
Beberapa saat kemudian dave melihat istri nya telah tertidur menyelimuti nya .
Dave berjalan ke lantai bawah menuju kamar sang mama sesuai pesan zain .
Tok ,,,tok,,,
Ceklek,,,,
Mona membuka pintu kamar nya ketika mendengar bunyi suara ketukan dari luar .
" Dave , apa istri mu sudah tidur ? kau meninggalkan nya sendiri ."
Mona sengaja menggoda putra kedua nya serta mempersilahkan putra nya masuk ke dalam kamar nya .
" Ih,, mama . Apa papa di rumah ?"
" Tidak , papa mu baru saja keluar . Teman nya mengundang nya makan siang , kau mencari nya ?"
Mona yang kemudian duduk di sofa mengerjakan rajutan kembali setelah terhenti sejenak karena membukakan pintu untuk dave .
"Tidak , dave mencari mama ."
Dave kemudian duduk di samping mama nya lalu menggenggam erat tangan mama nya .
" Apa mama senang tinggal di sini ? Mama bahagia ? Mama tidak ingin ikut dengan salah satu dari kami ?"
Ucapan dave membuat mona tertegun sekaligus terkejut mendengar nya hingga tak mampu berkata apa apa .
Mona tahu jika ia hidup di dalam lingkungan yang tidak menyukai nya meskipun itu dulu tetapi semua sangat membekas di hati para putra dan putri nya .
" Kenapa kau berkata seperti itu ? Tentu saja mama bahagia . Mama tak ingin terjadi kecemburuan di antara salah satu putra dan putri mama ."
Ucap mona menepuk tangan dave , ia mengerti kekhawatiran putra nya yang merasa tidak bahagia.
" Apa papa sudah berubah ? Tak lagi menyakiti mama ? Jangan sampai dave mendengar semua itu terjadi !"
Mona sekali lagi di buat tercengang oleh perkataan dave namun ia tersenyum pada sang putra yang begitu sayang pada nya.
" Sayang, batu karang yang kokoh lama kelamaan akan mengkikis terkena air laut . Begitu juga dengan papa mu , ia tak mungkin membuat kesalahan yang sama yang membuat putra nya menjauhi nya."
Mona dengan sabar memberi pengertian pada dave . Putra kedua nya berbeda dengan zain atau pun chleo yang tak ingin mendengar alasan apapun tapi dave mempertimbangkan pendapat orang lain .
" Papa mu tidak akan bisa jauh dari mu atau pun chleo , cukup zain yang menjauhi nya hingga membuat nya menderita sampai saat ini ."
Mona kembali melanjutkan perkataan nya memberi pengertian pada dave .
" Dave tahu , karena itu bertanya pada mama . Lagi pula itu kesalahan papa , jika dave jadi kakak dave juga akan melakukan hal yang sama ."
Ucap dave yang kemudian membaringkan diri nya di pangkuan sang mama .
" Hust,,, jangan bicara seperti itu ! Semua tidak sepenuh nya salah papa mu ."
Mona mengusap pelan kepala putra nya mengerti kegelisahan nya.
" Sudah lah , dave mengerti mama mencintai papa meskipun papa berulangkali menyakiti hati mama ."
Ucap dave yang tiba tiba bangun dari tidur nya .
" Dave ke atas dulu ya ma , lily akan bingung mencari ku . Menantu mama semua nya jika marah akan seperti leon ."
Dave mencium pipi mama nya yang kemudian berjalan keluar dari kamar mama nya .
" Hahaha,,, benar kah ? Bagus kalau begitu ."
Tawa kecil dan kebahagiaan menghiasi wajah sang mama yang beberapa hari ini merasa sedikit khawatir.
Ceklek ,,,
Dave pun berjalan ke lantai atas meninggalkan sang mama .
Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengamati dan mendengar pembicaraan mereka yang membuat hati nya terasa di tusuk duri .
Yah, hendra yang ternyata memilih kembali pulang ketika mengingat perkataan istri nya jika sang papa kini telah berubah merasa takut meninggalkan nya sendirian di rumah namun ia melupakan putra kedua nya yang kini berada di mansion nya .
Tanpa mereka sadari hendra mendengarkan pembicaraan putra dan istri nya . Hendra merasa sangat sakit ketika mendengar kelembutan dan kesabaran istri nya memberi pengertian pada putra nya .
Kesalahan masa lalu nya berdampak besar bagi kehidupan nya di masa sekarang mau pun yang akan datang .
" Ma ,,,."
Mona menoleh ke arah suami nya yang tiba tiba muncul di depan pintu kamar mereka .
" Papa,,, Kapan papa datang ? Tidak jadi makan siang nya ?"
Ucap sang istri yang kemudian menghampiri nya membantu nya melepas jas yang ia pakai .
" Tidak , papa ingat mama sendirian di rumah menjaga mama sendirian ."
Ucap hendra yang kemudian berjalan menuju sofa tempat mona merajut beberapa pakaian bayi .
" Ada dave di sini pa . Papa tak perlu khawatir ."
Mona kemudian mengikuti suami nya duduk di sofa tempat ia sering menghabiskan waktu untuk merajut beberapa pakaian bayi .
" Cantik sekali , apa kau membuat nya untuk cucu kita ? "
Hendra memegang beberapa pakaian bayi yang terlihat lucu.
" Iya benar ,semua untuk cucu kita . Bagus kan ? Mama ingin punya kesempatan mendampingi mereka melahirkan cucu cucu kita ."
Mona menundukkan kepala merasa sesak di dada nya jika mengingat putra pertama nya yang jauh dari jangkauan .
" Sayang , aku akan mengusahakan nya ."
Hendra menyentuh pelan tangan mona yang kemudian menggenggam nya sangat erat .
" Kau sudah berkorban banyak untuk ku dan keluarga ku meskipun aku berulang kali menyakiti mu tapi kau tetap mendampingi ku hingga saat ini . Sudah sepatut nya aku memberikan kebahagiaan untuk mu ."
Ucap hendra yang kemudian memeluk istri nya .
" Terimakasih ma ."
Seperti lagu melo yang di dengarkan oleh seusia mereka membuat nya larut dalam lagu tersebut .
Mereka berdua seperti terbang bersama ke angkasa menikmati indah nya langit bersama.
Di gudang kosong .
Adinata yang telah sampai di tempat tersebut merasa heran dengan anak buah nya yang salah menculik orang .
Brakkkk,,,,,
Derrr,,,,
Prankk,,,,
" Ada apa bos ?"
Salah satu anak buah nya menghampiri nya .
" Buka penutup wajah perempuan itu !"
Adinata merasa sedikit geram kareba telah di kelabuhi oleh mereka.
" Baik bos."
Setelah beberapa saat mereka membuka penutup wajah seorang gadis yang mereka culik dan ternyata benar gadis tersebut bukan orang yang di inginkan nya .
" Aaaaaaaa,,,,,h. Brengsek ,,,, sialan ,,,,.Mereka tak bisa di anggap enteng ."
" Kalian salah culik orang , apa kalian tahu ?"
Adinata tersulut emosi ketika mendapati gadis itu bukan gadis yang di maksud .
Brakkkk,,,,
" Maaf bos .sesuai intruksi jika gadis itu memakai gaun warna ini, bos ."
" Gadis itu juga menipuku , kini hilang entah kemana ?"
Adinata yang kemudian duduk di kursi menghela nafas kasar nya .
" Bebaskan gadis itu ! Tapi ingat ! jangan sampai dia menemukan jejak kita ."
" Baik bos ."
Mereka akhir nya membebaskan wanita tersebut membawa nya ke jalanan untuk menghilangkan jejak nya .
Sedangkan adinata harus membuat rencana lain untuk menghancurkan keluarga itu .
" Jika seperti ini , aku tidak akan bisa memasukkan jiya dalam keluarga itu ?"
" Dave sudah mengenalkan istri nya , dengan siapa aku menjodohkan jiya ?"
" Zain,,, iya dengan nya . Ia tak mungkin menolak keinginan kakek nya ."
" Hahahaha,,,, .Kali ini aku harus berhasil memasukkan jiya untuk menghancurkan keluarga ini. "
Adinata yang masih berada di gudang tersebut bermonolog sendiri hingga membuat beberapa anak buah nya heran dan saling pandang satu sama lain .
Adinata kemudian pergi meninggalkan gudang tersebut mengendarai mobil nya untuk menjemput jiya pulang ke mansion nya .
Dengan penuh kegembiraan tersirat di wajah nya karena ia akan segera menikmati kekayaan adinata dan juga menikmati kehancuran keluarga tersebut.
Sesampai di rumah sakit jiwa , adinata segera mengurus biaya kepulangan jiya dan menemui dokter yang telah merawat nya untuk memastikan jika ia bisa mengajak jiya pulang.
Setelah beberapa saat jiya yang melihat adinata merasa heran karena ia tak merasa mengenal nya .
" Kakek siapa ? kenapa mengajak ku pulang ? kenapa bukan ayah yang datang ?"
Jiya tampak bingung karena merasa tak mengenal adinata.
" Jiya ,,, aku ini adalah,,, ."
Adinata terdiam sejenak mendengar perkataan jiya seperti memikirkan sesuatu .
" Tidak , aku tidak boleh mengatakan jika aku adalah ayah nya . Jiya tak mungkin mempercayai nya dan tak mungkin mau pergi dengan ku. "
Gumam adinata dalam hati nya.
" Nak, ayah mu sedang pergi keluar kota untuk bertugas dan dia menitipkan mu pada kakek ."
Jiya menganggukkan kepala nya .
" Kenapa ayah tidak memberitahu ku ? apa ayah sudah tak sayang dengan jiya ?"
Jiya tampak kecewa karena bukan ayah nya yang menjemput nya .
" Nak, ayah mu mungkin sibuk bekerja . Jadi kau harus mengerti jika ia tak bisa menjemput mu ?"
" Baiklah kek ."
" Nah , begitu jadi anak baik ya !"
Setelah beberapa saat akhir nya mereka keluar dari rumah sakit sedangkan kebahagian terpancar jelas di wajah nya melihat jiya telah sembuh dari depresi nya .
" Wah , bagus sekali rumah nya ? besar juga ? Apa kakek tinggal di sini ?"
Jiya terkejut melihat mansion yang begitu besar berbeda sekali dengan rumah nya yang kecil .
" Iya benar nak,kakek tinggal disini .Dan kau sebentar lagi akan menjadi menantu keluarga ini ."
" Kakek akan menikahkan mu dengan salah satu cucu kakek .Apa kau bersedia ?"
Ucapan adinata membuat jiya terkejut ada rada senang terpancar di wajah nya yang kemudian membuat nya lebih bersemangat.
" Benar kah ? Apa cucu kakek ganteng ?"
Jiya kemudian memegang lengan sang kakek bertanya lebih jelas .
" Tentu saja , Kau bisa melihat sendiri di photo keluarga ? Ayo masuk !"
Adinata mengajak jiya masuk ke dalam rumah .
Tak berapa lama nenek nata yang di temani mona yang tengah mendorong kursi roda nya bersantai di ruang samping.
" Nata, kau sudah bangun ?"
" Kau sudah pulang ? Apa sangat sibuk hari ini hingga kau pulang sangat sore ?"
Ucap nata yang di bantu mona membalikkan kursi roda ke arah sumber suara.
" Siapa gadis cantik ini ?"
Nata dan mona terkejut melihat orang yang berada di depan nya seorang gadis cantik .
" Oh,,, ini . Dia jiya putri dari sahabat ku Rudi . Rudi sedang keluar kota jadi menitipkan nya pada ku . Apa kalian keberatan jika ia tinggal di sini ?"
Nata tercengang mendengar penjelasan adinata yang begitu bersemangat mengenalkan jiya.
"Tentu saja tidak , benarkan mona ?"
nata memandang pada menantu nya yang terlihat agak bingung.
" Iya ma ."
jawab mona .
" Hai nenek , bagaimana kabar nya ? Dan,,,."
Jiya sedikit ragu panggilan apa yang tepat untuk memanggil mona .
" Panggil saja tante mona ."
Ucap mona tersenyum yang mengerti dengan kebimbangan jiya.
" Oh ,,, hai tante mona ."
" Senang bertemu dengan mu nak ."
Ucap mona.
" Nenek juga senang bertemu dengan mu jiya ."
Nata yang memandang curiga pada gadis itu.
" Dia putri sahabat mu berarti juga sahabat ku . Tapi ,,,, siapa Rudi ? Apa aku mengenal nya ?"
Pertanyaan nata membuat adinata terkejut dan tercengang mendengar nya.
Deg ,,,,
" Kenapa nata bertanya seperti itu apa ia curiga dengan yang ku katakan ?"
Gumam adinata dalam hati nya .
" Apa ia tahu jika aku bukan adinata ? Tidak ,,, tidak ,,, dia tidak akan tahu jika aku memiliki wajah adinata sebenar nya ."
" Hei,,, adi ,,,kenapa diam saja ? Ah ,, sudahlah mungkin aku yang lupa siapa rudi ?"
Nata memang sengaja berkata seperti itu untuk memancing emosi dari lelaki yang berada di depan nya tersebut.
"Ah,,, iya nata ,kau lupa rudi sahabat ku ."
Dengan sedikit gugup adinata menimpali pernyataan nata .
" Oh iya ,,, nata, aku berencana menjodohkan jiya dengan zain .Apa kau setuju ?"
Nata tercengang dengan perkataan adinata yang semakin lama semakin membuat nya curiga .
" Apaaaa,,,, dengan zain ? Tidak pa , zain sudah menikah ."
Mona terkejut setengah berteriak ketika mendengar papa mertua nya berkata demikian .
" Apaaa,,, zain sudah menikah ? Kapan pernikahan itu terjadi ? Kenapa aku tidak tahu ? Dia bisa bercerai dengan istri nya karena keputusan ku mutlak ."
Ucap adinata yang tak perduli dengan pernyataan mona .
Sedangkan nenek nata terkejut mendengar cucu nya telah menikah .
" Tidak pa , karena istri nya tengah hamil besar. Itu tidak mungkin terjadi ."
Mona yang menggenggam erat pegangan kursi roda seakan membuat nya marah dengan ucapan papa mertua nya.
" Kalau begitu panggil chleo pulang untuk menikah dengan jiya ."
Ucap adinata dengan nada tinggi nya .
Sekali lagi membuat mona dan nata tercengang mendengar nya .
" Tapi pa,,,."
Belum sempat mona melanjutkan perkataan nya , nata menggenggam erat tangan mona memberi isyarat untuk tidak membantah .
" Ayo jiya ! Kakek akan mengantar mu ke kamar ."
Adinata menggandeng tangan jiya ke kamar tamu yang berada tepat di samping kamar nya .
Sedangkan mona dan nata tertegun melihat tingkah adinata yang memang benar menimbulkan kecurigaan mereka .
" Ma, Apa papa hilang ingatan ? Bagaimana mungkin chleo menikah dengan jiya ?"
Mona melayangkan protes dengan nata yang mencegah nya mengatakan yang sebenar nya .
" Apa kau tidak merasa dia bukan papa mu ? Siapa rudi ? Papa mu tidak pernah mempunyai teman bernama rudi . Dan jiya , siapa gadis yang di bawa nya ?"
Mona baru menyadari arti mama mertua nya mencegah nya mengatakan jika chleo adalah perempuan .
" Bagaimana ia bisa melupakan cucu nya sendiri jika ia bukan orang lain ? papa mu tidak boleh mengendari mobil tapi dia ,,? Mama sudah menelepon dokter pribadi yang menangani nya dan ia belum di nyatakan sembuh ."
" Dia juga tak bisa membuka brankas yang hanya berisi dokumen tak penting . Beberapa kali mana memergoki nya mencoba membuka nya hingga akhir nya ia bertanya kode nya pada mama ."
" Mona , berjanjilah pada mama untuk merahasiakan ini dari hendra . Sampai mama bisa mengungkap siapa dia sebenar nya ?"
Ucap nata memegang tangan mona .
" Baiklah ma . Tapi bagaimana jika cucu mama yang mengetahui nya ? "
Mona hanya mengkhawatirkan zain mengetahui semua nya .
" Entah lah mona . Eh tunggu ,, kau bilang zain telah menikah ?"
Nata mengingat ucapan mona yang menyatakan jika zain telah menikah .
" Benar ma , mungkin sebentar lagi mereka akan mempunyai anak dan mama akan mempunyai cicit ."
" Apaa,,,, benarkah ?"
Dengan menitikkan airmata di sudut mata nya nata menggenggam erat tangan mona .
Tanpa mereka sadari dua pasang mata melihat kejadian tersebut merasa terharu melihat menantu dan mertua nya bergenggaman tangan dan berpelukan .
" Sayang , kau harus hati hati dengan kakek mu !"
Ucap lily yang mendengar pembicaraan sekaligus melihat dari lantai atas tentang kejadian tadi .
" Tidak masalah , kakak akan segera membereskan nya ."
" Ihh,,, mengandalkan kakak mu . Mana suami ku yang disebut casanova ?"
Lily mengejek suami nya yang mengandalkan kakak nya seorang ketua mafia.
" Aku bukan casanova . Apa kau tahu ? Semua ku lakukan untuk mencari keberadaan mu ."
Ucap dave menarik pinggang lily medekatkan dengan tubuh nya .
" Oh ya,,, benarkah ?"
Perkataan yang tak percaya membuat dave semakin erat menarik pinggang istri nya .
" Kau tak percaya ,,, ? "
Ketika dave menyunggingkan senyum nya semakin mendekatkan wajah nya , lily menutup mulut nya dan memberontak melepaskan diri dari dave .
" Eh ,,,sayang ,,, mau kemana ?"
Tak menjawab pertanyaan dave ,lily bergegas berlari menuju kamar nya dan mencari keberadaan kamar mandi .
" Uekk,,, uek,,,uek,,,."
" Aneh , ada apa dengan ku ? Kenapa perut ku sangat mual ?"
Ucap lily bermonolog sendiri dan tak menyadari jika dave telah berada di samping nya.
" Aku bilang apa ? ada dave junior di sini ."
Dave menyentuh pelan perut datar lily yang tadi memuntahkan isi perut nya.
" Ada ada saja . Aku ingin berbaring ."
Ucap lily yang merentangkan kedua tangan nya .
Dave mengerti arti rentangan tersebut lalu menggendong lily ke tempat tidur.
"Apa kau merasa lebih baik ? "
Dave membalurkan minyak angin oada perut lily yang diangguki oleh nya .
" Tenanglah ! besuk leo akan kesini."
Dave lalu memijit kepala lily secara oerlahan untuk menghilangkan rasa pening dan mual nya .
" Kenapa ia datang kesini ?"
" Tentu saja mendampingi kakak ipar , apa lagi ?"
Ucap dave kemudian ikut berbaring di samping nya sambil mengusap pelan kepala istri nya.
Bersambung 😊😊🙏