
Zhang Xiao Long memandang takjub dengan hal yang di lihatnya sendiri yakni seorang kakek tua renta yang duduk bersila di atas air terjun yang arusnya sangat deras sehingga ia merasakan kebahagiaan luar biasa dapat bertemu dengan seorang hebat seperti kakek itu.
"Locianpwe, aku adalah Zhang Xiao Long yang telah datang kepadamu dan apakah yang ingin Locianpwe inginkan kepadaku?" Sapa Zhang Xiao Long menjura hormat kepada Raja Dewa tanpa kepandaian yang membuka sepasang mata untuk menatap tajam kepadanya.
"Anak muda yang baik aku ingin menjadikan aku sebagai ahli waris seluruh kepandaian yang aku miliki kepadamu agar aku bisa menuju ke alam Nirvana dengan senyuman tenang." Kata Raja Dewa tanpa kepandaian dengan senyuman tulus kepada Zhang Xiao Long.
"Locianpwe, apakah kamu ingin melatih diriku secara langsung darimu? " Tanya Zhang Xiao Long nada takjub dengan kebaikan hati dari Raja Dewa tanpa kepandaian kepadanya.
"Iya, anak muda.Duduklah dengan tenang di sisi kananku dan ikuti petunjuk selanjutnya dariku." Jawab Raja Dewa tanpa kepandaian dengan nada sungguh hati kepada Zhang Xiao Long.
"Baik, Locianpwe. " Kata Zhang Xiao Long yang mengikuti petunjuk dari Raja Dewa tanpa kepandaian. Ia duduk bersila di atas air terjun di tebing paling suram di gunung Thai San dan Ia merasakan energinya yang sangat kuat terserap oleh ilmu sinkang gravitasi bumi dan matahari yang pernah di pelajari olehnya dari Pendekar Besar Bunga Harum Sakti Chen Wai Kin.
Air terjun yang memiliki daya magnet bumi di air terjun di tebing paling suram di gunung Thai San yang menyatu dengan seluruh energinya sendiri yang membuat seluruh indera yang dimilikinya itu semakin lama semakin halus namun semakin menajamkan indera yang berada di dalam tubuh nya.
"Dengarkan alam yang berada di sekitar mu agar mereka mengerti keinginan mu dan menyatukan diri mereka kepada dirimu sendiri sehingga alam dan dirimu adalah satu kesatuan yang utuh dan bulat. " Kata Raja Dewa tanpa kepandaian yang memberikan arahan kepada Zhang Xiao Long.
"Berbaringlah di air terjun untuk daya serap dari energi air menciptakan energi kilat yang menjadi salah satu dari ilmu sinkang barumu dariku." Kata Raja Dewa tanpa kepandaian dengan tulus melatih Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long mematuhinya dan merasakan adanya perubahan dalam dirinya sendiri yang mendatangkan energi ilmu sinkang yang telah di miliki olehnya semakin lama semakin tinggi saja.
"Sekarang kau terimalah seluruh ilmu sinkang ku yang berdasarkan energi air dan udara lalu kau satukan dengan ilmu sinkang gravitasi bumi dan matahari sehingga terciptalah ilmu sinkang gravitasi bumi dan tsunami. " Kata Raja Dewa tanpa kepandaian yang menyalurkan seluruh ilmu sinkang yang dimilikinya kepada Zhang Xiao Long melalui kedua telapak tangannya ke arah pundak Zhang Xiao Long yang berbaring di air terjun tanpa basah.
"Guru, siapakah nama aslimu? " Tanya Zhang Xiao Long dengan sikap hormat kepada Raja Dewa tanpa kepandaian yang duduk bersila di depannya sesudah seluruh ilmu sinkang yang di miliki oleh Kakek tua renta itu telah menjadi milik pribadi Zhang Xiao Long.
"Zhang Xiao Long, nama asliku Lu Huang Da. " Jawab Raja Dewa tanpa kepandaian yang telah mengajari Zhang Xiao Long ilmu silat tangan kosong awan, air dan udara sakti yang dilakukan oleh Zhang Xiao Long dengan cara yang sesuai dengan petunjuknya.
Zhang Xiao Long meliuk-liuk di sekitar air terjun dengan tangannya membentuk gelombang air terjun yang tenang namun mematikan ketika ia menukik ke bawah dan menangkap ikan yang berenang di dasar sungai pegunungan Thai San dengan kuku nya saja.
Zhang Xiao Long melontarkan ikan paling besar ke atas puncak gunung Thai San di dekat Raja Dewa tanpa kepandaian yang telah menangkap ikan itu dan memanggang ikan untuk makan malam mereka berdua.
"Guru Lu, kenapa kamu memanggang ikan tanpa api? " Tanya Zhang Xiao Long menatap heran melihat kakek tua renta itu memanggang ikan di telapak tangannya saja.
"Api akan muncul jika kita memanggilnya melalui energi panas dari diri kita sendiri." Jawab Raja Dewa tanpa kepandaian yang kembali membagi ilmunya kepada Zhang Xiao Long.
"Oh, aku tahu kau menggunakan ilmu sinkang panas dari dalam tubuh mu. " Kata Zhang Xiao Long yang menerima ikan panggang dari Raja Dewa tanpa kepandaian dan memakan ikan itu dengan lahap.
"Zhang Xiao Long, aku lihat kamu memiliki ilmu sinkang yang bermacam-macam dan ilmu silat mu pun amburadul sekali sehingga kamu tak memiliki satu atau dua ilmu andalan mu sendiri yang akan membuatmu menjadi pribadi yang berbeda dengan pribadi orang lain.Karena itu aku ingin kamu menciptakan ilmu sinkang dan ilmu silat dari gabungan seluruh ilmu yang telah kamu kuasai dari sumber yang kamu dapatkan sebagai jodoh mu." Kata Raja Dewa tanpa kepandaian yang memberikan inspirasi kepada Zhang Xiao Long untuk menciptakan sebuah ilmu sinkang dan ilmu silat gabungan dari seluruh ilmu yang telah di pelajari, dimiliki dan di kuasai oleh Zhang Xiao Long.
"Guru, aku ucapkan terimakasih atas petunjuk yang bermanfaat besar bagiku. " Kata Zhang Xiao Long bersujud hormat kepada Raja Dewa tanpa kepandaian yang memejamkan sepasang matanya dengan senyuman welas asih dan juga damai.
Zhang Xiao Long memakamkan Raja Dewa tanpa kepandaian di hutan tebing paling suram di dekat air terjun di puncak gunung Thai San lalu Zhang Xiao Long kembali kepada para pasukan Kekaisaran Naga Merah dan kelima orang istrinya di pintu masuk ke dalam hutan di pegunungan Thai San.
"Bangunlah kalian semua dan cobalah makan malam menu baru dariku. " Kata Zhang Xiao Long yang telah memberikan ikan panggang yang dibuat olehnya sendiri kepada para pasukan Kekaisaran Naga Merah dan kelima orang istrinya yang telah sadar dari pingsan dan duduk mengelilinginya di dekat kereta kuda yang di tempati oleh Putri Ching Ching.
"Kakak Ching, kau terimalah makanan sederhana ini dariku untuk makan malam mu. " Kata Zhang Xiao Long mengulurkan sebungkus seekor ikan panggang kepada Puteri Ching Ching yang telah membuka pintu tandu untuknya.
"Terimakasih." Jawab Puteri Ching Ching dengan senyuman ramah kepada Zhang Xiao Long.
"Tuan putri Ching Ching sebagai seorang calon selir perdamaian , aku ingin kamu memakai cadar yang sopan untuk menjaga kesopanan dan kehormatan mu sebagai seorang wanita yang di pilih untuk misi hebat masa depan kita semua berada di tanganmu. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada memerintah kepada Puteri Ching Ching.
"Baik, Yang Mulia Kaisar. " Jawab Puteri Ching Ching yang tersenyum sopan kepada Zhang Xiao Long seraya menikmati makan malamnya di dalam tandu nya.
Bersambung!