ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 289


Dave yang cemberut karena sikap lily meninggalkannya begitu saja . Meskipun sebenarnya dave tidak masalah dengan semuanya tapi melihat kakak ipar nya yang posesif pada kakak nya , dave mengikuti cara kakak iparnya membuat lily cemburu.


" Sayang,,,,, sayang . Aku tidak punya maksud apapun ."


Lily mengejar dave yang meninggalkannya berjalan sendiri tak menggubris panggilanya sama sekali.


" Sayang,,,,, dave,,,, sayangnya lily."


Hingga saat berpapasan dengan mama mona dave sama sekali tak menyapa nya .


Mona sempat heran melihat putra keduanya yang berjalan sendiri meninggalkan istrinya terlihat tampak mengejarnya.


" Dave, ada apa ?"


Dave tak melirik sedikitpun pada mama nya bahkan melewatinya .


Lily menyusulnya berteriak memanggilnya dari belakang namun dave tak mengindahkannya.


" Lily, ada apa ? Kalian bertengkar ?"


Mona menarik lengan lily ketika ia juga akan melewatinya.


" Tidak ma, dave hanya cemburu . Makanya seperti itu."


" Oh,,, begitu. Hahaha,,,, lucunya putra putriku kalau cemburu pada pasangan."


Mona berlalu meninggalkan lily yang tampak tertegun mendengar perkataan mama mertuanya.


Lily sadar dari lamunannya menoleh ke arah mama mona sejenak lalu kembali mengejar suaminya.


" Sayang,,,, sayang ,,,,."


keluarga besar arijaya maupun wijaya dan juga adinata masih berkumpul di mansion zain , bahkan zain sendiri menyuruh mereka untuk tinggal dimansionnya menikmati masa tua mereka.


Anton dan rian menunggu tuan nya diruang bawah tanah setelah ia mengirimkan pesan melalui ponsel nya dan juga menyuruh leon menghampiri tuannya.


" Aung,,,, aung,,,,."


"Aung,,,aung,,,,."


Suara leon menggema di kamar saat ayris tengah berbaring di tempat tidur .


" Ada apa leon ? kau membangunkan mommy ."


Leon menggigit tangan zain lalu menariknya .


" Oh ,,, kau ada urusan dengan daddy ?"


" Aung,,,aung,,,,."


Leon meraung mengiyakan perkataan ayris ketika bertanya padanya.


" Sayang,,,, sayang,,, . Leon mencarimu , mungkin anton yang menyuruhnya."


Ayris menggoyang goyangkan lengan zain.


" Hemm,,,,,,Ada sedikit urusan di bawah tanah tapi aku tak ingin melepaskanmu meskipun hanya sejenak."


Zain bahkan tak menggubris perkataan istrinya bahkan mendekap erat tubuh ayris.


" Leon , kau dengar sendiri ?"


Leon seperti menghela nafasnya lalu meninggalkan kamar mereka melalui pintu lift yang tersembunyi di balik lemari ganti.


" Aung,,,, ngg,,, ngg,,,,."


" Hahaha,,,, kau sangat lucu jika meraung seperti itu."


Ucap ayris lalu membelai pipi suaminya yang enggan melepaskannya.


" Kau yakin tak ingin ke bawah ? Aku bisa menemanimu ."


" Benarkah ? Baiklah kalau begitu ."


Ayris tercengang dengan sikap zain yang berubah begitu saja bahkan terlihat bersemangat ketika ia akan menemaninya.


" Ada apa dengannya ? Kenapa berubah seperti itu ?"


" Tadi bilang ingin disini . Hah,,,, kau banyak berubah setelah anak anak lahir ."


Gumam ayris dalam hati .


"Sayang,,,,, sayang,,,,."


Panggilan zain seakan tak terdengar ditelinga ayris , ia seperti masih terbang ke alam hayalannya.


" Nyonya zain arijaya ,,, apa kau sedang melamun ?"


Bisik zain tepat ditelinga ayris.


" Aa,,,, iya ,,, ada apa sayang ?"


Ayris tersadar dari lamunannya hingga tak mendengar apa yang dikatakan zain .


" Apa yang sedang kau lamunin ?"


" Tidak."


Ayris sedikit tersipu malu ketika suaminya mengetahui kalau ia sedang melamun .


" Hem,,,,. Tidak mau memberitahu ? Aku bisa dengan mudah mencari tahu ."


Zain mengedipkan salah satu matanya .


" Apa,,,, aku tidak melamunkan siapa pun kecuali suamiku ."


Ucap ayris menggandeng lengan zain .


Zain tersenyum berhasil mengetahui apa yang sedang dilamunkan ayris lalu mengajaknya ke ruang bawah tanah dimana anton dan rian yang tengah menunggunya berjalan mondar mandir kesana kesini seperti dalam kerisauan .


Entah apa yang sedang terjadi hingga mereka harus bertemu dibawah tanah tak seperti biasanya .


Ting,,,,


" Tuan , anda sudah datang ."


Keduanya terkejut ketika melihat ayris yang keluar terlebih dahulu.


" Nyonya, anda,,,,."


Anton tak melanjutkan perkataannya ketika ia terkejut melihat ayris.


" Sayang, cepatlah ! Kau tak sedang bermain main dengan leon kan ?"


Ucap ayris menyilangkan kedua tangannya kedadanya.


" Aung,,,, ."


Leon meraung mendengar ucapan ayris , berusaha melarikan diri dari permainan tangan zain .


" Hem,,,,."


" Tuan,,,,,."


Anton tak melanjutkan perkataannya sedikit melirik pada ayris tanda ingin mengetahui jawaban zain kenapa ayris ikut ke ruang bawah tanah.


" Aku yang mengajak nyonyamu kesini. Katakan !"


Zain duduk di kursi besarnya menghadap layar monitor besar yang ada di depannya.


Sedangkan ayris terkejut melihat layar besar di depannya melihat satu persatu kotak yang menampilkan gambar disetiap sudut ruangan.


" Wah,,,banyak sekali cctv di mansion kita ."


Ucap ayris.


" Tuan , tuan ajinata berhasil kabur dari tahanan atas bantuan seseorang tuan."


Ucap anton .


Brakkkkk,,,,,


Zain menggebrak meja dengan kedua tangan nya ketika mendengar anton berkata ajinata berhasil kabur dari tahanan.


"Siapa orang yang berani ikut campur dalam urusan ini ?"


Ayris menatap zain yang tersulut emosi ketika tengah mengamati layar monitor di depannya hingga tersentak kaget.


" Seorang wanita yang mengaku istri anda tuan. Lihatlah !"


" Dia adalah nona lisha yang hilang setahun yang lalu dan ternyata berhasil selamat dari binatang buas."


" Seseorang menyelamatkannya dan juga ia berhasil operasi plastik mengubah wajahnya agar tidak dikenali , tuan. "


Ucap anton menjelaskan secara detail dengan memperlihatkan layar laptopnya pada zain .


" Tapi ,,,nona lisha tidak bisa lepas dari tuan jack , tuan."


" Maksudmu jack yang menolongnya saat itu ."


" Benar, tuan. Nona lisha terikat kontrak bahkan untuk seumur hidupnya pada club malam milik tuan jack. Meskipun bisa berkeliaran bebas namun tetap di awasi anak buah tuan jack."


Ucap anton.


" Bahkan tuan jack yang melepon saya memberitahu tentang wanita itu dan juga kaburnya tuan ajinata."


Anton menundukkan kepala nya lalu memberikan selembar denah yang diperlihatkan pada zain.


" Untuk saat ini nona lisha telah berhasil ditangkap kembali anak buah tuan jack .Tapi untuk tuan ajinata , tuan jack memberikan denah ini bahkan sebuah ponsel yang terhubung dengan nona lisha yang sengaja dibawa oleh tuan ajinata ."


Anton lalu menunjukkan ponsel dimana sudah tersambung gps dengan ponsel yang dibawa oleh ajinata.


" Baik nona lisha ataupun tuan ajinata tidak mengetahui jika ponsel tersebut sudah di pasang gps dan juga pelacak untuk mengetahui dimana keberadaan nona lisha."


" Singkirkan tua bangka itu secepatnya ! Jika pihak yang berwajib tidak dapat mengatasinya , bukan tidak mungkin ia akan kembali meraja lela."


Ucap zain.


" Baik ,tuan."


Baik anton maupun rian menganggukkan kepalanya.


" Bagaimana dengan perempuan sialan itu ?"


" Manager tuan jack sudah mengklarifikasi jika wanita itu adalah pekerja malam di lightblue , tuan."


Anton menjelaskan tentang lisha yang kini telah berganti nama menjadi lusy.


" Baiklah . Apa ada hal yang penting lainnya ?"


" Tidak , tuan. Sesuai perintah tuan nona sila di asingkan ke sebuah desa terpencil yang di kelilingi gunung di arah barat daya ,tuan."


" Bagus."


" Apa rencana publikasi nyonya akan tetap berjalan ,tuan ? Mengingat tuan ajinata yang berhasil kabur pasti akan mengincar keberadaan tuan dan nyonya."


" Apaaaa ,,,,publikasi ? Tidak ,,tidak,,, jangan berpikir berlebihan ! Aku tidak akan mengijinkannya ."


Anton dan rian menatap heran pada nyonya mudanya yang mungkin jika orang lain akan menyetujui rencana tersebut tapi tidak dengan nyonya muda.


" Kenapa sayang ? Kau tidak takut semakin banyak orang yang mengaku sebagai istriku ?"


Zain pun tak menyangka kalau ayris menolaknya.


" Tidak masalah. Yang terpenting seluruh karyawan di kantor sudah mengetahui yang mana nyonya zain arijaya."


Ayris tersenyum membalikkan badannya kembali melihat layar monitor.


" Kau tidak merasa cemburu jika gadis gadis cantik mendekatiku ?"


" Tidak , kecuali jika kau meresponnya ."


Brakkkkkk,,,


" Kau akan tahu akibat nya ? Aku akan mematahkan kedua kakinya."


" Huk ,,huk,,,."


Rian tersedak batuk mendengar ancaman dari nyonya muda dengan netra mata serigala yang terpancar tajam dari kedua bola matanya.


" Rian, kau haus ? Minum !"


Anton berpura pura menutupi kengerian rian yang baru kali pertama mendengar nyonya mudanya segarang itu.


Rian hanya mengangguk pelan lalu menerima segelas air yang diberikan anton menegaknya sampai habis.


" Ada alasan yang lebih tepat ,sayang ? Aku tidak menerima satu penolakan tanpa alasan yang jelas."


Deg,,,,


Detak jantung ayris berdegup lebih kencang mengingat suaminya yang seorang mafia sangat kejam bisa melakukan apapun dalam sekejap mata.


Ayris seakan melupakan hal tersebut bahkan dia tak menerima penolakan apapun dari sebuah rencana yang diinginkannya.


Ayris berhenti menatap layar monitar tersebut lalu mendekati suaminya yang tengah duduk memegang pena dan bermain main dengan pena tersebut . Satu tanda zain sedang tidak dalam mood yang baik.


" Sayang, aku tidak ingin orang orang tahu jika aku istri dari tuan muda zain arijaya. Semua status itu akan menyulitkanku dan juga menyulitkanmu ."


Ucap ayris duduk di pangkuan zain meskipun ada anak buah suaminya tapi tak membuat ayris canggung ataupun malu . Mereka sudah terbiasa melihat majikannya bersikap mesra di depan mereka.


" Hem,,,."


" Menyulitkanku jika satu saat aku pergi bersama anak anak keluar misalnya ke mall ataupun sekedar ke taman bermain , mereka akan mudah mengenaliku bukan tidak mungkin akan mempersempit ruang gerakku ."


" Menyulitkanmu jika semua musuhmu baik dari dunia bisnis maupun dunia mafia mengenaliku akan sangat membahayakanku dan anak anak jadi kau harus ekstra hati hati mengajakku keluar dan juga pengawalan yang penuh."


Zain tampak sedang memikirkan perkataan ayris yang ada benarnya , resiko yang diterima sangat tinggi tapi zain juga tak ingin terus menerus menyembunyikan istrinya .


" Akan aku pikirkan lagi ."


" Anton , tunda dulu rencana itu !"


" Baik ,tuan."


" Baiklah , aku akan ke atas."


Ucap zain .


" Baik , tuan."


Keduanya membungkukkan badannya dan juga beberapa anak buah lain nya.


Sementara zain menggendong ayris begitu saja meskipun banyak anak buahnya di ruang bawah tanah.


Meskipun semula ayris merasa malu namun ia tak dapat berbuat apa apa bahkan menolakpun tak kan diterima oleh zain.


" Sayang, kau membuatku malu ."


" Karena nenggendongmu ?"


" He'em,,,,."


" Bukankah kau juga melakukan hal yang sama . Duduk di pangkuan ku didepan anak buahku ."


Zain mengedipkan salah satu matanya .


" Hihihi,,,, tadi aku hanya takut kau marah ."


" Lalu ,,,?"


" Tidak ada lalu lalu,,,,. Kau sangat menyebalkan bahkan akhir akhir ini sangat manja."


Ucap ayris menghela nafas panjang dan juga memilih menyembunyikan wajahnya di bilah dada zain.


Kedua nya sampai dikamar mereka dimana ia melihat pemandangan yang luar biasa dan ayris meminta zain menurunkannya dari gendongannya.


" Waow,,,,."


Bersambung 🙏😊