ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 189.


" Sayangggg,,,,,,,,." Max berlari se kencang mungkin menghampiri chleo yang terhuyung hampir jatuh .


Sementara papa dan mama chleo yang telah berada di depan chleo beberapa langkah terkejut menoleh ke arah belakang dimana putri nya tak sadar kan diri .


" Sayanggg,,,,, ." Mama mona berteriak histeris . Ia kemudian berbalik berlari menghampiri putri nya begitu juga dengan papa hendra .


" Max , cepat bawa chleo !!." Ucap papa hendra .


" Dokter ,,, dokter,,,,." Mama mona berteriak keras pada dokter jaga di ruang tersebut .


" Cepat ,,,, cepat ,,,. Maaf tuan silahkan tunggu di luar ." Ucap dokter jaga yang di ikuti perawat masuk ke ruang ugd .


" Baik dokter ." Jawab papa hendra .


Sementara max berjalan mondar mandir kesana sini khawatir tentang apa yang terjadi pada istri nya .


" Max ,tenang lah . Istri mu pasti baik baik saja ." Ucap papa hendra .


" Max , sebenar nya ada apa dengan kalian ? Apa kau bertengkar dengan chle ? Kenapa wajah nya sangat sendu ?" Ucapan mama mona membuat max memandang ke arah mama nya kemudian duduk disamping mama nya .


" Tidak Ma, pagi ini chle memang bangun lebih dulu . Karena beberapa hari max sibuk tak menemani nya , max ingin memberi kejutan pada nya . Maka nya max datang ke mansion kakak. " Ucap max menjelaskan pada mama mona.


" Tapi kenapa wajah nya terlihat sendu ? Dan juga ia baru pulang dari rumah sakit sewaktu mama menunggu nya di rumah ." Mama mona mengingat apa yang di ucapkan chleo .


" Rumah sakit,,,,,,. Ma,,, max sangat takut ." Ucap max memeluk mama nya .


" Tidak sayang , tenang lah !! Chleo baik baik saja ." Ucap mama mona menenangkan max .


Ceklek,,,,


Pintu kamar ugd terbuka seorang dokter keluar menghampiri mereka .


Max beserta mama dan papa menghampiri dokter tersebut .


" Bagaimana dengan istri saya dokter ?" Max mendekati dokter tersebut .


" Istri tuan baik baik saja , hanya saya sarankan untuk tidak membuat nya stres karena bisa mempengaruhi kehamilan nya ." Ucap dokter tersebut membuat semua nya terkejut mendengar kabar bahagia tersebut .


" Apaaaa ,,,, dokter. Istri saya hamil ."


" Iya tuan istri anda hamil dan selamat tuan . Usia kehamilan nya lima minggu , untuk lebih jelas silahkan melalukan pemeriksaan di dokter kandungan ."Ucap dokter tersebut mengulurkan tangan nya .


" Terima kasih dokter ." Max menjabat tangan dokter tersebut .


" Ma , max akan menjadi seorang ayah . Pa,,, haha,,, ." Max yang tengah bahagia mendengar kabar berita tersebut memeluk sang mana dan papa .


" Selamat ya sayang , akhir nya mama akan menjadi nenek untuk kedua putri mama ." Ucap mama mona memeluk max .


" Dan papa menjadi kakek ,,,, hahaha,,,,." Papa hendra bahagia mendengar berita tersebut .


Max segera bergegas masuk ke dalam ruangan menemui chleo yang masih belum sadar kan diri di ikuti mama dan papa .


" Sayang , baik baik di dalam perut mama ya . " Ucap max menyentuh pelan perut chleo.


Mama dan papa saling menggenggam tangan nya memandang sendu pada max dan chleo .


Max menggenggam tangan chleo dan mencium nya . Sedangkan mama dan papa duduk menunggu mereka di sofa .


Beberapa saat kemudian chleo yang sadar dari pingsan nya mengeryipkan mata nya memandang sang suami dengan wajah sendu nya .


" Sayang , kau sudah bangun . Kenapa tidak memberitahu ku jika ada baby di sini ?" Ucap max menyentuh pelan perut chleo .


" Bagaimana aku bisa memberitahu mu kak , jika kau sibuk dengan istri mu yang lain ?" Gumam chleo dalam hati .


" Sayang , ,,,, sayang ,,,, kenapa diam ?" Suara Max menyadarkan lamunan nya yang menerawang jauh ke alam sana .


"Sayang ,,,, selamat ya kau akan menjadi seorang ibu . Dan kami akan menjadi nenek dan kakek. " Ucap mama mona .


" Terima kasih Ma Pa ." chleo yang masih kecewa dengan apa yang di lihat nya berusaha menyembunyikan nya dari mama dan laoa nya .


Ia tak ingin membuat kedua orang tua nya khawatir .


"Sayang , mama akan menjenguk seseorang kau mau ikut dengan mama ?" Ucap mama mona .


Chleo berpikir sejenak untuk ikut dengan mama dan papa nya. Ia tak mungkin tinggal bersama max , karena hanya akan membuat nya bersedih .


" Baiklah ma , chle ikut dengan mama ." Ucap chle kemudian tersenyum . Ia hemdak bersnjak dari tempat tidur tapi max menghalangi nya .


Sikap chle yang dingin membuat nya semakin curiga tentang apa yang sebenar nya terjadi pada istri nya .


"Tapi sayang , kau masih lemah ." Ucap max.


" Tidak apa apa kak . Chle baik baik saja ." jawab chle dengan dingin nya . Biasa nya chle akan merengek manja tapi tidak kali ini .


" Pakai kursi roda saja max ." Ucap papa hendra .


" Iya Pa. Max mengerti ."Jawab max yang kemudian mengambil kursi roda di sudut ruangan .


Max kemudian membantu chle duduk di kursi roda secara perlahan kemudian mendorong nya .


Mereka berjalan ke ruangan ayris dirawat , di ikuti papa dan mama mona .


Max yang merasa sikap aneh dari istri nya tidak terlalu memperdulikan nya karena ia merasa jika chle hanya mengalami perubahan hormon kehamilan saja .


Ceklekk,,,,,


Chleo terkejut melihat orang yang berbaring di sana adalah perempuan yang di gendong max dan itu arti nya istri max yang lain.


" Apaaaaa,,,, dia ? Jadi mama ingin membuat hati ku hancur ." Gumam chleo dalam hati nya .


" Bagaimana bisa mama mempertemukan ku dengan wanita yang menghancurkan hidup putri nya .


" Sayang ,,,, ayris." Mona berjalan mendekati ranjang ayris .Ayris yang masih tertidur karena pengaruh obat tidur sedikit membuat mona khawatir .


" Bagaimana ini semua bisa terjadi ? bukankah sewaktu mama pergi kamu baik baik saja ." Ucap mona yang menitikkan air mata nya .


Hendra memegang bahu mona menenangkan nya .


" Apaaa,,, mama menangis untuk wanita ini ?" Gumam chleo dalam hati nya .


" Chleo , Bagaimana menurut mu ?" Mona yang sengaja bertanya pada chleo tentang ayris tanpa memberitahu status ayris membuat chleo semakin kecewa .


" Cantik Ma ." Chleo dengan nada berat nya berbibacara menjawab pertanyaan sang mama .


" Kau tahu chle , dia juga tengah mengandung." Ucap mama mona pada chle .


" Oh ya,,,." Sikap dingin chle sedikit membuat max mengeryitkan dahi nya .


" Mama menyukai nya ?" Chleo yang tersulut emosi berbicara lantang .


" Tentu saja ,sayang ." Jawaban mona srmakin membuat chleo kesal bahkan seluruh keluarga nya mendukung hubungan nya dengan suami nya.


" Orang yang akan menghancurkan hidup putri mama ? Yang akan memisahkan anak dan ayah nya ?" Chleo dengan nada tinggi berbicara seperti itu membuat semua orang tertegun.


" Sayang , apa maksud mu ? Menghancurkan hidup mu ? Memisahkan aku drngan anak ku ?" Max duduk berjongkok memandang ke arah chleo memegang tangan nya .


"Kakak tidak usah pura pura , aku sudah tahu semua nya ."Chle mulai menitikkan air mata nya.


" Max , kalian bertengkar ?" Ucap papa hendra pada max.


" Tidak Pa , Max bahkan tidak tahu tentang apa yang di bicarakan chle ." ucap max.


" Chle , ada apa nak ? Kenapa kau berbicara seperti itu ?" Mona mendekati chleo ikut berkongkok di samping max .


Chle hanya diam membisu tanpa menjawab apapun hati nya semakin sakit dan kecewa .


" Sayang , katakan lah ." Mona semakin mendesak chleo yang bungkam tanpa bicara apapun.


" Euggggggghhh,,,,,,." Suara ayris membuat mama mona berdiri menghampiri nya .


" Ayris,,, sayang . Kau sudah bangun nak ?" Mona menghampiri ayris memegang tangan nya.


" Mama tidak tahu perempuan itu istri kak max dan bahkan mama dan papa menyukai nya . Bagaimana hati ku tidak hancur ?" Ucap chleo dengan lantang .


Semua orang tertegun mendengar perkataan chleo mereka saling pandang dan juga nengangkat bahu nya .


Akhir nya mona dan max mengerti jika chleo tengah cemburu bahkan salah paham dengan ayris .


" Bagaimana kau tahu ia istri ku ? Sedangkan aku hanya menikah dengan mu ." max menghela nafas kasar nya .


" Chle mendengar sendiri percakapan kakak dengan dokter ."Chleo menitikkan air mata nya menjawab pertanyaan max .


" Sayang , kau salah paham ,,,,,." Belum sempat max melanjutkan perkataan nya suara pintu terbuka menghentikan max .


Ceklekk,,,,,,,


Melihat Zain yang masuk ke dalam ruangan , chle semakin terkejut bahkan kakak nya sendiri mendukung hubungan max dengan nya .


" Ada apa ? Kenapa memandang ku seperti itu ?" Zain yang tidak mengerti arti tatapan semua orang membuat nya heran .


" Eughhhhhhh,,,,,,." Suara gerakan ayris mengalihkan pandangan semua orang .


" Sayang ,,,." Zain menghampiri ayris menggenggam tangan nya .


Suara familiar terdengar di telinga ayris , bahkan parfum maskulin yang tercium di indra penciuman ayris membuat nya mengeryipkan mata nya .


" Aku dimana sayang ? Mama papa , Max. Ehhh siapa gadis cantik itu ?" Ayris memandang ke sekeliling ruangan .


" Di rumah sakit ." Jawab zain singkat .


" Ehhhh,,,, rumah sakit ? Apa terjadi sesuatu dengan ku ? Bayiku,,,,,." Ayris tersentak kaget ia kemudian meloncat duduk menyentuh perut nya yang semakin membuncit .


" Tidak sayang , kau hanya pingsan baby baik baik saja ." Jawab zain .


" Chle , jadi kakak ipar mu ini yang membuat hatimu hancur ?" Ucap mama mona menyindir chleo .


Chleo tertegun mendengar nya bahkan ia memandang ke arah mereka tanpa berkedip pikiran nya menerawang jauh ke alam sana .


" Aku menghancurkan hati nya ? Memang nya ayris kenapa Ma ? Bertemu saja baru sekarang ?"


Ayris bingung dengan perkataan mama mona .


" Apa maksud kalian ? Istri ku menghancurkan chle . Memang nya ada apa ?" Zain pun merasa ada yang janggal dengan pandangan mereka .


" Apaaaaaa,,,,jadi dia istri kak zain . Tapi kenapa dokter tadi bilang istri kak max ?" Chleo bergumam dalam hati nya .Ia masih sulit mencerna kejadian ini .


" Jadi dia istri kak zain ." Chleo membuka mulut nya dan terngaga terkejut dengan semua nya .


" Memang nya istri siapa kalau bukan istri ku ?" Ucap Zain dingin


" Lalu ucapan dokter itu ,,,,."


" Sayang , kalau menguping jangan setengah setengah jadi nya sakit kan ." Ucap max berbisik ditelinga chleo .


Chleo pun menyadari jika ia telah salah paham ia mulai malu dan wajah nya memerah menundukkan kepala nya .


" jadi kau sedang cemburu ." Ucap mona menyindir chleo .


Zain dan ayris tertegun tak mengerti pembicaraan mereka memilih mengabaikan nya.


BersambungπŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š