ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 137.


Max yang telah sampai di bandara kota B , dengan segera turun dari pesawat . Sesekali melihat ke arah Chleo yang terlihat seperti kelelahan berjalan lebih lambat . Max yang melihat nya berhenti membuat chleo yang tak melihat arah depan menabrak nya dan hampir membuat nya terjatuh .


" Auwwww,,,,." Teriakan spontan membuat chleo yang hampir terjatuh , namun dengan sigap Max menarik tubuh kecil istri nya .


" Kau itu ,,,, sedang berjalan atau melamun ?" Ucap Max kemudian menggendong istri nya . Sikap keras yang di miliki Max memang sama persis dengan Zain , namun ia memiliki sisi peduli terhadap pasangan nya .


Chle yang mendapat perlakuan seperti itu tertunduk malu , Chle sejenak berpikir jika suami nya akan memarahi nya namun ternyata sebalik nya ia menggendong nya sampai masuk dalam mobil .


" Kak , kita akan kemana ? Ke mansion kak Zain ? " Ucap Chle yang merasa penasaran karena melihat arah jalan yang sama dengan arah ke mansion kakak nya .


" Tentu saja pulang ." Jawaban Max yang tidak jelas membuat Chle merasa kesal kemudian mengerucutkan bibir nya melihat ke samping jalan .


Max yang melihat sang istri cemberut meraih tubuh mungil nya ke dalam pelukan nya . Chleo hanya bisa menurut pada tangan kekar yang menarik nya tersebut , ia akan berpikir seribu kali jika menolak permintaan sang suami hanya akan membuat nya semakin kesal.


Setelah beberapa saat Chleo tertidur hingga ia tidak tahu jika telah sampai ke rumah baru mereka . Rumah yang khusus di beli sang kakak Zain sebagai hadiah pernikahan mereka .


Rumah megah yang siap huni bahkan lengkap dengan para pelayan dan bodyguard di dalam nya .


Max yang melihat sang istri tertidur menghela nafas nya kemudian ia turun dan menggendong chleo masuk ke dalam rumah megah nya . Beberapa pelayan dan bodyguard yang melihat sang tuan tiba ingin menyapa namun dapat tatapan isyarat dari Max, mereka hanya membungkukkan badan nya sebagai tanda hormat nya .


Max berjalan menaiki anak tangga sampai ke lantai dua dimana kamar nya berada . Kamar megah design clasic yang ia sukai menjadi kamar utama nya yang memang khusus dipersiapkan untuknya dan chleo .


Begitu pun pernak pernik bahkan pakaian dan tas bahkan barang barang kesukaan chleo tertata rapi di wardrobe closet.


Max membaringkan tubuh sang istri menyelimuti nya kemudian mencium kening nya . Max menghubungi kakak nya mengatakan jika ia telah sampai ke rumah baru mereka . Zain juga memberitahu max jika besuk ia akan ke mansion utama . Max mengerti apa maksud perkataan kakak nya , ia pun segera berbaring di samping chle dan memejam kan mata nya .


Menjelang pagi sang surya yang samar samar menampakkan diri nya menyinari indah nya cuaca pagi itu . Max yang terlebih dulu bangun segera membersihkan diri nya dan bersiap ke kantor menggantikan kakak nya setelah beberapa pekan ia absen .


Tanpa menunggu Chleo bangun ia mencium kening chleo dan mengusap pelan pipi sang istri , kemudian ia turun ke lantai satu memberitahu pelayan dan bodyguard untuk menjaga nya . Setelah itu ia berangkat ke kantor tetapi sang kakak menyuruh nya datang ke mansion nya terlebih dahulu .


Setelah beberapa saat mobil yang lengkap dengan sang sopir berhenti tepat di halaman parkir mansion sang kakak .


Zain yang sudah bersiap ke kota S ,sedang menuruni anak tangga berjalan ke meja makan serta memesankan makanan untuk istri nya yang masih tertidur .


" Max ,kau sudah datang ? Bagaimana rumah baru mu , kau menyukai nya ?" Ucap Zain yang duduk untuk mengambil sarapan pagi nya .


" Iya kak , terima kasih ." Jawaban khas yang di berikan sama persis gaya bicara Zain pada orang lain .


" Aku akan ke mansion utama hari ini ? Kau pegang kantor hari ini , karena rian akan ikut dengan ku ." Ucap Zain yang telah selesai menyantap sarapan nya .


" Baik kak . Aku akan mengantar kakak ke bandara ."


" Tidak Max , Pergilah ke kantor !! Diana sudah menunggu mu untuk rapat penting hari ini ."


" Baiklah kak , aku akan berangkat sekarang ." Ucap Max kemudian meninggalkan Zain yang telah bersiap dengan rian .


Beberapa saat kemudian Max dengan sopir yang mengantar nya melajukan mobil nya ke arah kantor , sedangkan Zain yang telah siap dengan rian segera berangkat ke bandara .


Namun ia melupakan sesuatu , Zain kemudian ia berjalan ke ruang bawah tanah mencari keberadaan Anton dan juga sely .


" Anton ,,,,." Panggilan Zain membuat anton segera berlari ke arah suara .


" Jaga baik baik Nyonya ! Jangan biarkan ia keluar rumah hari ini !." Ucap Zain .


" Siap bos ." jawab Anton membungkukkan badan nya .


Setelah itu Zain ke luar ruangan berjalan ke pintu utama dimana Rian sudah siap melajukan mobil yang akan membawa tuan nya ke bandara .


Beberapa waktu kemudian Ayris yang terbangun mencari keberadaan sang suami tapi ternyata tidak menemukan sosok Zain di setiap sudut ruangan .


Ia baru teringat jika suami nya meminta ijin pada nya untuk menemui sang ayah , kemudian ayris tersenyum karena merasa pikun . Tetapi yang tak mudah ia mengerti adalah kenapa ia selalu pergi saat tertidur ? kenapa tidak saat ia terbangun ? Namun Ayris yang sudah hafal dengan sifat suami nya hanya bisa tersenyum.


Tok tok tok,,,,


Belum sempat ia membersihkan diri nya , suara ketukan pintu membuat nya menghentikan langkah kaki nya dan memutar mendekati pintu.


Ceklek,,,,


Ayris terkejut melihat mira yang membawakan sarapan ke kamar nya .


" Mira ,,, kenapa kau datang se pagi ini ?" Ucapan Ayris membuat mira mengeryitkan dahi nya .


" Pagi ,,,, ? Apa nyonya semalam bertempur ? sudah jam segini , masih pagi ?" Mira bergumam dalam hati nya ,tanpa menjawab mira hanya tersenyum dan masuk dengan membawa nampan berisi sarapan tersebut .


Sementara Ayris berjalan ke kamar mandi membersihkan diri nya .Sementara mira membersihkan tempat tidur sang nyonya , merapikan benda benda yang berada di kamar.


Setelah beberapa saat ayris selesai dengan rutinitas mandi nya , ayris terkejut melihat mira yang masih berada di kamar nya .


" Mira ,,, kau masih di sini ? "


" Tentu saja nyonya, saya akan menemani anda hari ini ." Ucapan mira membuat ayris menoleh terhadap nya .


" Ada apa mira ? kau bersikap aneh hari ini ?" Ucap Ayris mendekati meja dimana sarapan nya diletakkan mira.


" Tidak nyonya , sebelum tuan pergi berpesan untuk menemani nyonya ." Ucap Mira .


" Aku tidak ingin pergi kemana pun mira ? tubuhku rasa nya lelah , aku hanya ingin tidur ." Ucap Ayris menyantap makanan nya .


" Kau pergi lah mira , jangan lupa bawakan aku asinan jam makan siang nanti ." Ucap Ayris.


Mira mengeryitkan dahi nya mendengar permintaan sang nyonya .


" Baik lah nyonya , saya permisi ." Ucap mira membungkukkan badan nya membawa nampan sarapan ayris yang telah selesai .


Setelah itu Ayris membaringkan tubuh nya ke tempat tidur sementara mira ke luar kamar .


" Aneh ,kenapa nyonya menginginkan asinan . Apa nyonya sedang mengidam ." Ucap mira menggelengkan kepala nya . Kemudian berjalan menuruni anak tangga menuju dapur .


Tanpa ia sadari sepasang mata mengawasi nya dan selalu menguping pembicaraan nya .


Bersambung 🙏🙏😊😊😊