Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kediaman Tuan Besar Lai..


Zhang Xiao Long berjongkok di atas genteng gedung yang berada di seberang kedai arak Lu Yuan untuk menyelidiki kasus surat rahasia yang di perebutkan oleh sekte elang emas dan sekte gunung Chao bahkan sekte gunung Bu juga ingin mendapatkan surat itu.


" Tuan besar, kami mendengar bahwa Siluman Rase Putih telah berada di kota ini yang dapat mempermudah kita untuk mendapatkan surat di dalam botol giok yang kita dengar berasal dari Ketua Sekte gunung Chao beberapa hari lalu sebelum pria tua itu meninggal dunia akibat luka dalam tubuh yang disebabkan oleh si tangan maut lawannya itu. " Kata sejumlah orang di dalam ruangan yang gentengnya di buka sedikit oleh Zhang Xiao Long untuk di dengarkan oleh pemuda ini dengan cermat.


" Pastikan Siluman Rase Putih jatuh ke tangan kita lebih dahulu sebelum dia jatuh ke tangan Sekte Elang Emas dan Sekte gunung Bu..! "Kata pria tua yang di sebut Tuan besar oleh sejumlah orang itu.


" Lalu bagaimana kita menangani tawanan kita di penjara bawah tanah di wisma Lou? " Tanya salah satu dari lima puluh orang di ruangan itu kepada pria tua itu.


" Minta dia beritahu kita mengenai putra Luo Song Yi yang telah kita ketahui telah membasmi sekte lembah gunung Yang dan Sekte singa rambut perunggu di pegunungan Yang melalui mata -mata kita. " Jawab pria tua itu kepada orang-orang nya.


" Siap, Tuan besar. Kami akan laksanakan perintah Anda..!" Kata orang-orang itu yang segera menjalankan tugas mereka masing- masing sesuai perintah dari pria tua itu.


Zhang Xiao Long meniupkan debu genteng ke bawah lalu pria tua itu terkejut dengan sendiri nya mendongak ke atas untuk mengetahui debu apa yang jatuh ke ruangannya itu. Tetapi, jari yang amat cepat telah menusuk tenggorokan nya hingga berlubang.


Cus!


Zhang Xiao Long mengambil pakaiannya dan menyamar sebagai dirinya usai Ia memberikan serbuk penghancur jasad pada jasad pria tua itu sebelum Ia keluar dari ruangan pribadi dari Tuan besar Lai.


" Kakek, Yi Yi datang kepada Kakek..! " Terdengar seruan seorang pria muda yang tampan kepada pria tua yang sedang menutup pintu ruangannya.


" Yi Yi, kenapa kamu teriak -teriak? Ada apa sebenarnya? " Tanya Zhang Xiao Long yang kini menyamar sebagai Tuan Besar Lai.


" Kakek, aku temukan cincin batu safir di jalan utara kota ini. "Jawab Yi Yi pemuda cucu laki-laki dari Tuan besar Lai.


" Coba kamu perlihatkan cincin batu safir itu pada Kakek? " Zhang Xiao Long dengan suara yang persis seperti suara Tuan besar Lai selalu bersikap tenang.


" Ini cincin batu safir itu, Kek. " Jawab Yi Yi yang meletakkan cincin batu safir di telapak tangan Zhang Xiao Long.


Yi Yi berbalik arah untuk pergi ke ruang lain dari rumah Tuan besar Lai. Zhang Xiao Long dengan langkah tenang menyelusuri rumah itu sampai Ia bertemu dengan seorang gadis yang tak lain adalah Dewi baju merah Yanmi temannya sendiri dan Ia pura-pura tak mengenali gadis itu.


" Iya, Deng Deng. Aku mencari Kakak Tze untuk mengadu catur dengannya..! " Jawab Yanmi temannya itu kepada pemuda bernama Deng Deng.


" Oh, Kakak Tze sedang pergi ke ibukota untuk menghadiri acara pertemuan para Jenderal besar di Istana Jenderal Liu untuk mewakili ayah ku yang sedang pergi ke gunung Lu. " Jawab Deng Deng yang sudah akrab dengan Yanmi menceritakan tentang kakak Tze nya dan ayah nya yang sedang tidak ada di rumahnya.


"Paman Chi pergi ke gunung Lu untuk mencari apa? " Tanya Yanmi sambil menaruh kedua tangan di belakang punggungnya.


" Entahlah, aku tak pernah mengikuti rapat para orang dewasa di rumah ku ini. " Jawab Deng Deng apa adanya kepada Yanmi.


Zhang Xiao Long menyelinap masuk ke ruang tertutup di sisi kanan koridor menuju ke rumah lain di rumah Tuan besar Lai dengan dirinya tak memperdulikan Yanmi yang asyik bercakap- cakap dengan Deng Deng di halaman belakang rumah Tuan besar Lai. Pemuda ini membuka -buka tiap laci di lemari maupun meja tempat kerja Tuan besar Lai. Lalu, Ia tak sengaja dapat menemukan gantungan giok motif burung hong yang pernah di lihatnya pada seseorang yang pernah terlibat kasus pengeroyokan dan juga membunuh ibunya di puncak gunung Xia.


Zhang Xiao Long teringat peristiwa masa kecil nya saat Ia sedang mencari daun-daun obat untuk pelajaran ilmu pengobatan tradisional yang harus di pelajari olehnya dari ibu kandung nya sendiri yang bernama Luo Song Yi. Tetapi, Ia dan ibunya di datangi sekelompok orang yang di antaranya adalah kakak seperguruan ibunya di sekte gunung Yue.


" Ibu.. Aku tak bisa meninggalkan mu sendirian di sini dengan mereka..! " Kata Zhang Xiao Long pada waktu itu kepada ibunya. Namun, ibunya menggunakan ilmu telapak bunga Yue mengusir nya pergi dari puncak gunung Xia. Zhang Xiao Long tetap bersikeras untuk menyelamatkan ibunya dengan berusaha merangkak naik ke atas puncak gunung Xia tetapi sekelompok orang telah membuatnya pingsan sehingga ia tahu dirinya di tangan orang lain sebelum ia jatuh ke tangan gurunya yaitu Raja Dewa Mabuk.


" Guru, izinkan aku melihat ibuku meskipun aku hanya melihat jenazahnya saja..! " Pinta Zhang Xiao Long kepada gurunya saat itu. Ia melihat jasad ibunya di keroyok oleh sekelompok orang yang harus di ingatnya sampai Ia dewasa kata gurunya.


" Kau harus mengingat setiap orang yang telah melakukan hal keji itu kepada ibumu bahkan sampai Ia meninggal dunia pun, mereka tidak pernah membebaskan ibumu untuk suatu hal kosong belaka. " Kata Gurunya sebelum ia pergi ke rumahnya di desa Xia.


" Bibi Chou nyaris menjadi korban keganasan mereka jika wanita tua itu tak sembunyikan diri di dalam ranjang ibumu yang dibawahnya ada lubang penyembunyian untuk Bibi Chou apabila ada orang yang datang ke rumah kalian..! " Kata gurunya sebelum membawanya ke kota Xin An.


Zhang Xiao Long kembali ke masa sekarang di rumah Tuan besar Lai. Ia menggenggam erat gantungan giok motif burung hong lalu di simpan di dalam bajunya sendiri. Ia duduk di kursi di depan meja kerja Tuan besar Lai untuk memikirkan cara untuk menemukan penjara bawah tanah untuk menemukan orang yang di tawan oleh Tuan besar Lai dan orang-orang nya.


" Hmm, siapakah orang yang di tawan oleh Tuan besar Lai di penjara bawah tanah di wisma Lou? " Pikir Zhang Xiao Long.


Bersambung!