
Xiahou Xiao Chao menghela napas dalam-dalam di tempat tidur di sepanjang malam pertamanya setelah menikah dengan Kaisar Naga Merah yang tidak menyentuhnya sama sekali bahkan tak menghampirinya untuk membuka riasan di atas rambutnya untuk ritual suci mereka berdua sebagai suami-istri sah.
Kaisar Naga Merah memilih untuk duduk di kursi dari malam hingga pagi hari tanpa mengalihkan perhatian dari jendela kamar yang terbuka untuk memperlihatkan keindahan alam pegunungan Himalaya selatan yang menarik perhatian Kaisar Naga Merah.
"Aku penasaran dengan tempat yang pernah aku lihat di lukisan di kipas giok di tanganku ini. " kata Zhang Xiao Long pada dirinya sendiri.
"Lembah jurang neraka abadi tak mungkin bisa Anda datangi karena tempat itu berbahaya bagi keselamatan Anda. " kata Xiahou Xiao Chao.
"Semakin besar bahaya yang mengancamku, aku justru semakin kuat untuk menaklukannya. " kata Zhang Xiao Long tersenyum lebar.
"Baiklah, kapan Yang Mulia akan mengunjungi tempat itu? " tanya Xiahou Xiao Chao yang telah menggantikan pakaiannya dengan pakaian yang sesuai dengan penampilannya sebagai selir baru Kaisar Naga Merah.
"Setelah aku menghadiri acara yang diadakan di istana kota tersembunyi, " jawab Zhang Xiao Long yang telah mengganti pakaiannya dengan pakaian kaum pendekar dunia persilatan daratan besar.
"Mari kita pergi sarapan pagi di ruangan lain di kediaman Wang Li Chang sebelum kita pergi ke istana kota tersembunyi pada pukul sepuluh pagi ini." kata Xiahou Xiao Chao yang meraih jari tangan Zhang Xiao Long untuk berjalan keluar dari kamar mereka.
Di Koridor taman bunga halaman depan kamar. Mereka bertemu dengan Liu Tong dan Putri Lan Shiang yang segera memberikan salam kepada mereka berdua.
"Hormat kami Liu Tong dan Lan Shiang kepada Kaisar Naga Merah dan Selir Xiahou Xiao Chao semoga Anda berdua selalu sehat dan panjang umur..! " salam keduanya kepada mereka.
"Selamat pagi juga untuk mu, Kak Tong.Mari kita pergi ke ruang makan kediaman Wang Li Chang untuk sarapan dulu bersama. " kata Zhang Xiao Long ramah kepada Liu Tong dan Lan Shiang.
Di tengah jalan, Liu Tong menceritakan tentang sehelai daun bentuk kerucut warna salju kepada Zhang Xiao Long yang teringat tentang daun itu dari Ming Ming sebelum ia meninggalkan istri lainnya di desa Xia.
"Daun bentuk kerucut warna salju adalah simbol negara Kerajaan kecil di perbatasan antara dua wilayah di pegunungan Himalaya paling selatan yang berdekatan dengan Kerajaan Bhutan. " kata Ming Ming pada waktu itu kepada Zhang Xiao Long.
"Oh, lalu dimana simbol itu berada sekarang ini, Ming Ming? " tanya Zhang Xiao Long pada waktu itu juga kepada istrinya itu.
"Hilang bersamaan dengan hilangnya kedua dari Kerajaan kecil tersebut dari peta pegunungan Himalaya dan wilayah Kekaisaran Naga Merah kita. " jawab Ming Ming kepada Zhang Xiao Long di waktu itu.
Dan, sekarang ini Liu Tong membahasnya untuk memberitahukan tentang misinya yang lainnya di pegunungan Himalaya.Zhang Xiao Long pun mengangguk paham dengan tugasnya sebagai pemimpin seluruh dunia persilatan daratan besar.
"Yang Mulia, kami sudah mempersiapkan menu sarapan pagi untuk Anda dan Selir Xiahou Xiao Chao di ruangan ini. " kata Wang Li Chang yang telah menunggunya di pintu masuk ke ruangan khusus untuk Zhang Xiao Long dan Selir Xiahou Xiao Chao sarapan pagi.
Lalu para pelayan segera menyediakan makanan untuk sarapan pagi Zhang Xiao Long dan Selir Xiahou Xiao Chao berupa menu sup burung walet, daging rusa panggang, sayur kailan dan bayam yang disebut sangkar kebahagiaan untuk pasangan pengantin baru agar segera memiliki keturunan.
"Wah, ada sup kesuburan pria dan wanita untuk kami di menu sarapan pagi kami di sini. " kata Zhang Xiao Long yang menyendok sup itu lalu di minumnya dengan senyuman cerah.
"Terimakasih atas sarapan pagi yang sehat dan bergizi untuk kami dari mu, Tuan Wang. " kata Xiahou Xiao Chao dengan senyuman cerah di bibir namun pedih di hatinya karena Kaisar Naga Merah belum menunaikan tugas sebagai suami terhadap istri untuknya.
Zhang Xiao Long sendiri tak tahu kenapa dirinya tak ada keinginan untuk memberikan anugerah nya kepada wanita lain semenjak ia jatuh cinta kepada Ming Ming istri yang paling penting di dalam hidupnya meskipun ia tahu bahwa dirinya sebagai seorang Kaisar wajib melayani istrinya yang lainnya untuk bersikap adil terhadap para istri lainnya.
"Ahhh, ku tak boleh menyakiti hati wanita-wanita yang sudah bersedia untuk menjadi wanitaku. Aku harus bisa menempatkan diri ku sebagai pria yang adil di kehidupan ku sebagai seorang Kaisar negeri ini." batin Zhang Xiao Long.
Setelah mereka berdua menghabiskan sarapan pagi bersama. Mereka berkumpul bersama di pintu gerbang kediaman Wang Li Chang untuk pergi ke istana kota tersembunyi sesuai dengan rencana mereka di dalam kota tersebut.
Zhang Xiao Long melihat Selir Xiahou Xiao Chao telah mendapatkan sambutan yang meriah oleh para tamu yang hadir di acara pameran benda- benda pusaka di pintu istana kota tersembunyi.
"Terimakasih atas para hadirin yang terhormat telah datang di acara yang aku adakan di istana kota tersembunyi. Mari silakan Anda lihat dan perhatikan benda-benda pusaka yang aku taruh di meja panjang di halaman terbuka istana kota ini. " kata Xiahou Xiao Chao dengan senyuman berwibawa di balik cadarnya kepada para tamu undangan acara tersebut.
"Ratu, kami ingin melihat lukisan emas bunga teratai daun sembilan yang dahulu menjadi salah satu dari sekian banyak pusaka di seluruh dunia persilatan daratan besar tingkat tinggi. " kata sepasang hantu malam yang rupanya hadir di acara tersebut.
"Benar sekali. Kami juga ingin melihat gelang alam semesta yang melegenda sejak zaman Dinasti Tang kuno.. " kata Ketua sekte Harimau pegunungan Himalaya.
"Ratu, tolong Anda perlihatkan juga pusaka batu mujizat milik Kerajaan Kelelawar Hitam yang di sebut Batu Kumala Hitam kepada kami.. " kata seorang wanita cantik yang tatapan matanya itu terlihat bengis dan kejam bukan main.
"Hahahaha, benda-benda tersebut adalah milik dari lima Dewa Dan Iblis Pegunungan Himalaya yaitu kami sendiri. " kata seorang wanita yang cantik sekali namun senyumnya begitu sinis dan kejam sekali.
"Lima Dewa Dan Iblis Pegunungan Himalaya itu siapa saja? " tanya Liu Tong nada menantang di tempat duduknya.
"Ya, kami yaitu Sepasang hantu malam, Ketua sekte Harimau Pegunungan Himalaya, Dewi Bunga Angsa Putih, Setan Kecapi maut dan aku Pangeran Kelelawar Hitam. " jawab seorang pria berpenampilan rapi bak bangsawan dari Ibukota Kekaisaran Naga Merah namun sinar mata dan senyumannya membayangkan kekejamannya di hadapan Xiahou Xiao Chao dan Wang Li Chang yang duduk di kursi mereka masing-masing di depan podium yang memperlihatkan benda- benda pusaka yang dipamerkan di istana kota tersembunyi.
Bersambung!