ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 212


ceklek


" Sayang ,,,,."Ayris yang membuka pintu ruangan suami nya terkejut ketika melihat rian sudah berada di sana dan zain menatap tajam pada nya .


" Maaf sayang ." Ayris kemudian berjalan ke ruang istirahat nya tak ingin mengganggu mereka yang tengah berdiskusi .


Setelah beberapa saat kemudian mereka selesai berdiskusi , ayris menonton drama yang ia sukai sambil menangis tersedu sedu tanpa di ketahui oleh zain .


Tok,,,, tok,,,,


Ceklek,,,


" Presdir , ini rujak pesenan nyonya ." Ucap diana yang membawa rujak pesanan ayris .


" Hemm,,,, rujak . Kenapa suka sekali makan rujak ?" Zain yang tak mengerti dengan mood ibu hamil merasa khawatir karena ayris sering sekali memakan rujak tanpa makan nasi terlebih dahulu .


" Mungkin nyonya sedang mengidam presdir , saya permisi dulu !" Diana menjawab pernyataan zain kemudian pamit undur diri .


Setelah diana keluar ruangan , zain membawa rujak nya ke ruang istirahat nya ingin memberikan rujak istri nya .


Zain membuka pintu dengan sangat perlahan sekali untuk tidak membuat ayris terganggu jika sedang tidur .


Zain terkejut melihat istri nya yang sedang menangis , ia berlari menghampiri istri nya yang tengah menangis di ranjang tempat tidur .


" Sayang , Ada apa ? Apa ada yang sakit ? Kenapa menangis ?" Zain yang meletakkan rujak nya di samping meja melihat sisi kanan kiri tubuh ayris bahkan menyentuh pelan perut ayris .


Ayris tertegun melihat zain yang khawatir seperti itu , ia tak mengerti apa yang tengah di khawatir kan zain .


" Sayang , katakan ada apa ?" Ayris menatap wajah suami nya dengan seksama tak mengerti maksud zain .


" Memang nya ada apa sayang ? Aku hanya menonton drama kesukaan ku ." Ucap ayris dengan polos nya .


" Tapi kenapa menangis ?" Zain melihat jari telunjuk ayris yang mengarah pada tv di dinding tembok yang sedang mempertontonkan sebuah drama .


" Adegan nya bikin aku menangis bagaimana tidak menangis ?" Ucap ayris .


Zain ber nafas lega karena tidak terjadi sesuatu dengan ayris yang sempat membuat nya khawatir .


" Sayang, Apa diana belum datang membawa rujak pesanan ku ?" Zain yang mengingat diana memberikan rujak segera memberikan rujak pesanan itu pada ayris .


Ayris tersenyum mengembang karena rujak kesukaan ya berada di depan mata nya .


" Sayang , kau mau mencoba nya ?" Ayris memberikan satu sendok suap untuk zain tetapi zain menggelengkan kepala nya lalu mengulum saliva nya merasa ngeri dengan ayris yang memakan buah asam manis dan sambal nya tersebut .


Beberapa saat kemudian setelah selesai makan ayris tersenyum pada zain kemudian mengalungkan kedua tangan nya pada leher zain .


" Ada apa ? Kenapa seperti itu ?" Ucap zain menatap curiga pada istri nya.


" Tidak,,,, aku hanya ingin memeluk mu ." Ucap ayris yang memeluk zain .


Ayris yang menginginkan sesuatu kemudian berbisik tepat di telinga zain .


" Sayang , aku ingin jalan jalan ke mall samping boleh kah ? " Benar saja zain yang curiga dengan sikap ayris yang tiba tiba memeluk nya setelah rujak nya habis ternyata menginginkan sesuatu .


" Tidak,aku tidak mengijinkan mu pergi . Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu dan baby junior ." Bagai mendung yang menyelimuti langit wajah ayris berubah menjadi suram .


" Sayang , aku hanya ingin makan es cream ." Ayris tetap mencoba membujuk zain merengek rengek pada zain .


" Tidak ." Jawaban singkat zain membuat ayris menghela nafas kasar nya dan merubah wajah ayris terlihat sendu .


" Aku akan menyuruh orang membelikan es cream kesukaan mu di rumah ." Tetapi ayris tak merespon perkataan zain .


" Sayang , mengerti lah aku hanya ingin melindungi mu dan bayi kita ." Ucap zain meraih wajah ayris yang terlihat sendu .


" Kau tidak ingat jika kau masuk rumah sakit karena perempuan berbisa itu yang ingin melenyapkan mu dan baby junior ."


" Aku harus ekstra hati hati menjaga mu jika tidak ,,, kakek akan mengambil mu dari ku ." Ucapan zain membuat ayris bingung tak mengerti lalu menatap zain dalam dalam .


Zain yang menghela nafas kasar nya kemudian bercerita pada ayris tentang kenapa ia lebih dekat dengan kakek nya dari pada dengan orang tua nya .


" Karena mama dan papa selalu bertengkar dan aku hampir tertabrak oleh mobil yang mengakibatkan ayah max meninggal , kakek mengambil ku dari mereka dalam kurun waktu yang panjang mereka tidak di perbolehkan bertemu dengan ku ."


Zain kemudian meraih tubuh ayris ke dalam pelukan nya mengusap pelan kepala nya .


" Kejam sekali kakek . Aku benar benar tidak menyangka nya ." Ucapan ayris membuatnya bergidik ngeri .


" Sayang , jangan seperti daddy dan kakek uyut ya ." Ucap ayris mengusap pelan perut nya .


Zain yang mendengar perkataan istri nya mengeryitkan dahi nya .


"Lalu seperti siapa kalau tidak seperti daddy nya ? kau mengandung anak ku ." Perkataan zain membuat ayris mendengus kesal karena sudah mendominasi baby yang masih dalam kandungan.


" Sayang, aku juga mommy nya . Kenapa tidak ada bagian ku ?" Perdebatan antara zain dan ayris kian memanas hingga ayris mengerucutkan bibir nya .


Tingkah ayris yang seperti semakin membuat zain gemas pada nya lalu menarik nya ke dalam pelukan nya .


" Aku akan mengajak mu ke suatu tempat."Ayris mendongakkan kepala nya menatap manik mata zain yang tak ada kebohongan di antara nya .


" Benar kah ? Kemana ? " Ayris bersemangat mendengar perkataan zain , senyum sumringah terpancar di wajah nya .


" Hahahaha,,,,. Ke suatu tempat yang kau sukai ." Senyum ayris kembali meredup ketika mendengar zain tak ingin memberitahu kemana ia akan membawa nya pergi .


" Huhhh,,,,. Aduhhh,,,,,." Ayris yang menghela nafas nya merasakan sakit di sekitar perut nya yang ternyata ingin ke toilet.


" Sayang , Ada apa ? Mana yang sakit ?" Zain sangat khawatir ketika ayris berteriak seperti kesakitan . Dengan langkah sigap ia akan menggendong ayris dan akan segera membawa nya ke rumah sakit . Melihat gelagat zain dengan mengulurkan kedua tangan nya pada ayris , ayris menepis kedua tangan zain dengan setengah berlari ia pergi ke kamar mandi .


Zain yang melihat istri nya bertingkah seperti itu tertegun memandang nya yang hilang di balik pintu .


Setelah beberapa saat kemudian ayris yang baru keluar dari kamar mandi merasa ada yang janggal dengan suami nya yang menatap tajam pada nya , ayris dengan segera menghampiri nya .


Ayris yang mengalungkan kedua tangan nya di leher zain kemudian tersenyum pada nya tak mendapat respon dari zain .


Zain yang sangat khawatir merasa di bodohi oleh ayris sangat kesal pada istri kecil itu .


" Sayang , ayo kita pergi ! Kau bilang ingin mengajak ku ke suatu tempat ." Ucap ayris .


" Tidak jadi ." Jawaban singkat zain membuat ayris bingung lalu menatap manik mata suami nya yang memancarkan kemarahan .


" Ehhh,,,, kenapa tidak jadi ? Apa ada acaralain ? " Ayris yang belum mengerti dengan sikap suami nya bertanya dengan wajar .


" Sayang ,,,, kenapa ?" Ayris semakin curiga dengan sikap suami nya yang dingin seperti itu.


" Sudah lah , jika tidak jadi aku akan pulang saja . " Ucap ayris yang kesal dengan sikap zain .


Ayris melangkahkan kaki nya meninggalkan ruang istirahat zain berjalan ke arah pintu .


" Jika kau berani keluar dari ruangan ini , kau akan tahu akibat nya !" Ucapan zain yang tinghi membuat ayris membalikkan badan nya menatap suami nya .


Tubuh ayris merasa gemetar dengan ancaman zain namun tak kuasa melawan nya kareba tak ingin membahayakan janin nya .


Ayriz menatap tajam suami nya meneteskan air mata di sudut mata nya berjatuhan . Zain yang melihat istri nya seperti itu merasa sangat pilu di sudut hati nya bagai di sayat pisau yang tajam .


Zain berjalan menghampiri ayris meraih nya ke dalam pelukan nya kemudian mengusap pelan kepala ayris .


Zain lalu menggendong istri nya kembali ke ranjang tempat tidur.


"Sudah lah sayang . Aku janji akan mengajak mu kesana ." Ucap zain tersenyum pada ayris .


" Kau harus janji tidak melakukan hal itu lagi ." Ucapan zain semakin membuat nya tak mengerti namun ia hanya mengangguk pelan .


" Melakukan apa ? Apa aku ingin pup saja dilarang ? " Gumam ayris dalam hati .


" Dasar serigala kejam ."


Ayris bermonolog dalam hati nya, zain yang membuat nya kesal kini berbalik ia yang di tuduh membuat zain kesal .


bersambung 😊😊😊🙏🙏


happy reading