ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 280.


Rian bergegas ke ruang bawah tanah yang baru saja mendapat telepon dari tuan adinata membuat mira sedikit tercengang melihat suami nya yang pergi begitu saja.


Semula rasa curiga menghantui nya namun melihat ponsel yang di pegang menjawab telepon yakni ponsel tuan muda, mira merasa tenang dan juga lega.


Anton terkejut dengan kedatangan rian yang tiba tiba menepuk pundak nya ketika ia mengamati mansion dengan seksama.


" Mengagetkan saja . Ada apa ?"


" Tebakan tuan muda benar, tuan adinata sedang mempersiapkan pesta pernikahan rubah itu dengan tuan muda ."


Ucap rian ikut duduk di samping nya yang juga melihat cctv .


" Kau ini,,,, seperti baru mengenal tuan muda saja ."


Ucap anton menggelengkan kepala nya.


" Lihat lah ! Orang ini sangat mencurigakan ."


" Kenapa kau tidak menangkap nya ?"


Rian memperhatikan orang yang ditunjukan anton melalui layar laptopnya.


" Dia membawa bom atom yang setiap saat bisa meledak , maka nya aku membiarkan nya . Dan kau harus ingat ! Orang itu suruhan adinata yang kini tengah memata matai mansion ."


Rian tercengang dengan penjelasan anton .


" Bagaimana kau tahu ?"


Rian terlihat seperti orang bodoh ketika menanyakan hal seperti itu.


Bukkk,,,,


Anton bahkan tak menjawab pertanyaan rian melainkan menimpuknya dengan buku yang ada di atas meja.


" Auww,,,, .Memang nya kenapa ?"


" Kau seperti orang bodoh ketika bertanya demikian . Bukan kah kau sendiri tahu ,keamaban mansion yang sangat sulit ditembus ?"


Rian seakan baru menyadari kesakahan nya tertawa lirih .


"Hihihi,,,, Lalu , apa yang harus kita lakukan ? Begitu bahaya nya sampai kita tak bisa menangkap nya ?"


" Sangat berbahaya bahkan melebihi keganasan mu semalam ."


Anton sengaja menyindir sahabat nya mungkin merasa terganggu semalam oleh suara mereka.


" Memang nya kenapa ? Apa yang kulakukan ?"


Rian berpura pura tidak mengetahui apa yang terjadi.


" Tidak ada, hanya suara aneh mu membuat istri ku bergidik ngeri hingga ketakutan aku melakukan hal yang sama."


Anton kemudian memperlihatkan kembali sebuah gambar yang entah ada keanehan apa dengan gambar itu .


" Hihi,,,maaf . Semua gara gara pria brengsek tersebut ."


" Lihat lah ! Kau perlu tahu ini , orang yang akan menjebakmu malam itu adalah suruhan tuan adinata dan sahabat nya sastro."


" Sesuai dengan perkiraan tuan muda tentang rencana pria tua itu , kita harus berhati hati dengan nya karena dia penembak jitu dari rusia yang kini di sewa tuan sastro untuk menyingkirkan siapa pun penghalang nya ."


" Apa kau sudah paham ? Jadi kita akan datang besuk sesuai dengan keinginan nya dan kali pertama ,singkirkan orang tersebut !"


Anton lalu memanggil leny melalui intercom dan menyuruh nya untuk segera datang bergabung dengan kedua nya.


" Apa tuan muda akan hadir ? "


" Tentu , tuan muda akan memperkenalkan nyonya di depan khalayak umum dan membuka kedok tuan adinata yang menjadi dalang dari huru hara selama ini."


" Dengan nyonya muda ? "


Rian tercengang sekali lagi dengan penjelasan anton .


" Tentu saja tidak . Kamu ini , kenapa berubah menjadi bodoh setelah menikah ?"


Anton menepuk jidat rian yang tak paham dengan apa yang dimaksud .


" Hihi,,, maaf . Aku hanya teringat mira ."


Anton sekali lagi menepuk jidat sahabat nya yang bercanda saat dalam keadaan penting .


" Eh ,,,kau sudah buka segel rumah mu ?"


Pertanyaan rian membuat anton tercengang bahkan menelan saliva nya tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat nya tersebut.


" Eh' em,,, jadi kau memanggilku untuk membicarakan segel rumah ? Benar benar tak punya perasaan ."


" Huh,,, aku tahu kalian sudah menikah , tapi tak seharusnya juga menyindirku seperti itu ."


Leny terlihat kesal dengan apa yang baru saja mereka dengar dan juga merupakan sindiran keras untuk nya .


" Tidak. Duduklah ! Ada hal penting yang harus kita bicarakan ."


Buk,,,,


" Auww,,,,."


Rian merintih kesakitan setelah anton menimpuk kepala nya dengan sebuah buku besar.


" Kenapa menimpukku ? Aku tidak tahu dia datang ."


Sambil mengusap kepala nya rian melayangkan protes pada anton.


" Diam ! Dengarkan baik baik !"


Anton menatap tajam pada rian yang bertingkah melayangkan sebuah protes pada nya.


" Lihat lah gambar pria ini ! Dia bagian mu ? Aku yakin tidak perlu menjelaskan nya pada mu tentang pria ini ."


Anton memutar layar laptop nya ditujukan tepat dihadapan leny.


" Mark,,,, kenapa dia ada disini ? "


Leny tercengang melihat gambar yang ditunjukkan anton padanya.


" Apa kau ingin bernostalgia dengan nya ?"


Anton melirik leny sekilas lalu memperhatikan layar besar yang memperlihatkan orang yang sedang di perhatikan .


" Tidak, aku tidak akan mengenang pria brengsek itu . Lagi pula apa yang di berikan tuan muda sejak kecil hingga saat ini tidak mungkin ku bayar dengan penghiatan. Lebih baik aku mati dari pada melakukan nya."


Ucap leny dengan raut muka berubah sedikit garang .


" Hahaha,,, . Bukankah dia cukup mempesona ?"


Lagi lagi anton menyindir keras leny dengan ucapan nya.


" Eh,,, kau pernah jalan dengan nya ? Ceritakan bagaimana kau mengenal nya ?"


Rian tertinggal jauh dari pengetahuan nya yang berbeda dengan anton yang mengetahui kisah sahabat kecil nya tersebut.


" Tidak."


" Ayo lah ! Kau pelit sekali ."


Rian mendesak leny dengan mimik wajah penasaran sedankan leny semakin berubah menjadi garang.


" Tidak atau aku tidak akan ikut andil dalam rencana kalian ."


Leny memalingkan badan nya karena kesal dengan ejekan bahkan rasa keingintahuan sahabat nya rian .


Ucap anton sekali lagi karena merasa takut sahabat nya itu masih mempunyai perasaan pada pria tersebut.


Brakkkk,,,,


" Tidak , aku sama sekali tidak punya perasaan padanya dan aku akan buktikan itu."


Leny menggebrak meja menatap tajam pada anton .


Rian dan anton tercengang dengan apa yang dilihatnya, tak pernah mereka lihat leny bisa semarah itu pada perkataan anton hingga menggebrak meja.


Setelah itu berlenggang pergi meninggalkan mereka terlihat kesal mendengar ejekan anton.


" Hei,,, ada apa dengan nya ? Kenapa sangat marah ? Apa kau tidak keterlaluan menyindirnya seperti itu ? Memang nya apa hubungan nya dengan pria brengsek itu ?"


Rian sedikit terkejut melihat sahabat nya semarah itu.


" Calon suami. Apa kau sudah paham ? Mark memanfaatkan leny karena tahu kalau leny anak buah tuan muda."


" Bertahun tahun dia di asingkan sebagai hukuman karena terlalu ceroboh memberi informasi pada pria brengsek itu."


" Tuan muda menyuruhnya pulang karena masa hukuman telah habis dan juga saat nya membuktikan kesetiaan nya pada tuan muda ."


Ucap anton lalu memberikan berkas penting pada rian untuk segera dilihat nya.


" Haah,,,, jadi mereka hampir menikah ? Pantas saja , dia semarah itu . Eh,,, bagaimana jika dia gagal menjalankan misi nya ?"


Rian sedikit khawatir jika leny masih menyimpan perasaan nya pada mantan calon suami nya tersebut.


" Untuk itu dia harus membuktikan nya , dan ini lah saat yang tepat ."


Ucap anton .


" Siapa orang ini ? Apa ada hubungan nya dengan rencana ini ?"


Rian melihat berkas yang baru saja diberikan oleh anton .


" Semua orang itu , komplotan atau bisa di bilang rekan kerja mark yang akan membahu satu sama lain ."


" Adinata dan sastro telah menyewa orang orang pilihan tersebut .Kau harus berhati hati !"


" Jangan sampai terjebak hingga membuat mira tak bisa berjalan ."


Kali ini anton menyindir keras pada rian yang semula ternganga berubah nyengir menggaruk kepala nya meskipun tak gatal .


" Hihihi,,,kau ini."


Rian tertawa lirih mendengar sindiran anton kepadanya.


" Jangan khawatir ! Beny akan membantu ."


"Beny,,,? Apa benar sebahaya itu hingga beny harus turun tangan ?"


Rian sedikit terkejut mendengar kata beny disebutkan oleh anton .


Yah, beny adalah pimpinan pasukan rahasia yang dibentuk tuan muda . Yang sama sekali bukan orang biasa yang bahkan sangat disegani oleh dunia bawah tanah .


"Tentu saja , aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan tuan muda . Mark bukan orang biasa yang bisa disepelekan begitu saja. "


" Kau tahu, sahabatmu itu hampir gila karena bujuk rayu nya."


" Apaaa,,,, benarkah ? Huh, pantas saja ."


Sekali lagi rian tercengang dengan penuturan anton .


" Sudahlah . Ayo kita pulang ! Istri mu pasti sudah menunggu mu . Kau tak ingin melanjutkan yang tadi malam ?"


Anton mengedipkan sebelah mata nya lalu merangkul bahu rian mengajak nya pulang ke paviliun .


Sedangkan leny yang merasa kesal dan terlebih dahulu pulang ke paviliun, benar benar tak bisa mengendalikan emosi nya.


"Aaaaa,,,, . Kenapa harus bertemu lagi ? Apa setelah luka yang dia berikan belum cukup ? "


" Brengsek . Kali ini aku tidak akan melepaskan mu ."


" Jika dulu kau membuatku terlena , sekarang aku akan melakukan hal sebaliknya."


Leny menatap tajam cermin kaca rias di kamar nya dengan penuh kebencian mengingat bayang bayang masa lalu dimana ia hampir saja terjerumus di lembah jurang kematian.


Dikamar zain ,


Zain tengah bermanja dengan istri nya meskipun telah memiliki tiga anak kembar tetapi tidak membuat zain berubah dan bahkan kini lebih dari segala nya .


Zain mengurus ketiga baby mungil itu dengan tangan nya sendiri dan juga satu bayi kesayangan nya .


" Sayang , bangunlah ! Baby ingin menyusu ."


Zain membangunkan ayris yang berbaring manja di tempat tidur meskipun ia tak tidur namun menjaga kesehatan pasca melahirkan juga sangat penting.


Zain tak ingin melihat istri nya sakit ketika kelelahan mengurus ketiga bayi nya.


" Hem,,,, Baby aksa ,,, sayang nya mommy ,,, ingin menyusu ya ?"


Ucap ayris meraih baby aksa dari tangan suami nya.


" Oek,,,,oek,,,,,oek,,,."


Baby aksa terlihat sangat menggemaskan ketika ayris bercanda dengan nya .


" Cup,,, cup,,, .Putra mommy tak boleh menangis ."


Ketika baby sudah menangis akan ada senyum yang menghiasi zain maupun ayris.


Aksa memang cukup unik , ia cenderung menginginkan susu dari mommy dari pada dengan pumping asi yang sengaja ayris simpan di lemari pendingin .Tidak seperti azka ataupun azkia yang masih bisa memakai botol susu saat benar benar haus dan lapar.


" Sayang, besuk aku akan pergi menghadiri acara . Kau mau ikut ? "


Zain membuka percakapan saat ikut mengusap kepala aksa yang kini tengah menyusu.


" Ikut dengan mu ? Yang benar saja sayang, bagaimana dengan baby ? Lagi pula aku belum cukup mampu untuk berdiri lama ."


" Aku tak ingin mempermalukanmu .Meskipun mereka memaklumi kondisiku paska melahirkan tapi tidak untuk acara formal ."


Ucap ayris menyentuh wajah suami tampan nya yang terlihat begitu mempesona.


" Baiklah ."


Zain memang sengaja betanya demikian untuk sekedar basa basi meskipun ia tak menginginkan ayris dalam bahaya dan juga zain tak mungkin mengatakan jika acara itu adalah acara yang dibuat adinata untuk nya.


Jika ayris mengetahui nya , semua rencana ajan kacau dan juga dipastikan tak berjalan dengan lancar.


Sepasang suami istri yang tengah berbahgia dengan kehadiran ketiga baby nya dan juga keluarga yang tengah berkumpul di mansion mereka menambah suasana kebahagiaan terpancar jelas di wajah mereka.


Tapi tidak dengan orang tua zain , yakni mama dan papa nya yang tengah bertengkar kecil karena kehamilan mama nya .


Zain memang telah mengetahui perihal rencana papa nya tersebut karena memang papa nya memberitahukan nya pada zain .


Sedangkan pasangan lain nya yang tengah di mabuk asmara tengah bergulat panas masa masa bulan madu mereka .


Disatu sisi max yang sangat protektif menjelang trimestes ketiga kehamilan istrinya chleo .


Sedangkan dave menikmati masa masa istri nya yang tengah mengidam ,meskipun kadang merepotkan nya tapi dave menyukai nya bahkan terlihat sangat bahagia.


Sedangkan kakek dan nenek mereka menikmati kebersamaan dengan cucu dan cucu buyut mereka .


Bersambung 😊🙏😂