ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 56.


"Kakakkk,,,,,,,." Teriak Chleo memekikkan telinga Max , ia mengerucutkan bibir nya kesal dengan Max.


" Iya sayang , kakak dengar ." Ucap Max berjalan meninggalkan Chleo ke jendela kamar nya dan membuka tirai tebal tersebut.


Sementara Chleo hanya menatap punggung lelaki tersebut , dipandang nya lekat lekat membuat nya menyunggingkan senyum di sudut bibir nya . Lelaki itu disamping dingin juga perhatian.


Kemudian Max berjalan kembali ke arah Chleo yang tengah memandangnya. Max hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu.


"Kenapa Chle,,,, ? kau terpesona dengan ketampanan kakak." Ucap Max menggoda Chleo.


Chleo mencebirkan bibir nya , ia tampak kesal dengan ucapan Max .


" Huuuhhh ,,,, sama seperti kak Zain." Gumam Chleo lirih ,ia takut terdengar oleh Max.


Max menggendong Chleo ke kamar mandi mendudukkan nya di kursi samping closet. Ia meninggalkan Chleo untuk membersihkan diri nya sendiri.


Sementara Ia turun ke bawah mengambil sarapan , beberapa pelayan di rumah tersenyum melihat dia .Kesayangan Tuan besar mereka itu memang sangat mandiri sama seperti Zain . Semenjak tumbuh dewasa Zain memang membawa max kemana pun, kemandirian itu lah yang ditanamkan Zain pada nya.


Dikamar Zain , zain yang terusik tidur nya karena sorot sinar mentari yang masuk lewat sela sela korden , hanya berguling ditempat tidur . Ia meraih laptop nya dan membuka kamera yang tertuju di kamar Ayris. Gadis itu mencari kenyamanan di antara bantal bantal itu , hingga akhir nya ia bangun dan duduk ditempat tidur .


" kau merindukanku sayang,,,,,, .Bersabarlah sebentar." Ucap Zain dalam hati.


Zain masih mengamati Ayris yang kemudian berguling ke arah bantal Zain .Zain hanya tersenyum melihat tingkah konyol gadis itu namun membuatnya senang. Ia begitu merindukan gadis itu.


Sedangkan di kamar Chleo , Chleo yang sudah selesai membersihkan diri nya tertatih tatih untuk sampai ke serambi balkon kamar nya . Ia duduk disebuah kursi sofa memejamkan mata nya menghirup udara pagi , mendengarkan kicauan burung di angkasa.


Max yang telah sampai di kamar nya terkejut melihat gadis itu sudah duduk di sana lalu ia mendekati nya. Ia meletakkan nampan piring yang berisi beberapa menu sarapan dan juga dua gelas susu di meja samping sofa yang Chleo duduki.


Sofa panjang itu ia duduki sendiri, sedangkan tak ada tempat duduk lain selain sofa itu . Max mengangkat kedua kaki Chleo dan duduk memangku kaki tersebut.


Chleo terkejut dengan gerakan tersebut seketika membuka kedua mata nya.


" Kakak,,,,,, . Kapan kakak kembali ?" Ucap Chleo mengangkat kedua kaki nya namun dipegang oleh Max.


Max mulai menyuapi Chleo dengan potongan roti yang ia bawa dan juga memberi nya segelas susu.


Chleo hanya tertegun memandangnya , dari dulu hingga sekarang ia tidak berubah .Entah bagaimana jadi nya jika kedua nya memiliki gadis atau pria lain . Apa mereka sanggup bertahan satu sama lain .


" Kakak tahu dari mana Chle terluka ?" Pertanyaan konyol Chleo mendapat tatapan tajam Max.


"*S*elalu begitu , mata itu nembuat bulu roma ku berdiri ,,,, huuuihhhh." Gunam Chleo dalam hati.


"Pertanyaan macam apa yang kau tanyakan ? " Jawaban Max seakan menjadi pertanyaan kembali untuk Chleo.


" Pasti Mama huuuuuhhh,,,,." Chleo mencibir Mama nya .


" Makanlah yang banyak , agar cepat sembuh. Setelah itu aku akan kembali dengan kak Zain ." Ucap Max yang masih menyuapi nya .


" Tidak boleh ." Jawab Chleo singkat .


" Chle tidak mengijinkan kakak pergi ke tempat kak Zain." ucap chleo lagi pada nya.


"Kenapa ?" Tanya Max sembari memakan sarapan nya.


" Nanti kakak akan seperti kak Zain Dingin dan kejam ,,,, upsss ." Ucapan Chleo mendapat tatapan tajam Max .


" Kalau begitu ikut saja dengan ku." Ucap Max ,Max sengaja memancing gadis itu berbicara lebih banyak.


" Tidak .Aku tidak mau tinggal dengan Kak Zain." Jawab Chleo mengerucutkan bibir nya , ia semakin kesal dengan beberapa pertanyaan Max.


" Menikah saja dengan ku ,Agar kau bisa tinggal di penthouse ku." Ucapan Max membuat Chleo terdiam , menatap max .


Sedangkan Max berjalan keluar kamar membawa sisa makanan yang tidak di makan . Chleo masih terpaku membisu , max melirik Chleo dengan senyum yang mengembang di bibir nya .