
" Aaaaaaa,,,."
Leny terpeleset karena terburu buru , namun seseorang menopang nya tak membuatnya terjatuh ke lantai .
" Nona , anda baik baik saja ?"
Leny yang membenarkan gaun nya memandang ke arah sumber suara.
" Tidak , terima kasih tuan ."
Ucap leny lalu bergegas menghampiri rian yang sudah menunggu nya.
'' Sama sama, nona."
Mike tersenyum kilas menjawab ucapan terima kasih orang yang baru saja di tolongnya tanpa mengetahui siapa dia sebenarnya.
" Cantik,,,sexy ,,, tapi sayang aku tak mengetahui siapa dia ."
Gumam mike mengangkat bahu nya sendiri .
Ia tak ambil pusing dengan kejadian yang baru saja di alaminya berlalu memasuki mobil yang dikendarainya menuju sebuah pesta yang sengaja diadakan tersebut .
Sedangkan leny masih membenarkan riasan nya dan juga gaun dengan belahan dada yang terbuka dan juga sebelah paha yang terlihat lalu riasan yang minim namun polesan lipstik yang sedikit menyala.
" Hei,,,kenapa kau berdandan seperti ini ? Seperti wanita penggoda saja, jauh dari leny yang ku kenal meskipun terlihat anggun."
Puji rian pada leny .
" Kau tidak tahu , si bangsat itu menyukai hal yang berbau sexy . Aku mengenal nya lebih dari yang kau tahu ."
" cih,,, aku memang tidak tahu kisah percintaanmu . Yang ku tahu kau di asingkan tanpa mengetahui alasan nya."
Rian sengaja menyindir leny yang ternyata melebihi tuan muda.
" Hihihi,,, aku hanya khilaf ."
Leny terkekeh kecil dengan reaksi seperti tak terjadi sesuatu.
Leny mengambil peralatan make up nya lalu menata rambut nya serapi mungkin bahkan terikat ke atas memperlihatkan leher hingga bahu nya yang putih mulus.
Saat tersebut leny secara tidak sadar mengingat tatapan mata seseorang yang baru saja menyelamatkannya dari lantai yang licin.
" Eh,,,, apa kau mengenal pria yang tadi menolongku ? Aku baru pertama kali melihatnya di mansion tuan muda . Siapa dia ?"
Leny kembali membenarkan riasan wajah nya yang sangat perfect menarik para lelaki hidung belang .
" Kau menyukai nya ? Bagus lah , dia juga single cocok denganmu ."
" Ih,,, kau sudah gila ya ?"
" Iya, gila membayangkan mira memakai lingerie pasti sangat menawan ."
Bukkk,,,,
Leny melayangkan bogeman tepat pada lengan rian meskipun ringan sangat berpengaruh pada nya karena saat ini sedang memegang kendali mobil .
" Aduh,,,, hampir saja . Kenapa ? Apa aku mengatakan hal yang tidak pantas ?"
" Aku sedang bertanya siapa laki laki itu ? kenapa kau membuat pilihan cocok denganku ? Dan juga membayangkan mira , apa hubungan nya ?"
Leny kesal dengan sahabatnya yang tak sepenuhnya berpikir benar sejak menikah .
" Hei,,, kau itu sudah saatnya memikirkan dirimu dan move on dari pria brengsek itu . Mike orang baik , dia asisten pribadi tuan dave dan pasti tuan dave menyetujui nya jika berdampingan dengan mu . Percayalah !!"
Ucap rian mengedipkan salah satu matanya.
" Mike,,,,. Nama yang bagus. "
" Tampan juga , dan wangi aroma maskulin nya waoww,,,,."
Gumam leny dalam hati nya.
" Tidak ,,, tidak,,,. Apa yang aku pikirkan ?"
Leny menggeleng gelengkan kepala nya menjauhkan aroma ketertarikan nya pada mike.
" Bagaimana apa kau sudah siap menghadapi si brengsek itu ?"
Ucap rian melirik sekilas pada leny.
" Tentu saja , kau akan lihat bagaimana aku membalas perbuatannya padaku ."
Leny terlihat kesal rian masih meragukan kesetiaan nya pada tuan muda .
Namun ia juga sadar jika dulu sempat goyah karena bujuk rayu mark dalam hal ini.
Mobil melaju dengan cepat menuju tempat dimana pesta itu di adakan .
Sementara di ballroom hotel lila.
Para tamu yang berdatangan dengan antusias ingin menyaksikan pernikahan penguasa saham terbesar dalam dunia bisnis yang merasa ada satu keanehan dan kejanggalan dari undangan tersebut .
" Selamat tuan sastro , aku tak menyangka kau akan mempunyai menantu yang hebat ."
Ucap salah satu undangan .
" Benar itu , tuan sastro . Benar benar luar biasa."
Seorang undangan menimpali ucapan temannya.
" Sungguh luar biasa putri anda tua sastro bisa merebut hati penguasa bisnis dunia."
" Benar itu ."
" Ah,,, terima kasih teman teman , kalian terlalu berlebihan. Masuklah , nikmatilah pesta ini !"
Ucap sastro menanggapi beberapa pernyataan teman nya.
" Baiklah."
Mereka masuk ke dalam suasana pesta dan juga menikmati beberapa hidangan megah yang disediakan di acara tersebut.
" Selamat tuan sastro , benar benar menajubkan ."
Salah seorang undangan berjabat tangan dengan nya.
" Benar tuan sastro , sungguh kejutan yang luar biasa ."
Salah seorang lagi ikut menimpali satu sama lain.
"Oh ya, ngomong ngomong dimana menantu mu ? Tak inginkah memperkenalkan pada kami ?"
Salah seorang lagi datang berjabat tangan dengan nya.
Deg,,,,
Tak pernah terpikirkan oleh sastro dimana zain berada , apa dalam perjalanan kemari atau sedang dalam persiapan dan bagaimana jika semua nya tak berjalan sesuai rencana ?
Detak jantung sastro berdegup lebih kencang dan juga tanpa di sadari mengeluarkan keringat dingin .
" Eh,,, dia sedang ,,,,."
Sastro bingung akan menjawab apa hingga terdiam beberapa saat.
" Aku jawab apa ? Semua ini rencana ajinata dan dia pun belum menampakkan batang hidung nya ."
" Bagaimana jika ia menipuku ?"
"Habislah group lila yang berada ditanganku selama ini ."
Gumam sastro dalam hati nya .
" Dia sedang dalam perjalanan tuan tuan . Mari silahkan masuk ! Nikmati pesta ini."
Ucap seseorang yang sangat dikenal oleh sastro tak lain adalah ajinata.
Sastro bernafas lega ketika melihat ajinata muncul di belakangnya menjawab pertanyaan para undangan .
" Baiklah , terimakasih sambutan nya tuan adinata ."
Ucap salah seorang tamu.
" Beruntung kau cepat datang , aku sudah khawatir menghadapi para tamu yang terus bertanya tanya keberadaan cucu mu ."
Ucap sastro ketika para tamu sudah berlalu dari hadapan mereka.
Ajinata masih belum mengetahui jika anak buah nya telah salah menculik seseorang yang diinginkan nya masih saja berbangga diri.
"Benarkah ? Bagus ,kita akan segera menguasai dunia."
Sastro semakin berbinar mendengar nya .
" Hahaha,,,,."
" Hahaha,,,."
" Selamat atas pernikahan palsu nya kakak ."
Ucapan dari seseorang yang sangat dikenal oleh sastro membuatnya menoleh kearahnya dan juga terkejut melihat orang tersebut.
" Kau,,,."
Sastro terkejut melihat orang tersebut yang tak lain adalah jack adik kandungnya.
" Hahaha,,, . Kenapa wajahmu berubah seperti itu kakak ? Jahat sekali hingga tak mengundang adik sendiri ."
" Tapi,,,, siapa ibu dari anakmu ? Setahuku kau belum menikah dan juga apa anakmu itu benar benar putri mu ?"
Jack melontarkan kata kata yang sengaja membuat kakak nya naik pitam hampir saja terjadi baku hantam namun ajinata memegang erat tangan sastro berusaha menenangkannya.
" Bagaimana denganmu jack ? Apa kau yakin putra dari seorang ibu yang resmi ?"
Ajinata berbalik mempertanyakan pernyataannya pada jack . Namun bukan kemarahan yang terjadi , pernyataan ajinara justru disambut tawa oleh jack.
" Hahaha,,,,. Apa aku juga perlu menanyakan perihal status anda tuan ?"
Sindiran jack membuat mereka kalah telak tak bisa berbuat apa pun .
" Pewaris group lila , prisilya sudah ditemukan . Jadi bersiaplah !"
Ucap jack dengan santai nya meninggalkan mereka .
Deg,,,,
Detak jantung sastro berdegup lebih kencang bahkan sedikit membuat sesak dadanya karena mendengar sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
" Apa prily sudah ditemukan ? Tidak ,,, tidak mungkin . Aku yakin jack hanya menggertakku saja ."
Gumam sastro dalam hati nya.
" Oh ,,, ya, tuan muda zain arijaya tengah berbahagia atas kelahiran putra dan putri nya . Jadi,,, selamat atas pernikahan palsu nya ."
Jack berlalu meninggalkan mereka yang masih dalam keadaan tatapan kosong.
" Apaa,,, pernikahan palsu ? Tuan zain arijaya telah memiliki anak . interested."
Seorang tamu undangan ternyata mendengar perbincangan mereka namun berpura pura tidak mengetahui nya.
" Ajinata , kau dengar perkataan jack dan yakin jika semua berjalan lancar ?"
Sastro mulai meragukan kepercayaan ajinata dengan semua rencana nya .
" Apa kau meragukanku ? "
" Tidak , bukan begitu . Jika zain memang sudah menikah , apa yang harus kita lakukan ?"
Sastro mulai merasa khawatir dan cemas.
" Kita lihat saja !"
Tak selang berapa lama , rian datang bersama dengan leny sampai ditempat tujuan . Kedua nya memang ditugaskan untuk mengacau pesta tersebut dan memastikan mereka tidak akan lolos dari hukuman seorang bos mafia.
Di salah satu ruangan .
Sila yang tengah berdandan cantik dengan gaun pengantinnya tiba tiba dilanda kecemasan ketika jam menunjukkan waktu tepat beberapa saat lagi ia keluar ,namun tak ada tanda tanda calon suami nya datang bahkan ayah nya pun tak kunjung menghamoiri nya .
Sila berjalan mondar mandir kesana sini tak jelas arah merasa cemas dan khawatir.
" Kenapa lama sekali ? Ayah juga tak darang kesini . Bagaimana ini ?"
" Apa terjadi masalah ?"
" Kenapa pikiranku mendadak cemas ? Sepertinya akan terjadi hal buruk terjadi."
" Tidak ,,,tidak,,,,tidak . Kau harus rwnang sila , mungkin saja kau gugup karena ini hari pernikahanmu ."
" Huuu haaaa,,,,."
Sila menarik nafas nya perlahan dan juga mengatur detak jantung nya yang berdegup tak beraturan .
Leny dengan maksud tersembunyi menghampiri sang calon pengantin wanita yang terlihat sangat gugup.
Ceklek,,
" Ayah,,,. Apa semua sudah siap ?"
Sila tak menoleh siapa yang membuka pintu dan berpikir jika yang membuka pintu adalah ayahnya.
" Kau,,,,,."
Sila terkejut ketika menoleh ke arah bekakang dan melihat leny tersenyum membawa sebuah buket bunga di depan nya.
" Selamat atas pernikahan nya nona . Dan ini untuk anda ."
Leny seakan mengejek pernikahan sila .
" Berani sekali kau datang kesini . Apa sekarang kau melihat jika aku pemenangnya ?"
" Hahaha,,,, pemenang ? Maksud anda sebagai aktris terbaik ? Memerankan pernikahan palsu yang ini ."
Sila terkejut dengan perkataan leny hingga tersulut api amarah.
" Apa kau merasa sakit hati tak bisa memiliki nya ? Tentu saja, pria yang dicintainya memilih tak menikahinya tapi menikahi gadis lain. Apa sekarang kau sudah puas ?"
Sila masih menahan emosi nyakarena hari ini hari pernikahan nya memilih baradu menanggapi ucapan leny .
" Hahaha,,,, apa kau sedang bermimpi ? Mimpilah setinggi yang kau mau ? Karena nanti tidak akan lagi berada di kasur yang empuk namun lantai yang dingin , jeruji besi."
Leny mendekat membisikkan kata terakhir untuk sila tanpa menyadari nya membubuhkan sebuah parfum pada baju penganting yang dia pakai .
" Hahahaha,,,,. Selamat tinggal ."
Leny berlenggang berlalu meninggalkan nya melambaikan tangan nya meskipun tak menoleh ke belakang.
" Kauu,,,,,."
Sila merasa geram dengan perkataan leny menggepalkan kedua tangan nya seakan ingin melampiaskan nya namun ia masih teringat acara yang belum di mulai.
" Awas kau perempuan sialan !!"
Tujuan utama leny telah tercapai sebagai misi pertama dan kini leny akan berhadapan dengan mantan kekasih sekaligus tunangan nya .
"Saat nya membuatmu bertekuk lutut dihadapanku ."
Leny bergaya sangat elegan dengan balutan dress yang sedikit warna menyala memberi sedikit kesan tersendiri.
Anak buah mark yang berhasil di singkirkan rian dan leny tak menyisakan orang . Hingga saat mangsa yang tengah diburu leny ada didepan matanya .
Leny berpura pura jalan berlawanan arah dan sedikit menyenggol lengan nya .
" Maaf tuan, saya tidak sengaja."
Ucap leny yang setidaknya telah berhasil membubuhkan sedikit parfum yang sama pada pria yang tak lain adalah mark.
" Leny, benarkah dia leny ? Mungkinkah dia sudah kembali ? Dan penampilannya ? Aku tidak menyangka secantik ini."
Belum sempat mark menjawab permintaan maaf leny , gadis itu sudah berlalu meninggalkan dirinya yang masih terpana bahkan terpesona memandang nya.
" Nona,,,,.Sialan ."
Unpatan kecil terlontar di bibir mark ketika melihat gadis itu telah berlalu .
Leny menghampiri rian yang tengah meneguk minuman , sementara tamu undangan semakin ramai bahkan ballroom tersebut sesak penuh dengan lautan manusia.
Mereka menunggu sebuah acara yang luar biasa di adakan dan juga sangat antusias menghadirinya.
Bersambung 🙏😂😂