
Zhang Xiao Long memandang para sahabatnya yang sedang menunggu jawaban yang pasti dari nya untuk ketetapan hatinya dalam misi yang ingin di raih olehnya bersama dengan para sahabatnya. Maka, Ia mengesampingkan egonya yang sedang memikirkan kekasihnya yang telah hilang darinya ketika ia sedang menuntaskan misinya di kota lu an barat.
" Xiao Chao tunjukkan kepadaku arah yang tepat untuk perjalanan aku dan kita semua ke wilayah Kekaisaran He." Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada He Xiao Chao gadis suku He yang menjadi tawanannya.
" Iya, Kak Afung. " Jawab He Xiao Chao dengan nada lembut kepada Zhang Xiao Long.
Mereka segera meninggalkan tepi sungai lu dan mengikuti petunjuk dari He Xiao Chao gadis manis yang berjalan bersama dengan Zhang Xiao Long di depan yang lainnya.
" Ujung sungai lu adalah wilayah Kekaisaran He, hanya saja jika kita ingin masuk ke wilayah Kekaisaran He harus melewati perairan sungai lu dengan perahu yang lebih besar daripada perahu yang kita gunakan untuk seberangi sungai lu ke wilayah kota lu an barat. " Kata He Xiao Chao yang memberikan petunjuk kepada Zhang Xiao Long mengenai cara untuk masuk ke wilayah Kekaisaran He.
" Baiklah, mari kita cari dan temukan perahu besar untuk masuk ke wilayah Kekaisaran He. " Kata Zhang Xiao Long yang telah menyuruh Yu Song Bu pelayannya untuk pergi mencari dan menemukan perahu di sekitar pesisir ujung sungai lu.
Puteri Ching Ching memilih untuk duduk di atas batang pohon yang terdapat di pesisir ujung sungai lu selagi yang lain mencari perahu untuk perjalanan mereka ke wilayah Kekaisaran He.
" Ah, bagaimana nasibku sekarang? " Gadis suku Khitan ini memikirkan masa depannya yang telah di tetapkan untuk menjadi seorang selir perdamaian antara Kekaisaran Li dengan suku Khitan.
" Kenapa kamu terlihat murung seperti itu, Nona Ching Ching?" Sapa Liu Ting Ting dayang setia Zhang Xiao Long yang menghampiri gadis suku Khitan ini di tempat duduknya yaitu di atas batang pohon.
"Aku merasa sedih dengan nasibku yang harus menjadi jembatan perdamaian untuk Kekaisaran Li dan suku Khitan melalui pernikahan antara aku dengan Kaisar Li di Istana Kekaisaran Li. " Jawab Puteri Ching Ching dengan menghela napas dalam-dalam kepada Liu Ting Ting.
" Seharusnya kamu bahagia bisa menikahi Sang penguasa tertinggi di seluruh wilayah Tionggoan atau daratan besar tetapi kenapa kamu bersedih hati? " Liu Ting Ting duduk di samping Puteri Ching Ching dengan senyumnya yang manis dan ramah.
" Ya, harusnya aku bahagia itu sebelum diriku ini berjumpa dengan Tuan Muda Zhang yang telah membuat hatiku jatuh kepadanya dengan tanpa aku dapat mempertahankan hatiku ini semenjak aku menjadi tawanannya dan mengikutinya. " Kata Puteri Ching Ching dengan sedih kepada Liu Ting Ting seraya tersenyum ke arah Zhang Xiao Long yang menyelusuri pesisir ujung sungai lu untuk menemukan perahu.
" Hmm, kamu adalah salah satu dari gadis-gadis yang telah jatuh cinta kepada Tuan Muda Zhang Xiao Long yang harus menelan kekecewaan karena Tuan muda Zhang Xiao Long hanya sibuk memikirkan masa depan dunia ini sebagai tujuan hidupnya. " Kata Liu Ting Ting dengan nada yang memberikan nasehat untuk Puteri Ching Ching tidak terlalu dalam perasaannya terhadap Zhang Xiao Long.
Liu Ting Ting meninggalkan Puteri Ching Ching untuk menemui Zhang Xiao Long yang telah mempunyai akal untuk perjalanannya dengan cara membuat perahu dari tumpukan batang pohon yang di temukan oleh Rong Rong dari dalam hutan di pesisir ujung sungai lu.
" Kau bantu aku carikan akar -akar yang kuat di hutan sana untuk tali pada tumpukan batang pohon yang telah aku rakit menjadi perahu. " Kata Zhang Xiao Long yang menyuruhnya untuk mencari akar-akar pohon ke hutan.
"Iya, Tuan muda Zhang. " Jawab Liu Ting Ting segera melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh Zhang Xiao Long untuknya.
Seorang gadis cantik jelita lainnya menghampiri Zhang Xiao Long dengan kedua tangan gadis itu penuh dengan beberapa buah pir yang telah di temukan oleh gadis itu dari hutan.
" Kakak Afung, kau cicipi buah pir yang telah aku temukan dari hutan untuk makan malam mu." Kata Han Lin Lin gadis suku Han yang lembut menawarkan buah pir kepada Zhang Xiao Long.
" Ah, ya terimakasih Nona Han. " Kata Zhang Xiao Long ramah menerima buah pir dari Han Lin Lin.
" Kak Afung, untuk membuat perahu yang kuat harus ada beberapa batang pohon untuk di jadikan penyangga agar perahu tak terhempas oleh derasnya air sungai lu yang di paling ujung sekali. " Kata Han Lin Lin dengan halus kepada Zhang Xiao Long menunjukkan cara membuat perahu yang kuat kepada Zhang Xiao Long.
" Wah, terimakasih atas petunjuk mu Nona. Aku dari lahir belum pernah membuat perahu dan baru kali ini aku mencoba untuk membuat perahu." Kata Zhang Xiao Long dengan ramah kepada Han Lin Lin seraya mengigit buah pir dan mengunyah buah pir itu.
" Ahm, baiklah. Ini kau pegang beberapa buah pir di tanganku ini dan biarkanlah aku yang buatkan perahu untuk kamu. " Kata Han Lin Lin dengan nada halus kepada Zhang Xiao Long seraya menyerahkan beberapa buah pir kepada Zhang Xiao Long yang langsung memeluk buah pir itu dan memperhatikan gada itu membuat perahu di depannya.
"Ugh, Han Lin Lin mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menggoda Kak Afung. " Kata Li Hong Xiu dengan manyun dari hutan bersama dengan Rong Rong yang bingung dengannya.
" Hei, kau bantulah aku untuk menyeret beberapa batang pohon lagi ke tempat Kak Afung berada. Jangan kamu enak -enakan seperti Nona besar saja kamu bersikap. " Omel Rong Rong kepada Li Hong Xiu yang mendelik kepada Li Shimin yang berjalan di belakang mereka.
" Dia saja yang membawakan beberapa batang pohon ini kepada Kak Afung. " Kata Li Hong Xiu dengan judes seraya menarik lengan Li Shimin untuk memegangi beberapa batang pohon dari Rong Rong berikan kepada pemuda putra ketiga dari Kaisar Li.
" Hmmm.. Aku seorang pangeran yang semenjak aku lahir kedunia belum pernah ada seorang pun yang berani memerintah aku seperti yang kalian lakukan kepada aku. " Gerutu Li Shimin dengan mendelik sebal kepada gadis -gadis cantik itu.
Bersambung!