
"Apaaa,,,,."
Kakek arijaya terkejut mendengar penjelasan zain tentang ajinata yang ternyata menyukai istrinya.
" Jadi dia yang selalu meneror nenekmu ?"
" Mungkin ."
Jawaban singkat zain membuat arijaya sendiri bernafas kasar tak menyangka apa yang terjadi selama ini .
" Ajinata menyukai nenek jaya dan menyatakan cintanya padanya tapi nenek jaya menolak karena sudah dijodohkan dengan kakek ."
" Setelah itu dengan berbagai cara ajinata berusaha menggagalkan pernikahan kakek dan nenek ."
" Namun tak membuahkan hasil , yang ada nenek jaya semakin membencinya . Hingga akhirnya frustasi dan ketika orang tua kakek adinata menjodohkan nya dengan orang lain ia menolak nya memilih nenek nata yang sudah menjadi istri kakek adinata."
" Orang tua kakek yang sangat murka , memberikan semua warisan pada kakek adinata . "
" Dari sini kisah dimulai ."
Ucap zain .
" Benar benar keji ."
Ucap kakek arijaya.
" Hendra , papa berharap kamu bisa sabar menghadapi semua ini ."
Hendra tak menjawab apa yang di sampaikan oleh papa mertuanya namun tetesan airmata yang menetes di pipi nya membuatnya tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.
" Hei,,, kau ini sudah punya cucu bahkan kedua anakmu juga akan memberimu cucu kenapa seperti anak kecil ?"
Arijaya mendekatinya lalu menepuk bahu menantunya beberapa kali .
" Papa , bukankah papa akan memiliki anak lagi ."
Ucapan zain mampu membuat hendra mendongakkan kepalanya dan juga mengusap air mata di kedua sudut sisi matanya .
Tanpa berkata apapun hendra bergegas keluar dari ruang kerja zain menyusul papa mertuanya namun langkah mereka terhenti oleh zain.
" Ada satu lagi."
Baik hendra maupun arijaya kakeknya berhenti tepat di depan pintu keluar menoleh pada zain.
" Ada apa lagi ?"
" Mobil polisi yang membawa ajinata mengalami kecelakaan ."
" Apaaaa,,,,,."
Kedua nya berteriak secara bersamaan terkejut mendengar berita yang disampaikan zain.
" Lalu,,, ? apa dia selamat ?"
" Belum di pastikan ."
Ucap zain kemudian meninggalkan ruang kerja nya melewati kakek dan papanya , sementara keduanya hanya melongo melihat sikap zain .
Zain kembali ke kamar nya melihat ketiga baby di dalam box baby yang masih terlelap lalu mencari keberadaan istrinya yang tak ada di tempat tidur .
Zain mengunci pintu kamar nya , lalu berniat untuk berendam meskipun sejenak .
Melihat istrinya yang ternyata berendam di bathup sebuah senyuman mengembang di wajahnya.
" Aaaa,,,, . Sayang , kau mengagetkanku ."
Ayris hampir saja melompat ketika sebuah tangan menyusur di bagian lengannya .
" Kau melupakanku ? Menikmati aroma relaxsasi sendiri."
" Tidak , hanya ,,, kau sedang punya pekerjaan yang lebih penting dari pada istrimu ini ."
Ucap ayris memgerucutkan bibirnya.
" Sedang merajuk ? "
"Tidak ,bagaimana mungkin istrimu ini berani merajuk padamu ?"
Zain semakin gemas dengan sikap yamg ditunjukkan ayris padanya .
Zain ikut berendam bersama istrinya bahkan tangan jahilnya menyusuri setiap lekuk tubuh ayris .
Ayris sudah sangat hafal dengan suaminya hanya menggeliat menikmati setiap sentuhan yang ada.
Acara berendam yang semula relaxasi pun berubah menjadi olahraga dalam air yang memang sangat di sukai ayris maupun zain.
" Kau membuat relaxasi ku berantakan ."
Ayris mengerucutkan bibir nya yang mungil menjadi daya tarik tersendiri bagi zain ketika melihat nya.
" Tapi kau menyukainya ."
Bisik zain tepat ditelinga ayris tak sampai disitu saja , tetapi memainkan peran nya menyurusi bawah daun telinga yang sekali lagi membuat ayris mendesah ketika merasakan sentuhan itu .
" Sayang, cukup ! Baby tak ada yang jaga ."
" Ada leon dan leona ."
" Bagaimana kau tahu ?"
Zain tak menjawab melainkan mengedipkan sebelah matanya.
" Tapi,,,,."
Tidak ada kata tapi saat zain menginginkan kehangatan dengan istrinya bahkan tak ada kata penolakan jadi meskipun menolak percuma saja.
Setelah puas dengan apa yang di inginkan , zain menyunggingkan senyumnya lalu menggendong istri nya dari ruang shower ke ruang ganti pakaian.
Ia yakin istrinya tak mampu berjalan karena ulahnya bahkan butuh asupan gizi mengembalikan staminanya.
" Benar benar seperti monster . Banyak sekali gigitan sana sini , kau ingin membuat tato di seluruh badanku ?"
" Hah,,, mana bisa aku turun ke bawah ?"
" Aku sudah menyuruh pak mus menyiapkan makanan untuk istriku tercinta ."
Ucap zain muncul disela sela ayris berbicara sendiri di depan cermin melihat tato yang dibuat zain .
" Hem,,, begitu lebih baik. Tapi ,,,, sayang ,,,,."
Ayris yang semula geram pada zain berubah manja merentangkan kedua tangannya meminta di gendong .
Zain menghampirinya lalu menggendong ayris hingga ke meja rias .
Sikap manja ayris inilah yang tak bisa membuat zain berpaling dari istrinya apalagi saat sedang garang seperti leon .
Benar saja,leon dan leona ada di bawah box bayi menjaga mereka meskipun menunggu agak lama.
Leon dan leona menghampiri mommy yang selama ini mereka rindukan .
Zain kembali menggendong ayris duduk disofa menunggu makanan datang dari pak mus.
" Leon ,,,leona apa kau merindukan mommy ?"
" Aung,,,,."
" Aung,,,."
Kedua meraung lirih ketika ayris bertanya pada mereka ,tak bersuara besar akan mengganggu tidur ketiga baby.
Leon dan leona duduk di kedua sisi ayris bahkan dengan kepala di pangkuan ayris.
" Bagaimana keadaan abi dan abu ? Mereka baik baik saja ?"
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
Ayris mengusap usap pelan kepala kedua harimau tersebut .
Zain datang dengan membawa troly makan setelah beberapa saat menunggu .
Melihat zain datang, kedua harimau yang mengerti dengan situasi tersebut beranjak pergi dari kedua sisi ayris.
Leona lebih memilih kembali ke bawah sedangkan leon menghampiri box bayi dan duduk dibawahnya.
Zain menyuapi istrinya dengan telaten bahkan sesekali ikut makan bersama istrinya disertai canda dan tawa mereka.
" Sudah cukup ! Aku sudah kenyang. Kau ingin istrimu gemuk ya ?"
" Setelah itu aku sudah tak cantik lagi dan kau akan mencari yang lain."
Seperti biasanya , ayris akan mengomel jika makan terlalu banyak meskipun zain sendiri yang menyuapi nya namun tetap saja ayris akan melayangkan protes nya pada suami nya .
Sedangkan zain hanya tersenyum membereskan semua sisa makanan lalu mengembalikan ke troly makan , tanpa mempedulikan celotehan ayris sepanjang jalan kenangan .
Setelah menarik troly makanan ke luar dari kamar nya , zain kembali menghampiri istrinya menggendongnya ke ranjang tempat tidur meskipun ayris tak memintanya .
Terkadang ayris akan melayangkan protes nya ketika sedang menonton drama kesukaan nya .
" Aku akan turun sebentar."
" Hem,,, .Jangan lama lama !"
Seperti biasa ayris akan berpesan seperti itu , istrinya itu tak kan bisa tertidur lelap tanpa lengan nya .
Zain hanya mengangguk tersenyum pada ayris, sesekali zain akan menggoda istri kecil nya itu hingga mengerucutkan bibir nya .
" Leon, jaga mommy mu baik baik !"
" Aung,,,,."
Leon hanya meraung pelan .
Zain harus turun ke lantai bawah sesuai yang dikatakan kalau dia akan memberi penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Semua orang sudah berkumpul di ruang makan menunggu zain yang belum menampakkan batang hidung nya .
Terkadang zain hanya sekedar turun menyapa mereka tanpa makan sedikitpun disana.
" Apa kalian sedang menungguku ?"
" Zain ,mana ayris ? Kenapa tidak turun bersamamu ?"
Seperti biasanya orang yang pertama kali bertanya adalah mama nya mona.
" Ayris sedang istirahat ,ma."
" Apa dia sedang sakit ?"
" Tidak ,ma. Hanya kecapekan ,ini kali pertama ayris keluar rumah setelah melahirkan ketiga baby."
" Oh,,,baiklah . Makanan sudah siap sebaiknya kita makan dulu."
Semua orang tampak mengiyakan perkataan mona dan memulai makan malam meskipun masih ada suasana menegangkan di antara mereka.
Setelah makan malam dalam menu terakhir yakni desert , zain memulai perbincangan mereka membahas apa yang terjadi sebenarnya.
" Berita yang beredar hari ini mungkin sangat membuat kalian terkejut bahkan bisa jadi membuat penasan ."
" Benar . Bahkan nenek penasaran siapa orang yang mirip dengan nenek ?"
Nenek nata orang yang kali pertama melontarkan pertanyaannya.
" Lisha."
" Apaaaa,,,, lisha ? Bagaimana mungkin ?"
" Mungkin saja dengan sedikit strategi yang matang ."
Zain mengedipkan salah satu matanya.
" Lisha selamat dari insiden tante lidya , melakukan operasi plastik hingga tsk seorang pun mengenalinya."
" Tapi sayang nya berurusan dengan lightblue."
" Dia juga yang membantu ajinata keluar dari tahanan ."
Ucap zain menjelaskan pada nenek nata.
" Lalu bagaimana dengan konferensi pers itu ?"
Nenek jaya ikut bertanya pada cucu nya.
"Konferensi pers di adakan sengaja untuk memancing ajinata keluar dari persembunyian nya dan juga membuat bukti baru kejahatan nya."
Semua orang mendengarkan dengan seksama penjelasan zain .
" Dan di lakukan paman lily ."
" Ajinata berhasil ditangkap kembali tetapi terlibat kecelakaan di tengah jalan sewaktu dalam perjalanan menuju kantor polisi ."
" Mobil jatuh ke jurang tak tersisa sama sekali."
Zain bergerak mendekati dina yakni ibunya diana . Salah satu kekhawatiran zain terhadap hubungan adiknya adalah dina.
" Bu, keluarga kami di penuhi dengan segala teka teki bahkan tragedi yang mungkin mengancam nyawa orang lain .Tapi aku menjamin keselamatan putri mu dan juga kebahagiaannya ."
Zain memegang kedua tangan dina dengan penuh rasa haru ,dina hampir saja menitikkan airmata nya mendengar perkataan zain.
" Terima kasih ,nak. Ibu percaya padamu seperti yang sudah kau lakukan selama ini pada kami sebelum diana benar benar menjadi bagian dari keluarga kalian."
Ucap dina dengan penuh rasa haru .
" Aku tidak mengijinkan ibu tinggal di luar demi keselamatan ibu dan diana."
" Ibu tahu ,nak .Leo dan diana sudah menceritakannya pada ibu ."
"Bersenang senanglah disini . Apa ibu punya permintaan lain ?"
" Tidak ,nak. Tapi ,,, ."
Semua orang tengah menunggu kalimat berikutnya bahkan zain yang duduk jongkok memegang kedua tangannya merasa khawatir akan apa yang di ucapkan dina.
" Tapi apa dina ?"
Jaya tak sabar mendengar apa yang akan disampaikan dina.
" Bu,, ."
Diana ikut khawatir ibunya akan meminta sesuatu yang aneh pada kakak iparnya.
" Apa jeng ?"
Mona ikut menimpali perkataan mereka.
" Nak, apa kau bisa menyuruh diana untuk segera memberikan ibu cucu ? Dia sangat menurut pada perkataanmu ."
" Huk,,, huk,,,."
" Huk,,, huk,,,."
Diana tersedak ketika menegak segelas air hingga terbatuk batuk.
" Sayang, minum !"
Leo memberikan air yang lain pada istrinya dengan menepuk pelan punggungnya.
Sementara semua orang tercengang mendengar permintaan dina sedangkan zain hanya tersenyum pada ibu dina menganggukkan kepalanya.
" Dina, hanya itu yang kau minta ?"
Jaya sedikit kesal dengan permintaan dina yang membuat semua orang terperanga mendengarnya.
" Iya ,bu."
" Hah,,,, ibu ini ada ada saja . Bikin malu juga."
Diana kesal pada permintaan ibunya pergi meninggalkan ruang makan begitu saja.
" Eh,,, eh,,, diana. Nah , nak zain lihat sendiri kan ."
Zain berbalik mendekati dina menyentuh pelan tangan nya lalu menepuknya menenangkan kekhawatirannya.
" Tenanglah ,bu ! Dia hanya merajuk saja."
Belum terlalu jauh berjalan diana tampak sempoyongan , beruntung leo segera menyusulnya beniat meredakan kemarahannya tapi mendapati diana seperti tak kuat menyangga beban tubuhnya.
" Diana,,,,."
" Diana,,,,."
" Diana,,,."
" Diana,,,."
Bersambung 😊🙏