Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Duri Bunga-Bunga Di Taman Istana Kekaisaran Naga Merah.


Zhang Xiao Long membuka buku gulungan yang diambilnya dari salah satu rak buku di ruangan pribadinya yang lalu diletakkannya di atas meja di belakangnya sambil mencari buku yang lain di rak buku yang lainnya.


"Buku yang ingin aku cari dan ingin ku pelajari di ruangan pribadi ku, kenapa bukunya tidak ada? " tanya Zhang Xiao Long memeriksa setiap buku di lemari buku koleksi pribadinya dengan cermat sekali.


"Kak Long, buku apa yang sedang kamu cari itu? " tanya Ratu Amira Ming yang berjalan masuk ke ruangan pribadi Zhang Xiao Long dengan sikap yang anggun dan agung.


Zhang Xiao Long menghela napas panjang lalu Ia membalikkan badannya untuk menghadapi istrinya yang sudah duduk manis di kursi depan meja pribadinya.


"Aku mencari buku tiga puluh lima ribu kebajikan untuk kaum wanita di istana Kekaisaran Naga Merah yang ingin aku berikan kepada Nalan Yan Ran setelah malam tadi aku memperhatikan ada yang tidak benar dari sikapnya yang membuatku mencurigainya. " jawab Zhang Xiao Long yang berjalan menghampiri Ratu Amira Ming.


"Untuk apa kamu mencurigai salah seorang dari istrimu? Bukankah hal ini berarti kamu tidak bisa mempercayai mereka yang selalu ada untukmu di setiap harimu? " tanya Amira Ming yang jemari tangannya di genggam erat oleh jemari Zhang Xiao Long.


"Waspada terhadap tindak penipuan adalah sifat alami dari seorang pria yang memiliki istri yang banyak seperti ku untuk keutuhan rumah tangga ku di istana Kekaisaran Naga Merah. " jawab Zhang Xiao Long yang mengangkat tangannya di pipi lembut Ratu Amira Ming.


"Oh, apakah kamu juga mencurigai aku yang tiap waktu menemanimu? " tanya Amira Ming lembut mengangkat wajahnya yang cantik jelita untuk menatap Zhang Xiao Long yang menundukkan wajah untuk membalas tatapannya.


"Iya, Aku selalu curiga padamu yang selalu buat ku mencari tahu tentangmu yang selalu menjadi misteri bagiku namun aku tidak sanggup untuk menjauhkan diri ku darimu." jawab Zhang Xiao Long yang mencium bibir Amira Ming.


"Artinya kamu terlalu banyak berpikir mengenai diriku, Kak Long. Kamu tenang sajalah aku Amira Ming adalah buku yang harus kamu baca sedikit demi sedikit untuk kamu mengetahui aku seperti aku mempelajari tentang mu sejak awal aku melihatmu dahulu di awal jumpa kamu." kata Amira Ming yang melingkari kedua lengannya di leher Zhang Xiao Long untuk membalas ciuman lembut Zhang Xiao Long pada bibirnya.


"Ming Ming,bolehkah aku tahu sejak kapan kamu mulai memperhatikan diriku yang waktu itu tidak pernah menyadari kepedulianmu kepadaku?" tanya Zhang Xiao Long memindahkan posisinya untuk duduk di atas pangkuannya.


"Entahlah, cinta datang tanpa diundang untukku yang selalu ingin membahagiakan dirimu walau harus menunggu sampai kau melihatku." jawab Amira Ming yang meneteskan airmata cinta dari sepasang mata indah untuk Zhang Xiao Long.


"Cinta?Dulu aku mengganggap cinta adalah awal kehancuran bagi seorang pria seperti ku yang membuat ku harus waspada terhadap seorang wanita secantik dan secerdas dirimu namun aku sadar bahwa betapa aku ingin mendekatimu dan menanyakanmu apakah kamu baik-baik saja? Hal ini karena kamu selalu mengganggap dirimu seorang wanita yang kuat dan tangguh sehingga kamu tidak perlu kehadiran seorang pria seperti ku.. Ming Ming, aku mencintaimu dengan caraku sendiri meskipun aku tahu sainganku lumayan banyak untuk aku bisa menenangkan hatimu. " kata Zhang Xiao Long membelai lembut hidung mancung Amira Ming dengan hidungnya sendiri.


"Kak Long, kau menyatakan cinta kepadaku hari ini di malam hari ini? " tanya Amira Ming tertawa lembut menatapnya.


"Iya, aku sebenarnya aku sudah lama ingin sekali aku ungkapkan perasaan cinta ku padamu tetapi aku khawatir kamu akan menolak cintaku karena aku memiliki banyak wanita yang mengelilingiku dengan alasan mereka masing-masing yang ku tahu untuk mendapatkan kekuasaan dariku yang dapat memberikan anugerah untuk mereka dan kehancuran bagi mereka yang tidak menghargai perasaan ku maupun kebaikan hatiku kepada mereka." jawab Zhang Xiao Long menunjukkan buku gulungan di atas mejanya kepada Amira Ming yang ikut membaca buku itu.


"Peta kepulauan utara? " tanya Amira Ming yang membuka lipatan-lipatan gulungan pada buku yang terbuat dari gulungan bambu kecil di atas meja pribadi Zhang Xiao Long.


"Benar sekali. Aku ingin melakukan perjalanan ke perairan utara daratan besar untuk mengetahui ada hal apakah di daerah tersebut setelah kamu melahirkan anakku yang selanjutnya dan setelah ulang tahunku ke dua puluh tujuh tahun. " jawab Zhang Xiao Long membelai lembut perut rata Amira Ming namun ia dapat merasakan denyut perut istrinya yang halus adalah denyut jantung bayi yang sedang tumbuh di dalam perut istrinya itu.


"Hmm, kau pasti memikirkan tokoh-tokoh utara dan selatan yang dahulu menjadi bibit penyakit di Kekaisaran Li di era Ayahandamu,Kak Long. Aku ingin membantumu namun aku harus cari cara untuk mendapatkan kembali ilmu sinkang dan ilmu silatku yang telah musnah pasca aku mengalami keracunan di pegunungan Himalaya beberapa waktu lalu. " kata Amira Ming dengan nada resah kepada Zhang Xiao Long.


"Ada cara untuk kamu memperoleh kembali ilmu sinkang dan ilmu silatmu, jadi kamu tak perlu merasa cemas untuk dirimu tidak bisa temaniku melakukan petualangan baru di perairan laut Utara dan Selatan daratan besar, sayangku." kata Zhang Xiao Long nada menenangkan hati dan pikiran Amira Ming.


"Oh, bagaimana cara untuk aku memperoleh ilmu sinkang dan ilmu silatku? " tanya Amira Ming dengan nada penuh harapan karena Zhang Xiao Long suaminya selalu mendukungnya dan menenangkannya.


"Aku akan membawamu ke dalam rawa di desa Xin An yang terletak di depan rumah mendiang guruku yang pertama. Disana ada sebuah buku untuk mendapatkan kembali ilmu sinkang dan ilmu silat yang musnah yang tentunya dapat membantumu, sayang. " jawab Zhang Xiao Long dengan nada lembut.


"Buku apakah yang kamu maksudkan itu, Kak Long? " tanya Amira Ming yang pindah duduk di kursi dekat jendela ruangan pribadi Zhang Xiao Long.


"Buku ilmu sinkang dan ilmu silat tujuh puluh lima jurus mengembalikan ilmu sinkang dan ilmu silat yang hilang baik oleh racun maupun oleh hal lainnya, namun harus melihat tekad baja dari orang yang ingin ilmunya kembali seperti semula bahkan ilmunya akan lebih meningkatkan lagi. " jawab Zhang Xiao Long sambil menulis sesuatu di buku gulungan kerjanya yang dikirimkan oleh Liu Tong kepadanya pada sore tadi.


"Hmm, baiklah, Kak Long. Aku tidak akan ganggu kamu bekerja di ruangan pribadimu, aku pamit untuk kembali ke istanaku. " kata Amira Ming yang berdiri di atas lantai lalu berjalan keluar dari ruangan pribadi Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long melanjutkan pekerjaannya di ruangan pribadinya. Sedangkan Amira Ming pergi ke istana Ratu Kekaisaran Naga Merah di bagian paling selatan di istana Kekaisaran Naga Merah. Wanita muda cantik jelita itu yang kini tidak memiliki ilmu sinkang dan ilmu silat tidak pernah menyadari bahwa setiap gerak-geriknya selalu di perhatikan oleh seseorang yang tidak pernah menyukai kehadirannya di dekat Kaisar Naga Merah.


"Aku harus melenyapkannya untuk posisiku tidak pernah di ambil alih olehnya." batin Nalan Yan Ran yang telah membayangi Amira Ming setelah Amira Ming meninggalkan ruangan pribadi Zhang Xiao Long.


"Yang Mulia Permaisuri Nalan Yan Ran, apakah rencana mu untuk melenyapkan Ratu Amira Ming akan berhasil di kala dia dalam keadaan lemah dan rapuh setelah kita mengetahui bahwa ia tidak lagi seperti dulu yang menakutkan bagi kita semua? " tanya seseorang yang berdiri di belakang Nalan Yan Ran di balik taman bukit buatan di dekat pintu masuk ke istana pribadi dari Amira Ming.


"Aku akan membuatnya keguguran lebih dahulu sebelum Aku akan membunuhnya." jawab Nalan Yan Ran yang diam-diam memasang tali tipis di dekat pintu masuk ke istana Ratu Amira Ming saat Amira Ming akan melewati pintu itu.


Tess!


Nalan Yan Ran mengangkat alisnya ketika Amira Ming dapat masuk ke istana pribadi istri paling disayang oleh Kaisar Naga Merah dengan bebas dan terlihat seakan-akan wanita itu tak melihat adanya bahaya yang mengancam wanita itu.


"Aku tak pernah percaya bahwa ia akan selamat dariku. " kata Nalan Yan Ran yang melesat cepat mengikuti Amira Ming masuk ke ruangan pribadi wanita muda yang terlalu berbahaya bagi Nalan Yan Ran itu.


Nalan Yan Ran melemparkan jarum-jarum tipis dari belakang punggung Amira Ming dengan satu kali lemparan halusnya saja yang jarum - jarum itu mengarah kepada Amira Ming yang tak melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya itu.


Syut,syutt!


Werrr!


Namun sebuah bulu yang berasal dari kemoceng di tangan seseorang yang mengejutkan Nalan Yan Ran telah meruntuhkan jarum-jarum tipis itu di lantai.


Wettzzz!


Jlebb!


"Ming Ming, kenapa kamu pulang ke istanamu tidak menunggu aku sampai aku selesai dalam mengerjakan pekerjaanku di ruangan pribadiku tadi? "suara Zhang Xiao Long mengejutkan hati Nalan Yan Ran yang langsung kabur dari tempat persembunyiannya di halaman luar pintu masuk ke istana pribadi Amira Ming.


" Ya, karena aku tak mau mengganggumu. "kata Amira Ming yang terdengar merangkul Zhang Xiao Long oleh kedua telinga teman atau kolega Nalan Yan Ran.


Kolega Nalan Yan Ran segera mengikuti Nalan Yan Ran meninggalkan istana pribadi Ratu Amira Ming untuk menuju ke istana Permaisuri Nalan Yan Ran sendiri, tetapi jarum-jarum tipis milik Nalan Yan Ran telah menusuknya dari belakang nya dan Ia melihat kepala Nalan Yan Ran telah putus dari leher wanita itu.


" Kalian pikir aku tidak tahu apa rencana kalian untuk Ming Ming ku juga bayinya di rahimnya. "kata Zhang Xiao Long yang telah berdiri di atas pohon dekat bukit buatan dengan sikap yang agung.


" Yang Mulia, ada apa ini...? Ah, kenapa Anda membunuh Permaisuri Nalan Yan Ran dan Selir ke dua puluh? " tanya Selir Agung Kim Hwee Li yang datang ke istana pribadi Ratu Amira Ming bersama dengan pasukannya dengan nada luar biasa terkejut.


"Karena dia telah berkhianat kepadaku dan ingin membunuh anak ku dan Ratu Amira Ming-ku. " jawab Zhang Xiao Long nada dingin kepada Kim Hwee Li lalu melesat cepat masuk ke istana pribadi Ratu Amira Ming untuk melihat keadaan istrinya itu.


Rupanya Nalan Yan Ran dan koleganya itu telah terkena ilmu kebatinan Zhang Xiao Long yang telah menggunakan ilmu itu untuk menipu dan mencari tahu rencana wanita-wanita itu yang telah dicurigai oleh Zhang Xiao Long ingin bunuh Amira Ming dari awal Amira Ming datang ke ruangan pribadinya hingga Amira Ming keluar dari ruangan pribadinya.Maka, Zhang Xiao Long pun mengikuti mereka dengan cermat lalu ia pun langsung menghukum mati keduanya setelah melihat kecurigaannya itu benar apaadanya.


"Mmmm, kalian semua bersihkan dan rapikan kembali jalanan di tempat ini.. " perintah dari Kim Hwee Li kepada para pasukannya.


"Siap, Paduka Selir Agung Kim Hwee Li. " jawab para pasukannya dengan serentak lalu jalankan perintahnya.


Kim Hwee Li kembali ke istananya dengan hati dan pikirannya kacau balau melihat kemarahan Zhang Xiao Long yang telah membunuh Nalan Yan Ran untuk menyelamatkan Amira Ming, dan hal ini sungguh mendatangkan rasa sakit hati di hati Kim Hwee Li.


"Hmm, Amira Ming kau telah menghancurkan kami semua dengan kelicikanmu menjauhkan kami dari Kaisar Naga Merah untuk kamu kuasai sendiri. " batin Kim Hwee Li.


Airmata kebencian mulai mendera Kim Hwee Li terhadap Amira Ming. Ia pun mengumpulkan semua harem di istana Kekaisaran Naga Merah di istana pribadinya untuk mengadakan rapat strategi untuk mengusir Amira Ming dari istana Kekaisaran Naga Merah tanpa sepengetahuan Kaisar Naga Merah.


"Tidak mudah untuk kita semua bisa mengusir wanita sialan itu dari istana Kekaisaran Naga Merah kalau Kaisar Naga Merah tetap mencintai dan mempercayainya, namun tidak kita semua buat siasat untuk Kaisar Naga Merah percaya pada kita daripada dirinya. "kata Selir ke-enam kepada Kim Hwee Li.


" Cara apa yang telah kamu dapatkan untuk kita semua bisa menang dari Amira Ming? " tanya Kim Hwee Li tersenyum senang dengan semua koleganya.


"Begini... " jawab Selir ke-enam yang mendekati dan membisikan sesuatu kepada Kim Hwee Li.


Kim Hwee Li menganggukan kepalanya dengan seulas senyuman telah merekah di bibirnya yang indah. Wanita itu pun memerintahkan sebagian Selir untuk menjalankan rencana mereka dengan matang dan sesuai dengan keinginannya. Maka, salah seorang dari anggota harem mendekati Amira Ming yang sedang duduk di bangku batu paviliun sambil merajut syal untuk Zhang Xiao Long pakai di musim dingin akan datang. Amira Ming tidak mencurigai kedatangan Selir ketiga yang bersikap ramah dan manis sekali kepada dirinya..


"Ratu Amira Ming,aku datang membawakanmu semangkuk sup buah segar untuk mengusir rasa panas dalam tubuhmu yang sedang rentan oleh panasnya matahari di musim panas yang sangat panjang pada tahun ini. " kata Selir Ketiga yang menaruh semangkuk sup buah di atas meja batu di depan Amira Ming.


Bersambung!!