
Saat Ayris sedang memikirkan cara untuk merayu Zain , ia memandang ke arah Zain kemudian ia bangun dari tidur nya berjalan menuju kamar mandi . Ia menyalakan kran air dalam bathup kemudian menambahkan aroma terapy kesukaan nya .
Sedangkan Zain yang memandang Ayris heran dengan tingkah nya , semula ia berpikir jika Ayris akan melakukan hal yang sama seperti sebelum nya tetapi ternyata dugaan nya salah . Ayris meninggalkan nya di ranjang tempat tidur Entah apa yang akan di perbuat Ayris. Zain hanya tersenyum mengikuti nya dari belakang dan ternyata Ayris sedang berendam , Zain membiarkan Ayris berendam di kamar mandi.
Zain ingin menyusul nya tetapi di urungkan niat nya , ia memilih mengambil laptop nya dan memeriksa beberapa berkas penting . Ia menunggu istri nya yang sedang berendam , entah ada apa angin apa malam seperti ini berendam.
Setelah beberapa saat berendam Ayris bangun dari bathup nya kemudian menuju ruang ganti di sebelah nya . Ia sibuk memilah milih lingerie, ia berpikir keras untuk bisa merayu Zain . Kemudian ia menjatuhkan warna pilihan pada warna peach dan memakai nya di semprotkan beberapa parfum kesukaan nya .
Saat ia keluar dari ruang baju ,suami nya masih belum menatap nya . Zain masih berkutik dengan layar laptop nya , ia masih sibuk berbalas pesan dengan para kolega nya . Hingga sampai sebuah suara mengalihkan pandangan nya .
" Sayang ,,,,." Terlihat Ayris dengan langkah santai nya dengan lingerie yang ia pakai tersenyum pada suami nya.
Zain yang memandang nya pun terkejut ketika melihat Ayris dengan lingerie nya semakin membuat nya terpesona akan kecantikan nya .
Ia tak menyangka jika istri nya lebih berani menggoda nya dengan pakaian seperti itu .
Ayris mengambil laptop Zain meletakkan nya di atas meja . Kemudian ia duduk di atas paha menghadap nya . Zain yang masih tertegun memandang istri nya kemudian tersenyum kepada nya .
" Kau sedang menggodaku ." Ucap Zain memeluk pinggang ramping Ayris , Ayris hanya tersenyum dengan tertawa terhadap nya .
" Tidak , aku hanya ingin menyenangkan suami ku ." Jawab Ayris tersenyum pada nya .
Zain mengusap lembut pipi nya, membelai lembut rambut nya mencium kening ayris .
Ayris mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain dan bibir nya bergerak maju mencium bibir zain .
Mencium nya lebih dalam lagi hingga saling bertukar saliva , kemudian Zain menyudahi ciuman tersebut . Ia beralih ke leher jenjang putih milik Ayris mencium nya lebih dalam lagi menikmati aroma terapi yang berada di antara tubuh ayris, kedua tangan nya bergerilya ke hutan lebat yang luas hingga berhenti di perbukitan gunung kembar .
" Sayang ,,,,,sini ! aku ingin tidur ." Ucap Ayris menepuk ranjang kosong di samping nya.
Zain merasa agak kesal dengan sikap Ayris yang mempermainkan nya , dengan tatapan sinis nya ia mengejar ayris ke tempat tidur dan menerkam nya seperti mangsa yang siap di makan .
Zain kemudian menindih tubuh ayris yang sudah menggoda nya, menggelitik tubuh ayris hingga ia berguling kesana kesini .
" Haaaaaa haaaaaaa ,,,, . Sudah sayang , geli." Ucap Ayris menangkis kedua tangan Zain yang menggelitik tubuh nya.
Ayris dengan nafas nya yang tersengal sengal kemudian memandang ke arah Zain . Zain menatap intens pada ayris, istri mungil nya itu ternyata pandai berulah dengan nya, mempermainkan diri nya .
Tetapi kemudian Ayris mengalungkan kedua tangan nya pada leher Zain ,mencium bibir nya dalam dalam membiarkan suami nya menikmati setiap aktivitas nya.
Zain yang sangat terbuai dengan penampilan Ayris memakai lingerie membuat nya tergoda hingga tak sadar ular naga nya sudah siap bersarang ke gua terlarang nya.
Zain bergerilya membabat habis hutan belantara nya menyusuri setiap lekuk hutan tersebut , Ayris pun menikmati setiap babatan Zain . Ia membiarkan ular naga bersarang dalam gua nya .
Hingga pergumulan panas itu terjadi , Zain tetap tidak melepaskan babatan tangan nya . Hingga sang ular naga menyemburkan bisa nya ke sarang nya
Zain terjatuh diatas tubuh Ayris mengatur nafas nya yang tersengal sengal .Kemudian ia berguling ke samping ayris memandang nya dan mengusap lembut kepalanya .
" Apa ini salah satu bentuk rayuan mu ." Ucap Zain memandang pada Ayris .
Ayris yang memandang nya tersenyum dengan sedikit tertawa membuat Zain semakin gemas terhadap nya .
Bersambung 🙃🙃🙏🙏🙏