
Zhang Xiao Long dan teman-temannya telah tiba di pintu keluar dari pegunungan Yang namun Ia mendapatkan sebuah berita dari Yu Song Bu yang memberitahukan tentang orang-orang yang datang dari tembok bagian barat pegunungan Yang.
" Sekte elang emas dan sekte pegunungan Chao mereka itu siapakah dan surat apakah yang sedang mereka rebutkan itu? " Tanya Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Yu Song Bu.
" Sekte elang emas adalah perkumpulan para pasukan pengawal pribadi dari Pangeran muda Li Yun Shiang. Sedangkan sekte pegunungan Chao adalah perkumpulan para pendekar yang di didik belajar ilmu silat dari Ketua sekte tersebut yang berjuluk Ketua Chao." Jawab Dewi baju merah Yanmi tersenyum kepada Zhang Xiao Long.
" Kau mengenal mereka? " Tanya Zhang Xiao Long kepada Dewi baju merah Yanmi yang tiada pernah berhenti untuk tersenyum kepadanya.
" Ya, karena aku gadis yang di sukai oleh Li Yun Shiang si Ketua Sekte elang emas. " Jawab Dewi baju merah Yanmi dengan nada sedikit sarkastis kepada Zhang Xiao Long.
" Baiklah, aku ingin masuk ke dalam tembok barat pegunungan Yang untuk mencari tahu surat apakah yang sedang di ributkan oleh Ketua sekte elang emas Li Yun Shiang dengan orang-orang sekte pegunungan Chao..! " Kata Zhang Xiao Long yang tak peduli dengan kata -kata sinis Dewi baju merah Yanmi kepadanya.
" Oh, mari.. Silakan, tuan muda..!" Kata Liu Ting Ting mengapit Zhang Xiao Long bersama Yu Song Bu berjalan masuk ke daerah di tembok barat pegunungan Yang.
" Aiya, perutku melilit karena kelaparan...! Apa kalian semua tidak merasa lapar semenjak kita masuk ke daerah ini? " Ucap Song Tian Erl gadis manis yang sibuk memegangi perut di depan mereka.
" Lapar sih tapi ya kita tunggu Kak Afung saja apakah dia ingin makan atau tidak??! " Kata Li Hong Xiu merangkul kawannya.
" Emm, begitukah? " Tanya Han Lin Lin yang kini melirik Zhang Xiao Long yang berjalan dengan tenang tanpa melihat-lihat kedai dan sebagainya di sepanjang jalan.
" Kakak Afung, bisakah kita berhenti sejenak untuk makan siang di kedai depan sana? " Tanya Putri Ching Ching dengan nada memelas kepada Zhang Xiao Long.
" Hmm..! " Gumam Zhang Xiao Long.
" Kita segera cari tempat paling strategis untuk menikmati makanan lezat dan pemandangan indah daerah ini di kedai itu..! " Kata Dewi baju merah Yanmi memandu kawan -kawannya ke arah kedai makan yang bertuliskan' Kedai makan dan arak Lu Yuan'.
Kedai ini cukup ramai dengan pengunjung nya yang sedang asyik makan, minum dan berbicara satu sama lainnya yang membuat kedai ini amat padat dibandingkan dengan kedai lainnya.
" Nona -nona silakan anda lihat daftar menu makanan dan minuman yang kami sediakan di kedai makan kami. " Kata pelayan kedai ini yang menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
"Kami pesan semua makanan yang paling enak dan mahal di kedai mu ini juga arak yang paling terkenal untuk kami di sini..! " Kata Dewi baju merah Yanmi kepada pelayan kedai dengan nada senang sekali.
" Baik, Nona. Kami akan segera menyiapkan menu makanan dan minuman terbaik untuk mu dan teman-temanmu di meja nomor dua puluh lima. " Kata pelayan kedai dengan nada ramah kepada Dewi baju merah Yanmi.
Para gadis sibuk dengan makan dan minum di kedai. Sedangkan, Zhang Xiao Long mengajak Yu Song Bu menyembunyikan Hu Yang San di belakang kedai.
" Kakak seperguruan Ma..! Kami telah berhasil mendapatkan kabar dari pengamatan Adik seperguruan Li untuk mengetahui jejak Siluman Rase putih yang kita duga adalah orang terakhir yang di temui oleh Ketua Chao di lembah sungai Chin. " Kata sejumlah besar orang yang datang ke kedai lain untuk memberikan laporan kepada pemuda tampan yang duduk santai sambil minum arak di kedai itu.
"Baik, Kakak seperguruan Ma. Kami akan patuhi pesan mu..! " Jawab sekelompok orang itu yang segera pergi dari kedai.
" Kakak seperguruan Ma..! "
Pemuda tampan marga Ma menoleh kepada seorang gadis yang memakai pakaian warna biru muda yang membawa pedang bersarung warna biru muda juga.
" Tuan Putri..! "
Pemuda marga Ma dengan tergesa-gesa berdiri dengan sikap hormat kepada gadis baju biru muda di hadapannya.
" Jangan memanggilku Tuan Putri di luar istana! Aku saat ini sedang menyamar sebagai rakyat biasa yang mencari tahu keberadaan Kakak Yun Shiang ku yang telah pergi dari istana semenjak sebulan yang lalu untuk mencari si gadis sialan Yanmi..! "
Putri itu memarahi pemuda tampan marga Ma.
" Maaf, Nona. Hamba hampir lupa akan pesan anda sebelum Anda keluar dari rumah Anda. " Kata pemuda tampan marga Ma dengan nada sopan dan hormat kepada Putri itu.
" Ah, sudahlah. Berhenti bersikap seperti orang bodoh di hadapan ku..! " Kata Putri itu yang kini duduk di kursi depan pemuda tampan marga Ma yang segera menuangkan air teh di cawan untuk putri itu.
" Nona Yang. Saya menemukan saputangan Tuan Muda Li di desa terdekat dengan lembah pegunungan bunga Shen Merah Muda..! " Kata Ma Chun nama pemuda tampan itu dengan sikap sopan kepada Nona Yang atau Putri Yang Lan.
" Dimanakah saputangan Kakak Yun Shiang yang telah kamu temukan itu? " Tanya Putri Yang Lan kepada Ma Chun yang segera membungkukkan badannya dengan hormat lalu menyerahkan saputangan milik Li Yun Shiang kepada gadis itu.
Putri Yang Lan membuka saputangan milik Li Yun Shiang lalu menghirup aroma bunga seroja yang terdapat di saputangan itu lalu menyimpan saputangan itu di dalam lengan pakaiannya.
" Kalau begitu Kakak Yun Shiang dalam keadaan bahaya? Aku harus mencarinya di lembah gunung bunga Shen merah muda..! " Kata Putri Yang Lan yang cepat meninggalkan kedai itu dengan di ikuti oleh Ma Chun sebagai pengawal pribadinya.
Zhang Xiao Long dan Yu Song Bu keluar dari persembunyian mereka usai kedua orang itu pergi dari kedai. Mereka menggantikan tempat kedua orang itu sambil mengamati sejumlah orang lain yang memakai pakaian ala pendeta Dao.
" Sekte Gunung Bu juga turun gunung untuk cari surat yang di inginkan oleh Li Yun Shiang dan juga sekte elang emas..! " Kata Zhang Xiao Long yang mendengarkan percakapan para anggota sekte gunung Bu di dalam kedai Lu Yuan.
" Surat itu warnanya emas dan di taruh di botol giok hijau oleh mendiang Ketua Chao sebelum di berikan kepada Siluman Rase Putih beberapa hari lalu...! " Kata salah satu dari anggota sekte Gunung Bu kepada anggota lainnya yang di dengar oleh Zhang Xiao Long dan Yu Song Bu.
Bersambung!