Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Penginapan Di Pintu Masuk Ke Ibukota Kekaisaran Bai.


Zhang Xiao Long menajamkan pendengarannya meskipun ia berada di dalam kereta kuda dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Bai sesuai arah petunjuk dari Bai Yung Ming yang berkuda di depan tandu yang memanggul Nyonya Xiao Bai Lu di dalamnya.


Angin semilir menyentuh dedaunan di sekitar dan aroma manis dari air hujan yang mulai turun dari langit ke tanah pun bisa di dengar dengan jelas di kedua telinga Zhang Xiao Long.


"Kakak pertama bisa kamu memberikan bantuan untuk ku adik kesembilan belas mu ini?" Suara seorang pria muda memelss kepada seorang pria lain yang berada jauh dari lokasinya berada bisa terdengar oleh Zhang Xiao Long.


"Adik kesembilan belas, bukannya aku tak mau memberikan bantuan untuk mu namun aku tak mau merugikan diriku sendiri yang telah dapat perhatian dari Ayahanda yang sudah aku nanti- nantikan selama beberapa tahun terakhir ini usai adik kelima ku yang baik hati itu lenyap tanpa jejak di kawasan perburuan gelar sarjana muda di Ibukota Kabupaten Kepulauan Angsa Putih demi seorang wanita tak berguna sama sekali. " Kata Pria yang dipanggil Kakak pertama oleh pria yang di panggil adik kesembilan belas.


"Kakak pertama, kau jangan terlalu pelit untuk memberikan bantuan untuk kami yang menjadi adik-adikmu yang selalu mendukungmu dari belakang selama ini. " Kata seorang pria lainnya.


"Adik kedua, aku bukannya pelit tetapi aku tak mau kehilangan kesempatan menjadi pemenang di perlombaan menjadi putra mahkota sesudah adik bodoh itu hilang tanpa jejak demi wanita yang tak pernah meliriknya sedikitpun. " Kata pria yang rupanya adalah Pangeran Pertama Bai Min Ho dengan sikap tak perduli terhadap adik -adiknya.


"Umm, baik.Jika kamu bersikeras untuk menolak memberikan bantuan untuk kami..?, Ya terpaksa kami harus menggunakan cara lain untuk posisi kami sebagai putra-putra ayahanda bisa terlihat oleh ayahanda kita tercinta." Kata pria yang nada suaranya begitu sinis kepada kakak pertama mereka.


"Cara apa yang ingin kalian lakukan untuk kalian bisa mendapatkan perhatian dari ayahanda kita? " Tanya Pangeran pertama dengan nada panik.


"Kau akan tahu sendiri sesudah kamu melihat apa yang akan kami lakukan untuk kami bisa seperti mu. " Jawab adik kesembilan belas nya dengan nada sarkastis sambil menepuk tangan.


Lalu sejumlah pengawal yang bertubuh besar dan menyeramkan muncul dengan membawa seorang gadis muda yang di sumpal mulutnya dengan bom rakitan ke hadapan kakak pertama mereka yang tercengang kaget setengah mati.


"Laknat kalian..! Cepat kalian bebaskan putriku atau aku akan menguliti kalian..! " Teriak Kakak pertama mereka dengan marah.


"Hahaha.. Kakak pertama yang terhormat dan terkasih.. Ayolah kau berikan pernyataan resmi terkait informasi paket yang di kirimkan oleh Ratu Kalina kepadamu beberapa hari lalu kepada kami untuk menukar nyawa dengan nyawa putri kesayangan mu ini. " Kata adik kesembilan belas yang mencengkram tengkuk putri dari Bai Min Ho.


"Sialan.. Kalian..! Baiklah, aku akan berikan apa yang kalian inginkan tapi bebaskan dahulu Sin Yue ku.." Kata Bai Min Ho dengan gemetaran.


"Tak ada adil kalau kami membebaskan Putrimu dahulu sebelum kamu memberikan informasi tersebut kepada kami..! Mmm, saling tukar menukar saja.. Bagaimana? " Sinar mata tajam yang dilayangkan oleh adik kesembilan belas nya itu menambah rasa sakit hati pada Bai Min Ho semakin besar.


"Baik.. Silakan kalian ikuti aku ke penginapan di depan pintu masuk ke Ibukota Kekaisaran Bai yaitu Penginapan Angsa Putih untuk kalian bisa mendapatkan informasi tersebut dengan aman. " Kata Bai Min Ho yang terdengar di paksa untuk mengantarkan adik-adiknya ke penginapan yang di maksud olehnya itu.


Zhang Xiao Long membuka sepasang matanya usai mendengarkan dengan jelas percakapan antara putra-putra Kaisar Bai dari jarak jauh di dalam kereta kuda yang ditumpangi olehnya dan kedua orang istrinya itu.


"Kalian tunggu aku di Ibukota Kekaisaran Bai bersama dengan mereka, sedangkan aku harus melakukan satu hal yang paling penting untuk kemenangan kita atas Kekaisaran Bai. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman manis pada kedua orang istrinya di dalam kereta kuda.


Zhang Xiao Long melesat cepat meninggalkan kereta kuda melalui jendela kereta kuda menuju ke arah yang telah di dengarnya dari Bai Min Ho melalui percakapan para putra dari Kaisar Bai sendiri.


Brrrrr!


Di tengah jalan menuju ke arah selatan yang jadi arah tujuan Zhang Xiao Long terlihat seorang pria yang merintih kesakitan pada lututnya yang berlumuran darah.


"Tolong aku.. " Rintih pemuda yang meminta pertolongan kepada Zhang Xiao Long.


"Sabarlah. Aku akan menolongmu. " Kata Zhang Xiao Long memeriksa keadaan pemuda itu dan membawanya ke kuil kosong terdekat untuk di obati olehnya.


"Kau ini siapakah? Kenapa kamu mengalami luka parah seperti ini? " Tanya Zhang Xiao Long nada ramah kepada pemuda ini padahal Zhang Xiao Long mengetahui bahwa pria yang ditolongnya itu adalah putra mahkota asli Kekaisaran Bai.


"Aku putra mahkota Kekaisaran Bai yang telah di culik oleh orang-orang Kakak pertama ku Bai Min Ho di acara perburuan bintang buas di puncak gunung Bai barat, lalu mereka menyiksaku dan memotong sebelah kakiku agar aku tak pernah bisa menjadi penerus ayahanda kami. " Jawab Bai Chen menatap sedih kaki kanannya yang kini telah hilang darinya.


"Kejam sekali Kakak pertama mu itu tapi saat ini dia sedang mendapatkan karmanya dari saudara -saudara mu yang lainnya yang menyeretnya ke penginapan angsa putih untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi Kekaisaran Bai kalian. " Kata Zhang Xiao Long nada tak peduli dengan penderitaan Pangeran Mahkota Bai Chen meskipun ia mengobati luka pada lubang di paha pemuda itu yang menganga lebar.


"Kau siapakah..? " Tanya Bai Chen pucat pasi.


"Aku Zhang Xiao Long yang akan mengurangi rasa sakit mu dengan cara mengirim mu ke alam akhirat. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah menotok ubun-ubun Bai Chen hingga berlubang lebar.


Cus!


Lalu Zhang Xiao Long mengambil surat rahasia Bai Chen dari dalam pakaian yang berlumuran darah di tubuh Bai Chen dan menyimpannya di pergelangan tangannya.


Zhang Xiao Long telah berkelebat dengan cepat menuju ke penginapan angsa putih dengan tepat waktu dengan cara menyelinap ke atas genteng yang tepat untuk mendengarkan percakapan Bai Min Ho dengan adik -adiknya yang memaksa pria itu untuk memberikan informasi rahasia yang sangat besar bagi Kekaisaran Bai sebagai akhir dari perlombaan menjadi penerus tahta Kaisar Bai yang berikutnya.


"Paket ini berbeda dengan paket yang kami lihat dari orang yang kami perintahkan untuk selidiki dirimu.. " Kata adik kesembilan belas dari Bai Min Ho.


Bersambung!