
Sementara keluarga Lisha yang tengah khawatir dengan keras nya kakek Zain yang seakan meragukan perkataan mereka tidak pantang menyerah .
Lisha yamg semakin tersudut pamit sambil menangis ia pamit untuk pergi ke toilet .
" Aaaaagrrrrrrhhh,,,."
" Kurang ajar ,, !!! Brengsek,,,!! ini harus berhasil , Aku tidak boleh gagal !."
"Aku harus menghubungi nya untuk segera menyebarkan berita itu ."
Lisha yang tersulut emosi di toilet menghubungi photografer yang ia sewa untuk menyebarkan berita yang menyebutkan bahwa telah ada pertemuan antara kedua keluarga .
Lisha tersenyum puas dengan photo dan video yang di ambil photografer tersebut.
Setelah beberapa lama akhir nya Lisha kembali dan saat itu masih ada perdebatan antara kedua kakek Zain dan juga papa nya .
Zain yang hanya diam melihat perdebatan tersebut melihat jam di tangan nya . Ia merasa cemas dengan istri nya, secara tiba tiba berdiri hendak meninggalkan ruangan tersebut .
" Zain ,,, kau mau kemana ? musyawarah kita belum selesai , kau mau pergi begitu saja . Dasar tak punya sopan santun !!" Kakek adinata terlihat marah ketik mengetahui Zain yang akan pergi begitu saja .
" Kakek mau musyawarah apa ? menyuruhku menikah dengan nya ? " Ucapan Zain membuat sang kakek terkejut, selama puluhan tahun Zain yang hanya diam tak bersuara kini berbicara pada nya .
" Kau harus bertanggung jawab atas kehormatan gadis itu Zain !." Ucap sang kakek .
" Adi,,,,kau jangan bicara sembarangan !! Cucu ku tidak mungkin melakukan semua itu ." Kakek arijaya yang tersulut emosi karen tuduhan adinata pada Zain .
" Aku tidak menuduh nya arijaya tapi semua bukti mengarah pada nya . kau tidak malu melihat berita tentang cucu kita ." Ucap Adinata yang masih bersikeras , Sementara lisha tersenyum puas dengan pembelaan sang kakek dan juga berita media yang baru saja tersebar.
" Kenapa kakek tidak tanya pada gadis itu ?" Ucap Zain tak kalah sengit nya.
Deg ,,,,
Jantung Lish berdetak lebih kencang , ia sedikit merasa gugup karena pernyataan Zain .
" Lisha ,,, tenang lisha kamu tidak boleh gugup ." Gumam Lisha dalam hati nya .
" Zain ,,,, apa lagi yang mau di tanyakan ?bukankah semua sudah jelas !." Kakek Adi yang masih membela Lisha .
Mama Zain yang geram dengan papa mertua nya merasa mendidih hampir saja ia bicara yang sesungguh nya tetapi sang suami menyentuh tangan istri nya . Kemudian ia duduk kembali dengan genggaman tangan suami nya .
" Rian ,, berikan tab nya pada ku ." Zain meminta tab yang memang di sediakan untuk membuat wanita itu jera .
" Ini,,,,, tuan ." Rian memberikan tab nya pada sang tuan .
Zain kemudian memutar sebuah video potongan dari lisha bertemu pelayan untuk memberikan suatu serbuk pada Zain waktu pertemuan sampai dimana saat Lisha yang tak terkendali dan seseorang yang menggendong Lisha masuk ke dalam kamar hotel.
Zain kemudian meletakan tab itu di tengah tengah meja , semua orang yang berada di tempat itu melihat nya dengan seksama video yang tengah diputar .
Lisha yang dari tadi gugup mencoba untuk tenang , ia mulai tak tenang ketika melihat awal video itu .
" Apaaaa,,,, dari mana ia mendapatkan video itu ? Bukankah cctv telah rusak ?" Gumam Lisha dalam hati nya .
" Bagaimana ini ? bisa hancur rencana ku !! Tidak ,,,tidak aku harus tetap tenang ."
Semua yang hadir dalam pertemuan itu tercengang melihat aksi Lisha yang di luar dugaan . Papa dan Mama Lisha jatuh terduduk syok melihat sang putri yang sungguh di luar dugaan , Lisha yang ikut melihat pun gemetar memegang dress bawah nya .
Sedangkan kedua kakek dan nenek Zain begitu terkejut melihat video tersebut . Apalagi dengan kakek Adi yang tadi nya bersikeras hanya diam terduduk melihat potongan video tersebut.
" Haaaaaa haaaaaaa,,,, Bagaimana adi ? Apa kau melihat nya , cucu ku tidak mungkin melakukan nya ?" Ucap kakek arijaya tersenyum .
" Brengsek ,,, bagaimana ini bisa terjadi ? Bagaimana Zain mendapatkan video cctv ity ? Bukankah cctv nya telah rusak ? " Lisha yang gemetar memegang dress bawah nya mengaduk aduk pikiran nya .
" Reno,,,, aku tidak menyangka putri mu telah melakukan kebohongan ." Ucap adinata yang lemah seperti tak bertenaga .
" Apa kakek puas ? Aku bukan papa yang diam dalam perkataan mu kek !!" Ucap Zain meninggalkan Ruangan itu , tapi sebelum ia melangkahkan kaki nya Zain menghampiri Lisha dan berbisik tepat di telinga nya .
" Kau harus menarik semua perkataan mu di media masa , atau video di dalam kamar itu akan tersebar luas ?" Bisik Zain .
" Kau salah menargetkan ku dalam permainan mu nona." Ucap Zain kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut .
Papa dan Mama Zain nengikuti dari belakang begitu juga dengan kakek arijaya dan kedua nenek nya pun meninggalkan ruangan tersebut .
" Adi,,,kau tidak ikut pulang ? Masih ingin menikahkan cucu ku dengan gadis itu ?" Ucapan Arijaya merupakan sebuah tamparan buat adinata .
" Kau pergi lah dulu ! aku masih ada urusan dengan gadis itu ?." Ucap Adinata menunjuk lisha .
Sedangkan Lisha yang mendengar nya terasa gemetar ketakutan .
"Terserah kau saja !!." Ucap Arijaya meninggalkan tempat itu .
Sementara Zain yang telah sampai di lobby ,Zain berpamitan dengan mama dan papa nya dan juga kakek arijaya dan kedua nenek nya .
" Zain ,,,apa kau tidak akan menemani nenek disini ?" Ucap nenek jaya istri dari kakek arijaya .
" Tidak nek , aku sedang banyak urusan ." Ucap Zain yang kemudian memeluk nya .
" Kau ini ,,, seperti papa mu saja . Zain ,,, ingat !!kakek selalu mendukung mu , kakek tidak akan membiarkan orang lain semena mena padamu meskipun itu kakekmu sendiri ." Ucapan Kakek Arijaya membuat nenek winata menunduk malu .
" Zain tahu kek , terima kasih . Zain pamit kek." Ucap Zain .
" Zain ,,, maafkan nenek yang tak bisa membela mu dari kakek mu." Ucap sang nenek memeluk Zain .
" Zain mengerti nek ." Ucap Zain .
Mama Zain yang memeluknya membisikkan sesuatu pada Zain .
" Sayang ,,, Mama menginginkan cucu ." Bisik mama Zain .
" Kapan kau akan membawa nya pulang ? Mama sudah tak sabar ." Ucap sang mama lagi .
"Zain akan membawa nya pulang jika sudah ada cucu di perut menantu mu ." Zain yang membalas bisikan mama nya membuat mama Zain tersenyum .
Setelah beberapa saat berpamitan ,akhir nya Zain dapat kembali ke kota B menemani sang istri. Zain yang dulu suka berlama lama di luar kota berubah sejak kehadiran Ayris , Ia lebih suka menghabiskan waktu dengan sang istri sepertinya sudah menjadi budak cinta .
Bersambung 🙏🙏😊😊😊😊😊