ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 261.


Tak berapa lama mereka sampai ke mansion zain dengan selamat tanpa halangan apa pun .


Zain bernafas lega ketika mereka mendarat sempurna di halaman belakang mansion nya .


Zain menggendong istri nya turun dari helicopter di bantu para bodyguard yang telah bersiap di sana untuk membuka kursi roda agar sang tuan mudah memindahkan sang nyonya .


Kali ini zain mendorong kursi roda ayris sedangkan leo dan rian menggendong baby boy di ikuti leon dan leona yang mengawal mereka.


Disana sudah ada pak mus dan kesayangan ayris mira dan selly serta seluruh pelayan yang menunggu di depan pintu untuk menyambut kedatangan ayris dan ketiga bayi nya.


" Nyonya selamat datang ."


Mereka memberi salam untuk nyonya yang mereka sukai.


" Selamat datang di mansion untuk ketiga baby ."


" Terima kasih semua ."


Ayris tersenyum melihat semua berkumpul untuk menyambut kedatangan nya dan juga para bayi .


" Hei,,,, Kalian hanya menyambut istri dan anak ku saja ? Tidak pada pemilik mansion ini ?"


Ucapan zain membuat semua orang tertegun dan juga bergidik ngeri ketika sang pemilik mansion melayangkan protes nya .


Setelah beberapa saat mereka saling berpandangan mendengar ucapan tuan nya , begitu juga ayris yang mendongakkan kepala nya menatap heran suami nya. Sebuah suara deheman seakan membuyarkan lamunan mereka .


" Eh'em ,,,."


Yah , suara rian yang tengah menggendong baby boy membuyarkan lamunan mereka .


" Selamat datang tuan ."


Ucap mereka bersamaan dengan membungkukkan badan nya .


Setelah acara penyambutan , zain langsung mendorong kursi roda mereka masuk ke dalam mansion .


" Sayang , bawa aku naik ke atas ! aku ingin tidur sejenak , kau membuat tidur ku terganggu."


Ayris menggendong baby girl di atas kursi roda sedang kan kedua baby boy di gendong leo san rian .


" Mira,,, ."


" Iya nyonya ."


Mira hendak meraih kursi roda namun di larang oleh zain .


" Sini !"


Mira mendekat pada sang nyonya yang ingin berbicara dengan nya .


" Kekasih mu sudah pandai menggendong baby , apa kau tak ingin segera menikah ?Jika tidak , aku akan menjodohkan nya dengan wanita lain ."


" Huk ,,,huk,,,,."


Mira tersedak mendengar penuturan ayris yang masih saja memaksa nya untuk menikah .


Lalu melirik ke arah rian yang tengah menggendong baby boy yang pura pura tak mendengar nya.


" Kakak ipar , kenapa dia yang kakak suruh menikah ? Harus aku adik ipar mu ."


Leo melayangkan protes pada ayris yang tengah menyuruh mira segera menikah .


"Hihihihi,,,,."


Ayris tertawa kecil mendongakkan kepala nya menatap sang suami .


Namun zain tak mengindahkan tatapan ayris terus mendorong ayris menuju lift yang akan bergerak ke lantai atas menuju kamar nya.


Tak berapa lama , mereka pun sampai ke kamar ayris dimana seluruh pelayan dengan koordinasi pak mus membuat kamar itu menjadi lebih baik bahkan di tambah kan tiga box bayi untuk tempat tidur para bayi .


" Wah,,, kalian memberi ku surprise ? Di tambah lagi ada box bayi untuk para bayi."


Ucap ayris yang begitu bersemangat melihat kamar itu menjadi lebih rapi dan juga terdapat ranjang bayi di sana .


Zain mengunci kursi roda agar tidak bergerak kemana pun lalu meraih baby girl dalam gendongan ayris memindahkan nya ke dalam box bayi .


Setelah itu menggendong istri nya ke atas tempat tidur serta menyelimuti nya .


Rian dan leo juga meletakkan nya baby mungil tersebut ke dalam nya .


Namun mereka tak lantas pergi dari tempat itu , tetapi melihat ketiga bayi itu secara bergantian.


" Eh ,,, menurut mu mirip siapa mereka ? Daddy nya seperti nya tidak , tapi semua mirip kakak ipar."


Ucap leo dengan rian yang seperti nya sangat senang dengan kehadiran tiga baby twins.


" Benar sekali , apa lagi baby girl ."


Rian pun menimpali perkataan leo .


" Aung,,,."


" Aung,,,,."


Kedua harimau tersebut juga ikut bergabung dengan leo dan rian hingga membuat zain terkejut mereka masih di depan ranjang bayi .


" Aaaa,,, kalian mengiyakan perkataan kami ."


" Tos dulu ."


" Hihihi,,,,."


" Eh'em,,,,."


Suara deheman yang sangat mereka kenal membuat rian dan leo berdiri secara bersamaan membuat kedua kepala mereka bersentuhan .


" Aduhh,,,,."


Leo mengusap kepala nya ketika ia dan rian saling bersentuhan kepala .


" Kakak mengagetkan saja ."


Leo mendengus kesal dengan kakak nya .


" Apa yang sedang kalian lakukan ?"


Zain menatap curiga pada kedua nya yang saling berpandangan.


" Tentu saja melihat bayi , memang nya kakak kira sedang apa ?"


Leo yang akan beranjak pergi terkejut mendengar kakak nya berbicara sendiri .


" Sayang, kalian mirip sekali dengan daddy .Dan kau baby girl , kenapa mirip dengan mommy mu ?"


Ucap zain menundukkan kepala nya melihat ketiga bayi nya .


" Karena dia anak ku ."


Ayris yang semula ingin tidur merasa terganggu dengan ulah suami dan adik ipar nya .


" Tapi aku yang memberi bibit unggul , bahkan menyiram nya setiap hari ."


Ucap zain menyaut perkataan ayris tanpa rasa bersalah sama sekali kalau ada adik nya yang belum menikah bahkan asisten pribadi nya .


" Haaaa,,,,."


" Haaaa,,,,."


Leo dan anton tercengang mendengar perkataan zain bahkan sampai menutup mulut mereka.


" Sayang,,,, Kau bicara area dewasa pada dua anak kecil di hadapan mu !"


Suara ayris yang agak meninggi membuat zain melihat ke arah istri nya lalu menoleh ke arah kedua adik nya .


" Tidak ,,, mereka sudah dewasa. Mana ada anak kecil ?"


Tanpa rasa bersalah , zain membela diri nya sendiri yang tidak mengerti apa yang di maksud ayris .


"huk ,,,, huk,,,,."


Rian tersedak mendengar pembelaan tuan nya yang kini menjadi bucin akut pada istri nya bahkan sedikit berbeda.


" Sayangggg,,,,."


Ayris berteriak keras bahkan mata nya terbuka karena perkataan zain .


" Kakak , seperti nya rian kehausan . Aku akan turun bersama nya . Leon come on !"


Leo segera menarik tangan rian dan juga mengajak leon dan leona yang lebih dulu bersembunyi di bawah box bayi .


" Aung,,,."


" Aung,,,."


" Leon , apa yang mommy mu makan ? Kenapa berubah sangat garang ? bahkan melebihi diri mu ."


Leo menghela nafas kasar nya ketika bisa keluar dari serangan maut kakak ipar nya .


" Aung,,,, ."


" Aung,,,."


Leon dan leona hanya meraung lalu meninggalkan mereka berdua menuruni anak tangga.


" Aku tak menyangka tuan bisa takluk dengan nyonya muda ."


Ucap rian berjalan melangkahkan kaki nya menuju lantai satu .


Ia hendak menemui kekasih nya yang beberapa hari tak di temui nya .


Sedangkan leo pergi ke kamar nya untuk beristirahat setelah penat dengan kejadian hari ini .


Di dalam kamar ayris.


" Oek,,,,oek,,,."


" Kenapa kau berteriak keras sekali ? Baby azkia menangis mendengar teriakan mu ."


Zain meraih baby girl azkia lalu membawa nya kepada mommy nya .


"Baby azkia,,."


Ucap ayris lirih ketika mendengar suami nya memanggil nama azkia untuk baby girl.


" Cup ,,, cup,,, sayang . Jangan menangis ya !"


Baby azkia terdiam saat daddy nya mencoba menenangkan nya agar tidak menangis .


" Eh,,, baby azkia menurut pada daddy . Haha,,,,."


Ucap ayris terlihat gembira melihat suami nya yang berhasil menenangkan baby azkia .


" Eh,,,sayang , kalau kau memberikan nama azkia untuk baby girl lalu siapa nama ke dua baby boy ?"


Ayris meraih baby azkia ke dalam gendongan nya lalu menyusui baby azkia .


Zain menatap tajam pada ayris yang tengah menyusui baby azkia tanpa menjawab pertanyaan ayris .


Ayris lalu mendongakkan kepala nya menatap suami nya yang terlihat fokus menatap baby azkia .


Ayris menaruh curiga dengan tatapan zain yang tak berkedip sama sekali .


Tak menghiraukan tatapan mata suami nya , ayris hanya fokus memberi asi pada anak perempuan nya hingga ia tertidur kembali .


" Sayang, ,,, sayang,,,,."


Zain yang sebenar nya merasa cemburu pada putri nya telah melahap benda kenyal kesukaan nya .


" Hem,,,,,,."


" Ini , letakkan kembali baby azkia di ranjang nya dan jangan lupa ambil salah satu baby boy !!"


Ucap ayris memberikan baby azkia pada suami nya yang terlihat cemberut menerima baby azkia .


Tak berapa lama kemudian setelah zain mengembalikan baby azkia , ia pun membawa baby boy dan memberikan nya pada ayris .


Lagi lagi mata nya tertuju pada benda kenyal milik nya yang di lahap si kecil dengan rakus .


Ayris pun melirik suami nya yang tengah menatap tajam pada benda tersebut .


Ayris baru menyadari penyebab suami nya menjadi cuek dan dingin bahkan kedua mata nya yang seakan siap menerkam mangsa nya.


Setelah baby boy kenyang , ayris pun kembali memberikan baby boy pada suami nya . Dan zain pun kembali meletakkan kembali baby boy di keranjang bayi nya .


" Baby aksa ,kau rakus sekali melahap squisy milik daddy .Hemm,,,,."


Ucap zain pada baby aksa lalu sengaja menoel noel pipi nya .


Ayris tertawa kecil tapi tak bersuara ketika mendapati suami tengah cemburu pada baby aksa .


Zain pun kembali membawa baby boy yang satu nya lalu memberikan nya pada istri nya.


" Baby azka , kau melahap squisy daddy sama seperti kakak mu ? Daddy dapat apa ? Haaah,,,."


Zain mendengus kesal ketika melihat baby azka meminum asi nya dengan rakus sama seperti kakak nya baby aksa.


" Baby azka,,, .hihihi,,, nama yang bagus. Aksa ,azka dan baby girl azkia."


Ayris senang dengan nama yang di berikan oleh suami nya untuk si kembar tiga, kedua putra dan putri nya.


Setelah baby azka selesai menyusu , ayris pun memberikan kembali baby azka pada zain.


Zain yang merasa penat dengan kejadian hari ini bahkan rasa tak nyaman pun terasa di badan nya karena pengaruh obat bius tersebut.


" Sayang,,,,."


Ayris melihat suami nya yang kesal dengan ulah para baby yang tadi menyusu berniat menyenangkan zain yang terlihat murung.


" Hemm,,,, ."


Setelah menoleh ke arah istri nya , zain terkejut ketika ayris menurunkan setengah baju nya hingga memperlihatkan squisy kesukaan nya.


" Kau tak menginginkan nya ?"


Mendapat kode sinyal dari ayris , zain yang semula hendak ke kamar mandi berbalik menghampiri istri nya.


Dengan mata berbinar zain mulai menyentuh squisy milik nya hingga sebuah bisikan membuat nya berhenti .


"Mulai sekarang kau harus berbagi dengan junior . Mereka butuh asupan gizi agar tidak mudah sakit ."


" Hem,,, ."


Zain yang terus memainkan squisy milik nya hingga membuat yang empu nya merintih menikmati setiap sentuhan tersebut .


" Tapi,,,,kau harus ingat yang di bawah tak boleh di gunakan terlebih dahulu !"


Zain berhenti bermain main dengan squisy nya lalu mendongakkan kepala nya menatap pada sang istri .


" Kenapa ?"


Tanpa rasa bersalah ia pun bertanya seperti itu membuat ayris menepuk jidat nya sendiri.


" Sayang ,,, itu masih sakit dan juga masih nifas mengeluarkan darah sehabis melahirkan ."


Ucap ayris menyentuh pelan wajah suami nya yang terlihat polos bahkan sekelas mafia kejam seperti nya tak mengerti tentang hal itu .


" Kenapa keluar darah ? Itu kan milikku ."


Sekali lagi ayris menepuk jidat nya sendiri.


" Sayang,,, kau itu kejam tapi kenapa bodoh ? Tentu saja karena baby twins keluar lewat situ !!"


Ayris semakin geram dengan kepolosan suami nya .


" Apaaaaa,,,, lewat sana ? Kalau begitu kau tidak boleh hamil lagi ."


Zain tersentak kaget ketika ayris memberitahu nya tentang hal itu . Ia benar tak menyangka akan ber puasa lebih lama karena rasa sakit yang di alami ayris dan juga masa nifas .


"Memang nya kau tak ingin keturunan ?"


Ucap ayris mengedipkan sebelah mata nya pada zain .


" Sudah ada mereka bertiga dan aku tak mau membuat mu sakit lagi ."


Zain menyentuh pelan bagian bawah ayris dan membuat ayris terharu melihat suami nya yang begitu menyayangi nya .


Zain beranjak dari tempat tidur dan menarik kembali baju atasan ayris menutup kembali squisy nya lalu menyuruh ayris berbaring beristirahat setelah rasa lelah yang di alami nya .


" Sayang,,,."


" Istirahat lah ! Aku akan mandi sebentar ."


Ucap zain melangkahkan kaki nya .


" Tapi aku lapar ,,,,."


" Baiklah, aku akan menyuruh mira membawakan makanan untuk mu ."


Ucap zain yang kemudian menekan tombol intercom memanggil mira .


Setelah itu , zain pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah penat dengan hari ini.


Bersambung 😊😊🙏