
Suara seseorang mengikuti langkah kaki anggun Ibu Suri Leng yang sedang berjalan menuju ke arah penjara bawah tanah untuk melihat pria yang menjadi tawanannya. Wanita anggun ini berbicara dengan kakaknya yang bernama Leng Ren Zi yang berpenampilan seperti seorang ahli pengobatan atau tabib kelas bangsawan dari Ibukota Kekaisaran Li.
"Leng Suo, aku sudah menanyakan soal buku yang kita inginkan darinya tetapi ia sangat keras kepala sekali dengan tidak mau memberikan informasi mengenai buku yang kita inginkan yang membuat ku harus memakai cara lain untuk ia bicara." Kata Leng Ren Zi yang berjalan di samping Ibu Suri Leng Suo.
Mereka menuruni tangga batu dengan langkah anggun sekali lalu berbelok ke koridor kanan dari ruangan penjara bawah tanah lalu terlihatlah pria usia tiga puluh lima tahun yang terikat pada tiang dan di belenggu dengan besi dan baja yang membelenggu leher hingga ujung kedua kaki pria itu.
"Gao Min, sebaiknya kamu jangan pernah buat aku kehilangan kesabaran dalam menghadapi sifat buruk mu itu?! Ayolah kamu bekerjasama dengan ku, maka aku akan memberikanmu kebebasan untuk melihat anakmu lagi. " Kata Ibu Suri Leng Suo menghadapi tawanannya yang tak mau bicara kepadanya.
"Yang Mulia, kita gunakan cara ini saja untuk dia mau bekerjasama dengan Anda. " Kata Kasim Bo memberikan ide kepada Ibu Suri Leng Suo seraya membuka tirai penutup pada penjara yang lainnya untuk diperlihatkan kepada pria itu.
Gao Min tersentak kaget sekali melihat putranya menggeliat kesakitan di tanah dalam jeruji yang mengurung putra kesayangannya itu dan sisi lain putranya juga terlihat putrinya yang tergeletak tak berdaya di tanah dalam jeruji yang sama.
"Leng Suo bajingan tua kau..! Jika kamu berani jangan kau gunakan putra dan putri ku untuk mengancam kuuuu..! " Hardik Gao Min dengan sepasang matanya begitu bengis kepada Ibu Suri Leng Suo.
Kasim Bo maju dengan pecut di tangannya siap di ayunkan ke tubuh Gao Min yang berani untuk memaki Ibu Suri Leng Suo di depannya yang sangat memuja Ibu Suri Leng Suo yang menjadi majikannya.
"Gao Min kurang ajar sekali kau berani memaki Ibu Suri Leng Suo..?! " Bentak Kasim Bo yang benar-benar mengayunkan pecut ke tubuh Gao Min.
Tar!
Pecut merobek tubuh Gao Min dengan sangat menyakitkan sekali sampai Gao Min memucat di wajahnya tetapi tak satupun keluhannya keluar dari mulutnya.
"Kasim Bo, gunakan stempel mu untuk tubuhnya bisa merespon kemarahan mu untuk menegur nya yang telah memaki ku. " Kata Ibu Suri Leng Suo yang mengambil besi panas dari tungku api yang di serahkan olehnya kepada Kasim Bo.
"Baik, Ibu Suri Leng. " Jawab Kasim Bo dengan nada hormat kepada Ibu Suri Leng Suo seraya menerima stempel besi panas dari genggaman tangan Ibu Suri Leng Suo, lalu ia mendekati Gao Min dengan stempel besi panas itu di acungkan ke depan sepasang mata Gao Min.
"Gao Min, cepat kamu minta maaf kepada Ibu Suri Leng Suo sebelum stempel besi panas ku ini menoreh di tubuh mu..! " Hardik Kasim Bo.
"Cih.. Aku tak pernah takut apapun..Silakan saja kau gunakan ancaman yang ingin kamu lakukan untuk aku memberitahukan buku yang kalian inginkan dariku yang akan aku bawa kedalam kuburan ku sendiri. " Kata Gao Min dengan nada tenang sekali menghadapi ancaman yang akan datang kepadanya.
Kasim Bo yang sudah marah telah menorehkan stempel besi panas ke tubuh Gao Min dengan wajahnya tak menunjukkan kebaikan hatinya yang selama ini dikenal oleh semua orang di istana Kekaisaran Li sebagai kepala Kasim yang berpengaruh di istana Kekaisaran Li.
Cussss!
"Kita harus segera menolongnya. " Kata Wen Baoning yang melihat kekejaman Ibu Suri Leng Suo dan orang-orang nya terhadap Gao Min.
"Sabar, aku ingin tahu apa hubunganmu dengan Gao Min? Aku juga mau tahu siapa sbenarnya Gao Min itu? " Ujar Zhang Xiao Long yang juga melihat hal ini dari tempat persembunyiannya bersama dengan Putri Agung Wen Baoning yang cantik jelita itu.
"Dia adalah pengawal pribadi Kaisar Li yang telah hilang beberapa waktu lalu saat di utus ke daerah selatan untuk mencari seseorang yang mempunyai buku dunia persilatan yang sedang di buru oleh semua tokoh-tokoh di seluruh dunia persilatan, dan sekarang aku menemukannya di tawan oleh Ibu Suri Leng Suo." Jawab Putri Agung Wen Baoning yang menaruh lengannya di pundak kekar Zhang Xiao Long.
"Aku punya cara untuk membebaskan Gao Min sekaligus menghukum mati Ibu Suri Leng Suo dan semua antek-antek nya. Apakah kamu mau membantuku untuk membunuh mereka yang telah berpura-pura berhati mulia di depan mu dan Kaisar Li? "Imbuh Zhang Xiao Long kepada Putri Agung Wen Baoning yang menatapnya.
" Baik, aku mau membantumu dengan sukarela asalkan kamu mau membantuku untuk satu permintaan saja dariku untuk kamu kabulkan." Sahut Putri Agung Wen Baoning yang terpesona dengan ketampanannya.
"Hmm, apa satu permintaan mu itu yang ingin aku kabulkan? " Tanya Zhang Xiao Long dengan senyum cerah di bibirnya yang menggoda iman Putri Agung Wen Baoning yang ingin mencoba untuk mencicipi bibir manis pemuda tampan itu.
"Jadikan aku wanita paling beruntung di dunia ini di dalam hidupmu. " Jawab Putri Agung Wen Baoning yang menelan air liurnya melihat jakun di tenggorokan Zhang Xiao Long.
"Baiklah, apa susahnya untuk menjadikanmu sebagai wanita paling beruntung di dunia ini di dalam hidupku? " Ucap Zhang Xiao Long tanpa beban.
"Terimakasih Yang Mulia. " Kata Putri Agung Wen Baoning tersenyum bahagia sekali setelah mendengar permintaannya di kabulkan oleh pria muda yang membuatnya tergila-gila itu.
Zhang Xiao Long mengajaknya untuk mengikuti langkah rombongan Ibu Suri Leng Suo yang telah berjalan keluar dari penjara bawah tanah usai menginterogasi tawanan mereka dengan hasil nihil.
"Sialan, pakai cara apa lagi untuk menaklukkan pria bodoh itu? " Geram Ibu Suri Leng Suo yang menaiki tangga batu lalu pintu masuk ke penjara bawah tanah tertutup rapat di belakangnya.
Zhang Xiao Long dan Putri Agung Wen Baoning mengikuti mereka menuju ke arah bangunan di sisi kanan taman catur yaitu istana dingin atau istana pengasingan bagi para wanita yang tak diinginkan atau tak pernah di lihat oleh Kaisar Li.
"Ada tiga ribu wanita cantik dari berbagai daerah dan generasi yang tinggal di istana dingin yang menyedihkan sekali bagaikan neraka dunia bagi kaum wanita di istana Kekaisaran Li. " Kata Putri Agung Wen Baoning dengan raut wajahnya amat sendu menunjukkan bahwa wanita-wanita di istana merupakan wanita-wanita paling kasihan di dunia ini.
"Dibalik kemegahan istana, kebesaran Kaisar dan kehebatan seorang laki-laki penguasa juga terdapat sisi gelapnya yang menyengsarakan hati wanita yang tidak seharusnya menjadi salah satu dari wanita-wanita istananya maupun di luar istananya. " Kata Zhang Xiao Long nada iba terhadap kaum wanita di sisi Ayahnya sehingga ia teringat tentang ibunya yang harus menderita penyakit rindu kepada ayahnya di luar istana Ayahnya.
Bersambung!