
Zhang Xiao Long membuka sepasang matanya di pagi hari yang cerah dengan sinar matahari pagi mencorong langsung ke arah kamar tidur yang di tempati olehnya bersama dengan Beng Loan Ki.
" Tuan muda Zhang, kapal laut keluarga Yun ini telah tiba di pantai timur pulau Yun." Kata Yu Song Bu mendatangi Zhang Xiao Long di kamar dengan pemuda ini sudah rapi dan wangi.
" Hmm, baiklah. Terimakasih Yu Song Bu. " Kata Zhang Xiao Long yang langsung melompat dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan rapi-rapi.
" Paman Beng, sarapan pagi sudah di siapkan di ruang serbaguna oleh pihak kapal laut keluarga Yun. " Kata Yu Song Bu dengan senyum kepada Beng Loan Ki yang sudah rapi dan wangi dengan penampilan yang baru dan segar.
" Ya, Song Bu terimakasih. " Kata Beng Loan Ki yang berjalan menuju ke ruang serbaguna dan melihat yang lain telah duduk dengan rapi di bangku mereka masing-masing.
" Wangi sekali kamu, Hong Xiu. Minyak wangi apa yang kamu pakai untuk hari ini?? " Tanya Liu Tong pemuda murid Ketua sekte pengemis bunga teratai putih yang berjuluk Pendekar Rubah Emas dengan senyuman sayang kepada gadis cantik jelita yang duduk di bangku sisi lain pemuda itu.
" Minyak wangi bunga seroja putih. " Jawab Li Hong Xiu memiringkan kepalanya untuk Liu Tong bisa menghirup aroma minyak wangi nya.
" Mm, pantas saja wangi mu beda dari biasanya. " Kata Liu Tong yang menyelipkan tangannya ke bibir manis kekasihnya untuk meraih bibir manis itu dan di ciumnya dengan lembut.
" Jia Jia, tutup mata mu. " Kata Liu Ting Ting yang cepat mencegah Jia Jia melihat Liu Tong dan Li Hong Xiu berciuman mesra di pagi hari itu.
" Ting Ting, kau cantik sekali pagi ini. " Kata Xi Ke yang malah merangkul gadis itu dari belakang dan menciumnya singkat sampai Jia Jia harus menundukkan wajahnya dengan cepat untuk anak kecil itu tidak melihat apa-apa mengenai kedua orang dewasa di dekatnya.
" Kalian ini bisa bersikap dewasa dan sopan di depan ku. " Kata Beng Loan Ki manyun karena Ia cemburu dengan kemesraan yang di perlihatkan oleh anak -anak muda di sekitarnya.
" Ah, ya Paman Beng. " Kata anak-anak muda itu ramai sekali.
" Yanmi, tolong rambutmu di sanggul seperti Liu Lu Sian dan Yu Lian Xing serta Tang Yuan Jing untuk mencerminkan pribadi seorang wanita yang sudah menikah dan bersuami. "Kata Zhang Xiao Long yang menyuruh istri keduanya untuk menata rambut dengan penampilan seorang wanita bukan seorang gadis muda.
" Iya, Kak Long. " Jawab Yanmi yang mematuhi Zhang Xiao Long dengan cepat sebelum di tegur ulang oleh suaminya itu.
" Ingat peraturan yang berlaku untuk kalian yang menjadi istriku yaitu: Pertama rambut di tata rapi seperti wanita sudah menikah, dua pakai cadar di wajah kalian, ketiga di larang bicara dengan pria lain selain aku dan keluargaku, keempat di larang pergi ke manapun tanpa izin dari ku dan kelima di larang berjalan di depanku. " Kata Zhang Xiao Long membuat peraturan untuk para istrinya.
" Iya, Kak Long. " Kata para istrinya patuh.
" Astaga, untung aku bukan istrinya? Kalau aku istrinya aku bisa mati jenuh dengan peraturan yang di tetapkan olehnya. " Kata Bi Lian yang memilih pergi ke ruang serbaguna untuk gadis itu bisa bergabung dengan yang lainnya.
" Bi Lian, kau saudari seperguruan ku tolong jaga sikapmu dengan sopan. " Kata Liu Tong yang menegur gadis itu untuk sopan kepada Zhang Xiao Long.
" Ya, Kak Tong. " Jawab Bi Lian yang duduk di bangku sebelah Li Hong Xiu yang tersenyum ramah kepada calon adik iparnya itu.
" Puteri Ching Ching, kau cepatlah kemari dan sarapan pagi bersama dengan kami sebelum kita harus bergabung dengan rombongan lain untuk turun dari kapal laut keluarga Yun. " Kata Yu Song Bu yang sibuk mengatur jadwal mereka semua. Pemuda ini menunggu di depan pintu kamar tidur Puteri Ching Ching. Ia terpana saat melihat gadis cantik jelita yang ditunggu olehnya melewatinya dengan langkah sepasang kaki yang bersepatu mungil itu melangkah begitu anggun sekali.
" Kak Ching, silakan kamu duduk di bangku sisi kanan Adik Xing. " Kata Zhang Xiao Long yang mulai memanggil gadis suku khitan ini dengan panggilan Kakak Ching, karena gadis itu adalah calon ibu tirinya yang akan segera di nikahi oleh Kaisar Li ayah kandung pemuda hebat ini.
"Iya, Tuan muda Zhang. " Jawab Puteri Ching Ching nada sopan kepada Zhang Xiao Long yang sebenarnya telah mendatangkan cinta di hati gadis ini namun Ia tahu bahwa ia telah di pilih untuk perdamaian di wilayah utara oleh pihaknya yang menginginkan dirinya menjadi hadiah untuk Kaisar Li.
" Ya, Song Bu terimakasih atas informasi yang kamu berikan kepada ku. " Kata Zhang Xiao Long yang meletakkan sepasang sumpit nya di atas meja makan, lalu berjalan meninggalkan ruangan nomor tiga dengan di ikuti oleh keempat orang istrinya dan rombongannya.
Di bagian paling atas dari kapal laut keluarga Yun. Mereka bertemu dengan rombongan Li Yun Shiang dan rombongan dari Puteri Ming Ming juga sejumlah rombongan lainnya.
"Para tamu undangan untuk menghadiri acara pertemuan para pendekar dunia persilatan yang telah di undang oleh Ketua sekte Pulau Yun silahkan mengikuti langkah kami menuju ke arah Pulau Yun. " Kata salah seorang dari pihak Sekte Pulau Yun yang telah menyambut kedatangan mereka semua.
Rombongan demi rombongan melangkah turun dari kapal laut keluarga Yun dengan langkah yang tegak lurus mengikuti arahan para anggota Sekte Pulau Yun sebagai pihak rumah. Mereka di antarkan kepada pihak rumah Ketua sekte Pulau Yun yang telah menerima mereka untuk di antar ke ruangan tamu yang telah di siapkan dengan sangat baik oleh pihak rumah dengan tertata rapi sekali.
"Pangeran muda Tang, silakan Anda menempati ruangan nomor tujuh untuk rombongan Anda di markas besar Sekte Pulau Yun sebagai tempat tinggal Anda selama acara pertemuan para pendekar dunia persilatan berlangsung sampai berakhirnya acara pertemuan para pendekar dunia persilatan yang kamu selenggarakan di pulau Yun kami. " Kata salah satu dari anggota Sekte Pulau Yun yang mengantarkan Zhang Xiao Long dan rombongannya ke sebuah Paviliun yang cukup mewah sebagai tempat tinggal Zhang Xiao Long untuk sementara waktu
" Ya, terimakasih. " Jawab Yu Song Bu sebagai wakil Zhang Xiao Long dengan sopan kepada pihak rumah.
Setelah pihak rumah meninggalkan mereka di paviliun yang bertuliskan' Paviliun Pulau Yun timur laut'. Mereka segera merapikan barang -barang pribadi di kamar masing-masing yang telah di sediakan oleh pihak rumah untuk mereka semua.
" Hmmm, paviliun kita tempati ini cukup jauh dari paviliun yang di tempati oleh rombongan lainnya. " Kata Liu Tong menjatuhkan bokongnya di kursi di depan pintu masuk ke paviliun.
" Iya, itu bagus untuk Kita bisa berwisata malam di pulau Yun yang ajaib ini. " Kata Li Hong Xiu yang duduk di kursi di sebelahnya.
" Ya, tapi kita harus hati -hati dengan tindakan kita selama di pulau Yun, karena mereka semua adalah musuh -musuh yang cukup cerdas di dalam segala tindakan yang mereka lakukan untuk menghadapi lawan mereka." Kata Liu Ting Ting yang mengikat tali kekang Hu Yang San di pohon besar depan pintu masuk ke paviliun.
" Yang paling penting adalah kita harus waspada terhadap makanan dan minuman yang mereka siapkan untuk kita. " Kata Xi Ke yang tangannya menyelipkan sehelai kertas kepada Zhang Xiao Long yang melewatinya untuk masuk ke dalam ruangan paviliun.
" Surat kosong. " Kata Liu Lu Sian halus di sisi lain Zhang Xiao Long yang telah duduk di kursi dalam ruangan.
" Iya. " Jawab Zhang Xiao Long.
" Bagaimana cara untuk kita bisa melihat tulisan di surat kosong itu? " Tanya Tang Yuan Jing ingin tahu kepada Zhang Xiao Long yang menerima secangkir teh hangat dari Yanmi siapkan untuk dirinya.
" Aku akan mencari tahu cara untuk melihat dan membaca surat kosong ini." Jawab Zhang Xiao Long meletakkan cangkir teh setelah meminum air teh itu dengan nikmat sekali.
" Hmm, apakah kamu ingin makan camilan yang telah aku siapkan untuk mu?" Tanya Yu Lian Xing yang menyodorkan sepiring kue manis kepada Zhang Xiao Long.
" Tidak, aku masih kenyang dan saat ini aku tak ingin makan apapun. " Jawab Zhang Xiao Long halus kepada Yu Lian Xing seraya membakar surat kosong dengan api di atas lilin di atas meja di sampingnya.
" Tulisannya terlihat dengan berantakan sekali. " Kata Bi Lian melihat dari belakang kertas di telapak tangan Zhang Xiao Long.
" Hmm, bukan tulisan berantakan melainkan kode sandi yang harus kita pecahkan untuk tiga acara pertemuan para pendekar dunia persilatan besok hari. " Kata Zhang Xiao Long yang melihat adanya tanggal dan jam yang telah di tentukan di kertas itu.
" Hmm, apa kode sandinya?? " Tanya Yanmi yang telah mendekati Zhang Xiao Long untuk ikut mengamati tulisan yang membingungkan di atas kertas itu.
Bersambung!