Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Daerah Pesisir Sungai Kuning.


Liu Tong yang sudah mendapatkan surat yang di kirimkan oleh Bu Song temannya segera datang ke daerah yang disebutkan di dalam surat yang di terimanya itu. Kini, Liu Tong memandangi tiap rumah yang berada di bagian bawah dari tempat Ia berdiri saat ini. Ia mengamati orang-orang dari atas batu gunung di atas aliran sungai Kuning.


"Liu Tong.. Akhirnya kamu mau juga datang ke daerah kami untuk meninjau lokasi sekte yang telah memusnahkan sekte pengemis bunga teratai putih yang dahulu menjadi sekte tempat mu mendapatkan ilmu silat dari Bi Fang Cu ayah kandung Bi Lan. " kata seorang pria yang telah melayang ke arah Liu Tong dari daerah bagian bawah sungai Kuning.


"Tepat sekali, Bu Song.Aku memang ingin sekali menemukan musuh sekte dari Bi Fang Cu untuk membalas dendam atas kematian guru kami yang telah lebih dahulu di celakai oleh orang itu sebelum di bunuh oleh Sheng Kun yang pada akhirnya bajingan tua itu telah dibasmi oleh Yang Mulia Kaisar Naga Merah di desa perbatasan. " kata Liu Tong dengan sinar matanya tetap fokus ke arah daerah di bawah sungai Kuning.


"Bu Song, aku sudah menemukan tempat orang itu. " kata seorang gadis cantik yang berlari ke arah mereka dengan kecepatan yang membuat kagum Liu Tong dan Bu Song.


"Yin Yin, bagus sekali cara kerjamu itu. Mari kita percepat saja tugas kita di daerah ini agar kita bisa segera menyusul Kaisar Naga Merah di wilayah pegunungan Himalaya. " kata Bu Song di depan Liu Tong sambil meraih jemari Yin Yin dan memandang ke arah seorang gadis cantik jelita di belakang Liu Tong.


"Kakak Liu Tong, siapakah gadis cantik jelita di belakangmu itu? " tanya Yin Yin ramah kepada Liu Tong yang merupakan Kakak seperguruan laki-laki nya sendiri.


Liu Tong membalikkan badannya secara cepat dan menghadapi gadis cantik jelita yang telah meraih wajahnya dengan kedua telapak tangan halus gadis itu dan membuatnya kaget karena gadis cantik jelita itu telah mencium bibirnya di depan kedua orang temannya.


"Putri Adipati Lan, kenapa anda mengikutiku ke daerah ini? " tanya Liu Tong melepaskan diri dari rengkuhan kedua telapak tangan gadis cantik jelita di depannya itu.


"Karena aku ingin menemanimu menjalani tugas mu sebagai seorang pengawal tepercaya Kaisar Naga Merah dan juga karena aku mencintaimu, Tuan Perdana Menteri Liu Tong. " jawab Putri Adipati Lan tanpa sungkan kepada Liu Tong.


"Wah, Liu Tong, rupanya kamu terkenal sekali di kalangan kaum hawa sampai seorang gadis muda secantik ini bersedia untuk menemanimu menjalani tugas mu sebagai seorang pengawal tepercaya Kaisar Naga Merah. " kata Bu Song dan Yin Yin merasa senang melihat Liu Tong ada banyak gadis cantik jelita yang mengelilingi pria muda hebat itu.


"Bu Song, kau jangan menggodaku seperti itu..." kata Liu Tong memerah di kedua pipinya.


"Tak perlu malu, Kak Tong. Di dunia ini mana ada seorang pendekar yang hanya memiliki satu orang kekasih atau istri di sekitarnya apalagi kau ini seorang Perdana Menteri Kekaisaran Naga Merah yang berarti kamu seorang pejabat kelas atas. " kata Yin Yin yang menyukai Liu Tong dari mereka tumbuh bersama di sekte pengemis bunga teratai putih hanya saja Liu Tong selalu bersama Bi Lan yang membuat gadis cantik ini memilih untuk memendam perasaannya sendiri dan menunggu seseorang yang membuatnya bisa melupakan cinta pertamanya itu dan kini Ia telah memiliki Bu Song sebagai suaminya yang sangat baik dan mencintainya.


Maka Yin Yin menjadi pendukung utama untuk Putri Adipati Lan dapat meraih hati Liu Tong pria tampan yang sangat baik hati itu sehingga Lan Shiang tak merasa sungkan lagi untuk menaruh telapak tangannya di atas telapak tangan Liu Tong.


"Terimakasih untuk dukungan mu, Adik Yin Yin. " Kata Putri Adipati Lan Shiang tersenyum manis dan bersahabat kepada Yin Yin.


"Ahh, baiklah. Mari kita berangkat ke daerah di bawah sungai Kuning bagian timur dari tempat kita saat ini di gunung lembah sungai Kuning. " Kata Liu Tong menggenggam tangan calon selir keduanya.


Lalu Liu Tong dan teman-temannya meluncur ke arah timur lalu tiba di jalanan yang bebatuan di sekitar pesisir pantai sungai Kuning dan mereka menatap sebuah rumah bata merah dan bercat merah.


"Sekte Awan Langit merupakan salah satu dari tujuh sekte pemimpin kaum sesat di kota tanpa nama di pegunungan Himalaya. Apakah kalian ingin mengacaukan markas besar sekte mereka di pesisir pantai sungai Kuning? " tanya Putri Adipati Lan Shiang tersenyum kepada Liu Tong di sampingnya.


"Tepat sekali. Kau ingin membunuh mereka yang berada di dalam rumah itu." jawab Liu Tong nada geram menatap rumah musuh besarnya.


Sekelebatan bayangan hitam telah mendatangi mereka di jalanan bebatuan di depan rumah dari markas besar sekte awan langit, dan orang itu adalah sepupunya Kaisar Naga Merah yang bernama Long Fai.


"Hai, Liu Tong.Aku akan membantumu sebagai sahabatmu dan juga sepupu dari Kaisar Naga Merah mu. " kata Long Fai riang gembira.


"Selain si mesum gila itu juga ada aku Xiao Chen si jagoan paling tampan di seluruh dunia ini. " kata pria lain yang telah duduk di batu karang di tepi sungai Kuning.


"Juga ada aku Shen Long dan Liu Ryu yang tidak akan pernah membiarkanmu berpetualang tanpa kami di sekitar mu. " kata dua orang pria muda yang sangat ramai dan berpakaian mewah bak seorang bangsawan dari Ibukota Kekaisaran Naga Merah.


"Terimakasih untuk kedatangan kalian berempat yang sangat membantu ku dalam berpetualang ke pegunungan Himalaya setelah kita habisi para musuh di pesisir pantai sungai Kuning di depan sepasang mata kita semua.. " kata Liu Tong bersemangat untuk menghabisi musuh- musuhnya.


"Mari.. Jangan banyak bicara saja.. Ayo kita bisa mulai sekarang... " kata Long Fai melesat cepat ke arah markas besar sekte awan langit.


Swushh!


Yang lain mengikutinya dengan menerjang para pasukan sekte awan langit yang terkejut dengan kedatangan sejumlah orang yang menggunakan pedang di tangan telah menerjang mereka.


Wuttzz!


Liu Tong menggerakkan pedang dengan cepat sekali dan menebas sejumlah pasukan sekte awan langit di pintu masuk ke markas besar sekte awan langit.


Crakkk!


Liu Ryu menggerakkan kedua telapak tangannya yang membentuk seribu tangan telah menampar pipi sejumlah pasukan sekte awan langit yang mencoba untuk menghalanginya masuk ke arah dalam markas besar sekte awan.


Plakk!


Plakk!


Xiao Chen melemparkan guci arak di tangannya yang digunakan untuk memukul kepala-kepala para pasukan sekte awan langit yang menerjang dengan pedang yang tajam karena mereka telah berniat untuk membantai Xiao Chen.


Prakkk!!


Shen Long menggerakkan kedua kakinya ke arah para pasukan sekte awan langit dengan gerakan badai topan yang menghancurkan para anggota sekte awan langit yang dihadapinya.


Wuzzzzzz!


Dukkk!


Blaaar!


Bu Song menggunakan pedang yang bergerak ke arah sejumlah pasukan sekte awan langit yang menyerbu dari dalam markas besar sekte awan langit untuk melindungi markas mereka yang akan di serang oleh Liu Tong dan teman-teman nya.


Wuuuungg!


Yin Yin meluncur dengan gerakan seekor burung walet seraya pedang di tangannya menebas tiap anggota sekte awan langit yang harus membagi tugas untuk menghadang musuh mereka yang telah menyerbu mereka secara mendadak.


Wuutttzz!


Crakkk!


Wuuttzzz!


Liu Tong dengan gerakan ilmu pedang rubah emas telah membuka pintu markas besar sekte awan langit secara bersamaan dengan gerakan menendang secara bertubi-tubi yang dilakukan oleh Long Fai dan Liu Ryu dari dua sisi pintu masuk ke dalam markas besar sekte awan langit yang langsung roboh orang sepak terjang dari mereka bertiga.


Brakkk!


"Kurang ajar.. Kalian semua yang telah lancang mengacaukan markas besar sekte awan langit kami tanpa sebab..! " hardik sejumlah pasukan sekte awan langit yang menerjang dari ruangan dalam markas besar sekte awan langit dengan gerakan yang sangat teratur sekali yaitu pedang di tangan mereka meluncur ke arah Liu Tong, Long Fai dan Liu Ryu yang baru saja masuk ke dalam halaman markas besar sekte awan langit.


Wusshh!


Trangggg!


Plakkkk!


Liu Tong menangkis setiap pedang itu dengan tangkas sekali.Liu Ryu melontarkan pukulan telak yang membuat sejumlah pasukan sekte awan langit terhempas ke tanah. Long Fai telah menghantamkan tinju yang mengenai kepala dan perut para pasukan sekte awan langit yang sudah terhempas ke tanah oleh Liu Ryu hingga kepala dan perut para pasukan sekte awan langit hancur berkeping-keping oleh Long Fai.


Bughhh!


Brakkk!


Shen Long dan Xiao Chen melayang ke ruangan dalam markas besar sekte awan langit dengan gerakan tangkas sekali sehingga para pemimpin sekte awan langit dengan sigap menggerakkan telapak tangan mereka ke arah keduanya.


Wusshh!


Bu Song, Yin Yin dan Putri Adipati Lan Shiang kini menerjang para pimpinan sekte awan langit dengan ilmu silat mereka masing-masing yang membuat setiap pimpinan sekte awan langit di ruangan dalam markas besar sekte awan telah mendapatkan lawan mereka masing-masing.


Liu Tong meluncur dengan pedang menghunus ke arah sepasang mata pimpinan sekte awan langit yang ingin mengeroyok Putri Adipati Lan Shiang di sisi kanan dalam ruangan dalam markas besar sekte awan langit.


Wuuttzzz!


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Pedang di tangan Liu Tong menghadapi pedang di tangan pria berkumis yang sedang di hadapi nya itu sehingga ia menggerakkan pedang yang membuat gerakan seperti payung melindungi diri sekaligus menyerang lawannya.


Liu Ryu memutar tubuhnya membuat angin yang dashyat ke arah pimpinan sekte awan langit yang menerjang mereka secara serentak dari penjuru arah ruangan dalam markas besar sekte awan langit.


Wusssss!


Long Fai kembali menggunakan tinjunya yang digunakan untuk menghantam setiap pimpinan sekte awan langit yang sedang di hadapi oleh Bu Song dan yang lainnya sehingga pria muda ini menghabisi pimpinan sekte awan langit di depan matanya.


Bughhh!


Liu Tong juga telah menggunakan pedang yang telah menembus tubuh pemimpin sekte awan langit di hadapannya secara bersamaan dengan Liu Ryu yang menghempaskan pimpinan sekte awan langit lainnya dengan gerakan membekuk batang leher pimpinan sekte awan langit hingga patah.


Jlebb!


Kretakk!


"Wahh,kalian sungguh hebat sekali sebagai para pendekar di dunia persilatan. " kata Bu Song yang terkagum-kagum dengan kehebatan ilmu silat teman-teman seperjuangan mereka.


"Iya, sama-sama kawan. " jawab teman -teman mereka secara bersamaan dan tersenyum cerah.


Kemudian mereka mencari tahu isi setiap ruang di markas besar sekte awan langit dan berhasil menemukan sejumlah harta karun yang dapat digunakan untuk perjalanan menuju pegunungan Himalaya.


"Hebat, uang yang dimiliki oleh sekte awan langit bisa kita jadikan sebagai modal perjalanan kita ke pegunungan Himalaya." kata Long Fai yang telah mengantongi sejumlah uang yang berhasil ditemukannya.


"Aku lebih tertarik pada liontin mata elang di ikat kepala pimpinan sekte awan langit yang telah aku bunuh tadi. " kata Shen Long cepat simpan benda yang diinginkannya.


"Mmmm, senar tipis ini berguna untuk menyayat musuh di pegunungan Himalaya. " kata Liu Ryu cengengesan sambil memegangi senjata tipis di tangannya.


"Aku lebih suka koin emas mata harimau putih di lubang dekat lukisan di kamar ini. " kata Xiao Chen melayang ke arah lubang dekat lukisan di kamar ketua sekte awan langit lalu mengambil koin emas itu.


"Aku mau menggunakan pedang naga sungai Kuning sebagai senjata baruku. " kata Bu Song di sisi Yin Yin yang telah meraih pinggangnya.


"Mmm, kita semua sudah menemukan apa yang kita inginkan dari misi membantai sekte awan langit di sini dan menemukan benda-benda yang berhubungan dengan jalan masuk ke dalam kota tanpa nama atau kota tersembunyi di daerah pegunungan Himalaya. " kata Liu Tong dengan senyuman puas dengan kinerja mereka semua.


"Kalau begitu mari kita berangkat saja ke wilayah pegunungan Himalaya. " kata Bu Song dan yang lainnya dengan semangat sekali.


Mereka pun meninggalkan markas besar sekte awan langit pada malam hari itu juga setelah menghancurkan markas besar sekte awan langit menjadi reruntuhan bangunan di pesisir pantai sungai Kuning.


"Wah, untungnya kita menemukan kuda -kuda di pesisir pantai sungai Kuning yang merupakan sejumlah kuda pilihan untuk berpetualang ke wilayah pegunungan Himalaya." kata Liu Tong dengan menunggangi kuda warna hitam di sisi kuda-kuda hebat lainnya yang ditunggangi oleh Bu Song dan yang lainnya.


"Iya, kuda-kuda mereka adalah kuda-kuda yang berasal dari wilayah Kekaisaran utara menang terkenal sebagai kuda-kuda tangguh. " kata Bu Song yang memahami jenis-jenis kuda terbaik di dunia ini sehingga perjalanan menuju ke arah paling barat sekali dapat dilalui dengan waktu satu bulan lebih bagi mereka semua.


"Wahh, kita harus menitipkan mereka ke desa di kaki pegunungan Himalaya karena mereka tidak bisa mendaki di pegunungan Himalaya yang daratannya dipenuhi es abadi. " kata Liu Tong di pintu masuk ke desa kaki pegunungan Himalaya kepada teman-teman seperjuangan mereka.


Bersambung!!