
" Eh' em,,,,."
" Apa kalian tak melihat kami disini ?"
Suara nenek jaya membuyarkan kenikmatan yang baru saja di rengkuh oleh zain dan ayris .
Zain dan ayris yang melepas ciuman nya dan menoleh secara bersamaan ke arah pintu tertawa lirih meskipun tak begitu keras namun terdengar ke telinga mereka .
" Hihihi,,,, ."
" Nenek , sejak kapan ada di sana ?"
Ayris tertawa lirih ketika mengetahui ketiga nenek nya berada di depan pintu meskipun tersimpan rasa malu.
" Sejak saat adegan mu berlangsung ."
Ucap nenek nata.
" Hah,,, lalu kenapa nenek tidak menghentikan nya ? atau jangan jangan ingin mengenang masa muda ya ?"
Ucap ayris turun dari pangkuan zain berdiri menatap ketiga nenek nya lalu mengedipkan salah satu mata nya .
" Huk ,,huk,,,."
Nenek wijaya tersedak ketika mendengar cucu nya yang betsifat humoris namun juga sangat menyebalkan.
" Aaaa,,,berarti benar ."
" Sayang ,kau dengar itu ! Nenek ingin mengenang masa muda ."
Ucap ayris kembali duduk di pangkuan suami nya tanpa mengindahkan ketiga nenek nya masuk ke kamar nya .
"Maya , kau lihat itu ! Cucu mu bahkan tak peduli kita disini ."
Bisik nenek jaya pada sahabat nya tersebut .
" Entahlah , setahu ku mama nya tidak mengidam apa pun ."
Bisik nenek maya kembali.
" Hei ,, sudah lah kalian ini , seperti tidak pernah muda saja . Yang terpenting mereka memberikan kita tiga cucu sekaligus."
Nenek nata memberikan jawaban yang menarik dan yang terpenting ketiga cucu buyut mereka.
"Dia seperti kakek nya , sangat cuek bahkan tak memperdulikan semua orang ."
Ucap nenek maya .
" Pantas saja ."
" Apa nya yang pantas saja ? kalian lihat ! cucu mu zain juga sama saja ."
Nenek maya tak mau kalah dengan nenek jaya menyuruh nenek jaya melihat cucu nya.
" Apa yang sedang mama bicarakan ? kenapa bisik bisik seperti itu ?"
Mona dan dina yang secara tiba tiba datang dari arah belakang hampir saja mengagetkan mereka dan hampir ketahuan membicarakan cucu nya zain dan ayris.
" Tidak ,,,,."
Mona menatap heran pada ketiga mama nya tersebut lalu melihat ke samping dimana ayris tengah bermanja manja dengan suami nya .
" Cieee,,,, mama sedang merindukan masa muda ya ?"
Mona mengerti dari jawaban mereka dan juga arti dari bisik bisik di samping zain dan ayris.
Perkataan mona ternyata terdengar di telinga ayris maupun zain yang menoleh ke arah belakang mereka seketika , menatap dengan penuh rasa heran .
" Mama , ada apa ? Siapa yang merindukan masa muda ? "
Ayris menoleh pada mama mona ketika mendengar perkataan mereka .
Mama mona tersenyum tak menjawab namun memberi isyarat pada menantu nya dengan melirik pada nenek mereka .
"Aaa,,,, nenek ingin mengulang masa muda ya ? Sayang , ayo kita bikin pesta untuk mereka !"
" Tidak ."
" Kenapa ?"
Zain menatap tajam pada ayris penuh arti yang mendalam dari arti tatapan tersebut.
" Sayang, mendekatlah !"
Zain menyuruh ayris lebih dekat dengan nya .
" Aku lebih senang pesta kita berdua , kau tahu aku sangat merindukan mu."
Bisik zain seketika membuat ayris tersipu malu bahkan wajah nya memerah karena bisikan tersebut.
" Lagi pula kakek mu dan kakekku akan membunuh ku ."
Zain kembali berbisik pada ayris .
" Kenapa ?"
" Mama sedang hamil adik kita, iya kan ma ?"
Zain mengedipkan salah satu mata nya pada sang mama.
" Huk,, ,huk,,,,. Zain,,,."
Mona tersedak ketika sang putra berbicara di luar logika bahkan membuat nya tercengang sendiri .
" Apa maksud nya ? Mama mu hamil ?"
Jaya selaku mama mona, orang yang pertama kali terkejut mendengar pernyataan zain.
"Mona ,,, kau sedang hamil ? "
Jaya pun mendekati mona menanyakan lebih lanjut dan juga meraba perut datar mona .
" Mama ini , cucu mu sedang memperdayai mu . Usia mona sudah tua ma , masak mau hamil lagi ."
Mona menunjuk ke arah zain dan ayris namun mereka pun telah bersiap diri jika mendapat serangan balik .
" Apaa,,,, cucu nakal kalian ."
" Tunggu jaya, siapa tahu mona memang benar hamil ? Suruh leo memeriksa nya saja !"
Nata menghentikan langkah jaya yang akan menghampiri zain .
Zain terlebih dahulu menggendong istri nya yang duduk di pangkuan nya untuk menyingkir dari kamar nya .
" Nata benar jaya ."
Nenek maya ikut membenarkan perkataan nenek nata .
Zain mengedipkan sebelah mata nya memandang ke arah mama nya sebelum hilang dari balik pintu namun teriakan ayris mendapat senyuman dari semua orang .
" Nenekk,,, suruh mama testpack saja ! Di laci samping tempat tidur ayris banyak testpack ."
Teriak ayris sebelum mereja benar benar hilang dari balik pintu ruang wardrobe.
" Kalian,,, anak dan menantu sama saja ."
Mona sangat kesal dengan puta dan menantu nya yang kali ini membuat drama untuk nya setelah drama yang sukses dengan pemeran diana dan leo .
Maya berjalan ke arah laci yang di katakan ayris , di samping tempat tidur nya . Yah , memang benar perkataan cucu nya jika laci itu ada beberapa testpack siap pakai .
" Ini,,, ."
Nenek maya menyodorkan sebuah testpeck milik ayris yang merupakan testpack baru pada mona.
" Ma , kalian ini sudah di perdaya oleh kedua cucu kalian ."
Ucap mona berlenggang pergi mendekati box bayi namun langkah nya terhenti ketika kedua mama nya memegang lengan kanan dan kiri menatap tajam pada mona .
" Tidak ada salah nya mencoba ,jeng."
Dina mencoba mencairkan suasana ketegangan antara mereka .
" Tapi,,,,hah,,,, baik lah, demi membuktikan nya pada mama ."
Dengan berat hati mona mengambil alat test kehamilan yang di berikan nenek maya pada nya , lalu ke kamar mandi ayris untuk membuktikan kejahilan yang di buat putra dan menantu nya .
Sementara di ruang kerja zain yang sengaja menggendong ayris kesana sengaja bermanja manja di balik tempat tidur yang tersembunyi di ruang kerja tersebut .
" Sayang, kau sedang menjahili mama ?"
" Tidak , hanya membuat suasana menjadi sedikit ramai ."
Zain menyentil hidung istri nya setelah membaringkan nya di tempat tidur lalu ia pun ikut berbaring di samping nya dengan tangan manja nya bergerilya di setiap lekuk tubuh istri nya .
" Tapi bagaimana jika mama hamil ?"
" Bonus."
Zain berhenti memanjakan tangan nya , menatap sang istri yang memberikan sebuah pertanyaan masuk akal pada nya atas kemungkinan yang terjadi .
" Bonus ,,,, ? Bonus kita punya adik lagi , masih baby dan bahkan umur nya lebih tua anak kita ?"
Ucap ayris menatap suami nya lalu mengusap pelan wajah suami nya yang begitu di cintai nya.
" He'em,,,. Apa kau tidak menyukai nya ? "
" Tidak , bukan seperti itu . Aku bahkan tidak dapat membayangkan nya ."
Ayris terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang mengganggu pikiran nya.
" Aku juga,,,,. Tidak dapat membayangkan malam pertama kedua antara kita ."
Bisik zain pada ayris yang tentu saja membuat wajah ayris memerah karena perkataan zain .
Ketika zain akan meraih nya ke dalam pelukan nya , ayris teringat dengan mira . Asisten nya tersebut tak menampakkan batang hidung nya meskipun hari sudah siang .
" Mencari mira , kenapa ia tak juga naik ke atas ?"
Zain lagi menghela nafas kasar nya mendengar istri nya yang bangun menekan tombol intercom .
Entah sejak kapan seorang ceo seperti nya menjadi bucin akut bahkan tak ingin berjauhan dengan istri nya meskipun hanya sebentar .
Zain menarik kembali ayris ke dalam pelukang nya hingga ayris benar terjatuh dalam pelukan nya.
" Aaaaa,,,, , sayang . Aku hanya ingin memastikan mira baik baik saja , setelah itu aku akan menemani mu ."
Ayris mencoba merayu zain untuk melepaskan nya sebentar menelepon mira.
"Baik lah , one minute ."
Zain akhir nya melepaskan tangan nya yang sedang memeluk ayris ketika mendengar kalimat yang di ucapkan ayris akan menemani nya.
Ayris tersenyum menganggukkan kepala nya tanda menyetujui syarat yang di berikan suami nya.
📞:" Halo, mira,,."
📞 :" Maaf nyonya muda , ini pak mus."
📞 :" Oh ,,,pak mus , kemana mira ? Kenapa belum naik ke atas ?"
📞 :" Maaf nyonya muda , mira sedang cuti beberapa hari karena tidak enak badan ."
📞 :" Oh ,,begitu . Baik lah ,sampaikan pada nya cepat sembuh."
📞 :" Baik nyonya muda , apa anda butuh sesuatu ?"
📞 :" Tidak ,terima kasih pak mus."
📞:" Sama sama nyonya ."
📞 :" klik."
" Sayang,,,,. Eh ,,,kemana zain ? kenapa tidak ada ?"
Ucap ayris yang tak mendapati suami nya di tempat tidur .
Setelah meletakkan gagang telepon , ayris menyusuri kamar tersebut dan juga kamar mandi yang ada dikamar rahasia tersebut.
Namun tak ada tanda tanda keberadaan suami nya di sana , ia pun melangkahkan kaki nya ke ruang kerja zain . Mengintip dari balik pintu dan ternyata suami nya berada di sana dengan asisten pribadi nya .
" Kenapa tidak memberitahu jika akan ke ruang kerja ?"
Ayris mengerucutkan bibir nya ketika melihst suami nya yang kini bersama rian namun ia tak menghampiri nya hanya berdiri bersandar di samping pintu memperhatikan kedua nya.
Tak selang berapa saat, max mau pun diana masuk ke dalam ruang kerja tersebut .
Diana yang kali pertama melihat kakak ipar nya terkejut berdiri di ujung pintu , lalu menyiku tangan max dengan mengisyaratkan mata nya melihat kakak ipar nya yang berdiri tak jauh dari sana.
Ayris menatap tajam meletakkan tangan nya di bibir nya menyuruh mereka untuk diam .
Tak berapa lama setelah menyelesaikan penadatanganan dokumen yang akan di bawa rian ke kantor , zain mulai membuma suara.
" Bagaimana perkembangan nya ?"
Zain mulai menanyakan rencana yang mereka buat dan mendiskusikan meskipun ada ayris di sana.
" Sesuai dengan rencana bos ."
Ucap rian .
" Apa jack ada di sana ?"
" Benar bos, dan seperti dugaan kita tuan sastro terkejut dengan kedatangan nya ."
" Bagus. Lalu,,,, ?"
" Tuan rusdi seperti nya sudah mulai mempercayai jika dia bukan tuan adinata ."
" Bagus."
" Max,,,."
Zain menatap max menginginkan sesuatu yang mengejutkan bahkan membanggakan dari nya .
" Saham bergerak turun dan papa sudah mengambil semua saham dari investor meskipun ada kerugian ."
Ucapan max membuat zain sedikit terkejut tak menyangka jika papa nya akan melakukan semua itu meskipun perusahaan nya menerima kerugian.
" Lalu ,,,?"
" Tuan rusdi memegang saham rahasia yang dititipkan mendiang pimpinan lila group ."
Max kembali melanjutkan perkataan nya .
" Bagus ."
" Lalu bagaimana dengan ,,,?
Max menghentikan perkataan nya ketika tanpa sengaja melihat kakak ipar nya bermain main dengan ikan di aquarium nya .
Tidak merasa enggan tetapi pasti akan terjadi masalah karena ikan ikan tersebut kesayangan kakak nya .
" Anton akan menyelesaikan kakek tua itu dan tentu nya dengan mu rian . Apa kau tidak masalah jika bulan madu mu tertunda ?"
" Tidak bos , sama sekali tidak ."
Rian menunduk menahan malu ketika tuan muda nya mengungkit masalah bulan madu , ingatan nya akan kembali pada kejadian tadi malam .
Malam panas bersama istri nya hingga tak bisa membuat mira berjalan karena keganasan nya .
" Baik lah , kalian pergi lah ! Aku ingin menikmati hari ku ."
" Baik bos."
" Baik , kak ."
Ketiga nya berjalan melangkah menuju arah pintu namun terkejut ketika anton muncul di balik pintu .
" Hi ,,, brow , gimana malam panjang mu ?"
Ucap anton mengedipkan sebelah mata nya ketika melihat rian yang tepat berada di depan nya .
" Huk ,,, huk ,,,,."
Bukan rian yang tersedak karena ucapan anton melainkan diana .
Diana merasa sedikit canggung ketika mereka membicarakan hal itu karena ada kakak ipar nya yang berada di sana .
Semua pasti akan terkuak habis dan menahan malu dengan wajah yang memerah jika kakak ipar nya mendengar nya . Yah , ayris memang paling jahil dan tak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata jika ia sedang berbicara bahkan akan membuat mereka mengakui hal yang tabu.
" Apaaa,,, malam panjang ? "
Ucapan ayris membuat mereka semua menoleh pada nyonya muda yang kini berjalan menghampiri mereka .
" Oh,,, jadi karena malam panjang mira tidak enak badan ."
" Ah,,hahaha,,, rupa nya sudah pecah telur ."
" Bagus ,,, bagus."
Rian menatap tajam pada anton yang tertegyn melihat nyonya muda nya berada di sana lalu menundukkan kepala nya menahan malu.
Sementara diana dan max bergegas mendorong mereka berdua ke luar dari ruang kerja kakak nya . Jika tidak , mereka pasti akan dikuliti habis oleh ayris .
" Hah,,,, . Lega rasa nya ."
Ucap diana berlenggang pergi dari sana.
" Kau ,, Awas ya !"
Rian menatap tajam pada anton yang menggaruk kepala nya meskipun tak gatal dengan senyum jahil nya .
" Kenapa tak bilang jika ada nyonya di sana ?"
" Bagaimana bisa bicara jika nyonya mu memperingatkan kita untuk diam ?"
Max lalu menepuk kepala anton dengan map yang ia bawa sendiri .
" Auww,,,."
Mereka pun akhir nya bergegas pergi dari sana , tak ingin berurusan dengan nyonya muda nya yang telah banyak berubah dan juga merubah tuan muda nya .
Di ruang kerja zain ,
Zain yang menepuk jidat nya sendiri melihat istri nya yang dulu penakut menjadi srorang yang sangat di takuti anak buah nya.
"Aku berharap mira segera hamil ."
" I love you suami ku .Muach,,."
Ayris menghampiri suami nya yang masih duduk di kursi kebesaran nya lalu duduk di pangkuan nya dan mencium kilas bibir nya.
Zain tak menjawab pengakuan istri nya hanya bersandar di kursi tersebut bermain main dengan wajah dan rambut panjang ayris .
Di kamar ayris dan zain ,
Semua orang sedang menunggu hasil test mona yang sangat meresahkan bahkan mona sendiri merasa gugup .
" Bagaimana jika positif ? Aduh gawat ini . Semua gara gara zain dan ayris ."
Mona yang berada di kamar mandi gugup melihat test yang masih berjalan .
Setelah beberapa menit ,mona terkejut melihat hasil testpack tersebut bahkan hampir saja membuat jantung nya keluar dari tempat nya .
" Aaaaaaaaa,,,,,."
Bersambung 🙏🙏😊😊😂