
" Sayangggg,,,,,,,,." Max berlari se kencang mungkin menghampiri chleo yang terhuyung hampir jatuh .
Sementara papa dan mama chleo yang telah berada di depan chleo beberapa langkah terkejut menoleh ke arah belakang dimana putri nya tak sadar kan diri .
" Sayanggg,,,,, ." Mama mona berteriak histeris . Ia kemudian berbalik berlari menghampiri putri nya begitu juga dengan papa hendra .
" Max , cepat bawa chleo !!." Ucap papa hendra .
" Dokter ,,, dokter,,,,." Mama mona berteriak keras pada dokter jaga di ruang tersebut .
" Cepat ,,,, cepat ,,,. Maaf tuan silahkan tunggu di luar ." Ucap dokter jaga yang di ikuti perawat masuk ke ruang ugd .
" Baik dokter ." Jawab papa hendra .
Sementara max berjalan mondar mandir kesana sini khawatir tentang apa yang terjadi pada istri nya .
" Max ,tenang lah . Istri mu pasti baik baik saja ." Ucap papa hendra .
" Max , sebenar nya ada apa dengan kalian ? Apa kau bertengkar dengan chle ? Kenapa wajah nya sangat sendu ?" Ucapan mama mona membuat max memandang ke arah mama nya kemudian duduk disamping mama nya .
" Tidak Ma, pagi ini chle memang bangun lebih dulu . Karena beberapa hari max sibuk tak menemani nya , max ingin memberi kejutan pada nya . Maka nya max datang ke mansion kakak. " Ucap max menjelaskan pada mama mona.
" Tapi kenapa wajah nya terlihat sendu ? Dan juga ia baru pulang dari rumah sakit sewaktu mama menunggu nya di rumah ." Mama mona mengingat apa yang di ucapkan chleo .
" Rumah sakit,,,,,,. Ma,,, max sangat takut ." Ucap max memeluk mama nya .
" Tidak sayang , tenang lah !! Chleo baik baik saja ." Ucap mama mona menenangkan max .
Ceklek,,,,
Pintu kamar ugd terbuka seorang dokter keluar menghampiri mereka .
Max beserta mama dan papa menghampiri dokter tersebut .
" Bagaimana dengan istri saya dokter ?" Max mendekati dokter tersebut .
" Istri tuan baik baik saja , hanya saya sarankan untuk tidak membuat nya stres karena bisa mempengaruhi kehamilan nya ." Ucap dokter tersebut membuat semua nya terkejut mendengar kabar bahagia tersebut .
" Apaaaa ,,,, dokter. Istri saya hamil ."
" Iya tuan istri anda hamil dan selamat tuan . Usia kehamilan nya lima minggu , untuk lebih jelas silahkan melalukan pemeriksaan di dokter kandungan ."Ucap dokter tersebut mengulurkan tangan nya .
" Terima kasih dokter ." Max menjabat tangan dokter tersebut .
" Ma , max akan menjadi seorang ayah . Pa,,, haha,,, ." Max yang tengah bahagia mendengar kabar berita tersebut memeluk sang mana dan papa .
" Selamat ya sayang , akhir nya mama akan menjadi nenek untuk kedua putri mama ." Ucap mama mona memeluk max .
" Dan papa menjadi kakek ,,,, hahaha,,,,." Papa hendra bahagia mendengar berita tersebut .
Max segera bergegas masuk ke dalam ruangan menemui chleo yang masih belum sadar kan diri di ikuti mama dan papa .
" Sayang , baik baik di dalam perut mama ya . " Ucap max menyentuh pelan perut chleo.
Mama dan papa saling menggenggam tangan nya memandang sendu pada max dan chleo .
Max menggenggam tangan chleo dan mencium nya . Sedangkan mama dan papa duduk menunggu mereka di sofa .
Beberapa saat kemudian chleo yang sadar dari pingsan nya mengeryipkan mata nya memandang sang suami dengan wajah sendu nya .
" Sayang , kau sudah bangun . Kenapa tidak memberitahu ku jika ada baby di sini ?" Ucap max menyentuh pelan perut chleo .
" Bagaimana aku bisa memberitahu mu kak , jika kau sibuk dengan istri mu yang lain ?" Gumam chleo dalam hati .
" Sayang , ,,,, sayang ,,,, kenapa diam ?" Suara Max menyadarkan lamunan nya yang menerawang jauh ke alam sana .
"Sayang ,,,, selamat ya kau akan menjadi seorang ibu . Dan kami akan menjadi nenek dan kakek. " Ucap mama mona .
" Terima kasih Ma Pa ." chleo yang masih kecewa dengan apa yang di lihat nya berusaha menyembunyikan nya dari mama dan laoa nya .
Ia tak ingin membuat kedua orang tua nya khawatir .
"Sayang , mama akan menjenguk seseorang kau mau ikut dengan mama ?" Ucap mama mona .
Chleo berpikir sejenak untuk ikut dengan mama dan papa nya. Ia tak mungkin tinggal bersama max , karena hanya akan membuat nya bersedih .
" Baiklah ma , chle ikut dengan mama ." Ucap chle kemudian tersenyum . Ia hemdak bersnjak dari tempat tidur tapi max menghalangi nya .
Sikap chle yang dingin membuat nya semakin curiga tentang apa yang sebenar nya terjadi pada istri nya .
"Tapi sayang , kau masih lemah ." Ucap max.
" Tidak apa apa kak . Chle baik baik saja ." jawab chle dengan dingin nya . Biasa nya chle akan merengek manja tapi tidak kali ini .
" Pakai kursi roda saja max ." Ucap papa hendra .
" Iya Pa. Max mengerti ."Jawab max yang kemudian mengambil kursi roda di sudut ruangan .
Max kemudian membantu chle duduk di kursi roda secara perlahan kemudian mendorong nya .
Mereka berjalan ke ruangan ayris dirawat , di ikuti papa dan mama mona .
Max yang merasa sikap aneh dari istri nya tidak terlalu memperdulikan nya karena ia merasa jika chle hanya mengalami perubahan hormon kehamilan saja .
Ceklekk,,,,,
Chleo terkejut melihat orang yang berbaring di sana adalah perempuan yang di gendong max dan itu arti nya istri max yang lain.
" Apaaaaa,,,, dia ? Jadi mama ingin membuat hati ku hancur ." Gumam chleo dalam hati nya .
" Bagaimana bisa mama mempertemukan ku dengan wanita yang menghancurkan hidup putri nya .
" Sayang ,,,, ayris." Mona berjalan mendekati ranjang ayris .Ayris yang masih tertidur karena pengaruh obat tidur sedikit membuat mona khawatir .
" Bagaimana ini semua bisa terjadi ? bukankah sewaktu mama pergi kamu baik baik saja ." Ucap mona yang menitikkan air mata nya .
Hendra memegang bahu mona menenangkan nya .
" Apaaa,,, mama menangis untuk wanita ini ?" Gumam chleo dalam hati nya .
" Chleo , Bagaimana menurut mu ?" Mona yang sengaja bertanya pada chleo tentang ayris tanpa memberitahu status ayris membuat chleo semakin kecewa .
" Cantik Ma ." Chleo dengan nada berat nya berbibacara menjawab pertanyaan sang mama .
" Kau tahu chle , dia juga tengah mengandung." Ucap mama mona pada chle .
" Oh ya,,,." Sikap dingin chle sedikit membuat max mengeryitkan dahi nya .
" Mama menyukai nya ?" Chleo yang tersulut emosi berbicara lantang .
" Tentu saja ,sayang ." Jawaban mona srmakin membuat chleo kesal bahkan seluruh keluarga nya mendukung hubungan nya dengan suami nya.
" Orang yang akan menghancurkan hidup putri mama ? Yang akan memisahkan anak dan ayah nya ?" Chleo dengan nada tinggi berbicara seperti itu membuat semua orang tertegun.
" Sayang , apa maksud mu ? Menghancurkan hidup mu ? Memisahkan aku drngan anak ku ?" Max duduk berjongkok memandang ke arah chleo memegang tangan nya .
"Kakak tidak usah pura pura , aku sudah tahu semua nya ."Chle mulai menitikkan air mata nya.
" Max , kalian bertengkar ?" Ucap papa hendra pada max.
" Tidak Pa , Max bahkan tidak tahu tentang apa yang di bicarakan chle ." ucap max.
" Chle , ada apa nak ? Kenapa kau berbicara seperti itu ?" Mona mendekati chleo ikut berkongkok di samping max .
Chle hanya diam membisu tanpa menjawab apapun hati nya semakin sakit dan kecewa .
" Sayang , katakan lah ." Mona semakin mendesak chleo yang bungkam tanpa bicara apapun.
" Euggggggghhh,,,,,,." Suara ayris membuat mama mona berdiri menghampiri nya .
" Ayris,,, sayang . Kau sudah bangun nak ?" Mona menghampiri ayris memegang tangan nya.
" Mama tidak tahu perempuan itu istri kak max dan bahkan mama dan papa menyukai nya . Bagaimana hati ku tidak hancur ?" Ucap chleo dengan lantang .
Semua orang tertegun mendengar perkataan chleo mereka saling pandang dan juga nengangkat bahu nya .
Akhir nya mona dan max mengerti jika chleo tengah cemburu bahkan salah paham dengan ayris .
" Bagaimana kau tahu ia istri ku ? Sedangkan aku hanya menikah dengan mu ." max menghela nafas kasar nya .
" Chle mendengar sendiri percakapan kakak dengan dokter ."Chleo menitikkan air mata nya menjawab pertanyaan max .
" Sayang , kau salah paham ,,,,,." Belum sempat max melanjutkan perkataan nya suara pintu terbuka menghentikan max .
Ceklekk,,,,,,,
Melihat Zain yang masuk ke dalam ruangan , chle semakin terkejut bahkan kakak nya sendiri mendukung hubungan max dengan nya .
" Ada apa ? Kenapa memandang ku seperti itu ?" Zain yang tidak mengerti arti tatapan semua orang membuat nya heran .
" Eughhhhhhh,,,,,,." Suara gerakan ayris mengalihkan pandangan semua orang .
" Sayang ,,,." Zain menghampiri ayris menggenggam tangan nya .
Suara familiar terdengar di telinga ayris , bahkan parfum maskulin yang tercium di indra penciuman ayris membuat nya mengeryipkan mata nya .
" Aku dimana sayang ? Mama papa , Max. Ehhh siapa gadis cantik itu ?" Ayris memandang ke sekeliling ruangan .
" Di rumah sakit ." Jawab zain singkat .
" Ehhhh,,,, rumah sakit ? Apa terjadi sesuatu dengan ku ? Bayiku,,,,,." Ayris tersentak kaget ia kemudian meloncat duduk menyentuh perut nya yang semakin membuncit .
" Tidak sayang , kau hanya pingsan baby baik baik saja ." Jawab zain .
" Chle , jadi kakak ipar mu ini yang membuat hatimu hancur ?" Ucap mama mona menyindir chleo .
Chleo tertegun mendengar nya bahkan ia memandang ke arah mereka tanpa berkedip pikiran nya menerawang jauh ke alam sana .
" Aku menghancurkan hati nya ? Memang nya ayris kenapa Ma ? Bertemu saja baru sekarang ?"
Ayris bingung dengan perkataan mama mona .
" Apa maksud kalian ? Istri ku menghancurkan chle . Memang nya ada apa ?" Zain pun merasa ada yang janggal dengan pandangan mereka .
" Apaaaaaa,,,,jadi dia istri kak zain . Tapi kenapa dokter tadi bilang istri kak max ?" Chleo bergumam dalam hati nya .Ia masih sulit mencerna kejadian ini .
" Jadi dia istri kak zain ." Chleo membuka mulut nya dan terngaga terkejut dengan semua nya .
" Memang nya istri siapa kalau bukan istri ku ?" Ucap Zain dingin
" Lalu ucapan dokter itu ,,,,."
" Sayang , kalau menguping jangan setengah setengah jadi nya sakit kan ." Ucap max berbisik ditelinga chleo .
Chleo pun menyadari jika ia telah salah paham ia mulai malu dan wajah nya memerah menundukkan kepala nya .
" jadi kau sedang cemburu ." Ucap mona menyindir chleo .
Zain dan ayris tertegun tak mengerti pembicaraan mereka memilih mengabaikan nya.
Bersambungππππ