ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 170.


Mama mona yang melihat tingkah zain tersenyum pada putra nya.


Zain kemudian meraih pinggang ramping ayris yang mulai berisi berjalan menghampiri papa nya tanpa peduli mama nya yang ingin memegang tangan ayris .


" Zain ,kau keterlaluan . Mama juga ingin menggandeng menantu mama , kenapa kau posesif sekali ?" Mama mona yang tengah kesal dengan perlakuan zain membuat nya ikut berjalan di bekakang nya .


" Bagaimana ini semua bisa terjadi ?" Pertanyaan kakek arijaya membuat hendra menundukkan kepala nya . Sedangkan nenek jaya yang mengerti dengan tatapan mona sengaja mengalihkan pembicaraan.


" Apa kedua orang tua mu sudah tahu jika kau sedang berada di sini ?" Ucap nenek jaya .


" Mama dan papa sedang di jalan menuju kemari ma." Jawaban mona membuat nenek jaya menghela nafas kasar nya .


Sementara mona tak henti memandang pada ayris menantu nya yang ia lihat hanya sekilas di potongan video yang zain tonton waktu itu .


" Zain ,kau tak ingin mengenalkan menantu papa dan mama ." Hendra yang nemang baru kali pertama melihat ayris merasa senang . Meskipun ia sudah mengetahui pernikahan putra nya tetapi ia tak ingin berburuk sangka kenapa zain diam diam menikah .


" Bukankah papa sudah mengetahui nya ? " Ucapan zain membuat mona terkejut . Ternyata suami nya mengetahui jika putra nya telah menikah tapi tidak dengan dia .


" Apaaaaa,,,, papa mengetahui nya dan tidak memberitahu mama ?" Ucap mona yang semakin kesal dengan suami dan putra nya .


" Tapi mama belum mengenal nya ." Ucap mona mendekati ayris dan memegang tangan nya .


Zain yang merasa tidak menyukai tindakan mama nya kemudian berbicara lantang .


" Mama,,,, stop it !." Ucapan zain membuat semua orang tertawa .


" Hahahaha,,,,,." Suara beberapa orang yang kompak membuat zain makin mengeryitkan dahi nya .


Sementara mama mona tidak peduli dengan ucapan zain .


" Sayang , siapa nama mu ? Kau cantik sekali ?"


Ucap mama mona memegang tangan ayris . Seperti biasa nya ayris yang tampak ragu menjawab menatap zain . Zain pun mengerti arti tatapan mata ayris hanya menganggukkan kepala nya .


Sementara mama mona yang melihat ayris yang menatap pada suami nya merasa heran .


" Ayris ma, Terimakasih ma ." Jawab ayris singkat .Ia memang sedikit takut dengan kedua mertua nya itu .


" Apa kau mau menginap di mansion Mama ?" Mama mona yang sengaja bertanya pada ayris mendapat tatapan tajam dari zain .


" Tidak,,,,,."


" Tidak,,,,,."


" Tidak,,,,."


Suara yang serentak dari zain ,kakek dan nenek arijaya membuat mama dan papa zain tertegun memandang ke arah mereka bertiga .


" Ayo kita pergi !." Ucapan kakek arijaya mendapat anggukan dari nenek jaya maupun zain .


" Tapi,,,,kenapa pa ?" Mona yang tercengang dengan ucapan papa nya merasa tidak menerima nya .


" Kau tahu dan paham apa yang terjadi pada mu mona . Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama ." Ucap kakek arijaya membuat hendra merasakan pilu .


" Pa , semua itu tidak akan terjadi lagi ! " Ucap hendra .


" Mona juga ingin bersama menantu mona ,pa." Ucapan mona membuat kakek arijaya menatap tajam pada mona .


" Kau bisa datang ke mansion papa jika ingin bertemu dengan cucu ku ." mona menghela nafas kasar nya karena perkataan papa nya tidak akan bisa terbantahkan oleh satu alasan apa pun .


" Ayo kita pergi sebelum ia datang !!." Ucap nenek jaya melangkahkan kaki nya keluar dari ruang rawat hendra dan mona .


" Zain ,,,, apa mama bisa minta tolong pada mu ? Sekali saja zain ." Ucapan mama nya yang penuh permohonan membuat zain tak kuasa menolak nya kemudian menganggukkan kepala nya .


" Tolong kebumikan jasad kak lidya dengan baik agar mama bisa mengunjungi nya ." Ucapan mona membuat semua orang yang berada di tempat itu terkejut .


" Tidakkkk,,,,,. Hilang kan saja zain ! papa tidak ingin mengulang kesalahan yang sama yang hampir mengorbankan adikmu dan mama mu ."


" Jadi memang benar semua karena wanita itu lagi ." Ucapan mona yang juga membuat papa nya kesal karena masa lalu dan kesalahan orang tua hendra membuat seseorang bertindak brutal .


" Tapi mas,,,,,." Mona yang tak bisa berkutik dengan pernyataan suami nya membuat mona terdiam membisu .


Sementara nenek jaya dan ayris hanya menjadi pendengar setia atas perdebatan mereka .


" Mona ,sebaik nya kau ikuti permintaan suami mu demi kebaikan mu . Mama pergi dulu ."Ucap nenek jaya .


Mereka ber empat pun pergi meninggalkan tempat itu berjalan kembali ke atap rumah sakit dimana helicopter terparkir di sana . Sedangkan hendra dan mona diam membisu tanpa berkata sepatah kata pun .


" Apa aku tidak akan bisa melihat menantu ku ?" Ucap mona memangku wajah nya dengan tangan nya . ia yang duduk di sofa kesal pada orang tua nya sendiri yang mendiskriminasi nya .


Bukan hanya zain yang posesif terhadap menantu nya tetapi kedua orang tua nya pun sama . Mereka membuat benteng pertahanan perlindungan untuk ayris .


" Maafkan papa ma, jika tidak karena orang tua papa mungkin kita akan melihat anak dan menantu kita ditengah tengah keluarga kita ." Ucap hendra menghampiri istri nya yang duduk di sofa .


Beberapa menit kemudian kedua orang tua hendra sampai ke rumah sakit . Mereka yang datang di antar pak har merasa cemas dan khawatir .


Ceklek,,,,,


Suara pintu yang terbuka membuat hendra dan mona menoleh ke arah pintu dimana terlihat kedua orang tua hendra .


" Hendra mona apa yang terjadi ? Dan ini ,,, kenapa banyak luka lebam ?" Ucap mama nata yang memang khawatir sejak semalam.


" Tidak apa apa ma , hanya kecelakaan kecil saja ." Ucap mona.


" Kecelakaan kecil ,,,,. Kecelakaan kecil bagaimana ? ini lihat wajah mu biru biru semua , ada bekas tangan menempel di pipi mu . Katakan pada mama apa yang sebenar nya terjadi ? Katakan ! ." Mama nata yang mulai tersulut emosi melihat luka memar dan lebam di wajah mona .


" Hendra ,,,apa yang sebenar nya terjadi ? kenapa kalian bisa seperti ini ?" Papa hendra yang melihat kondisi putra nya merasa pilu di hati.


" Maaf kan hendra pa ma , jika hendra tak mengajak mona mungkin semua ini tidak terjadi ." Ucap hendra menundukkan kepala nya .


" Memang nya ada apa ?" Mama nata semakin bingung tak mengerti ucapan putra nya hendra .


" Mas, sudahlah . Aku baik baik saja ." Ucap mona menimpali perkataan hendra .


" Lidya yang menculik lisha pa, ia mengira lisha calon istri zain . Aku sendiri tidak tahu lisha selamat atau tidak ." Ucap hendra .


Sementara adinata jatuh duduk di sofa mendengar penjelasan putra nya .Dosa masa lalu yang ia lakukan harus menimpa anak dan cucu nya bahkan menantu nya .


" Kamu dengar sendiri adi ,putra mu menjadi korban keegoisan mu ." Ucap nata pada suami nya .Sementara adinata diam membisu tanpa menjawab apapun .


" Sudahlah ma , semua sudah berakhir . Kita tak perlu membahas masa lalu lagi ." Ucap hendra .


"Apa mertua mu mengetahui semua ini ?" Mama nata merasa khawatir dengan besan nya . Kemarahan nya akan sulit di redam jika terjadi sesuatu dengan mona putri nya .


Ancaman arijaya tidak main main terbukti ia mengambil zain ketika berumur sepuluh tahun ketika tahu jika hendra belum bisa mengakui nya sebagai anak nya .


Bahkan untuk bertemu zain saja ,arijaya membatasi nya dengan waktu .Meskipun ia cucu nya sendiri tapi arijaya tetap bersikukuh tidak mengijinkan nya .Bahkan mona yang memilih tinggal bersama hendra pun harus menangis setiap malam karena merindukan putra nya zain .


" Mama dan papa arijaya pergi beberapa menit yang lalu sebelum mama datang ." Ucap mona pada mama mertua nya .


Mama nata duduk terkulai lemas mendengar penjelasan mona . Ia bahkan menitikkan air mata nya karena merasa akan kehilangan menantu nya .


" Maaf kan papa , papa yang melakukan kesalahan ini tetapi kalian yang menerima nya ." Ucapan adinata membuat istri nya memandang wajah suami nya . Ia tak menyangka jika suami nya telah berubah .


" Sudah lah pa ." Ucap hendra menenangkan papa nya .


Sementara mona memeluk sang mama mertua untuk membuat nya tenang .


Mereka diam membisu tanpa ada suara apapun merenungkan apa yang telah terjadi .


Bersambung 😊😊😊😊😊🙏🙏