
He Xiao Chao kembali menyerang orang yang menyamar sebagai Raja Tang yang telah di ketahui adalah Tang Si Yen saudara tiri dari Tang SI Huan. Gadis hebat ini membuat Tang Si Yen terdesak hebat dengan serangan-serangan yang dilontarkannya secara lihai sekali melalui ilmu sinkang siluman rase putih yang dashyat.
Plak!
Plak!
Plak!
Tang Si Yen bergerak mundur dari singasana dan menggerakkan tangannya ke belakang dan keluarlah sebuah pedang yang tajam menyerang He Xiao Chao dengan ganas sekali.
Wuuuutzz!
He Xiao Chao mengelak dengan lincah sekali dari serangan-serangan pedang yang di gunakan oleh Tang Si Yen yang bernafsu ingin sekali membunuhnya.
Swooosh!
Liu Tong melesat dengan pedangnya yang kini menyerang secara langsung ke arah tengkuk leher Tang Si Yen sampai saudara tiri dari Tang Si Huan ini harus melesat ke samping untuk pria ini bisa terhindar dari tebasan pedang Liu Tong.
Wuuuutzz!
Pedang Liu Tong yang lincah telah lebih dahulu bergerak ke batang lehernya yang langsung di tebas hingga darahnya muncrat di seluruh istana Raja Tang.
Crakkk!
Liu Tong telah berdiri tegak di depan Tang Si Huan yang termangu melihat hasil pertarungan yang terjadi di depan matanya dan ia pun tahu bahwa pemuda di hadapannya juga memiliki ilmu kepandaian silat yang mengesankan dan juga menakutkan.
" Teman, terimakasih atas bantuanmu yang telah membunuh pengkhianat hina itu. " Kata Tang Si Huan menghaturkan rasa hormatnya kepada Liu Tong.
"Pangeran Mahkota Tang Si Huan, sekarang ini kami hanya bisa meminta izin dari mu untuk kami bisa mengunjungi menara terbengkalai di istana Kerajaan Tang anda. " Kata Liu Tong yang memperlihatkan piala milik Tang Si Chen kepada Tang Si Huan yang bingung dengan benda di tangan Liu Tong.
" Benda apa itu di tanganmu? " Tanya Tang Si Huan jujur kepada Liu Tong.
" Piala penyimpanan tujuh pil rahasia milik Tang Si Chen yang telah kosong dan sekarang kami ingin mencari dan menemukan tujuh pil rahasia itu yang telah kami duga telah di sembunyikan di dalam menara terbengkalai di istana Kerajaan Tang kalian untuk mencegah Tang Si Chen memiliki ilmu im dan yang sesatnya yang akan mendatangkan musibah bagi dunia persilatan. " Jawab Liu Tong menjelaskan secara detail mengenai pil rahasia milk Tang Si Chen kepada Tang Si Huan.
" Baiklah, aku mengizinkan kalian semua untuk menyelidiki menara terbengkalai di istana Kerajaan Tang untuk menemukan tujuh pil rahasia Tang Si Chen yang dapat menimbulkan bahaya besar untuk orang-orang di luar istana Kerajaan Tang. " Kata Tang Si Huan yang cepat memberikan plakat tanda pengenalan nya kepada Liu Tong.
" Terimakasih atas kepercayaan yang telah anda berikan kepada kami. " Kata Liu Tong sopan dan hormat kepada Tang Si Huan sebelum melesat keluar dari istana Raja Tang.
Brrrr!
" Paman Beng, kau jaga para gadis di sana. " Kata Liu Tong dengan ilmu khikang mengirim pesan kepada Beng Loan Ki.
Zhang Xiao Long memaksa Li Shimin untuk buka pintu masuk ke hutan bunga champa merah muda untuk Zhang Xiao Long bisa menolong Liu Lu Sian yang telah di sembunyikan Li Shimin di hutan yang terletak di jalan surga Bao nomor empat.
Zhang Xiao Long membenturkan kepala Li Shimin ke pintu hingga remuk ketika ia berhasil menemukan Liu Lu Sian yang pingsan di atas rumput bunga champa merah muda.
" Lu Sian...! " Panggil Zhang Xiao Long yang kini memeluk istrinya dan mengerahkan ilmu sinkang bunga xia untuk menyadarkan istrinya.
" Nggh, Kak Long aduh kepala ku sakit sekali. " Keluh Liu Lu Sian yang telah sadar dari pingsan dan menemukan dirinya di dalam pelukan Zhang Xiao Long.
" Ahh, syukurlah kau tak kekurangan apapun. " Kata Zhang Xiao Long yang telah memeriksa kondisi fisik istrinya melalui ilmu sinkang bunga Xia melalui telapak tangannya menyentuh halus istrinya yang berada di pelukannya.
" Kak Long, kenapa aku bisa berada di hutan bunga champa merah muda? " Tanya Liu Lu Sian yang di bantu oleh Zhang Xiao Long untuk berdiri tegak di kedua kakinya yang bersepatu mungil.
" Li Shimin menculik mu dan membuangmu di hutan bunga champa merah muda untuk balas dendam terhadap ku. " Jawab Zhang Xiao Long yang menunjuk ke arah mayat Li Shimin yang kepalanya remuk terkena benturan pintu masuk ke hutan bunga champa merah muda untuk Liu Lu Sian bisa melihat musuh yang telah membuat Liu Lu Sian menderita telah tewas di tangan Zhang Xiao Long.
" Kak Long, kau sungguh mencari aku ke tempat ini? " Ucap Liu Lu Sian yang menangis terharu melihat Zhang Xiao Long mencemaskan dirinya.
" Iya,Adik Sian. " Jawab Zhang Xiao Long yang telah mengajak istrinya meninggalkan hutan bunga champa merah muda untuk kembali ke istana Kerajaan Tang.
" Kak Long, kau sungguh baik sekali kepadaku. " Kata Liu Lu Sian yang telah di gendong Zhang Xiao Long melesat keluar dari hutan bunga champa merah muda kecepatan kilat langsung menuju ke arah menara terbengkalai di istana Kerajaan Tang.
Brrrr!
" Iya, tentu saja aku harus baik kepada mu, Adik Sian. Kau ini istriku yang sangat aku sayangi. " Kata Zhang Xiao Long yang tersenyum lembut kepada Liu Lu Sian yang membalasnya dengan ciuman di lehernya.
Dari atas genteng istana Kerajaan Tang bagian barat daya. Zhang Xiao Long dapat melihat Liu Tong yang membawa plakat tanda resmi dari Pangeran Mahkota Tang Si Huan untuk masuk ke menara terbengkalai di istana Kerajaan Tang ke hadapan para pengawal yang menjaga menara tersebut.
" Aku mendapatkan izin khusus untuk masuk ke dalam menara terbengkalai di istana Kerajaan Tang bagian barat daya dari Pangeran Mahkota Tang Si Huan. " Kata Liu Tong dengan suaranya lantang kepada para pengawal yang ternyata adalah para pasukan khusus Ratu Tang yang berjuluk Laskar Merpati Giok Tang yang berdiri di depan pintu masuk ke menara terbengkalai di depan matanya.
" Jangan satu orang pun dari kalian yang harus mematuhinya!" Teriak Ratu Tang yang asli di atas menara terbengkalai kepada para pasukan khususnya.
" Ya, Yang Mulia..! " Sahut para pasukannya yang telah mengeluarkan pedang dari sarung untuk menghadapi Liu Tong yang tahu bahwa ia harus memakai cara kekerasan untuk masuk ke dalam menara terbengkalai di depannya dengan aman.
Singgg!
" Hmm, kalian semua cari mati sendiri melawan ku..! Majulah..! " Hardik Liu Tong yang telah mengacungkan pedangnya ke arah pasukan Ratu Tang.
Bersambung!