
Ayris yang dengan telaten mengambil makanan dari kotak makanan yang ia bawa memberikan pada zain .
Zain terpaku dengan sikap lembut ayris, zain tanpa sadar membuka mulut nya meminta istri nya menyuapi nya .
Ayris pun menyuapi suami nya hingga makanan itu habis sesekali ayris ikut makan makanan yang ia masak .
Setelah selesai dengan makan siang nya , zain kembali ke meja kerja nya sementara ayris ke dapur mini yang berada di sebelah ruang istirahat zain .
Ruang kerja zain memang sangat perfect dilengkapi dapur mini dan ruang istirahat .
Sementara di luar ruangan diana ,max , selly dan anton bergidik ngeri mendengar suara jederan pintu yang langsung terkunci dari dalam .
" Anton , di mansion terjadi sesuatu ?" Max yang memegang beberapa berkas menatap pada anton .
Anton dan selly menggelengkan kepala nya , mereka kemudian berbincang bincang di ruang sebelah agar obrolan mereka tidak di dengar oleh presdir mereka .
" Kenapa kakak berdandan seperti itu ?" Max yang menghela nafas kasar nya memejamkan mata nya teringat pandangan tajam kakak nya pada kakak ipar nya .
" Menurut ku wajar saja nyonya ingin tampil cantik dan sexy , memang nya di mana salah nya ?" Ucap diana .
" Diana , kau ikut kakak ku berapa tahun ? s
apa kau tidak tahu selera kakak ku ." Max menjawab pertanyaan diana .
" Tapi apa kau tahu bos , di luar sana banyak pelakor ?" Ucap selly menimpali pembicaraan mereka .
"Iya kau benar selly ,aku setuju dengan mu ." Diana mengacungkan jempol nya pada selly .
" Haaahh,,, kalian seperti tidak tahu saja tuan seperti apa ?" Anton yang menghela nafas kasar nya tak mengerti pembicaraan wanita wanita itu .
Obrolan yang mereka bicarakan ternyata terdengar oleh ayris yang sengaja mencari selly untuk meminta nya membeli rujak .
" Eh ' hem,,,, ." Suara yang sangat mereka kenal membuat mereka terkejut menoleh ke arah sumber suara .
" Eh ,,, nyo ,, ,,,,nyonya . Anda membutuhkan sesuatu." Diana yang ter bata bata menyapa nyonya nya merasa cemas jika sang nyonya mendengar obrolan mereka .
Sementara max ,selly dan anton berdiri melihat ke arah sang nyonya .
" Apa aku bisa minta tolong untuk membelikan rujak ?" Ucap ayris tersenyum senang melihat mereka semua terkejut.
" Iya nyonya . Saya akan membelikan untuk nyonya ."Ucap diana .
" Aku ingin mangga semua tidak ada campuran lain ." Ucap ayris .
" Baik nyonya ." Jawab diana singkat
" Oya belikan untuk mereka ." Ucap ayrix
" Baik nyonya." jawab diana singkat .
" Terima kasih diana ." Diana tersenyum menganggukkan kepala nya berlalu turun ke lantai satu membeli rujak untuk nyonya nya . Sementara mereka bertiga masih terpaku diam membisu menatap nyonya mereka .
" Dan kau adik ipar , Seorang wanita jika merasa cemburu akan memilih menyenangkan orang fi cintai nya .Kau mengerti !!." Ayris yang menunjuk max membuat nya diam membisu tak mengerti apa yang kakak ipar nya ucap kan .
Max hanya mengangguk pelan , selly dan anton memandang ke arah max saling berpandangan membuat anton dan selly mengangkat bahu nya .
Ayris berlalu meninggalkan mereka semua berjalan menuju ruang kerja suami nya .
Ceklek ,,,
Ayris kembali membuka ruang kerja suami nya kemudian duduk di sofa melihat layar laptop yang di pinjamkan zain untuk nya menonton film kesukaan nya .
" Sayang dari mana ?" Ucap zain memandang ke arah ayris .
" Mencari diana ." Jawaban ayris membuat zain mengeryitkan dahi nya . Ia tampak berpikir keras kenapa istri nya mencari sekertaris nya .
Zain yang tidak mau bertanya lebih jauh karena mood ayris yang sedang baik . Zain tak ingin ayris tersulut emosi dengan pertanyaan nya.
Mood ayris yang akhir akhir ini berubah membuat zain kewalahan membuat zain diam membisu .
Ayris yang kembali menonton film kesukaan nya tertidur di sofa . Ia yang terlihat lelah membuat zain kasihan pada nya ketika ia akan menggendong istri nya diana masuk membawakan rujak pesanan ayris .
Ceklek,,,
" Suuutttss,,,, . Ada apa diana ?" Zain yang secara perlahan berbicara pada diana membuat diana menjawab dengan perlahan .
" Nyonya meminta di belikan rujak , Presdir ." Ucap diana.
" Baiklah , letakkan saja di kulkas ! Ia sedang tertidur ." Ucap zain yang kemudian menggendong ayris ke ruang istirahat nya .
" Baik, presdir ." Diana meletakkan rujak pesanan ayris ke dalam kulkas kemudian keluar ruangan .
Ayris yang tertidur di sofa kini tidur di ranjang ruang istirahat zain karena zain memindahkan nya .
" Kau ingin maksn rujak baby kecil ." Ucap zain mengelus pelan perut ayris yang kini terlihat buncit.
" Kenapa tidak bilang ?"
" Maaf kan aku jika terlalu keras pada mu ? Aku tidak ingin orang lain melihat kesexyan mu selain aku ."
" Kau tidak tahu , Aku sangat mencintai mu ."
Zain bermonolog sendiri mengusap pelan wajah ayris.
Zain yang meninggalkan ayris sendiri pergi ke ruang kerja nya kemudian memanggil anton ke ruangan nya .
"Anton , apa nyonya mu mengamuk lagi ?" Zain merasa penasaran dengan tingkah ayris yang berbeda dari biasa nya .
" Tidak tuan , tapi ,,, ." Anton enggan melanjutkan perkataan nya.
" Tapi,,,,." Zain merasa lebih penasaran dengan ucapan anton yang terhenti .
" Leon mengamuk ingin menerkam seorang wanita yang di bawa tuan leo ." Ucap anton dengan memberikan seoenggal potongan video pada tuan nya .
Zain yang menerima handphone dari anton melihat sepenggal potongan video yang memperlihatkan vani berada di sana .
" Brengsek,,,!! Dasar tak tahu diri !." Zain yang berubah wajah nya menjadi lebih menyeramkan dari biasa nya .
Ia tak habis pikir jika leo berani membawa orang lain tanpa seijin nya .
" Anton , selidiki gadis itu secepat nya dan laporkan pada ku !!." Kemarahan zain menjadi lebih menyeramkan karena kesalahan adik nya .
" Baik tuan." Anton membungkukkan badan nya pamit undur diri .
Kemudian ia keluar dari ruangan zain menunggu bersama selly sementara rian yang masih di ruangan nya menyelesaikan pekerjaan nya.
" Jadi kau sedang cemburu hingga berpakaian seperti itu ,,,, hemmmm ." Zain berbicara sendiri.
" Aku lebih cemburu melihat mu berpakaian sexy . "
Ayris yang terbangun keluar dari ruang istirahat nya berjalan mencari sesuatu di meja sofa.
" Sayang , mana diana ? Ia tidak membawa rujak untukku ? Apa ia belum kembali ?" Ayris yang semula mengedarkan pandangan nya berhenti pada satu sisi yaitu memandang zain.
" Tidak ,,,,." Zain yang sengaja mengulurkan tangan nya pada ayris isyarat menyuruh nya datang pada nya .
" Apaaaaa,,,,? Huhhh ,,, padahal baby menginginkan nya ? " Ucap ayris duduk di pangkuan zain .
" Apa dia nakal ? " Zain mengelus pelan perut ayris .
" Tidak ,,, ia ikut memasak dengan ku , bermain dengan leon dan berdandan untuk daddy nya ." Ucap ayris menyindir suami nya yang tadi marah .
" Benarkah ? Lalu kenapa mommy nya merubah penampilan nya ? " Zain pun dengan perkataan nya sengaja berbicara seperti itu .
" Karena perempuan itu ,,,,, upssss ." Ayris membungkam mulut nya dengan kedua tangan nya.
" Sayang , beritahu mommy mu bahwa ayah mencintai nya."
Ucapan zain membuat ayris tersipu malu.
Zain yang senang mempermainkan ayris tersenyum bahagia melihat ayris menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Bersambungππππππππ