
" Kauuuu,,,,, aaaaggggghhhh." Lisha terkejut ketika melihat orang yang membuka pintu tersebut .
" Tidak ,,,, tidak,,,, ini hanya mimpi . Bagaimana bisa kau bisa hidup kembali ?" Lisha yang langsung terduduk bermonolog sendiri. Ia tidak menyangka jika orang itu masih hidup .
" Haaaaaa haaaaaa ,,,, Mimpi ? Bangun nona ini tidak mimpi ." Ucap orang itu .
" Tidak ,,,, bukankah kau sudah mati ? ini pasti mimpi ? " Lisha yang masih syok melihat sosok itu .
plakkk,,,, plakkkkkkkk,,,,,
" Auwwwww,,,,.,,,." Lisha memegang pipi nya .
Plakkkkkkk,,,, plakkkkkk,,,,.
" Auwwwwww,,,,." Sekali lagi Lisha memegang pipi nya yang terasa sakit karena tamparan orang itu .
" Sakit ,,,,? Bagaimana jika lebih dari ini ?." Ketika orang itu ingin melayang kan tamparan nya ,suara yang begitu ia kenal memanggil nya .
" Aaaa,,,." Lisha menutup wajah nya dengan kedua tangan nya .
" Siapa sayang ?" Suara yang lisha kenal memanggil orang yang menampar nya .
Belum sempat menjawab ternyata pemilik suara familiar itu berdiri di hadapan nya .
" Kau ,,,,, untuk apa kau kemari ? "
" Bram,,, sayang ." Lisha yang memandang sosok bram di depan pintu segera bangun memeluk bram .
Namun bram menghempaskan Lisha hingga terjatuh ke lantai .
" Auuuwwwww ,,,,, sayang ." Lisha yang berteriak dengan keras ketika Bram menghempaskan tubuh nya.
" Haaaaaaa ,,,,,haaaaaaaaa . Sayang ,,,, Apa aku tidak salah dengar ? Bukankah kau sedang mengejar pria itu ? Pengusaha muda itu siapa nama nya ?" Dengan amarah ia mencengkram dagu lisha hingga ia meringis kesakitan .
" Aaaaaa,,,, Bram lepas sakit !." Lisha yang meringis kesakitan memegang tangan bram yang mencengkram dagu nya dan juga sebelah tangan nya menarik rambut panjang lisha .
" Haaaaaa haaaaa ,,,,,. Lisha ,,, lisha kau salah bermain main dengan ku ? bukan kah aku sudah memperingatkan mu untuk tidak menghianati ku ?" Ucap Bram menghempas lisha ke dinding tembok .
" Tidak sayang ,,, aku tidak menghianatimu . Aku bersumpah !!." Lisha bertumpu memegang kaki bram .
" Tidak ,,, sungguh tidak . Lalu bagaimana dengan orang itu ?" Zain menunjuk orang yang berada di balik pintu sebelah yang tak lain adalah tetangga mereka .
"Hai ,,, nona . Kau ada di sini ? waooowww ,,, jadi kita bertetangga ?" Ucap seorang lelaki yang membuat lisha tertegun menoleh ke arah suara .
" Kau ,,,,,." Lisha terkejut melihat ke arah suara yang tak lain adalah orang yang meniduri nya di hotel ketika ia akan menjebak Zain .
" Apa kabar ,,,,?" Ucap pria itu .
" Auuwwwwww,,,,." Lisha yang berteriak kesakitan karena bram menarik rambut nya .
" Semula aku kira kau berbeda dengan yang lain tapi ,,, ternyata aku salah ." Ucap Bram .
" Pergilah !! Aku tidak akan memungut sampah yang telah berada di tempat sampah !!." Ucap bram kemudian menghampiri wanita nya .
" Ayo Sayang !! Aku tidak ingin anak ku melihat kekejaman ku jika aku tetap harus disini ." Bram menggandeng wanita nya untuk masuk ke dalam apartemen .
" Tunggu sayang ! Aku ingin berbicara sebentar dengan wanita ini ." Ucap nya kemudian bram masuk ke dalam apartemen meninggakan nya sendiri .
" Bagaimana ? Sakit ? Aku akan membuat mu merasakan lebih dari yang kau lakukan pada ku ,Nona . Haaaaaa haaaaaaa,,,,, Daaaaahh ." Ucap nya kemudian menutup pintu apartemen nya .
Yang tersisa hanya Lisha yang sedang menangis dengan lelaki yang meniduri nya sewaktu ia di hotel .
" Cihhhh cihhhh ,,,, kasihan . Kalau kau mau kau boleh tinggal di tempat ku ? Tentu nya tidak gratis . Haaaaa ,,,,haaaaaa." Ucap lelaki itu .
" Ngomong ngomong ,,,, pelayananmu memuaskan . Apalagi jika tidak ada pengaruh obat , pasti lebih hot . Haaaaa haaaa." Ucap lelaki itu seraya mengejek nya .
" Kau ,,,,, aku tidak akan mengampuni mu ." Lisha yang bangun dari duduk nya berlari dengan marah nya ke arah lelaki itu , namun lelaki itu sudah menutup kembali pintu apartemen nya .
" Heeiii brengsek ,,,, keluar kau !! Jangan jadi pengecut hadapi aku ." Lisha yang dengan amarah nya menggedor gedor pintu tersebut .
Dokkkkk dokkk dokkkkk ,,,,
Dokkkkk dokkkkk dokkk ,,,,
" Keluar kau brengsek !!."
Seorang security apartemen yang sedang berkeliling menghentikan dirinya yang terus menggedor pintu.
" Maaf nona , ada yang bisa saya bantu ?" Ucap security tersebut
Ketika ia membalikkan badan nya ,Lisha terkejut dengan kehadiran security tersebut.
" Oh ,,, ternyata anda nona Lisha . Maaf nona ,silahkan anda meninggalkan tempat ini ! Tuan Bram sudah menginformasikan jika anda tidak tinggal di apartemen ini lagi ." Ucap Security itu ketika tahu Lisha yang menggedor gedor pintu .
" Brengsek ,,,, sialan kau bram . Aku akan membuat perhitungan dengan mu ." Ucap Lisha yang tengah kesal kemudian ia meninggalkan tempat itu .
Lisha yang turun ke lobby menghubungi Jay untuk menjemput nya , Jay yang sedang mengemudi setengah jalan ke apartemen nya memutar balik menjemput Lisha . Sementara Lisha menunggu di lobby apartemen .
Lisha tak menyadari jika ada beberapa pasang mata sedang mengawasi nya . Salah satu orang tersebut menghampiri Lisha .
" Maaf nona ,bisakah anda membantu saya sebentar ?" Ucap orang itu .
" Iya , ada apa ?" Ucap Lisha dengan nada setengah kesal nya.
" Bisa kah anda membuka aplikasi ini ? Saya agak bingung membuka nya . " Ucap orang itu memberikan handphone nya pada Lisha .
Ketika Lisha mengambil handphone itu , seseorang membekap nya dari belakang .
Jay yang telah sampai di lobby apartemen tersebut menengok kesana kesini tidak menemukan sosok Lisha . Kemudian Jay naik ke atas dimana apartemen lisha berada .
Selang berapa saat ia sudah sampai di pintu apartemen tersebut kemudian memencet bel .
Ting tong ,,,,
Ceklekk,,,,,
" Lisha ,,,, ,,," Jay terperanjat melihat orang yang membuka pintu .
" Maaf , anda siapa ? Dimana Lisha ?" Tanya Jay pada wanita itu .
" Maaf , nona lisha sudah tidak tinggal disini lagi ." Ucap nya .
" Siapa sayang ? " Suara yang familiar jay kenal keluar dari balik pintu .
" Bram ,,,, mana lisha ? Ia menelepon ku untuk menjemput nya ? Kalian sedang tidak bertengkar kan ?" Ucap Jay pada bram . Ia terkejut melihat perempuan lain di apartemen tersebut.
" Jay ,,,,, lisha sudah pergi dari tadi .Aku tidak akan memungut sampah yang telah berada ditempat sampah ." Ucapan Bram membuat Jay terperanjat terkejut mendengar nya .
" Apaaaaa,,,, maksud mu ?" Jay yang masih bingung mencerna perkataan bram .
" Jay ,,,,kau tahu betul Lisha seperti apa ? Dan tak perlu ku jelaskan lagi ." Ucap Bram mengajak wanita nya masuk ke dalam tapi terhenti ketika jay masih belum sadar dari syok nya.
" Oh ya jay , ini istri ku Vivian ." Ucap Bram , jay yang semakin terperanga mendengar nama vivian di sebutkan oleh bram .
" Vivian ,,,,."
" J,,,jay ,,."
" Bram ,aku permisi dulu !."
" Okay jay ,,,, hati hati . Seperti nya kau perlu artis baru ."
" Haaaa haaaaaa ." Jay yang tidak menanggapi perkataan Bram hanya tertawa kemudian berlalu pergi .
Sementara Bram dan vivian masuk kembali ke dalam apartemen .
Vivian hanya tersenyum mendengar perkataan bram yang mengenalkan nya sebagai istri .
" Sayang ,,, kenapa kau tersenyum ?" Bram yang heran melihat vivian tersenyum begitu penasaran apa yang terjadi pada nya .
" Tidak,,,,, aku baru mendengar pertama kali kau mengenalkan ku sebagai istri ." Ucap Vivian , semenjak ia menikah dengan nya bram memang tak mengakui ia sebagai istri .
Pernikahan itu terjadi karena paksaan dari kedua orang tua bram yang melihat bram memperkosa vivian .
" Haaaaaa haaaaaaa ,,,,."
Bersambung 🙏😊😊