ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 53.


Zain melirik pada Ayris, ia terlelap dalam bantal lengan kanan Zain. Zain hanya tersenyum saat melihat nya malu malu memeluk nya. Ternyata saat tidur ia sendiri yang memeluk Zain.


Zain memindahkan kepala Ayris ke bantal lalu menyelimuti gadis mungil itu.


" Muaaaacchhhh." Ia mencium kening Ayris lalu meninggalkan nya dalam dunia mimpi ayris.


" Sayang, aku pasti akan sangat merindukan mu." Gumam Zain menyentuh lembut pipi ayris.


Ia berjalan turun ke lantai bawah dimana Max dan Rian telah siap berangkat . Beberapa bodyguard mengikuti nya dari belakang .


Mobil yang di kendarai Zain berjalan menuju bandara , dan beberapa bodyguard yang mengawal dari arah manapun .


Zain hanya fokus menatap layar laptop nya di mana ia sedang mengamati Ayris yang tertidur pulas , sedangkan Rian memabawa kemudi stir dan Max hanya diam seribu bahasa . Ia hanya khawatir dengan nya , dengan gadis kecil yang selalu menghibur nya yang selalu menemani nya menjaga nya saat cemoohan orang tertuju pada nya.


" Max , kau sedang melamun . Mengkhawatirkan nya ? Tenang saja max ,gadis kecil mu itu sangat kuat. Kau tidak ingat waktu kecil ia berkelahi hanya untuk melindungimu ." Ucap Zain pada Max , Max terlihat gugup ternyata Zain mengetahuinya ia sedang melamun.


Zain tahu apa yang tengah ia pikirkan . Ia paling mengerti kekhawatiran Max , sejenak Max mengingat waktu kecil . Saat ia terpuruk ketika ayah nya pergi meninggalkan nya ,gadis mungil itu yang selalu membela nya .


Senyum Max sekilas nampak di sudut bibir nya , ia tertegun ketika Rian menyenggol siku tangan nya.


" Kakak paling tahu bagaimana perasaanku." Ucap Max menghela nafas kasar nya .


" Haaaaaa haaaaaa ,,,,,, Max, aku ingin kau segera menikah dengan nya ." Ucap Zain kembali melihat layar laptop nya.


Dug dug dug,,,,


Degup jantung Max semakin kencang , Ia masih termenung dengan ucapan Zain. Zain pasti mempunyai alasan sendiri kenapa ia berbicara seperti itu.


Rian fokus mengemudi melirik ke arah max, mobil yang di kendarai mereka telah sampai di bandara.


Jet pribadi Zain dengan para awak kru sudah menunggu mereka .


Perjalanan mereka tidak memakan banyak waktu , sesampai di kota S pun Zain beberapa mobil siap dengan bodyguard nya menyambut mereka .


" Pak Har , Apa papa yang menyuruh mu menjemputku ?" Tanya Zain menyelidik ,zain mengernyitkan dahi nya .


Sedangkan Pak Har hanya tersenyum mengangguk pelan .


" Cihhhhhkkkkkk ,,,,,, Dasar papa !" Zain berdecak kesal , papa nya menyuruh lelaki paruh baya itu untuk menjemput nya meskipun jam istirahat selesai.


" Huuuhhhh ,papa . Apa aku dan Rian tidak bisa menyetir sendiri , hingga menyuruh pak har datang menjemput kami . Bikin masalah saja. " Gumam Max dalam hati nya.


Mobil yang mereka kendarai langsung ke Mansion utama , karena Papa nya memilih perawatan dirumah agar tidak terlalu membahayakan .


Iring iringan mobil beserta bodyguard mereka pun telah sampai ke Mansion utama . Zain turun turun melangkahkan kaki nya ke Mansion tersebut ,masih tetap sama . Beberapa tahun terakhir ini semenjak kehilangan Vivia ,Zain jarang sekali pulang ke mansion utama.


" Sayang , kau sudah datang . Adik mu,,,,,,, ." Belum sempat meneruskan ucapan nya Mama nya sudah Menangis, Zain menghela nafas nya . Ia nemeluk mama nya menenangkan hati mama nya.


" Sudah lah Ma, Chleo bukan anak kecil lagi . Ia bisa beladiri hanya saja keberuntungan tidak berpihak pada nya ." Ucap Zain melepas pelukan mama nya.


Mama mona menoleh kanan kiri mencari ke beradaan Max yang ternyata masih menerima telepon di luar Mansion . Ia menghampiri Max lalu memeluk nya .


" Heiiii ,,,, anak nakal. Kau tidak merindukan Mama ." Ucap Mama merentangkan kedua tangan nya , Max yang melihat nya menghambur ke dalam pelukan nya.


Mona memang menyayangi Max melebihi Dave atau pun Chleo . Ia tidak akan bisa melupakan kejadian waktu itu yang merenggut nyawa ayah Max.


" Sayang , maafin mama . Mama tidak bisa menjaga gadis manja mu itu. " Ucap Mona pada Max .


" Tidak Ma ,mama tidak perlu minta maaf ." Ucap Max yang masih dalam pelukan mona.


Mona adalah sosok ibu bagi nya setelah ibu kandung nya meninggal setelah melahirkan nya. Mona lah yang merawat nya sejak kecil hingga dewasa.


Bersambung๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™