
Zhang Xiao Long melepaskan Liu Tong di atas lantai kapal laut mereka dan menemukan kapal mereka kosong tak ada yang seorangpun yang menyambut kepulangan mereka berdua dari dasar laut He Lin.
" Dimana mereka semua? Kenapa kapal laut kita kosong seperti ini?? " Tanya Liu Tong yang segera melesat masuk ke ruangan dalam kapal untuk memeriksa seluruh ruangan tersebut dan mencari teman-teman mereka.
Zhang Xiao Long melesat ke arah sisi lain kapal dan menemukan sebuah surat yang di letakkan di meja kayu di sisi itu. Ia segera membuka dan membaca surat itu.
" Pendekar Naga Merah jika kamu ingin semua teman mu selamat, maka kamu harus berikan benda yang kamu temukan dari dasar laut he Lin kepada ku , tertanda Ketua sekte Bintang Hitam Siangkoan Lee di lembah gunung Shiang. " Tulis surat itu yang di baca dengan jelas oleh Zhang Xiao Long.
" Siangkoan Lee itu siapakah?" Tanya Liu Tong yang telah bergabung dengannya di sisi lain kapal laut.
" Ketua sekte bintang hitam di lembah gunung Shiang, katanya. " Jawab Zhang Xiao Long yang mengerutkan keningnya mengingat-ingat tokoh itu di otaknya.
" Adik Zhang, kau tak perlu gali ingatanmu terlalu lama dan dalam, sebaiknya kita harus segera pergi ke tempat orang sinting yang telah berani menculik teman-teman kita dan istrimu dari kapal laut kita. " Kata Liu Tong dengan tak sabar lagi.
"Iya, mari kita pergi ke lembah gunung Shiang sekarang juga..! " Kata Zhang Xiao Long yang telah melayang di atas permukaan laut He Lin dengan ilmu ginkang naga menaiki awan menuju ke daratan.
Brrrr!
"Hai, Adik Zhang kau jangan pernah tinggalkan aku sendirian di kapal laut yang kosong ini...! " Teriak Liu Tong yang segera mengejarnya dan tiba di daratan yang ada tulisannya adalah pulau Tang.
Liu Tong menemani Zhang Xiao Long mencari tahu dimana letak lembah gunung Shiang untuk mereka bisa menyelamatkan teman-teman mereka yang di tawan oleh Ketua sekte bintang hitam Siangkoan Lee.
Selagi mereka kebingungan mencari-cari lembah gunung Shiang. Mereka tidak sengaja melihat seorang gadis remaja usia lima belas tahun yang berpakaian serba putih sedang memancing ikan di tepi pantai laut He Lin bagian utara.
" Kakek kurang ajar apakah kamu masih keras kepala dengan kamu tetap menolak untuk kamu berikan benda di tubuhmu itu kepada ku?! " Kata gadis itu dengan galak kepada seorang kakek yang di gantung di kail seakan-akan ia sedang memancing ikan yang seperti di duga oleh Zhang Xiao Long dan Liu Tong.
" Nona Siangkoan, kau boleh saja membunuhku karena aku tetap takkan pernah mematuhi kamu untuk memberikan giok ditangan ku ini kepada mu! " Kata Kakek itu dengan suara keras sekali kepada Nona Siangkoan.
" Baik, jika kamu bersikeras seperti ini, maka kau jangan pernah menyalahkan aku yang akan memberikan kamu ke temanku ini..! " Ancam Nona Siangkoan dengan bengis kepada Kakek itu.
Zhang Xiao Long dan Liu Tong melihat kakek itu ingin di umpankan ke seekor buaya laut He Lin yang berada di bawah batu karang di dekat kedua kaki mungil Nona Siangkoan.
" Hmm.. Gadis kejam...! " Kata Zhang Xiao Long yang cepat menerjang gadis itu dengan ilmu sinkang bunga harum sakti yang membuat gadis itu terkejut dengan serangan yang datang secara tiba-tiba dari arah belakang gadis itu.
Whuushh!
Nona Siangkoan berusaha menangkis serangan dari pemuda sangat tampan dari arah belakang tubuhnya melalui kedua telapak tangannya yang mengarah ke depannya.
" Arghh..! Tolong...! " Pekik Nona Siangkoan yang terjungkal dari tempatnya berdiri sehingga ia sendiri yang nyaris di caplok buaya laut he Lin jika Zhang Xiao Long tidak menarik kailnya dengan cepat dan melemparkannya ke tengah pantai.
Werrr!
Bruakk!
" Aduhh...! Kau ini siapakah? Kenapa kau serang aku secara tiba-tiba? " Tanya Nona Siangkoan yang kaget sekali karena seorang pemuda lain telah menotoknya.
" Tuan muda, terimakasih atas pertolonganmu kepada ku.. " Kata Kakek itu yang diselamatkan nyawanya oleh Zhang Xiao Long.
" Locianpwe, kau ini siapakah? Ada permusuhan apakah antara dirimu dengan Nona Siangkoan? " Tanya Zhang Xiao Long dengan sikap hormat kepada kakek itu.
" Aku adalah Guo Tin dari sekte gunung Guo, aku memiliki benda pusaka dari seorang biksuni dari kuil Ermei di gunung Ermei yang ingin di curi oleh Nona Siangkoan atas perintah dari Ketuanya yaitu Siangkoan Lee. " Jawab Guo Tin dengan jujur kepada Zhang Xiao Long yang dinilainya sebagai seorang pendekar muda yang bersih.
" Begitu rupanya. " Kata Zhang Xiao Long yang menoleh kepada Nona Siangkoan yang telah di totok kaku oleh Liu Tong.
" Nona Siangkoan, kenapa kamu menginginkan benda pusaka orang lain seperti ayahmu yang menyandera teman-teman ku untuk di tukar dengan benda pusaka di tanganku?? " Tanya Zhang Xiao Long dengan tatapan matanya yang menakutkan bagi Nona Siangkoan.
" Untuk ditukar dengan pusaka kami yang telah di curi oleh Kaisar Tang untuk memperoleh ilmu sinkang im dan yang. "Jawab Nona Siangkoan dengan wajah ketakutan kepada Zhang Xiao Long.
" Ilmu sinkang im dan yang itu ilmu sinkang apakah? " Tanya Zhang Xiao Long menoleh ke arah Liu Tong.
" Ilmu sinkang im dan yang adalah ilmu sinkang positif dan negatif yang memiliki kemampuan yang amat tinggi dan hanya bisa di miliki oleh seseorang yang mempunyai tujuh butir pil pusaka tertinggi di dunia persilatan. " Jawab Liu Tong yang mendapatkan informasi tersebut dari almarhum Ketua sekte Pengemis bunga Teratai Putih Bi Fang Chu.
" Tujuh butir pil itu apa saja namanya dan juga bentuknya?? " Tanya Zhang Xiao Long yang kini melirik ke arah giok yang di jaga ketat oleh Gu Tin.
" Aku juga tidak tahu tujuh butir pil itu apa saja namanya dan bentuknya, karena aku hanya tahu barangsiapa yang memiliki tujuh butir pil hebat itu, maka ilmu sinkang nya akan meningkat pesat dan memperoleh ilmu sinkang im dan yang sebagai ilmu sinkang tertinggi di dunia persilatan yang menurut penuturan yang telah di kemukakan oleh mending guruku kepada aku dan Bi Lian sebelum guruku meninggal dunia di tangan Sheng Kun. " Jawab Liu Tong dengan jujur sekali kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menotok Guo Tin dengan cepat sebelum pria tua itu kabur darinya dan ia juga telah merampas giok itu lalu di simpan di saku pakaiannya.
" Hmmm, baiklah. Aku mengunakan gadis ini untuk di tukar dengan teman-teman kita, Liu Tong. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman yang menakutkan bagi Nona Siangkoan yang di beri pil racun kelabang air panas olehnya.
Bersambung!