Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desiran Hati Zhang Xiao Long


Zhang Xiao Long sengaja menguji kesabaran dan ketulusan hati Pangeran kedua Duan Gu yang ingin mendapatkan surat keputusan yang telah didapatkannya dengan mudahnya dari Ratu Kerajaan Dalibisi yang telah dibunuhnya itu.


"Sabarlah sebentar, Kakak Duan. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum manis kepada Pangeran kedua Duan Gu yang menghela napas untuk menahan rasa tak sabarnya itu.


Zhang Xiao Long membuka kotak kecil di tangan kanannya lalu melihat isinya dan mengambilnya seraya membongkar kotak kecil itu dengan satu ayunan kuas giok di tangan kirinya itu telah membuat kotak kecil meledak dan hancur.


Blaarrr!


"Ahhh... Heii..! " Pekik Pangeran kedua Duan Gu dan Putri Duan Chen yang kaget melihat kotak kecil telah hancur berkeping-keping dalam satu gerakan ringan dari Zhang Xiao Long gunakan kuas giok itu saja.


"Kuas giok ini asli.. Terimakasih." Kata Zhang Xiao Long nada santai sekali seraya tangannya yang lain memberikan surat itu kepada Duan Gu yang cepat mengambil dan menyimpan dengan tersenyum bahagia mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.


"Adik Zhang, terimakasih kau sudah membantu ku dengan sangat baik sekali. Sekarang aku bisa menghabisi Pangeran Mahkota Duan Yun dan menggulingkan pemerintahan Raja Kerajaan Dalibisi." Kata Duan Gu yang langsung pergi dari taman bunga bentuk trapesium untuk melakukan misinya yang selanjutnya terhadap Kerajaan Dalibisi.


Zhang Xiao Long tidak mempedulikan urusan yang bukan urusannya lagi. Ia sudah memanggil semua orangnya untuk meneruskan perjalanan mereka menuju ke arah pegunungan Li atau wilayah Kekaisaran Li.


"Kak Long, sesudah kita melewati batas wilayah ini maka kita akan masuk ke wilayah Kekaisaran Li melalui pegunungan Li bagian selatan. " Kata Liu Lu Sian yang duduk di atas kuda hitam di sisi kuda putih yang ditunggangi oleh Zhang Xiao Long.


"Aku untuk pertama kalinya akan mengunjungi wilayah Kekaisaran Li dan ku harap aku bisa bertemu dengan mu secara langsung, Ayah." Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya seraya memandangi pegunungan Li yang sangat indah bukan main.


"Kak Long, lihatlah orang-orang sekte beruang darah telah menyamar sebagai sejumlah rakyat di sekitar daerah ini " Kata Yu Lian Shing yang telah mengubah dirinya menjadi dirinya sendiri lagi setelah Zhang Xiao Long telah mengajak seluruh pasukan Kekaisaran Naga Merah pergi dari Kerajaan Dalibisi pada subuh hari.


Zhang Xiao Long memerhatikan orang-orang di pintu masuk utama ke wilayah Kekaisaran Li yang menyamar sebagai rakyat biasa dan ada juga yang menyamar sebagai pengemis lumpuh yang meminta makanan dan sumbangan dari orang-orang yang ingin masuk atau keluar dari wilayah Kekaisaran Li.


"Hmm, selidiki markas ranting dan cabang mereka di seluruh wilayah Kekaisaran Li agar aku bisa membasmi mereka dan membawakan kepala mereka kepada Kaisar Li sebagai hadiah perkenalan diriku kepadanya di istananya sendiri di istana Kekaisaran Li." Kata Zhang Xiao Long memerintahkan para pasukannya untuk selidiki setiap anggota sekte beruang darah.


"Siap, Paduka." Jawab para pasukan Kekaisaran Naga Merah nada lantang kepada Zhang Xiao Long.


"Aku akan menunggu hasil kerja kalian semua di kota bunga Li. " Kata Zhang Xiao Long di dekat pintu masuk utama ke wilayah Kekaisaran Li kepada para pasukan Kekaisaran Naga Merah.


"Siap, Paduka. " Jawab Yun Hao yang telah membawa sejumlah pasukan Kekaisaran Naga Merah ke arah utara dari wilayah Kekaisaran Li di dekat pintu masuk utama ke pegunungan Li.


"Kami akan mengepung dan menghabisi mereka di markas besar ranting mereka di bagian barat wilayah Kekaisaran Li dari pintu bagian utara pegunungan Li. " Kata Tuan Fan yang segera membawa pasukan Kekaisaran Naga Merah ke arah lainnya.


"Kak Long, aku akan menjaga Puteri Ching Ching di penginapan pintu bunga Naga Li untuk mu. " Kata Yu Lian Shing yang mengajak sejumlah besar pasukan Kekaisaran Naga Merah untuk membawa tandu Putri Ching Ching memilih jalan lain untuk masuk ke wilayah Kekaisaran Li.


"Tilana, Xiao Feng dan Duan Chen pergilah ke arah timur dari depan pintu masuk utama ke wilayah Kekaisaran Li dan habisilah para anggota sekte beruang darah yang menyamar sebagai petani miskin di pedesaan kaki gunung Li. " Kata Zhang Xiao Long membagikan tugas kepada setiap orangnya untuk mengamankan wilayah Kekaisaran Li untuk misi mengantarkan Puteri Ching Ching kepada Kaisar Li.


"Siap, Kak Long. " Jawab ketiga orang gadis itu segera membawa pasukan Kekaisaran Naga Merah lain ke arah yang telah ditentukan oleh Zhang Xiao Long untuk misi mereka.


"Ce Yan dan Lu Sian kalian berdua ikutilah aku ke kota rumput Li yang berada di dekat posisi kita saat ini." Kata Zhang Xiao Long mengajak dua orang gadis dan lima orang pasukan Kekaisaran Naga Merah berkuda memasuki daerah pintu masuk ke pegunungan Li.


Pegunungan Li memiliki delapan wilayah yang di lintasi aliran sungai Li yang terdapat perkebunan buah Li di kedua sisi sungai yang airnya juga di tumbuh pepohonan bakau yang lebat yang menjadikannya sebagai wilayah yang makmur sekali daripada wilayah lainnya dan rombongan Zhang Xiao Long berkuda di jalanan kecil untuk menanjak ke daerah perkotaan di sisi lain dari gunung ini.


"Lihatlah ada sekumpulan burung-burung dan capung yang jumlahnya mencapai ratusan ribu ekor yang mengitari aliran sungai Li." Kata Yang Ce Yan yang berkuda di belakang kuda putih yang di tunggangi oleh Zhang Xiao Long.


"Tandanya air sungai Li sangat bersih, jernih dan sehat untuk di gunakan untuk kebutuhan hidup rakyat di sekitar pegunungan Li yang mengalir ke aliran sungai Li yang berada di dalam ibukota Kekaisaran Li. " Kata Zhang Xiao Long yang telah mempelajari peta wilayah Kekaisaran Li sejak ia kecil oleh ibunya sendiri dan tertanam di benak nya untuk mencari ayahnya yang menjadi Kaisar Li.


"Bandul giok bunga Yue yang aku pakai sebagai kalung sederhana di leherku ini menyimpan surat kelahiran ku dan kipas kertas giok naga emas adalah surat resmi pernikahan antara ibu dan ayah ku yang harus aku berikan kepada ayahku pesan dari Guruku si kakek tua Raja Dewa Mabuk Sakti sebelum aku merantau di dunia ini dan Bibi Chou mengatakan bahwa aku harus memberikan kipas kertas giok naga emas di dalam saku pakaian dalamku kepada Kaisar Li ketika aku dewasa dan berjumpa dengan Kaisar Li. Ahh, aku masih enggan untuk mengakui orang itu sebagai ayahku sendiri. " Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya sambil menikmati keindahan alam di pegunungan Li menuju ke kota bunga Li.


Bersambung!