
Ayris yang bangun dari tidur nya terkejut melihat leon yang sudah berada di bawah kaki nya .
" Hei,,, anak nakal ! kenapa kau ada disini ? mana papa mu ? " Ayris menatap tajam pada leon .
" aungggg,,,, ." Leon hanya meraung pelan mengendus endus perut ayris lalu menempelkan kaki depan nya pada perut ayris .
" Hahahaha,,, kau tahu ada baby zain di sini ? Apa papa mu yang memberitahu mu ?"
" Kau tahu leon ! papa mu sedang marah dengan mama . Karena mama cemburu pada gadis gatal itu ,kau harus membantu mama menyingkirkan nya ."
" Kau setuju ." Ucap ayris kemudian memberikan tangan nya untuk tos dengan leon , leon pun menempelkan satu kaki nya pada tangan ayris .
Ayris bangun dari tidur nya , ia berniat membuat sarapan untuk zain setelah membersihkan diri nya . Ayris yang keluar dari kamar nya menuruni anak tangga bersama leon . Beberapa pelayan bergidik ngeri ketakutan melihat leon.
" Miraaa ,,, miraaaa,,, miraaaa,,,,." Suara panggilan ayris membuat mira berlari tergopoh gopoh menghampiri sang nyonya .
" Nyonya sudah kembali ." Ucap mira yang merasa melihat hantu karena setahu mira ayris pergi ke mansion tuan besar .
" Iya mira . Aku sudah pulang tengah malam tadi . Apa kau melihat tuan ? kenapa melhatku seperti itu ?" Ucap ayris pada mira .
Mira yang ternyata dari pagi tidak melihat tuan nya bingung menjawab apa , tetapi dari arah belakang pak mus memberitahu jika tuan sudah berangkat ke kantor .
" Tuan sudah berangkat ke kantor nyonya ." Ucap pak mus .
" Oh ." Ayris yang hanya menjawab singkat membuat kedua orang itu saling pandang dan mengangkat bahu mereka .
" Apa ia masih marah karena sikap ku semalam ? Kenapa ia tak sarapan ? kenapa tak menunggu ku bangun ?" Gumam ayris dalam hati nya .
" Mira bantu aku memasak ! aku ingin membuat makan siang untuk tuan. " Ucapan ayris membuat mira dan pak mus tersenyum .
" Baik nyonya ." Ucap pak mus dan mira secara bersamaan .
" Mira, aku akan ke ruang hidroponik sebentar memetik sayuran. " Ucap ayris .
" Baik nyonya , saya akan menemani nyonya. " Mira yang sudah siap dengan keranjang sayur tempat biasa ayris memetik sayur mendapat penolakan dari ayris .
" Tidak mira , kau bantu aku menyiapkan beberapa bahan lain nya . Aku akan memetik sendiri ." Ucap ayris meraih keranjang sayur sari tangan mira .
" Ayo leon , kita akan membuat makanan buat papa mu ." Ucap ayris pada leon .
" Aungg,,,." Leon mengikuti ayris pergi ke lantai atas.
Mira dan pak mus yang melihat mereka berdua bergidik ngeri, leon yang tidak menyukai tuan nya dekat dengan seorang perempuan kini menyukai sang nyonya.
" Leon benar benar menyukai nyonya , ia menuruti perkataan nya ." Ucap pak mus .
" Benar , sejauh ini hanya nyonya yang bisa berdamai dengan leon . Bahkan nona vivi pun sangat membenci nya ." Ucap mira menimpali perkataan pak mus.
Pak mus dan mira yang memperbincangkan nyonya nya merasa heran tapi penuh takjub pada nyonya mereka .
Leo dan vani dalam perjalanan menuju mansion zain tanpa memberitahu kakak nya terlebih dahulu .
Ia hanya terpesona dengan ucapan vani tunangan nya yang membuat nya kagum dengan kebaikan nya . Ia mau membaur mengenal keluarga nya yang begitu keras meskipun ada banyak perbedaan antara mereka .
Beberapa saat mereka sudah sampai depan pintu gerbang tinggi menjulang mansion zain . Senyum yang mengembang di bibir vani semakin membuat leo terpesona .
"Hahahaha,,, akhir nya aku bisa mengunjungi tempat tinggal mu zain .Tanpa susah payah ternyata lelaki bodoh ini bisa aku manfaat kan ." Gumam vani dalam hati nya .
" Dan aku akan segera menyingkirkan wanita jalang itu. " Vani yang masih bermonolog dalam hati nya tersenyum sendiri .
Leo merasa senang melihat vani tersenyum pada nya ,hati nya yang semakin berbunga bunga membuat nya lupa akan tujuan sebenar nya.
Setelah beberapa saat mobil terparkir didepan halaman mereka turun dan memasuki mansion tanpa basa basi karena leo sudah terbiasa ke sini .
" Wahhh besar sekali mansion nya ." Ucap vani .
" Kau menginginkan nya ? setelah menikah aku akan membawa mu ke mansion kita sendiri ." Ucap leo menyentil hidung vani namun vani hanya tersenyum pada leo .
Mereka berdua yang masuk ke dalam mansion membuat semua pelayan memandang ke arah mereka dan juga menggelengkan badan nya .Mereka bergidik ngeri melihat kedatangan orang baru yang memang tidak diperkenan kan oleh zain masuk ke dalam mansion .
" Pak mus , di mana kak zain dan kakak ipar ?"Ucap leo yang melihat pak mus melintas di dapur .
" Tuan sudah berangkat ke kantor tuan dokter , nyonya berada di lantai atas sedang memetik sayuran ." Ucap pak mus yang menoleh ke arah leo tetapi ia terkejut melihat kedatangan orang baru di antara mereka .
Pak mus segera menarik lengan leo menyingkir dari wanita itu .
" Siapa wanita itu ? kenapa kau berani sekali membawa orang baru ke mansion ini ? Kau tidak tahu apa yang akan terjadi nanti ." Bisik pak mus pada leo .
" Tuan muda pasti akan sangat marah ." Ucapan pak mus hanya mendapat senyuman dari leo bahkan ia sempat tertawa pada pak mus .
Pak mus heran dengan sikap leo yang tidak seperti biasa nya .
" Hahahaha,,, pak mus ,,,pak mus tenang saja ! Kakak tidak akan marah , justru ia akan senang karena aku membawa teman untuk kakak ipar ."
Ucapan pak mus seakan tak membuat leo takut .
vani hanya tersenyum mengangguk pelan kemudian ia berjalan jalan di sekitar ruangan .
" Apa tuan dokter sudah gila ? Ia seperti nya terlalu meremehkan kemarahan tuan muda ." Ucap mira .
" Kau benar mira , kita lihat saja nanti ! Awasi terus wanita itu ! Aku menangkap gerak gerik mencurigakan dari wanita itu ." Ucap pak mus menjawab pernyataan mira .
" Seperti nya tempat ini di jaga ketat ,aku harus hati hati . Jangan sampai mereka curiga ." Gumam vani dalam hati nya .
Vani yang berjalan jalan akhir nya melihat tangga naik ke lantai dua , baru beberapa langkah seseorang menyapa nya dari belakang .
" Maaf nona , anda sedang mencari siapa ?" Seorang pelayan membuat langkah nya berhenti .
" Oh maaf , saya sedang mencari kakak ipar . Maksud saya ayris ." Ucap vani yang tersentak kaget.
" Oh ,,,nyonya sedang berada di ruang hidroponik . Anda siapa ?" Pelayan itu yang mencoba untuk bertanya lebih jauh .
" Saya vani , dokter vani tunangan dokter leo ." Ucap vani dengan bangga memperkenalkan diri .
" Anda tunangan dokter leo, baiklah saya permisi nona ." Ucap pelayan tersebut meninggalkan vani sendiri .
Vani yang merasa lega karena pelayan itu segera pergi tidak menaruh curiga terhadsp nya .
Vani kembali berjalan ke atas melihat lihat sekeliling lantai atas , ia yang tanpa sadar sedang di awasi kamera pengintai.
Vani yang melihat kesana kesini mencari kamar zain dan ayris . Satu persatu kamar pun ia buka tapi tidak bisa menemukan kamar tersebut .
Gagang pintu yang terakhir yang merupakan kamar zain tetapi tak bisa dibuka karena gagang pintu itu memakai layar screen tangan ayris maupun zain .
" Eh' hem ,,,,,." Ayris dengan tatapan tajam menatap pada vani yang memegang gagang pintu kamar nya .
" Eh,,, kakak ipar . Maaf , aku sedang mencari leo. Ia pergi meninggalkan ku di bawah padahal aku ingin memberikan ini untuk kakak ipar ." Ucap vani memberikan kotak bekal pada ayris .
" Untuk ku ,,, terimakasih . Lalu untuk apa kau datang kemari ? Apa seorang tamu tidak punya sopan santun ingin memasuki kamar tuan rumah ?" Ucapan ayris dengan nada sinis seakan menjadi sindiran keras untuk vani .
Vani yang tak berkutik diam seribu bahasa tak mampu menjawab pertanyaan ayris.
" Brengsek ,,, ternyata wanita ini tahu jika aku mencoba membuka kamar nya . Tenang vani kau harus bersabar ! Sebentar lagi tujuan mu tercapai ." Gumam vani dalam hati .
" Aunggg,,,,, aungg,,,,, ." Leon yang tajam dengan penciuman nya meraung keras berjalan mendekati lawan nya .
" Aaaaaaaaa,,,, ." teriakan vani membuat beberapa orang terkejut berlari ke lantai atas begitu pun leo yang mendengar kekasih nya itu berteriak.
" Sayang , ada apa ?" Leo yang berlari mendekati nya memegang kedua tangan nya menenangkan vani .
" Itu ,,, itu ,,, hewan itu membuat ku ketakutan ." Ucap vani menunjuk leon dengan telunjuk jari nya .
" Oh leon . Tenang sayang ia tidak akan menggigit mu ." Ucap leo menenangkan vani .
" Sebaik nya kau ajak calon istri mu itu turun dari lantai ini , ia ketakutan melihat leon ." Ucap ayris dingin .
" Baiklah kakak ipar , ayo sayang !." Leo memapah vani turun dari lantai dua .
Sementara ayris mengelus elus kepala leon menenangkan nya karena leon menatap tajsm pada vani tanpa berkedip ,ia tahu leon tidak menyukai gadis itu .
" Sayang ayo kita ke dapur ! Kita akan menyusul papa mu ." Ucap ayris pada leon .
Leon hanya meraung kecil mengikuti ayris .
Di ruang tengah dimana vani duduk masih ketakutan karena melihat leon membuat leo agak menyesal membawa nya kesini .
Ia pun mengambil air minum untuk vani .
Setelah agak tenang leo berpamitan pada ayris membawa pulang vani karena ketakutan dengan harimau zain .
Dengan memberanikan diri vani bertanya pada leo .
"Leo , Bagaimana bisa ada harimau di rumah kak zain ?" Ucap vani, ia harus mengalihkan leo untuk tidak bertanya untuk apa ia ke lantai atas .
" Maksud mu leon ? Leon sudah ada saat aku berumur sepuluh tahun . Ia binatang kesayangan kak zain. " Ucap leo yang tengsh memegang kemudi stir.
" Apaaaaa binatang kesayangan ? '' Vani yang seakan tak percaya berteriak keras .
" Iya ,,, leon binatang kesayangan kakak . Istri kak zain harus menyukai leon , karena leon sangat berarti buat kakak ." Leo yang menjelaskan secara detil membuat vani bergidik ngeri .
" Sialan ,,, jadi aku harus menyukai binatang itu ." Gumam vani dalam hati .
Setelah beberapa saat mereka telah sampai di kediaman vani , vani pun turun tanpa mempersilahkan leo mampir .Vani yang punya seribu alasan bisa membuat leo percaya .
Setelah itu leo kembali ke rumah sakit sementara vani masuk ke dalam rumah nya .
",Dasar bodoh ,,,,."
Bersambung 😊😊😊🙏🙏🙏