
Zain mengganti pakaian ayris bersikap biasa saja tapi tidak bagi ayris yang merasa degup jantung nya semakin kencang .
Meskipun bukan pertama kali tapi ayris merasakan hal yang membuat nya semakin gugup .
Setelah beberapa saat zain yang telah selesai mengganti pakaian nya . Zain berbaring di samping ayris meraih tubuh mungil nya ke dalam pelukan nya .
" Sayang , tidur lah ! Bukan kah besuk kau ingin kembali ke mansion kakek ?" Ucap Zain mencium kening ayris .
Ayris tersenyum menganggukkan kepala nya .
Suami yang secara paksa membuat nya berpisah dengan suami pertama nya semakin hari semakin membuat nya mencintai nya .
" Kenapa kau begitu sempurna ? Tampan ,kaya ,mandiri ,dan selalu memanjakan ku ." Gumam ayris tersenyum menatap wajah suami nya .
" Bagaimana aku bisa terlepas dari cinta mu yang begitu besar pada ku ?"
" Aku bahkan tak bisa melepaskan mu .''Ayris yang bermonolog sendiri dalam membuat nya tersenyum sendiri .
Sementara Zain memejamkan mata tiba tiba membuka mata nya memandang wajah istri nya yang tersenyum sendiri .
" Sayang, jika kau tidak segera tidur aku akan membatalkan perjalanan ke mansion kakek ." Ucapan Zain membuat ayris terkejut dan tersipu malu kemudian memejamkan mata nya dengan memeluk tubuh suami nya .
Suasana hening malam membuat mereka terlelap dengan tidur nya pergi ke alam mimpi .
Zain yang merasa letih nya dan juga rasa kantuk dengan cepat tertidur begitu juga ayris yang juga merasa lelah hari ini .
Sinar mentari yang bersinar dari ufuk timur, suara kicauan burung di angkasa dan juga suara gemuruh para pekerja memulai aktivitas nya .
Zain dan ayris yang masih terlelap dalam tidur nya harus terganggu dengan gedoran pintu daru luar . Meskipun kamar mereka kedap suara tapi gemuruh suara dari luar pintu terdengar samar samar .
" Sayang , tolong lihat siapa yang bikin ricuh pagi pagi begini !." Ucap ayris menggoyang goyang kan lengan zain .
" Sudah lah sayang biarin saja , ayo tidur lagi !.'' Ucap zain menarik istri nya lagi ke dalam pelukan nya.
Mereka yang masih di landa rasa kantuk pun tidak memperdulikan apa yang terjadi di luar sana . Mereka pun terlena dalam tidur mereka namun tak berapa lama suara ricuh itu kembali terdengar .
Dok,,,,dok,,,, dok,,,dok
Dok,,,dok,,,dok,,dok,,,
" Sayang ,,,, sayang ,,sayang ,,,." Ayris yang terus menggoyang goyang kan lengan zain membuat zain pun terusik .
Ia yang masih dengan rasa kantuk nya akhir nya bangun dari tidur nya kemudian berjalan menuju pintu .
Ceklek,,,,
Zain yang masih malas malasan menatap siapa yang membuat ricuh terkejut dengan seekor hariamau menerobos masuk ke dalam kamar nya .
Zain hanya melihat dengan bingung sedang kan beberapa orang yang berada di depan nya menundukkan kepala nya .
" Leonnn,,,, stop it !." Zain yang berteriak pada leon tak lantas membuat nya berhenti . Ia terus melaju ke atas ranjang nya .Sementara zain menatap tajam pada orang orang yang berada di depan nya .
" Ada apa ? Kenapa leon terlepas dari kandang nya ?" Ucap zain menatap pada semua orang .
" Maaf tuan , leon terlepas saat kandang nya di bersihkan ." Ucap seorang pelayan yang memang mengurus leon .
" Lalu ,,,, kenapa ia kemari ? Bagaimana jika nyonya terkejut melihat nya ?" Zain yang belum mengetahui jika leon sangat menyayangi ayris begitu khawatir dengan istri nya .
Selama ini ia merahasiakan keberadaan leon karena takut jika istri nya akan takut melihat nya .
Leon seekor harimau kecil yang ia temukan saat ia memburu musuh nya .Dulu ia masih sangat kecil saat ditemukan dengan sang induk yang tewas tertembak pemburu .Lalu ia membawa leon dan memelihara nya di taman belakang.
Derrrrrr,,,,
Suara keras pintu yang dibanting zain membuat beberapa orang di sana ketakutan .
Zain yang kesal karena suara riuh yang mengganggu nya membuat nya berhati hati mengeluarkan leon dari kamar nya .
Ia tak ingin membuat ayris terkejut dan juga ketakutan melihat nya .
Zain yang berjalan mencari keberadaan leon terkejut melihat harimau nya menyusul ayris tidur di samping nya . Rasa cemburu pun menyelimuti nya dengan sangat cepat menyuruh leon keluar tapi leon menyembunyikan kepala nya di bawah lengan ayris.
Zain yang semakin kesal akhir nya memindahkan leon menggendong nya ke luar kamar namun suara raungan leon membuat ayris terbangun membuka mata nya .
Zain dengan cepat mengeluarkan leon dari kamar nya memberikan nya pada pengasuh leon yang masih berada di depan kamar zain .
Zain yang melihat istri nya histeris berlari menenangkan nya .
" Sayang ,,,,sayang kau tidak apa apa ?" Ucap zain memeluk tubuh ayris dan mendekap nya .
"Tidak apa apa bagaimana ? Bagaimana si besar itu bisa masuk ? Atau jangan jangan kau ingin membunuhku dan bayi ku ?" Ucapan ayris membuat zain mengeluarkan mata serigala nya .
Ayris yang melihat nya bergidik ngeri kemudian menelungkupkan wajah nya ke bilah dada zain .
Zain yang marah dengan ucapan ayris mulai meluluh dengan sikap istri nya yang di rasa benar ketakutan karena ulah leon .
" Sayang ,maafkan aku . Leon tidak akan membunuh mu bahkan ia sangat menyayangi mu ." Ayris yang semula bersembunyi di bidang dada zain mendongakkan kepala nya .
" Bagaimana ia bisa menyukai ku ?Apa kau sadar yang kau ucapkan ?" Zain meraih wajah imut ayris kemudian mencium kilas bibir nya .
" Sayang, kau tidak tahu jika leon masuk tidur di samping mu bahkan menjilati lengan mu ." Ucap zain mengedipkan mata nya .
" Apaaaaaaa,,,,, aaaaaaa tidakkkk,,,." ayris melepaskan pelukan zain kemudian berlari ke kamar mandi menyalakan air di bath up.
" Apa apa an dia mengehempas kan ku ? Awas ya !." Zain yang terkejut di dorong oleh ayris membuat nya kesal .
Sementara ayris yang berada di kamat mandi kesal dengan tingkah leon .Ia bahkan mengomel sepanjang jalan kenangan .
" Awas kau harimau nakal ! Aku akan menyuruh nenek memindahkan mu ke hutan belantara ." Ucap ayris .
" Kenapa ia bisa masuk ? tidur di samping ku , ini semua gara gara mira ."
" Huuuuuhhh miraaaaa,,,,." Ayris yang tengah kesal dengan leon melampiaskan pada air di bath up tersebut .
Zain yang melihat istri nya mengomel sendiru di kamar mandi bahkan menepuk nepuk air di bath up menyunggingkan senyum nya .
Ia pun membuka pakaian nya ikut berendam di bath up bersama ayris .
Ayris terkejut ketika merasa tubuh nya terangkat ke atas .
" Aaaaaaaaaaaa,,,,." Ayris berteriak lalu menoleh ke arah belakang ternyata ada suami nya yang mengangkat tubuh nya .
" Kau,,,, nakal !." ucap ayris memukul bilah dada zain .
" Auwww,,,,." Melihat zain yang meringis kesakitan membuat ayris kemudian mengusap pelan bekas pukulan tangan nya .
Kemudian mencium nya , tingkah ayris yang berubah lembut membuat zain di kuasai oleh hasrat nya .
Zain meraih tengkuk ayris kemudian mencium bibir ayris dalam dalam menyesap nya hingga ayris kehabisan nafas nya .
"Huk huk huk,,,, sayang kau ingin membuatku mati ya karena kehabisan nafas ." Ucap ayris mengerucutkan bibir nya .
Zain kemudian menyentuh area sensitif dan bermain main di sana membuat ayris lolis dengan suara desahan nya .
" Aaaaaaahhh,,,,,,." Suara desahan ayris membuat zain semakin tertantang bermain lebih .
"Emmmmmm,,,, ahhhhhj,,,,,." Namun ayris yang teringat kejadian kemarin membuat nya mencekal tangan zain .
" Sayang sudah . Aku tak ingin melaju dengan kencang jika ban itu meletus di tengah jalan ." Ucapan ayris membuat nya tersenyum ,namun zain tak melepaskan begitu saja .
Ia membuat ayris semakin merasakan kenikmatan tanpa peduli rengekan nya meminta zain menghentikan aksi nya .
Zain tetap saja berselancar di bagian bagian sensitif ayris hingga membuat ayris tak tertahan lagi .
Namun ketika ayris telah menyentuhvbenda kesukaan nya ,zain berbalik mencekal tangan ayris menghentikan aksi istri nya kemudian menggendong nya ke shower .
Lagi lagi ayris mengerucutkan bibir nya ,ini kali kedua zain berhasil mempermainkan nya.
Zain tersenyum puas berhasil memperdayai istri nya yang nakal itu .Ia bahkan tak terpengaruh sedikit pun desahan desahan ayris .
Setelah beberapa saat seperti biasa nya zain menjalankan rutinitas nya mengganti pakaian ayris kemudian mengeringkan rambut nya dengan handuk lalu mencium perut ayris .
Ayris menghela nafas kasar nya melihat sikap zain .
Bersambung 🙏😊😊😊