
" Anting-antingmu kenapa bisa hilang darimu? " Tanya Zhang Xiao Long yang telah begabung dengan yang lain.
" Entahlah, Kak Long. " Jawab Puteri Ching Ching muram.
" Hmm, apakah ada seorang pencuri yang telah masuk ke rumah sewa kita tanpa kita sadari? " Tanya Yanmi yang menengadahkan kepalanya kepada Zhang Xiao Long yang duduk di bangku di atasnya. Gadis itu duduk di bantal lantai bersama dengan Liu Lu Sian yang menikmati buah pir hijau sambil mendengar perbincangan mereka.
"Tak mungkin. Karena aku melakukan patroli di sekitar rumah sewa kita semalaman hingga pagi hari ini. " Jawab Zhang Xiao Long yang di cubit pahanya oleh Yanmi.
" Jangan ngawur kau..! Kau tidur semalaman hingga pagi? Mana mungkin kamu melakukan ronda keliling rumah sewa tanpa kami ketahui? " Kata Yanmi melotot tajam kepada Zhang Xiao Long.
" Yanmi, aku memang tidur tetapi telinga ku ini berfungsi dengan baik sekali untuk mengetahui siapa pun yang datang atau pergi dari rumah sewa kita. " Kata Zhang Xiao Long yang tangan kanannya mengusap- usap pahanya yang di cubit oleh Yanmi.
" Hmm, apakah itu berarti kamu mendengarkan aku yang bertengkar dengan Tang Hui Lan? " Tanya Yanmi yang membuat Tang Hui Lan pucat ketakutan karena Zhang Xiao Long mengetahui sikapnya terhadap Yanmi.
" Iya. " Jawab Zhang Xiao Long yang melirik ke arah Tang Hui Lan yang menundukkan wajahnya dengan takut di marahi oleh Zhang Xiao Long.
" Hmm, kau jangan marah kepada Tang Hui Lan karena aku yang telah salah dalam mengurusi urusan pakaian mu yang menurutnya adalah tak sesuai dengan jabatan mu sekarang ini. " Kata Yanmi menatap lembut Zhang Xiao Long yang menghela napas panjang lalu jemari tangannya itu membelai rambut sanggul Tang Hui Lan yang kaget sekali karena Zhang Xiao Long merampas anting-anting milik Puteri Ching Ching yang di sembunyikan di balik anting-anting yang di pakai oleh wanita suku Tang ini.
" Aku takkan pernah memarahinya untuk kamu yang sudah memintakan maaf untuk nya. " Kata Zhang Xiao Long yang menundukkan wajahnya untuk makan siang berupa semangkuk nasi dan daging kecap sayuran yang suapin oleh Yanmi.
" Terimakasih atas pengertian mu, Kak Long. " Kata Yanmi tersenyum senang karena Zhang Xiao Long mendengarkan permintaannya.
Zhang Xiao Long menyimpan anting-anting milik Puteri Ching Ching di dalam saku bajunya sendiri seraya tersenyum penuh arti kepada Yanmi yang tahu bahwa Zhang Xiao Long mengambil kedua benda kecil itu dari kedua telinga Tang Hui Lan.
" Tang Hui Lan mencuri sepasang anting Puteri Ching Ching selagi gadis itu tertidur pulas oleh obat bius Tang Hui Lan yang licik. " Kata Yanmi melalui tatapannya kepada Zhang Xiao Long.
" Aku tahu. Aku akan membunuhnya begitu Aku sudah tak membutuhkannya. "Kata Zhang Xiao Long dengan senyumannya untuk Yanmi yang menerima suapan makan siang dari Liu Lu Sian yang mengerti arti isyarat keduanya untuk taktik perang halus mereka terhadap keluarga Pulau Yun.
" Tuan Muda, ada surat untuk anda dari ruangan nomor empat. " Kata Liu Ting Ting yang baru saja masuk kembali ke ruangan mereka yaitu ruangan nomor tiga kepada Zhang Xiao Long yang menerima surat yang di taruh di dalam mangkuk makanan manis keluarga Kaisar Ming Huan yang di sodorkan oleh Liu Ting Ting itu untuk dirinya.
"Terimakasih, Ting Ting. " Jawab Zhang Xiao Long yang membuka mangkuk khas Kekaisaran Ming lalu memberikan makanan manis untuk Yanmi dan Liu Lu Sian. Sedangkan suratnya di baca olehnya melalui percikan air teh ke kertas suratnya sebelum di baca olehnya.
Bersambung..!