ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 219.


Nenek maya yang panik masih belum tenang ketika dokter belum juga menampakkan diri .


Sementara neta ber sandiwara di atas tempat tidur dengan memainkan ponsel nya .


Terlihat mengirim pesan dengan seseorang .


Para pelayan yang keluar dari kamar neta bernafas lega lalu segera berlari meninggalkan kamar tersebut .


" Uhh,,,, untung saja ada nyonya besar jika tidak ,,,, mati kita ."


Ucap salah seorang pelayan.


" Kau benar , apa nyonya besar tidak salah mengatakan ia nona muda yang lama hilang ? Kasar sekali , seperti preman ."


Ucap salah seorang lagi .


" Hussst,,,, . Jangan sampai terdengar nanti di cincang lidah mu ."


Salah seorang lagi menutup mulut teman nya tersebut dengan tangan nya lalu menarik nya pergi .


Mereka semua berlalu meninggalkan lantai dua karena ketakutan pembicaraan mereka terdengar oleh nyonya besar mau pun nona muda .


Dokter Rio merupakan dokter keluarga wijaya telah datang dengan sambutan cemas oleh nenek maya menenangkan nenek maya .


" Nyonya , bagaimana kabar anda ? Sudah lama sekali tidak terlihat di kota ini ."


Ucap dokter rio tersenyum pada nenek maya .


"Saya baik dokter tapi cucu saya yang tidak baik . "


Ucap nenek maya kemudian mengajak dokter rio berjalan menuju lantai dua .


" Cucu ,,,? Maksud nyonya ayris kecil telah kembali ? Wah,,, kabar sangat membahagiakan ."


Dokter rio terlihat senang mendengar kabar dari nenek maya .


" Iya dokter tapi,,,, ."


Nenek maya tidak melanjutkan perkataan nya namun menghela nafas panjang nya .


" Tapi,,,, Apa terjadi sesuatu dengan ayris ?"


Dokter Rio memang dokter keluarga yang memang mengenal ayris sejak lahir bahkan mereka ingin menjodohkan dengan putra mereka karena tingkah gemes ayris.


" Ia mengalami kecelakaan sewaktu di temukan orang yang menemukan nya dan mengalami amnesia ."


Ucap nenek maya menundukkan kepala nya. merasa nyeri dalam hati nya .


" Sudah lah nyonya mungkin ini sudah menjadi takdir nya dan yang terpenting ayris sudah di temukan ."


Dokter rio memberi semangat pada nenek maya yang terlihat sedih .


" Iya dokter , terima kasih ."


Nenek maya lantas mempersilahkan dokter rio untuk masuk ke kamar neta.


Neta yang berbaring di tempat tidur menunggu nenek maya datang untuk melancarkan aksi nya terkejut ketika melihat kedatangan nenek maya dengan orang yang berjas putih.


" Aduhh,,,, kenapa bawa dokter sih nenek ? Huhh,,,, bagaimana ini ?"


Gumam neta dalam hati nya .


" Bagaimana jika ketahuan aku berbohong ?"


Neta termenung memandang sesosok dokter yang telah berada di depan nya.


"Sayang, kamu tidak apa apa ? Nenek sengaja menyuruh dokter untuk memeriksa sakit kepala mu ."


Ucap nenek maya memandang neta tengah melamun .Sementara dokter rio terkejut melihat neta di keluarga ini .


" Dia,,,,. Bukankah ibu nya yang waktu itu membutuhkan tulang sumsum untuk transplantasi ? Bagaimana ia berada di sini ?"


Gumam dokter rio dalam hati nya .


" Apa ia telah berganti nama ? Tapi tidak mungkin ia mempunyai tulang sumsum yang sama dengan ibu nya ."


" Mommy ayris bukan dia .Apa nyonya maya tidak salah ?"


Dokter rio masih


" Ah,,, iya nek . Aku sudah lebih baik ."


Ucap neta menghela nafas panjang nya setelah sadar dari lamunan nya .


" Hai ayris , apa kau masih mengenali paman ?"


Neta hanya memandang dokter separuh baya tersebut bingung apa yang akan di katakan karena infornasi yang ia dapat tak menyebutkan nama dan hubungan keluarga antara mereka .


"Maaf paman , aku tidak mengingat nya ."


Ucap neta dengan berpura pura memegang kepala nya .


" Oh , baik lah kalau begitu tidak apa apa .paman periksa dulu ya ? Seperti nya merasa kesakitan ."


Ucap dokter rio dengan sedikit kecewa lalu mengeluarkan peralatan medis nya untuk memeriksa kondisi neta .


" Hampir saja ."


Gumam neta dalam hati nya .


Dokter rio yang mulai memeriksa keadaan neta merasa terkejut karena tidak menemukan gejala apapun dalam pemeriksaan nya .


" Aneh , kenapa tidak ada sesuatu apa pun ? Apa gadis ini hanya pura pura sakit ?"


Gumam dokter rio dalam hati nya .


" Bagaimana mungkin peredaran darah nya lancar sementara ia mengalami amnesia ?"


Dokter rio masih memeriksa dengan seksama tidak menemukan gejala apa pun .


" Dokter ? bagaimana keadaan ayris ? "


Nenek maya yang melihat dokter rio melepas peralatan medis yang di gunakan untuk memeriksa segera menghampiri nya dan bertanya pada nya tentang apa yang terjadi .


" Nyonya , seperti nya ayris baik baik saja dan akam segera normal kembali ."


Ucap dokter rio.


Dokter rio kembali melanjutkan perkataan nya kemudian menyimpan kembali peralatan medis nya.


" Benarkah dokter ? Berarti ayris telah sembuh . Ini benar benar berita yang sangat bagus ."


Ucap nenek maya girang dengan apa yang di katakan dokter rio.


" Sialan,,, dokter ini benar benar tidak bisa di anggap remeh ."


Gumam neta dalam hati nya .


" Iya nyonya . Saya permisi karena masih banyak pekerjaan di runah sakit ."


Ucap dokter rio menjabat tangan nenek maya .


" Ayris , paman senang kamu sudah sembuh . Paman berharap ayris bisa mengingat siapa paman ini sebenar nya ."


Ucap dokter rio pada neta lalu berjalan pergi meninggalkan kamar neta.


" Dokter , terima kasih banyak . Saya tak bisa mengantar dokter ke bawah . "


Nenek maya yang terlampau senang tak bisa mengantar dokter rio ke pintu utama .


" Tidak masalah nyonya . Saya menunggu anda di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi ."


Dokter rio pun undur diri keluar dari kamar neta .


" Brengsek ,,,, kenapa dokter ini menyarankan ke rumah sakit ? Jangan -jangan dia tahu jika aku ini berpura pura ."


Gumam neta dalam hati .


" Baiklah dokter ."


Nenek maya tersenyum ramah pada dokter rio tersebut.


Ceklek,,,,


Dokter rio yang telah keluar dari kamar neta terkejut ketika mendapati tuan wijaya sudah menunggu nya di balik pintu .


" Dokter."


Kakek wijaya menunggu dokter rio tidak berapa jauh dari pintu tersebut.


" Tuan wijaya ,,,,. Anda mengagetkan saya ."


Dokter rio pun terkejut setelah mendapati tuan wijaya di sana.


" Hahaha,,,, anda bisa saja dokter . Bagaimana keadaan gadis itu ?"


Meskipun kakek wijaya telah mengetahui jika gadis itu bukan ayris , kakek wijaya masih peduli dengan nya bukan karena apa tapi ia berharap prediksi gadis itu pura pura sakit .


'"Gadis ,,,? Maksud anda ayris ."


Dokter rio bingung , bahkan kakek nya sendiri memamggil nya gadis itu .


" Iya dokter siapa lagi ."


perkataan kakek wijaya membuat nya tertegun .


" Bukankah ia cucu anda tuan wijaya ?"


Dokter rio yang mengetahui jika memang gadis itu bukan cucu nya berpura pura bertanya lebih jauh lagi .


"Apa menurut anda ia benar - benar cucu saya ?"


Ucap kakek wijaya .


" Jadi ,,, ."


Dokter rio yang berjalan berdampingan dengan kakek wijaya pun mengerti kecurigaan kakek wijaya .


" Tuan wijaya mengetahui jika ia bukan ayris. Saya pernah melihat nya di rumah sakit dengan ibu nya untuk operasi tulang sum sum. "


Ucap sang dokter pada kakek wijaya yang mengembangkan senyum nya.


" Dan tidak mungkin wajah mommy ayris berubah begitu saja , apalagi tulang sumsum nya sama . itu yang membuat saya terkejut ketika nyonya wijaya mengenalkan nya sebagai ayris ."


Ucap dokter rio.


" Iya dokter karena saya curiga awal pertama kali datang ,dokter. "


Kakek wijaya berbicara ketika menuruni anak tangga.


" Benarkah ? Saya pun begitu tuan . Sementara apa yang saya periksa ia dalam keadaan sehat."


Dokter rio tertegun dengan apa yang ia dengar.


" Apa dokter mau membantu saya membuktikan jika ia bukan ayris ? Istri saya bersikekeh ia adalah ayris hanya karena kalung yang ia miliki ."


Ucap kakek wijaya menghela nafas panjang nya .


" Tentu tuan wijaya , saya akan mengusahakan nya."


Jawaban dokter rio membuat nya senang .


" Terima kasih dokter ."


Kakek wijaya sangat senang dokter kepercayaan keluarga dan juga teman baik orang tua ayris mau membantu nya .


Sepasang mata tanpa mereka sadari tengah mengawasi mereka meskipun dari kejauhan tetapi pergi menghilang ketika kakek wijaya menatap tajam pada nya .


Dokter rio pun pamit undur diri kembali ke rumah sakit , sementara kakek wijaya tengah mencari orang yang tadi mengawasi dan mendengarkan pembicaraan mereka .


Kakek wijaya merupakan pensiunan mafia yang jeli dan tajam dalam mengendus penyelinapan yang kini tengah masuk ke mansion nya .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏


Author kasih bab ini dulu ya biar g bosen baca cerita ayris dan zain yang sebentar lagi akan ada konflik .


Author mohon maaf jika tidak sering update karena beberapa kesibukan.


Happy reading guys,,,,