
" Hahahaha,,,,,, ." Ketiga orang itu tertawa bersama melihat cucu mereka yang tengah bahagia.
" Ari ,,,,aku pamit pulang dulu . Titip cucu ku , dia harta ku satu satu nya ." Ucap Wijaya menepuk sebelah bahu arijaya .
" Tentu wijaya , cucu mu juga cucu ku kita akan menjaga nya bersama sama ." Ucap Arijaya .
" Apa kau tidak akan memberitahu istri mu jika cucu nya masih hidup ?" Ucapan arijaya membuat wijaya menghela nafas kasar nya .
" Ia kembali ke negara S beberapa tahun yang lalu setelah aku gagal menemukan keberadaan ayris ." Ucapan wijaya membuat jaya terkejut . Ternyata sahabat nya itu lebih memilih memikul beban nya sendiri daripada bersama suami nya .
" Sudahlah wijaya , maya akan kembali sebentar lagi . Aku bisa memastikan itu , kau akan melihat caraku membuat nya kembali ." Ucapan jaya membuat wijaya mendongakkan kepala nya bersemangat mendengar ucapan sahabat nya itu.
Setelah beberapa saat wijaya meninggalkan mansion arijaya tinggallah mereka berdua yang semakin mesra mengikuti jejak cucu nya.
Berpegangan tangan mengulang masa masa yang dulu.
Sementara di sebuah rumah tua ditengah hutan terlihat hendra yang merindik rindik masuk ke dalam rumah tua tersebut mencari keberadaan orang yang mereka cari .
" Mas , apa bener ini alamat nya ? Jangan jangan kita salah ." Mona yang berpegangan tangan pada lengan hendra merasa agak merinding dengan suasana sepi yang mencekam itu.
" Benar sayang , ini memang tempat nya . Tapi kenapa sepi seperti tidak ada seorang pun ?" Ucap hendra yang memang agak ragu .
Mereka berdua pun dengan sangat hati hati dan perlahan membuka pintu rumah tua tersebut . Mona yang mengikuti dari belakang merasa ketakutan dengan suasana gelap yang ada di depan mereka .
Setelah berberapa saat dengan bermodalkan layar ponsel hendra untuk menerangi jalan mereka .
Mona benar benar merasakan ketakutan yang luar biasa dengan suasana rumah angker kuno yang mereka masuki saat ini .
Beberapa langkah kemudian mona berteriak keras karena merasa menginjak sesuatu yang ada di bawah kaki nya .
" Aaaaaaaaa,,,,,." Mona yang berteriak histeris memegang erat tubuh hendra setelah merasakan sesuatu pijakan kaki nya yang terasa kenyal .
Hendra yang memegang layar ponsel nya kemudian mengarahkan nya ke bawah kaki mona .
Mereka berdua terkejut setelah melihat dengan samar samar ada sesosok tubuh tergeletak di lantai .
" Lisha ,,,, .'' Ucap mona dan hendra secara bersamaan .
" Untuk apa gadis ini ada di sini ? " Hendra merasa heran dengan ada nya lisha di rumah tua angker tersebut .
" Benar mas ? untuk apa dia kesini ? Dan lihat ini ,,,,, ada beberapa memar di wajah nya ." Ucap mona yang memeriksa keadaan lisha .
Mona dan hendra terkejut dengan sesosok sepatu wanita berdiri di depan nya .Hendra segera mengarah kan layar ponsel nya pada kaki tersebut hingga ke wajah nya yang membuat hendra dan mona terkejut melihat nya .
" Kau,,,,,." Hendra pingsan tergeletak tak mampu meneruskan kata apa pun setelah ada orang yang memukul kepala nya .
" Aaaaaaa,,." Mona yang sempat berteriak pun akhir nya pingsan tergeletak karena ada seseorang membekap hidung nya dengan obat bius.
" Ikat mereka di atas kursi itu !!." Ucap wanita. tersebut .
" Baik Bos ." Pengawal yang berada di depan nya .
"Hahahaha ,,,,, pucuk di cinta ulam pun tiba . Hanya satu kali kail dapat dua ikan ." Ucap seorang wanita tersebut .
Wanita itu hanya berjalan mondar mandir memandang ketiga orang yang terikat di atas kursi tersebut .
" Hahahaha ,,,, mas hendra kau masih tampan seperti yang dulu ."
" Dulu kita hidup bahagia tanpa permasalahan apapun tapi setelah kehadiran wanita ini ,,,,. Semua nya berubah , mama dan papa menolak ku ketika tahu wanita ini hamil anakku."
" plakkkkkk,,,, Plakkkkk ,,,,, plakkkk,,,,,." Wanita itu menampar pipi mona hingga keluar sedikit percikan darah di ujung bibir nya .
" Kau yang menghancurkan kehidupan ku .Kau juga yang membuatku meninggalkan mas hendra ."
" Kini ,,,, aku akan menghancurkan kehidupan putramu . Hahahaha,,,,,,,."
" plakkk,,,,, plakk,,,,plalk,,." Wanita yang seumuran dengan mona tersebut menampar kembali mona melampiaskan kekesalan nya pada mona.
" Aku akan menghancurkan hidup mu seperti kau membuatku terhempas dari keluarga ku ."
" Aku juga akan membuat anak mu menangis pilu ."
" Hahahaha,,,,, ."
" Hahahaha,,,,,,."
" Hiks,,, hiks,,,hiks,,hiks,,." Wanita itu kemudian menangis menyentuh pelan wajah hendra.
"Mas,,,, setelah beberapa tahun tidak melihat mu kau masih sama seperti dulu .Apa selera pakaianmu juga sama ?."
" Bagaimana dengan makanan mu ? kau nampak kurus sekarang ,apa wamita ini tidak mengurus mu ?"
" Plakkk,,, plakkkk,,,,,," wanita itu kembali menampar mona . Meskipun mona tidak merasakan nya namun setetes darah segar menetes di sudut bibir mona .
Setelah puas dengan aksi nya wanita itu kemudian pergi meninggalkan tempat itu .
" Jaga mereka baik baik ! Aku tidak ingin satu pun lolos dari cengkraman ku !." Ucap wanita tersebut meninggalkan ketiga orang itu yang tak lain adalah hendra ,mona dan juga lisha .
" Baik bos ." Ucap salah satu anak buah nya .
Wanita itu meninggalkan rumah tua tersebut dengan senyum sinis nya .
Sementara itu di luar rumah tua itu penjagaan ketat yang di lakukan anak buah zain sana sekali tidak di ketahui oleh anak buah wanita paruh baya tersebut .
Penyusupan yang sangat sempurna hanya menunggu komando dari sang kapten saja.
Di Mansion utama mama nata yang merasa khawatir karena hendra dan mona belum juga menampakkan batang hidung nya meskipun hari telah larut .
" Kenapa kau berjalan seperti itu ? Mereka pasti pulang ." Ucapan suami semakin membuat kesal .
" Bagaimana aku tidak khawatir putramu dan menantu mu belum pulang selarut ini ?" Mama nata yang kesal menjawab pernyataan suami nya dengan ketus.
" Mereka sudah dewasa juga sudah mempunyai anak untuk apa kau terlalu khawatir ? Mungkin ia pergi bertemu klien nya ? atau juga menginap di hotel ." Ucapan adinata memang ada benar nya tetapi tetap sajamama nata merasa khawatir karena ponsel mereka tidak bisa di hubungi .
" Tapi handphone mereka tidak bisa di hubungi , itu yang membuat ku cemas." Mama nata tidak pernah merasa secemas ini .
" Cihhhkkkk,,, seperti anak kecil saja ."
" Jika terjadi sesuatu pada mereka , ini semua salah mu ." Mama nata kemudian meninggalkan suami nya berjalan menuju kamar putra nya .
Perasaan seorang ibu sangat peka dengan sesuatu tidak di pungkiri jika ia merasakan sesuatu . Kecemasan yang sedari tadi ia rasakan membuat nya merasa semakin gelisah .
Ceklek,,,,,
Mama nata yang membuka pintu kamar putra nya melihat seluruh isi ruangan yang tertata rapi dengan warna dominan kesukaan menantu nya . Ia yang telah menderita meskipun pada akhir nya ia mampu memenangkan hati hendra .
Setelah beberapa saat mama nata memutuskan untuk keluar dari kamar putra nya , ia kembali ke kamar nya sendiri beristirahat.
Esok pagi menjelang siang , mama nata yang teringat dengan hendra dan mona bergegas bangun berjalan menuju kamar hendra .
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu mana nata masuk ke kamar mereka dan ternyata kamar itu masih rapi .
Mama nata kemudian berjalan keluar menuruni anak tangga .
" Har ,,,,, har,,,,har,,,."
"Iya nyonya besar , anda memerlukan sesuatu ?" Pak har dengan terburu buru berlari menuju arah suara panggilan yang memanggil nya .
" Apa tuan mu tidak pulang semalam ? Kamar nya kosong ." Pertanyaan nyonya besar membuat pak har membelalakkan mata nya .
" Apa semalam tuan pergi nyonya ? Kenapa tidak memanggil saya , untuk mengantar nya ?" Pak har yang bingung dengan pertanyaan nyonya besar berabalik bertanya .
" Aku ini bertanya pada mu , kenapa kau berbalik bertanya ? Cepat cari tuan mu !!." Pak yang terkejut dengan ucapan nyonya besar nya kemudian bergegas mengecek cctv yang berada di ruang rahasia.
π :" Dert dert,,,,."
π :" iya nek ."
π:" Zain , apa papa dan mama mu berada ditempat mu ?"
π :" Tidak nek, zain berada di mansion kakek jaya . Apa terjadi sesuatu ?"
π :" Mereka tidak pulang semalaman ."
π :" Mungkin papa dinas ke luar kota nek. Nenek jangan khawatir."
Eugggghhhh,,,,,
π :" Suara siapa itu zain ? kau bersama seorang wanita ."
π :" Tidak nek , suara televisi . Aku akan menghubungi nenek lagi ."
π :" Tut ,,,,tut,,,."
π :" Zain,,,,,,zain,,,,."
Zain sengaja memutus sambungan telepon karena suara ayris yang melenguh berpindah posisi .
" Sayang , kau hampir membuat kekacauan ." Ucap zain mengusap pelan wajah cantik ayris ketika sedang tertidur .
" Kekacauan ,,,, siapa ? Kau berbicara dengan siapa sayang ?" Ayris yang ternyata mendengar ucapan zain membelalakkan mata nya kemudian memandang wajah suami nya .
Zain tersenyum kemudian menarik tubuh mungil ayris ke dalam pelukan nya .
" Bukan siapa siapa , ayo tidur lagi ! Hari masih gelap ." Ucap Zain kemudian menarik selimut kembali .
" Tidak , aku ingin berolahraga dengan mu ." Ucap ayris dengan malu malu .
" Baiklah , ayo kita bangun !" Ucap zain kemudian membuka selimut nya.
Ayris yang mendengar ajakan zain yang menarik selimut nya untuk bangun mengerucutkan bibir nya .
Ia yang tengah kesal menyembunyikan wajah nya di bawah bantal .
" Sayang,,,, kenapa tidur lagi ? Kau bilang ingin ber olahraga pagi ." Zain yang tidak mengerti dengan apa yang di maksud ayris hanya bisa merayu ayris .
" Sayang,,, Ada apa ? Apa yang kau ingin kan ?" Mendengar zain mengatakan yang ia inginkan ayris keluar dari persembunyian nya
" Aku ingin ber olahraga ?" Ucap ayris tersenyum mengedipkan mata nya .
" Ayo kita bangun !" Ayris yang mendengar jawaban zain kembali mengerucutkan bibir nya dan menarik selimut menutupi seluruh badan nya .
Zain yang tidak mengerti hanya menggaruk kepala nya , ia tampak bingung dengan permintaan istri nya .
Zain yang terus berpikir dengan keinginan istri nya memutuskan bangun berjalan ke kamar mandi . Ia menyalakan air hangat mengisi penuh bath up , stres pagi yang di berikan ayris tampak membuat kepala nya pusing .
" Apa yang sebenar nya kau ingin kan ? Huuuuh,,, ." Zain berendam ke dalam bath up menenangkan pikiran nya .
Seorang presdir terkenal seperti firi nya mampu di buat kalang kabut oleh istri kesayagan nya.
Bersambungπππ