ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 287.


Liana memandang lekat lekat jack di depan matanya lalu menangis mengeluarkan airmata di sudut mata nya .


" Kenapa kau membiarkanku menunggu begitu lama ? Kenapa kau membalas nya dengan cara seperti ini ?"


" Hiks,,,, hiks,,,, kenapa ? Kau tidak tahu betapa terluka nya aku ."


" Saat kau menyerahkanku pada orang yang tak ku cintai sama sekali .Hiks,,hiks,,,,."


" Kau sangat kejam ,,,."


Liana memukul mukul bilah bidang jack dengan isak tangis tersedu sedu .


Sedangkan jack diam mematung tak menyangka jika mereka memang saling mencintai hingga sahabat jack mengatakan jika ia telah melamar liana dan akan menikahi nya , jack tak bisa berbuat apa apa.


Jack meraih liana ke dalam pelukan nya yang tengah menangis tersedu sedu .


" Aku mengira kau akan bahagia waktu itu ."


" Jadi aku melepaskanmu untuk nya ."


" Jika aku tahu akan berakhir seperti ini , aku tidak akan melepaskanmu padanya."


Ucap jack mengusap pelan kepala liana menenangkan nya.


Liana mendongakkan kepala nya menatap wajah sendu jack yang terlihat sangat bersalah .


Jack menatap manik mata liana dalam dalam lalu menyambar bibir liana yang kini menggodanya dan mati matian ia tahan gejolak yang hampir saja meledak.


Adegan ciuman yang berlangsung lama bahkan semakin panas seperti pengantin baru , jack maupun liana tak dapat menahan rasa yang kini telah memuncak.


Namun jack menghentikanya begitu saja ,tak ingin melakukan hal buruk pada cinta pertama nya.


"Kenapa ,,,? "


" Aku tidak akan menyakitimu ."


Ucap jack yang kemudian duduk di tepi ranjang tempat tidur nya.


" Menyakiti ,,?"


Liana heran dengan perkataan jack .


" Aku tidak pantas untuk mu ."


" Tak pantas untukku ?"


Liana semakin tak mengerti apa yang di katakan jack.


" Aku seorang pemilik club malam yang selalu menikmati dunia malam , bagaimana mungkin bersanding dengan mu ?"


Deg,,,,


Liana berpikir sejenak atas perkataan jack lalu mulai menyadari arti dan maksud perkataannya.


" Jadi benar dia pemilik lightblue ."


" Tapi aku tak merasa takut sedikitpun namun merasa nyaman berada di dekatnya."


" Apa aku harus melepaskan cinta yang kutunggu selama ini ."


"Hah,,, tidak liana . Seseorang pasti punya masa kelam begitu juga dengan jack dan aku."


Gumam liana dalam hati nya .


Keheningan yang terjadi beberapa saat membuat keduanya dalam kecanggungan namun liana terus bergelayut dalam pikiran nya sadar harus berbuat apa.


Liana duduk di pungkuan jack seperti sedang menaiki kuda membuat mata jack membelalak melihat tingkah liana bahkan sulit dipercaya.


Jack seperti tak mengenal liana , berbeda dengan yang dulu masih merasa malu jika berdekatan.


" Liana,,, ."


" Apa aku harus melepasmu begitu saja ? Setelah sekian tahun menunggu ."


" Beri satu alasan kenapa harus meninggalkanmu ?"


Ucap liana mengalungkan kedua tangannya ke leher jack bahkan liana semakin berani sengaja melepas tali bathrobe yang ia pakai .


Seperti sedang bermimpi melihat sesuatu yang indah ,tak disangka jack tak bisa mengendalikan dirinya.


Keduanya sedang berada di atas awan melayang menikmati surganya dunia hingga jack sadar sesuatu yang salah namun tak bisa dihentikan begitu saja .


" Aaaaa,,,, jack, pelan pelan ."


Ucap liana yang sedikit menitikkan airmata di sudut matanya.


" Kau,,,,."


Liana mengangguk pelan .


Jack tak menyangka sejauh ini yang di katakan liana ada kelainan tetapi tidak pada kenyataan nya.


Jack membenamkan diri ke dalam dada liana setelah berhasil menerobos hutan lebat dibawah sana.


" Jadi,,, kau menjaga nya untuk ku ?"


Liana tersenyum mengangguk pelan.


" Kenapa ?"


" Apa masih perlu ditanyakan lagi alasan nya ?"


Ucap liana memalingkan wajahnya ke samping.


Jack tersenyum melihat tingkah polah liana yang ternyata masih seperti dulu .


Kedua insan itu menghabiskan waktu bersama bahkan malam bersama hingga kelelahan dan juga tertidur pulas saat dini hari.


Jack teringat dengan perusahaan kakak nya yang kini tengah kosong dan juga dalam gonjang ganjing dengan tertangkapnya sastro sebagai dalang pembunuhan pemilik asli lila group.


πŸ“ž Calling " Dave arijaya ."


πŸ“ž Incoming call " Paman jack ."


πŸ“ž :" Halo paman, ada apa pagi pagi menelepon ? Lily masih tidur."


πŸ“ž :" Dave, apa paman boleh meminta tolong ?"


πŸ“ž :" Tentu saja, semampu dave bisa ."


πŸ“ž :" Apa kau bisa membawa lily ke perusahaan lila group ? Paman harus mengenalkannya sebagai pewaris tunggal lila group ."


πŸ“ž :" Dave akan berusaha . Keponakan paman sedang hamil jadi susah untuk di ajak kemana mana , apalagi kak zain tak mengijinkan kami keluar beberapa hari ."


πŸ“ž :" Tenang saja , paman sudah meminta ijin pada kakak mu ."


πŸ“ž :" Baiklah , paman .Tung,,,."


" Sayang , siapa yang menelepon pagi pagi begini ? Aku mau lagi ,,,."


Dave belum sempat melanjutkan perkataan nya lily merengek meminta di ambilin air minum.


" Baiklah , sayang ."


πŸ“ž :" Huk ,,huk,,,."


Jack tersedak mendengar keponakan nya bermanja manja dengan suami nya dan entah apa yang dibicarakan mereka.


πŸ“ž :" Paman kau sedang sakit ?"


πŸ“ž :" Tidak, jangan lupa aku menunggu mu dikantor."


πŸ“ž :" Baiklah paman."


πŸ“ž :" Klik."


" Dasar anak muda ,,,!!"


Gumam jack.


keduanya memutus sambungan telepon , dave bergegas mengambil air minum .


Sementara jack melihat liana yang masih terkulai lemas di ranjang masih tertidur pulas.


Jack tersenyum menghampiri belahan hati nya , meskipun tak muda lagi tetapi jack merasa seperti anak muda.


" Maafkan aku membuatmu seperti ini .Aku janji akan menjagamu dengan baik dan juga anak kita ."


Ucap jack mencium kilas bibir dan merapa pelan perut liana.


Jack memberitahu ayah liana yang tak lain adalah tuan rusdi , memberitahu nya kalau liana menginap disana dan juga meminta ijin untuk menikahi putrinya.


Tuan rusdi sangat bahagia mendengar pernyataan jack dan juga pengakuan nya .


Jack lalu ke dapur membuat sarapan pagi dengan beberapa menu sebelum pergi ke kantor lila group.


Setelah itu berniat berendam menghilangkan penat dan juga bau minyak yang ada ditubuh nya.


Baru beberapa langkah , terdengar suara rintihan suara gadis yang baru bangun tidur .


" Aduhhh,,,, kenapa sakit sekali ? Si dingin itu pergi tak bertanggungjawab sama sekali ."


Jack tersenyum mendengar perkataan liana yang memegang area sensitifnya.


" Aaaaaa,,,, jack , kau,,,,."


Liana berteriak kecil terkejut seseorang secara tiba tiba menggendongnya.


Ia membelalakkan matanya ketika melihat diri nya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang bahkan berusaha menutupi nya .


Jack sedikit tersenyum dengan tingkah polah liana.


Jack memandikan liana layaknya bayi sedikit terburu buru karena harus ke kantor lila group.


" Sayang, aku akan ke kantor lila group . Sarapan sudah siap , jangan pergi kemana pun sebelum aku kembali !"


Guma liana dalam hati .


" Aku sudah menghubungi papa jika kita akan menikah hari ini."


Ucap jack memakai stelan jasnya.


" Papa,,, . Apa aku tak salah dengar ? Tunggu ,,,tunggu, sejak kapan jack memanggil papa."


Liana masih tak mengerti arti dari peubahan jack dan juga panggilan nya.


Deg


Detak jantung liana berdebar kencang mendengar kata papa dari bibir jack .


Ia tengah melayang ke atas angin memikirkan perkataan jack dan bertanya sejak kapan memanggil dengan sebutan papa.


Muach,,,


Jack mencium kening liana lalu mengusap pelan perut liana.


" Jaga dia untuk ku !"


Liana membelalakkan matanya ketika mendengar perkataan jack .


" Apa dia sudah gila ? Jaga dia untukku !"


Gumam liana dalam hatinya .


Jack kembali lagi setelah membawakan makanan untuk liana .


" Kau membutuhkan sesuatu ?"


Jack berbalik menatap liana yang terlihat sedang melamun .


Liana tak menjawab namun menganggukkan kepalanya .


" Apa,,,?"


" Baju ."


" Hahaha,,,, hanya itu. Di lemari itu banyak baju yang memang sengaja ku beli waktu untuk surprise pada shena tapi ,,,,,,,. Pakailah ! jika kau tidak menyukainya kita akan belanja selepas aku dari kantor."


" Bukan baju mendiang ?"


" Dia tak menyentuh ataupun melihat sama sekali , aku membeli apartemen ini untuk kehidupan yang baru tapi sayang tidak bersamanya namun dengan mu ."


Jack menyambar kembali bibir liana hingga beberapa saat lalu pergi begitu saja.


Sementara liana diam terpaku mendengar dan juga melihat aksi jack lalu menyentuh bibirnya.


Di kediaman zain .


Dave harus hati hati berbicara dan membujuk istrinya untuk keluar bertemu pamannya demi masa depan lila group namun tak kunjung berhasil hingga dave mengacak acak rambutnya sendiri .


Tak lama kemudian zain datang ke meja makan sengaja menghampiri dave dan lily yang tengah sarapan. Zain memenuhi permintaan istrinya yang merasa bosan sarapan di kamar .


" Lily , dave akan menemanimu ke kantor lila group . Paman mu sudah menunggu di sana ."


Dave merasa keberuntungan ada padanya , kakaknya membantunya membujuk lily .


" Lila group ? Untuk apa aku kesana ?"


Ucap lily .


" Mengunjungi perusahaanmu ."


Lanjut zain yang kemudian menyuapi istrinya .


" Tidak, aku sedang tak ingin pergi ."


Ayris mengerti jika mood ibu hamil berubah ubah tampaknya harus turun tangan .


" Lily , jika kau tak kesana dave akan mewakilimu dan kau tahu sekertaris lila group berparas wajah cantik dan berpakaian sexy . Kau tidak khawatir ?"


Ayris mengedipkan salah satu sebelah matanya padar lily .


Lily yang semula acuh badmood yang terjadi padanya karena sedang hamil muda mudah berubah ubah.


Lily menghentikan aktivitasnya lalu mengalihkan pandangan pada suaminya .


Lily pergi begitu saja meninggalkan meja makan dimana semua orang kini tengah menatapnya bergantian dengan ayris.


" Kakak ipar , kau membuatku di ujung tanduk . Bagaimana jika ia melakukan hal yang aneh ?"


Ucap dave menghela nafas panjangnya lalu menyusul istrinya .


" Hihihi,,,,."


Ayris terkekeh geli melihat mereka berdua .


" Tenang saja ! Semua akan baik baik saja ."


Ucap ayris ketika melihat dave mengacak acak rambutnya sendiri.


" Bagaimana bisa tenang ? Dave membujuknya dari pagi tak berhasil tapi ,,,kakak,,,,. Aaaa,,,aaa."


Dave merengek seperti anak kecil.


Tak berapa lama lily menuruni anak tangga ketika dave hendak menyusulnya ke atas .


Dave tercengang melihat dandanan lily berbalut pakaian kantor stelan jas dan juga bisa dibilang sangat elegan.


" Sayang,,,, kau ."


"Ayo kita pergi !!"


Dave tersentak kaget dengan ajakan lily apalagi dengan stelan jas yang terlihat begitu sexy dimata dave hingga ia terpesona menatap istrinya sendiri.


Dave sadar dari lamunanya lalu menganggukkan kepalanya .


Sedangkan keluarga yang sedang memandang mereka mengacungkan jempol pada ayris ketika dave dan lily sudah menghilang dari pandangan mereka.


" Lalu bagaimana dengan adinata , zain ?"


Kakek arijaya membuka percakapan di sela sela sarapan mereka.


" Bagaimana ? Hukuman seumur hidup lebih pantas untuknya meskipun aku bisa dengan mudah menyingkirkannya ."


Ucap zain menegak cangkir kopi yang berisi kopi hitam kesukaannya .


" Nenek akan ke kantor polisi ,zain."


Ucap nenek nata.


" Tidak ,nek. Sudah ada orang kepercayaan kakek beserta rekaman cctv sebagai buktinya."


" Rahmat ,,,,?"


" Iya , benar. Dan juga lestari yang menuntut kasus percobaan pembunuhan pada pak rahmat."


" Hiks,,,hiks,,,, aku tak menyangka mereka masih hidup. Nenek memang sudah mengetahuinya sejak awal dan nenek pikir dia akan menjafi ayah yang baik dan juga kakek yang baik untuk kalian tapi ternyata nenek salah."


Ucap nenek nata dengan wajah sendunya.


" Nenek tak bisa membuktikan jika ia bukan kakekmu hanya dengan kata kata saja tanpa bukti yang nyata."


" Sudahlah ,nek . Zain tahu itu."


Zain berdiri meninggalkan meja makan di ikuti ayris yang merasa ada sesuatu dengan suaminya lalu mengikuti kemana arah zain melangkah .


" Sudah lah, nata. Semua sudah berlalu , lagi pula ajinata sudah ditangkap."


Jaya menenangkan nata yang terlihat bersedih.


Zain melihat kebelakang lalu menggandeng istrinya mengunjungi leon dan leona yang memiliki bayi kembar dua.


" Leona , kau memiliki dua bayi ?"


" Aung,,,,."


" Aung,,,,."


" Sayang , siapa nama bayi mereka ?"


" Bukan kah kau mommynya kenapa bertanya pada ku ?"


Zain mengambil kedua bayi harimau itu lalu menggendongnya .


" Abi dan aba,,,,."


" Eng,,,eng,,,."


Keduanya bersuara kecil ketika ayris memberi nama .


" Aa,,,haha,,, dia bersuara berarti dia setuju tapi sayang kenapa cuma dua .Baby kita ada tiga ."


Ucap ayris .


" Leona pasti hamil lagi ,,,,. Aku sangat merindukanmu."


Bisik zain di akhir kalimatnya.


Ayris yang mendengarnya memerah menahan malu . Meskipun telah melahirkan anaknya , ayris masih saja malu ketika mendengar suaminya sedang merayunya.


"Baiklah abi ,,aba ,,, kalian harus istirahat. Mommy akan menikmati udara segar setelah sekian lama."


Zain memang sengaja mengajak ayris mengelilingi mansion setelah menitipkan ketika baby a pada mira dan juga mamanya .


Ia ingin menikmati waktu berdua dengan ayris menghirup udara segar mengitari kolam renang taman bahkan ruang hidroponik milik istrinya.


Kebahagiaan dirasakan kedua insan tersebut yang juga dikelilingi orang orang terdekat .


BersambungπŸ™πŸ˜ŠπŸ˜