ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 105


Kemudian papa nya melanjutkan cerita tentang masa lalu mereka dimana ia merasa mama Zain telah menjebak papa nya demi rasa cinta nya meskipun ia telah mempunyai istri . Meskipun pada kenyataan nya ternyata dan mama nya yang melakukan nya.


Flashback on


Mona dan hendra memang sudah di jodohkan kakek nya tetapi hendra menolak nya karena ia telah mempunyai istri lidya .


Kakek hendra menginginkan cicit karena lidya tidak segera mempunyai anak maka ia menjodohkan hendra dengan mona .


Mona tidak mempermasalahkan jika ia menjadi istri kedua tetapi tidak dengan hendra . Mata nya yang telah dibutakan cinta lidya tidak menerimanya .


Sampai akhir nya kakek hendra merencanakan sesuatu untuk menjebak antara hendra dan mona .


Saat mereka makan malam kakek hendra menambahkan multivitamin pada hendra maupun mona , sedangkan lidya diberikan nya obat tidur hingga terlelap sampai pagi .


Sedangkan mona dan hendra berada dalam satu kamar memadu kasih , hendra mengira jika ia bersama istri nya .


Hendra yang sudah bangun terkejut ketika melihat mona berada disamping nya , ia merasa marah pada mona dan segera meninggalkan nya pergi kekamar nya sendiri .


Didapati nya istri nya yang masih terlelep kemudian ia menyusul nya berbaring disamping nya ,Ia merasa bersalah atas kejadian itu .


Orang tua hendra memang tidak menyetujui pernikahan hendra dengan lidya tetapi tidak bisa berbuat apa apa karena putra nya itu begitu mencintai istri nya .


Sampai beberapa minggu kemudian Mona merasa aneh dengan diri nya , rasa mual menyelimuti diri nya bahkan ia ingin memakan makanan yang sama sekali tidak ia suka .


Sampai pada akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter .


" Selamat nona muda , anda akan segera memiliki anak .Ia tumbuh sehat di rahim nona ." Ucapan dokter kandungan yang ia temui seakan menyambar petir tubuh nya .


" *Tidak ,,,, bagaimana mungkin aku secepat ini hamil ? Apa arti nya aku hamil sebelum nikah ? Apa mas hendra mau menikahi ku ? "


" Pasti ia mengira aku wanita murahan yang menggunakan segala cara . Bagaimana ini ? Apa aku menggugurkan nya saja ? "


" Ahhhh tidak ,,,, aku tidak sekejam itu . Baiklah jika ia tidak mau bertanggung jawab aku akan membesarkan nya sendiri ."


Mona masih bergelayut dalam pikiran nya hingga panggilan dokter ia abaikan* .


" Nona ,,,, nona ." Panggilan donter lina membuyarkan lamunan nya .


" Ehhh iya dokter ,,,." Mona merasa gugup karena terlihat melamun .


" Saya akan berikan beberapa resep penguat kandungan dan juga vitamin ." Ucap dokter lina.


" Iya dokter , terimakasih ." Ucap Mona membawa secarik kertas yang di berikan oleh dokter pada nya .


Ia berjalan menuju tempat penebusan resep dan berjalan melewati koridor rumah sakit . Sesekali ia memegang perut nya yang masih rata .


Sampai akhirnya ia menabrak mama nya hendra yang sedang melakukan check up di rumah sakit tersebut .


" Aduhhhhh maafkan saya bu ." Ucap mona ,kemudian memunguti obat dan mulitivitamin nya . Tanpa sengaja mama hendra memegang vitamin tersebut dan membaca nya setelah itu ia memandang ke arah mona .


" Tan ,,,,tante ,,,." Ucap mona gugup .


" Kok panggil tante sih ,panggil mama dong !.Benar ini cucuku ." Mona yang gugup dengan pertanyaan mama nya hendra dengan terpaksa mengangguk pelan .


Mama hendra merasa senang karena rencana nya berhasil , sehingga ia tidak lagi menunggu lidya untuk segera hamil.


" Mona ,ayo pulang bersama mama . Mulai sekarang kau akan tinggal dirumah kami .Mama akan mempercepat pernikahan mu dengan hendra." Ucap mamanya hendra menggandeng tangan mona .Mona pun tak kiasa menolak nya .


" Ta ,,,tapi ma . Mas hendra tidak akan mau menikah dengan ku ,ia begitu mencintai kak lidya . Aku tidak ingin merusak rumah tangga mereka ." Ucap Mona menundukkan kepala nya .


" Hendra tidak harus menceraikan lidya ,mona . Ia cukup menikahi mu jadi istri kedua saja . Mama dan papa menginginkan penerus keluarga ." Ucap Mama hendra meyakinkan mona ,dengan terpaksa pun ia mengikuti perkataan mama hendra .


Beberapa saat kemudian ia telah sampai ke Mansion utama bersamaan dengan mama hendra . Mama hendra yang sudah mengabari suami nya dengan berita baik ini di sambut dengan antusias oleh keluarga dekat .


Sedangkan Hendra dan lidya yang baru sampai mansion terkejut dengan persiapan dadakan pernikahan nya dengan mona .


" Ma , ada apa ? siapa yang akan menikah ?" Tanya hendra pada mama nya , mama nya hanya tersenyum ketika melihat putra nya bertanya seperti itu .


" Tentu saja kamu dengan mona yang akan menikah ." Ucap mama nya . Bagai tersambar petir hendra melotot ke arah mama nya sedangkan lidya merasakan sesak dalam hati nya .


" Apa mama sudah gila ? aku tidak akan menikahi wanita itu ,,,, cihhhkkkk." Ucap hendra dengan penuh ketegasan nya . Kemudian ia berlalu menggenggam tangan lidya meninggalkan mama nya .


" Mona sedang hamil anak mu . Apa kau ingin anak itu terlahir tanpa ayah ? Aku rasa lidya tidak keberatan jika kau menjadikan nya istri kedua . Iya kan lidya ?" Ucap mama nya seakan memojokan nya .


" Iya ma , tentu saja . Lagipula mona sedang mengandung ." Ucap lidya dengan ketegaran nya . Sedangkan hendra menatap tajam ke arah lidya namun lidya hanya tersenyum .


Mereka berlalu meninggalkan mama nya berjalan menuju kamar nya , hendra berjalan duluan meninggalkan lidya .


Derrrrrrr,,,,


Bunyi pintu kamar mereka sampai ke penjuru ruangan. Sedangkan lidya mengerti dengan kemarahan suaminya .


" Sayang ,,, kenapa ? Marah dengan ku ? lagi pula ada benar nya ucapan mama mas . Kasihan mona yang sedang mengandung , ia tak berdosa ." Ucap lidya kemudian ia teringat vonis dokter yang mengatakan jika ia tidak akan bisa memberikan keturunan karena kecelakaan itu .


" Apa kau sudah gila ? perempuan itu menjebakku ?" Ucap hendra menatap ke arah jendela .


" Sayang , janin itu tidak bersalah apa akan mengorbankan nya ?" Lidya terus meyakinkan hendra ,sejenak ia berpikir jika yang di katakan lidya ada benar nya tetapi ia masih tidak menerima kehadiran mona .


" Baiklah aku akan menikahi nya ." Akhir nya hendra mengiyakan keputusan mama nya maupun lidya .


Beberapa saat para keluarga besar sudah menghadiri pernikahan antara hendra dan mona namun di saat yang bersamaan lidya meninggalkan sepucuk surat meninggalkan mansion utama .


Ia memang tidak pantas menjadi menantu keluarga adinata , ia bahkan tidak bisa memberikan seorang penerus kepada mereka . Kecelakaan itu terpaksa membuatnya susah mempunyai anak .


Bersambung 🙏🙏😊